KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Rabu, 17 Desember 2025

KASIH DAN PERANAN ORANG TUA

Renungan Harian PESONA SABDA
Kamis, 18 Desember 2025

KASIH DAN PERANAN ORANG TUA
Bacaan Alkitab:
Kejadian 27:1-46

Ayat Pokok:
"Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: ”Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."
(Kejadian 27:41)

Esau menaruh dendam kepada Yakub, adiknya. Esau sudah merencanakan akan membunuh Yakub. Dendam dan kebencian Esau kepada adiknya karena Esau sudah dua kali ditipu Yakub. Yakub mengambil hak kesulungan Esau dan kemudian mengambil berkat yang seharusnya menjadi milik Esau (ayat 36).

Dendam Esau dan perselisihan yang terjadi di antara Esau dan Yakub merupakan dampak dari cara mendidik orang tua mereka yaitu Ishak dan Ribka yang salah dan kasih sayang yang mereka berikan kepada Esau dan Yakub berbeda-beda. Yakub lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub.

Akibat mengasihi Yakub lebih dari Esau, Ribka menyuruh Yakub untuk mengambil berkat Esau dari Ishak, ayah mereka. Berkat yang seharusnya menjadi milik Esau. Bahkan Ribka mengajarkan Yakub cara untuk mendapatkan berkat tersebut dengan cara menipu ayahnya.

Anak adalah berkat dari Tuhan yang harus orang tua jaga, dirawat atau dipelihara dan dididik sehingga kehidupan mereka menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. Orang tua bertanggung jawab atas masa depan dan kehidupan anak-anaknya.

Banyak anak-anak yang luka hatinya dan kepahitan dalam hidupnya seperti yang dialami Esau, dikarenakan orang tua mereka yang salah dalam mendidik dan kasih sayang yang berbeda-beda. Orang tua harus sepakat dan bersama-sama menerapkan aturan di dalam mendidik anak-anaknya. KASIH SAYANG DAN DIDIKAN YANG BAIK AKAN MEMBUAT ANAK-ANAK BERTUMBUH DENGAN BAIK. Begitu juga dengan masa depan dan kehidupan tentu akan menjadi baik juga.
(Sumber: DH- Kitab Taurat)

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN MATERI KHOTBAH KRISTEN ANEKA TEMA
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH WANITA
BUKU DAN EBOOK MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI

JANGAN PERGI KE "MESIR"

Renungan Harian PESONA SABDA
Sabtu, 13 Desember 2025

JANGAN PERGI KE "MESIR"
Bacaan Alkitab:
Kejadian 26:1-35

Ayat Pokok:
"Lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu."
(Kejadian 26:2)

Ketika terjadi kelaparan di negeri tempat Ishak tinggal maka Ishak berniat pergi ke Mesir. Tetapi Allah melarang Ishak dan menyuruhnya untuk tetap tinggal di Gerar, negeri orang Filistin.

Mesir merupakan pusat peradaban dunia. Selain kehidupan duniawi, Mesir juga menjadi pusat penyembahan berhala. Allah tidak mau Ishak pergi ke Mesir supaya tidak terpengaruh dengan kehidupan duniawi, menjadi penyembah berhala dan meninggalkan Allah.

Allah punya rencana untuk Ishak di Gerar tanah orang Filistin, sekalipun daerah tersebut dilanda kelaparan. Allah kemudian menyuruh Ishak untuk menabur dan dalam tahun itu juga Ishak mendapat hasil seratus kali lipat dan ia menjadi kaya, kian lama kian kaya dan menjadi sangat kaya (ayat 12-13). Akibat ketaatannya Ishak diberkati Tuhan.

Di tengah-tengah kesulitan, Ishak tetap taat kepada perintah Allah, sekalipun perintah Allah tidak masuk di akal untuk tetap bertahan dan tinggal di tempat terjadi kelaparan dan bahkan Allah menyuruh untuk menabur di tanah tersebut dan tidak ke Mesir.

Kalau saat ini kita dalam masalah, jangan ke “Mesir”. Mesir memiliki pengertian rohani, berbicara mengenai kehidupan dunia. KE MESIR ARTINYA MEMINTA PERTOLONGAN DUNIA ATAU MEMAKAI CARA-CARA DUNIA , cara yang mengandalkan kekuatan manusia dan bukan cara Tuhan. Orang yang ke Mesir artinya kembali kepada kehidupan lama yang penuh dengan dosa.

