Minggu, 19 Maret 2017

PEMBERI HARAPAN PASTI

Ayat Pokok:
“Sebab Engkaulah harapanku ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda ya Allah.”
(Mazmur 71:5)

Pendahuluan
Satu hal yang penting untuk kita miliki hari-hari ini adalah Never Give Up, atau sikap yang tidak mudah menyerah.
Dunia  dimana kita hidup adalah dunia yang sarat dengan masalah. Tidak jarang  hal ini membuat banyak orang kehilangan pengharapan dan lari kepada hal-hal yang negatif. Mengapa orang lari ke narkoba, obat-obat terlarang, ke dukun, percaya kepada para normal? Karena mereka sudah merasa putus asa. Ada yang lebih menyedihkan lagi yaitu orang-orang yang kemudian bunuh diri karena 

merasa sudah tidak ada harapan lagi. Hal ini bahaya sekali.
Demikian juga terjadi dalam rumah tangga-rumah tangga yang akhirnya memilih jalan pintas untuk bercerai misalnya, karena merasa masing-masing sudah tidak cocok dan tidak ada lagi harapan untuk dipersatukan.

Orang-orang yang menyerah akan udah masuk dalam jebakan iblis
  1. Orang-orang yang menyerah akan mengambil langkah-langkah yang negatif. Langkah-langkah yang berbahaya dan justru kontraproduktif dalam hidupnya. Menyerah bukanlah solusi,orang-orang yang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi mereka tidak pernah menyerah pada kegagalan.
  2. Orang-orang yang menyerah, tidak akan pernah menikmati kemenangan.
Bagaimana kita tidak mudah menyerah?
  1. Sadari bahwa kita punya Tuhan yang baik
  2. Yakinlah bahwa kita berharga dimata Allah
  3. Dimana ada semangat dan perjuangan, selalu ada sukses dan keberhasilan
Tuhan adalah  Pemberi Harapan Pasti  dan bukan Pemberi Harapan Palsu

 

Senin, 13 Maret 2017

MENGAMPUNI ADALAH PERINTAH TUHAN

Ayat Pokok:
"Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu,berilah juga kepadanya pipi kirimu."
(Matius 5:38-39)

Pendahuluan
Ayat diatas adalah salah satu ayat dalam Alkitab yang sukar untuk dipahami. Ini adalah ajaran Tuhan Yesus yang sulit untuk dimengerti. Banyak orang  memahami ayat ini secara hurufiah, sehingga tidak jaran orang akan memaknai bahwa ajaran ini adalah ajaran yang konyol, tidak masuk akal.

Maksud Tuhan dengan pengajaran ini.
Apa maksud Tuhan dengan ayat ini?

1. Kekerasan tidak pernah akan menyelesaikan masalah.
Mengapa demikian? karena perbuatan kasar, pasti akan dilanjutkan dengan kekasaran yang lain. Kekerasan itu seperti rantai lingkaran setan. Seorang yang hidup dalam kekerasan, akan terbangun dalam kekerasan. Ayah yang mendidik anak dalam kekerasan, anaknya akan terbangun dalam kekerasan. Hari-hari ini kekerasan menjadi hal yang sering kali kita lihat, baik di televisi, koran-koran bahkan melalui game-game komputer anak-anak kita.

Sebagai orang percaya, mari kita mulai bertekad untuk memerangi kekerasan. Minimal mulai dari keluarga dan rumah tangga kita. Jangan ada KDRT dalam rumah tangga-rumah tangga orang percaya.
Sebagai pemimpin-pemimpin perusahaan, jangan semena-mena kepada bawahan. Hidup kita hanya karena anugerah, kalau kita jadi pimpinan, itu hanya karena anugerah Tuhan. Kalau kita bisa punya anak, itu juga adalah anugerah Tuhan. Jangan sia-siakan. Lihat orang-orang yang sekian lama berdoa untuk mendapatkan keturunan.

Amsal 15:1
"Jawaban yang lemah lembut, meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas, membangkitkan amarah.