Orang yang taat kepada Allah, tidak akan ke Mesir. Ia akan melihat tuntunan Allah yang akan membawanya keluar dari masalah. Dan ketika kita melakukan perintah-perintah-Nya sekalipun tidak masuk di akal dan melakukannya dengan ketaatan maka seperti Allah memberkati Ishak maka kitapun diberkati Allah dengan berkat yang sama.
(Sumber : DH- Kitab Taurat)

LINK INFORMASI PENTING
Buku Menjawab Kontroversi Seputar Persepuluhan
BUKU DAN EBOOK MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI


Selasa, 16 Desember 2025

HAK KESULUNGAN

Renungan Harian PESONA SABDA
Selasa, 16 Desember 2025

HAK KESULUNGAN
Bacaan Alkitab: Kejadian 25:1-34

Ayat Pokok:
"Kata Yakub: ”Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya."
(Kejadian 25:33)

Esau memandang rendah hak kesulungan yang menjadi miliknya. Bahkan Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, adiknya dengan sepiring kacang merah. Hak kesulungan yang hanya dimiliki oleh anak sulung sejak dilahirkan.

Anak sulung memiliki posisi yang sangat penting di mata Tuhan bahkan anak sulung Tuhan nyatakan menjadi milik Tuhan (Keluaran 13:2). Bagi umat Tuhan (Perjanjian Lama) yang memiliki anak sulung harus menebusnya dengan seekor domba.

Hak kesulungan memiliki pengertian secara rohani. Seorang yang mempunyai hak kesulungan berarti berhak menjadi imam dari seluruh keluarganya, menjadi perantara Tuhan dengan anggota keluarganya. Seorang yang mempunyai hak kesulungan maka akan mewarisi otoritas Ilahi dari bapaknya dalam hal kepemimpinan.

Esau memandang rendah hak kesulungan, hal yang begitu Ilahi, sebuah kesempatan untuk berhubungan karib dengan Tuhan. Esau lebih mementingkan hal-hal yang duniawi sehingga rela menukar hak sulungnya dengan sepiring kacang merah.

HAK KESULUNGAN BERBICARA TENTANG PERKARA ROHANI. Banyak orang yang mengabaikan hal-hal yang rohani, mereka lebih mengutamakan perkara duniawi. Perkara atau hal-hal rohani adalah hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan. ORANG YANG LEBIH MEMPERHATIKAN HAL-HAL ROHANI BIASANYA MEMILIKI KEDEKATAN DENGAN HUBUNGAN DENGAN TUHAN.

Orang-orang yang seperti ini biasanya lebih kuat dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya karena Tuhan selalu berbicara banyak di dalam hidupnya. Karena ia tahu Tuhan yang menuntun-Nya. Kita merupakan yang sulung dari semua ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita memiliki hak kesulungan secara rohani. Kita juga merupakan ahli waris dari tahta Kerajaan Allah karena kita anak-anak Allah (Roma 8:14-17).

LINK INFORMASI PENTING
EBOOK MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH NATAL
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH UCAPAN SYUKUR

Kamis, 11 Desember 2025

PENGHARAPAN YANG TIDAK MENGECEWAKAN

 Ayat Pokok:
"Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
(Roma 5:5)

Pendahuluan
Banyak orang menaruh harapan pada hal-hal duniawi: kekayaan, jabatan, bahkan manusia lain — namun seringkali kecewa.
Paulus menyampaikan bahwa ada satu jenis pengharapan yang tidak mengecewakan — pengharapan di dalam Kristus, yang diteguhkan oleh kasih Allah melalui Roh Kudus.

Pokok-pokok pembahasan:
1. Yesus sumber pengharapan sejati
Pengharapan sejati bukan berasal dari diri sendiri atau dunia ini, tetapi dari iman kepada Kristus (Roma 5:1-2).
Dasar pengharapan ini adalah kasih Allah yang nyata dalam penebusan Kristus.

2. Kasih Allah yang dicurahkan
Kasih Allah bukan hanya ditunjukkan, tetapi dicurahkan di dalam hati kita.
Ini berbicara tentang pengalaman pribadi akan kasih Allah yang hidup dan nyata.

3. Peranan Roh Kudus
Roh Kudus yang menghadirkan dan menguatkan kasih Allah dalam hati kita.
Ia juga adalah jaminan dan meterai dari keselamatan dan pengharapan kita (Efesus 1:13-14).