Efesus 4:1-2
"Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil, berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

2. Kekerasan adalah tanda kerusakan hubungan seseorang dengan Tuhan
Ada orang yang berkata, ksaya cinta Tuhan, cuma saya sudah mengontrol emosi. Saya cinta Tuhan, tapi saya sulit mengendalikan diri.  Ini adalah kebohongan. Mengapa demikian? Karena seorang yang mencintai Tuhan, hidup dekat dengan Tuhan, pasti hidupnya penuh kasih. Karena Allah itu kasih. Jadi adalah hal yang mengherankan kalau ada orang yang mengatakan saya dekat dengan Tuhan, tapi hidupnya tidak mengasihi.

Kejadian 6:9-12
"Inilah riwayat Nuh. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sejamannya; dan Nuh hidup bergaul dengan Allah.Nuh memperanakan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.Adapun  bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi".

Kolose 3:12-14
"Karena itu sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah  kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.  Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."

Hidup Kristen memiliki target bukan hanya berubah tetapi menjadi sempurna.

3. Kekerasan adalah perbuatan yang dibenci oleh Tuhan.
Dalam Alkitab, kita membaca ada tiga perbuatan yang dibenci oleh Tuhan.  Yang pertama: kesombongan. Yang kedua adalah kemunafikan, dan yang ketiga adalah kekerasan.

Mazmur 11:4-5
"Tuhan ada dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan takhta-Nya di Sorga; MataNya mengamat-amati, sorot mataNya, menguji anak-anak manusia. Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan."

Walaupun kita mengaku beragama, walaupun kita baca Alkitab, walaupun kita  rajin berdoa, tetapi kalau kita mencintai kekerasan, hidup dalam kekerasan, Allah membenci hal ini.

Mazmur 140:12
"Pemfitnah, tidak akan diam tetap di bumi, orang yang melakukan kekerasan, akan diburu oleh malapetaka."

Yehezkiel 8:17-18
"Lalu firmanNya kepadaku: Kau lihatlah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini, bahwa mereka memenuhi tanah ini dengan kekerasan dan dengan itu terus menyakiti hatiKu? Sungguh mereka berkelakuan tak senonoh dengan di hadapanKu. Oleh karena itu, aku akan membalas didalam kemurkaanKu. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Dan kalaupun mereka berseru-seru kepadaKu, dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka."

Penutup
Tuhan lebih dahulu telah mengampuni kita. Oleh sebab itu kita juga harus mengampuni. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah dengan kebaikan. Jangan balas kekerasan dengan kekerasan, tetapi balaslah dengan kasih dan perhatian.

LINK INFORMASI PENTING

 






 

Sabtu, 11 Maret 2017

KUASA DOA ORANG PERCAYA

Ayat Pokok:
"...doa orang yang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya."
(Yak 5:16 b)

Pendahuluan
Dalam kitab Perjanjian Baru, ada seorang hamba Tuhan yang dikenal dengan julukan "Si Lutut Onta". Mengapa? Karena dia adalah seorang hamba Tuhan yang senang berdoa, sehingga sampai-sampai lutunya mengeras, kapalan dan masti rasa. Doa sudah menjadi gaya hidupnya. Seluruh aktifitasnya selalu melibatkan doa. Hamba Tuhan ini bernama Yakobus, penulis surat Yakobus.

Yakobus adalah seorang hamba Tuhan yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Banyak tekanan dan himpitan yang ia alami dalam hidupnya.Namun ia menjadi orang yang tetap teguh dalam iman.
Doa adalah suatu hubungan pribadi
Matius 6:9
"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di Sorga, dikuduskanlah nama-Mu."

Doa bersifat kekeluargaan.
Doa tidak hanya dijadikan untuk kesempatan meminta-minta kepada Tuhan
Doa adalah hubungan yang akrab dengan Tuhan

Tuhan senang dengan doa-doa orang percaya
Wahyu 5:8
"Ketika ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah ke empat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu  dihadapan anak domba itu, ,masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: Itulah doa orang-orang kudus."

Gereja lahir karena kuasa doa
Kisah 1:4     Bertekun dan sehati
Kisah 2:42    Bertekun dalam doa.

Petrus dilepaskan dari penjara, oleh seorang Malaikat Tuhan, karena kuasa doa orang-orang percaya.
(Kisah 12:5-11)

Doa mampu menggerakan belas kasihan Tuhan
(Kel 32:14) 

Bagaimana supaya doa-doa kita penuh kuasa?
Berdoa dengan hati yang bersih ( Yesaya 59:1-2)
Buanglah motivasi-motivasi yang salah dalam berdoa (Yak 4:2-3)
 Doa harus dengan iman ( Yak 1:6-7,Yak 5:15)
Penutup
Jangan jemu-jemu berdoa.

LINK INFORMASI PENTING


Selasa, 07 Maret 2017

PEMBERITAAN INJIL

Ayat Pokok;
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus".
( Matius 28:19)

Pendahuluan
Tugas pemberitaan Injil adalah tugas semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita bukan hanya menjadi jemaat yang aktif beribadah di gereja setiap hari Minggu, Namun kita juga harus memberitakan Injil kepada  orang yang belum percaya kepada Kristus. Pemberitaan Injil adalah tugas yang tidak bisa ditawar. Itu merupakan kewajiban dari setiap orang yang telah mengikatkan dirinya dalam persekutuan dengan tubuh Kristus.

Dalam 1 Korintus 9:16 Rasul Paulus dengan begitu kerasnya berkata" Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Dasar Pemberitaan Injil
Ada beberapa dasar dari pemberitaan Injil yaitu:
1. Orang percaya diperintahkan untuk memberitakan Injil. Setiap orang percaya mempunyai kewajiban untuk memberitakan Injil  (Kis 10:42;16:10; 1 Kor 1:21)

2. Pemberitaan Injil disampaikan kepada segala bangsa dan juga kepada orang-orang yang menolaknya. Hal ini berarti bahwa tugas kita adalah memberitakan Injil, entah diterima atau ditolak, tetap penginjilan harus dilakukan (Matius 24:14; 2 Tes 2:10).

3. Pemberitaan Injil dilakukan dengan berbagai cara. Ada strategi yang perlu dilakukan  supaya penginjilan kita efektif yaitu dengan cara bisa beradaptasi dengan orang yang kita Injili ( 1 Kor 9:19-23)

4. Orang-orang perlu dipersiapkan dan diutus untuk memberitakan Injil (Roma 10:25)

Sudah merupakan kewajiban dan tanggungjawab dari setiap orang yang telah percaya pada Yesus untuk mewartakan Injil kepada  setiap orang, baik melalui perkataan maupun perbuatan atau cara hidup kita, karena pewartaan Injil itu adalah amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus ( Matius 28:18-20)

Penginjilan akan lebih bermanfaat jika orang yang kita Injili dan dan dimenangkan dapat memahami apa kehendak Tuhan dalam dirinya.

Penutup
Kita harus memberitakan Injil, sebab dengan menjadi pemberita Injil, kita telah menjadi mitra kerja Allah

Carilah jiwa bagi Tuhan, karena satu orang diselamatkan, maka akan ada sukacita di Sorga dan para malaikat bersorak-sorai (Luk 15:7-10).

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=TEFtagss0kU

LINK INFORMASI PENTING

Senin, 06 Maret 2017

KEMATIAN ADALAH PINTU


Ayat Pokok:
"Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barang siapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup".
(Yohanes 5:24)

Pendahuluan
Kita semua tentu dapat mengingat dengan jelas perkenalan pertama kita dengan kematian, entah itu ketika hewan peliharaan kita mati, atau kakek, nenek atau bahkan seorang sahabat dekat kita meninggal dunia. Jika itu adalah kematian seseorang, wajah muram dan pucat, nada hening dan peristiwa-peristiwa yang tidak biasanya terjadi menimbulkan kebingungan bagi kita. Mungkin berbagai perasaan duka dan berjuta tanya ada dalam hati kita. Seolah kita bertanya: Tuhan, mengapa semua ini terjadi?