Aplikasi:
Milikilah pengharapan yang berakar pada kasih Allah, bukan pada hal fana.
Mintalah Roh Kudus memenuhi hati agar kita selalu diteguhkan dalam kasih dan tidak goyah saat pencobaan datang.
Bagikan pengharapan ini kepada orang lain yang sedang putus asa.

Penutup
Dunia penuh dengan kekecewaan, tapi dalam Kristus, kita punya pengharapan yang tidak mengecewakan.
Mari terus hidup dalam kasih Allah dan dipenuhi oleh Roh Kudus, supaya iman dan pengharapan kita tetap kuat sampai akhir.

LINK INFORMASI PENTING
150 EBOOK ROHANI KRISTEN -CUKUP DENGAN DONASI Rp.99.000


SEMUA PASTI ALAMI KEMATIAN

Ayat Pokok:
"Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi."
(Ibrani 9:27)

Pendahuluan
Setiap orang memang akan menghadapi kematian, karena kematian memang adalah bagian alami dari hidup ini. Namun bagi kita orang-orang percaya, alkitab berkata bahwa kematian adalah suatu keuntungan dan bukan hal yang menakutkan.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi penghiburan kita sebagai orang percaya.
Pertama :
Manusia tidak akan mati selama-lamanya. Jadi perpisahan kita dengan orang yang kita kasihi yang saat ini telah meninggalkan kita hanyalah sementara saja. Suatu saat, kalau kita tetap setia, kita akan dipertemukan dengan dia di Sorga Tuhan yang penuh kemuliaan. Saat ini, dari tempat tinggi, kita tetap dilihat oleh orang yang kita kasihi. Beliau akan sedih ketika melihat kita berlaku buruk. Sebaliknya Beliau akan tersenyum bahagia, manakala kita berlaku baik dan setia. 

Kedua :
Tuhan Yesus mengerti perasaan kita. Seperti kisah Lazarus yang meninggal sempat tertulis, maka Yesuspun menangis.( Yoh 11:35 ). Itu adalah bukti bahwa Tuhan bersedih atas apa yang kita alami. Yesus akan senantiasa memberikan penghiburan bagi kita.Penderitaan yang kita alami hanyalah sementara, sedangkan penghiburan-Nya abadi selamanya.

Ada sebuah kisah yang mengingatkan kita juga bahwa semua yang terjadi akan berlalu, sehingga kita perlu seimbangkan supaya hidup yang penuh damai, berkat bisa kita miliki. Kisahnya adalah sebagai berikut:

INIPUN AKAN BERLALU
Ada seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua orang ini hidup dalam satu rumah, sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, ternyata masih ada satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.

Mereka kemudian membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin didalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian, dan yang satu terbuat dari perunggu  murah. Melihat cincin berlian itu,timbulah keserakahan sang kakak. Dia menjelaskan,”kurasa cincin ini bukanlah milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak cucu kita.

Sebagi saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

Sang adik tersenyum dan berkata “ baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu”. Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “ Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi mengapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini juga?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir dicincin itu “INIPUN AKAN BERLALU”.
Sang adik tersebut berpikir, “ oh.. rupaya ini mantra ayah…,” sambil memasukkan kembali cincin itu kembali ke jarinya.

Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, mabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, berhutang sana- sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu sampai kemudian dia kehilangan keseimbangan batin, sulit tidur dan mulai mengkonsumsi obat-obat penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuat dia ketagihan.

Sementara itu, ketika panen berhasil, sang adik mensyukurinya, dan dia selalu teringat akan tulisan yang ada dicincinnya “ INIPUN AKAN BERLALU”. Jadi diapun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Sebaliknya ketika panen gagal, diapun ingat bahwa “ INIPUN AKAN BERLALU” sehingga iapun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik- turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal,namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batin, hidupnya tentram, seimbang dan bahagia.

Inilah hidup sebagai manusia seperti rumput dipadang yang mati dan berganti setiap hari. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. Semua pasti akan berlalu, ada waktu untuk mencintai,ada waktunya untuk dicintai. Untuk segala sesuatu ada waktunya.

Semua ada waktunya.
Pengkhotbah 3:1-2 mencatat “ Untuk segala sesuatu ada masanya,untuk apapun dibawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk mati.. ” . Menyadari bahwa tidak ada yang kekal diduna ini, maka kita harus selalu rindu untuk dekat dengan Tuhan.