Sesungguhnya berdasarkan terang firman Tuhan, kita tahu bahwa kematian bagi orang beriman, bukanlah hal yang menakutkan. Dalam kesempatan ini,  mari kita renungkan beberapa hal mengenai kematian sehingga kita akan dapat memahami kematian itu bukan sebagai perkara yang menakutkan, tetapi justru hal yang membahagiakan. Dengan demikian kematian justru menjadi saat-saat yang selalu kita rindukan.

Beberapa hal mengani kematian sebagai pintu
I. Kematian menutup pintu kehidupan ( Ayub 14:1-2)
Kematian, kesengsaraan, dan air mata sama-sama nyata seperti halnya kehidupan. Kelahiran adalah pintu awal kehidupan seseorang dimuka bumi ini. Sedangkan kematian adalah pintu akhir kehidupan di dunia ini, yang ditandai dengan ibadah penutupan peti. Hidup yang rapuh, disamakan di dalam Alkitab dengan uap air,setangkai bunga, dan sebatang rumput. Semua itu adalah gambaran betapa singkatnya hidup manusia.

Firman Tuhan mencatat:
"Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh dengan kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.
(Ayub 14:1-2)

II. Kematian membuka pintu menuju hidup yang kekal ( Yohanes 5:24)
Manusia dilahirkan untuk  hidup di dua dunia. Dan ketika kematian menutup pintu yang satu,kematian juga membuka pintu menuju dunia yang lain. Ketika pintu pagar menutup di belakang kita, pintu lain terbuka,  untuk kita dapat masuk ke dalam tempat indah yang kita sebut rumah. Hal yang sama juga terjadi ketika kita meninggakan badai kehidupan dibelakang kita dan disambut untuk memasuki tempat yang telah dipersiapkan Allah di dalam rumah Surgawi kita.

Penutup
Satupintu tertutup, pintu yang lan terbuka, dan suatu dimensi yang baru, yang ,belum pernah di nikmati, kemudian dinikmati oleh orang yang telah berpulang. Kematian bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah langkah untuk kita menikmati kehidupan abadi yang penuh dengan sukacita. Mari kita berterimakasih kepada Allah karena telah mengutus putera-Nya sehingga hidup kekal kita miliki ( Yohanes 3:16)

Lagu:
Kumenantikan Engkau Tuhanku
Permata hati kesayanganku
Sekian lama Engkau kurindukan
Bilakah kita bertemu

Tempatku tetap di rumah Bapa
Pelabuhan ku hanya disana
Engkau janjikan segera kembali
Menjemputku pulang

LINK INFORMASI PENTING

Kamis, 26 Januari 2017

TIDAK BIJAKSANA

Ayat Pokok:
Hosea 13:9-13 

Pendahuluan
Apa itu bijaksana? Dalam pandangan dunia dianggap sebagai kebaikan saja. Orang yang hidup baik, mengasihi sesama itulah yang disebut orang yang bijaksana. Sementara dalam firman Tuhan, orang yang bijaksana adalah orang yang selalu menuruti perintah Tuhan.
Salah satu karakter Kristus adalah bijaksana.Dengan mamahami hal ini, maka kita pun akan sungguh-sungguh berupaya menjadi orang yang bijaksana

Namun sayang, dalam kenyataan hidup ada orang-orang yang jauh dari sebutan orang yang bijaksana. Justru orang-orang seperti ini akan disebut sebagai orang yang tidak bijaksana.

Kapan seseorang disebut tidak bijaksana?
a. Seseorang menjadi tidak bijaksana, jika tidak mengenal dan mengandalkan Tuhan
    Orang yang tidak bijaksana adalah orang yang tidak mau mengenal dan mengandalkan Tuhan. Orang seperti ini hanya berpikir bahwa ia bisa sukses, bisa menjalani hidup dengan kekuatan sendir. Mungkin karena ia kaya, pintar, banyak relasi sehingga ia berpikir tidak perlu menyertakan Tuhan.  Hidup mengandalkan Tuhan adalah kunci keberhasilan. Mengandalkan Tuhan tidak berarti kita tidak boleh berusaha dan hanya menyerahkan semua persoalan hidup dan pemenuhan kebutuhan jasmani kepada Tuhan. Tuhan yang bekerja, manusia cukup bersantai-santai saja. Pemahan seperti ini tentu saja tidak tepat.
b. Seseorang menjadi tidak bijaksana bila ia hidup dalam ambisi-ambisi duniawai.
    Apakah ambisi itu? bolehkan orang memiliki ambisi?  Ambisi adalah dorongan, nafsu yang kuat untuk memperoleh sesuatu. Ambisi adalah dorongan dalam diri kita yang akan memacu kita untuk mengerjakan sesuatu dengan hasil yang baik. Semua orang mempunyai ambisi. Hanya saja kadarnya berbeda-beda. Sebenarnya ambisi itu sendiri bukanlah hal yang salah. Ambisi menjadi salah, jika kita terlalu memiliki ambisi yang berlebihan tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan kita. Ambisi juga menjadi salah, kalau yang kita ambisikan justru adalah hal-hal yang duniawi. Betapa tidak, ada orang-orang yang terjebak dalam berbagai masalah-masalah, karena terlalu meng-ambisi-kan hal-hal duniawi. Ada orang yang terlalu berambisi untuk menduduki satu jabatan tertentu, sehingga ia mengandalkan segala cara untuk memperolehnya. Ada orang yang dikuasai nafu serakah dan ingin cepat kaya, sehingga lupa daratan dan melakukan segala kejahatan.

c. Seseorang menjadi tidak bijaksana, jika tidak hidup dalam kasih dan iman
    Orang yang tidak bijaksana adalah orang yang tidak hidup dalam kasih dan iman. Alkitab mengajarkan kita untuk selalu hidup dalam kasih kepada Tuhan dan sesama dan juga iman yang teguh kepada Tuhan. Bukti kita mengasihi Tuhan adalah dengan hidup seturut firman Tuhan. Bukti kita mengasihi sesama adalah dengan pemberian kita. Tentu pemberian tidak hanya sebatas hal-hal materi. Kita perlu menyadari bahwa banyak orang yang sedang membutuhkan kasih, dorongan, nasehat dan perhatian kita. Orang yang tidak bijaksana adalah juga orang yang tidak memiliki iman. Situasi boleh sulit. Jaman boleh susah, tapi orang bijaksana tidak akan pernah kehilangan iman kepada Tuhan. Bersandarlah kepadaNya dan jangan andalkan kekuatan serta kemampuan kita pribadi.

Ibrani 13:5
"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, karena Allah berfirman Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ini jaminan dari Tuhan yang seharusnya membuat kita tetap percaya dan beriman kepada Tuhan.
d. Seseorang menjadi tidak bijaksana, jika tidak hidup dalam nasehat dan teguran.

Penutup
Kebijaksanaan memang harus kita minta kepada Tuhan. Mintalah pertolongan Tuhan supaya kita bisa menjadi orang-orang yang bijaksana. Tapi kebijaksanaan juga tidak akan datang secara instant begitu saja. Perlu upaya yang sungguh-sungguh dan kesediaan untuk belajar bagaimana supaya kita menjadi orang-orang yang bijaksana.

LINK INFORMASI PENTING


Rabu, 25 Januari 2017

EKSIKLOPEDI TOKOH ALKITAB: PAULUS



Paulus adalah tokoh yang terkenal dalam Kekristenan. Hampir setengah dari seluruh kitab Perjanjian Baru adalah tulisan Rasul Paulus ini. Paulus berasal dari Tarsus ( Sekarang Turki). Semula ia adalah orang yang begitu bersemangat menganiaya orang-orang percaya. Tetapi anugerah Allah  membuat dia mengenal Kristus  Sang Juruselamat dan bahkan dia dipakai menjadi rasul untuk mewartakan kabar sukacita. Dia hidup antara tahun 3 -67 Masehi.

Dalam beberapa ayat di Perjanjian Baru, Paulus memperkenalkan diri sebagai seorang Yahudi dari suku Benyamin. Filipi 3:5 mencatat," disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,' Ia di besarkan di Yerusalem, dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel. 

LINK INFORMASI PENTING