Kematian pasti menjemput siapa saja. Cepat atau lambat kita pasti mengalaminya. Sekarang ini sebenarnya kita semua sedang antri menuju gerbang kematian secara fisik. Ada yang melalui pintu kecelakaan, sakit-penyakit, ataupun karena faktor ketuaan. Manusia memang berusaha semaksimal mungkin untuk menundanya. Tapi sampai kapan? Sebagian pasien melakukan usaha dengan mencari dokter terbaik di seluruh penjuru dunia. Tapi kalau waktunya memang sudah tiba dan malaikat maut sudah memanggil namanya, siapa yang dapat menolak? Tapi orang-orang percaya, yang telah dilahirkan kembali, bila menghadapi kematian fisik ini, mereka  hanyalah mengalami suatu perpindahan dari alam fana menuju alam surga yang abadi bersama Kristus. Perpindahan alamat, dari dunia ke alamat yang baru di Firdaus.

Penutup
Kiranya Tuhan senantiasa menguatkan iman kita.Tetaplah bersuka-cita dan bersyukurlah senantiasa.
Tuhan memberkati kita !

LINK INFORMASI PENTING
HANYA Rp.99.000,- 150 EBOOK ROHANI KRISTEN


Rabu, 10 Desember 2025

TAHU KEHENDAK TUHAN

Renungan Harian PESONA SABDA
 Senin, 15 Desember 2025

TAHU KEHENDAK TUHAN
Bacaan Alkitab:
Kejadian 24:1-63

Ayat Pokok:
"…, – Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang istri dari sana untuk anakku."
(Kejadian 24:7)

Abraham menyuruh hambanya untuk pergi ke negeri asalnya untuk mencarikan istri bagi anaknya. Dan Abraham percaya dan yakin Tuhan akan mengutus malaikat-Nya untuk menuntun langkah-langkah hambanya untuk menemukan istri bagi Ishak.

Keyakinan Abrahan bahwa Allah akan menolong hambanya dalam menemukan istri bagi Ishak karena tahu kehendak Allah dan imannya kepada janji Allah. Allah berjanji bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar melalui keturunan Ishak (Kejadian 17:15-19).

Abraham juga tidak mau istri Ishak kelak berasal dari orang Kanaan, tempat ia dan keluarganya tinggal karena Abraham juga percaya dengan perkataan Allah, bahwa Allah akan menghukum orang-orang Kanaan karena kejahatan mereka. Orang-orang Kanaan adalah penyembah berhala (Kejadian 15). Jelas bagi Abraham, Ishak tidak boleh beristrikan orang Kanaan. Dan Abraham juga percaya akan janji Tuhan bahwa ia akan memiliki tanah Kanaan sehingga ia tidak memperbolehkan Ishak kembali ke negeri asalnya (Kejadian 13:14-15).

Sungguh menyenangkan jika kita bisa memastikan apa kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita, dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan sebagainya. Seperti Abraham tahu kehendak Tuhan dan percaya malaikat Tuhan akan menuntunnya.

Sering kita ingin mengetahui kehendak Tuhan tapi tidak mau memperhatikan, merenungkan dan mempercayai janji Allah melalui firman-Nya. Kita akan memiliki iman seperti Abraham dengan bertekun dan mentaati firman-Nya dan kita akan tahu kehendak Allah. KEHENDAK ALLAH DAPAT KITA KETAHUI DAN SEMAKIN KITA PAHAMI JIKA FIRMAN-NYA MENGISI PIKIRAN KITA SETIAP HARI dan imani sehingga digenapi dalam hidup kita.

LINK INFORMASI PENTING
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH NATAL
EBOOK MENGELOLA MATERI KHOTBAH DENGAN METODE KABAH
EBOOK MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI
HANYA Rp.99.000,00 150 EBOOK ROHANI KRISTEN

Jumat, 28 November 2025

MILIKILAH HIDUP YANG SOPAN

 Ayat Pokok:
"sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka."
(1 Tesalonika 4:12)

Pendahuluan
Salah satu prinsip ajaran firman Tuhan yang harus kita perhatikan adalah kesopanan.  Alkitab mengajarkan supaya kita sebagai anak-anak-Nya senantiasa hidup sopan satu dengan yang lain.
Kita pasti senang ketika melihat  ada orang yang sopan kepada kita. Mungkin kita pernah melihat satu semboyan , "Anda sopan, kami segan." Bukankah ini menandakan  bahwa orang akan menghargai ketika kita berlaku sopan kepada mereka? Sebaliknya, ketika ada orang yang berlaku tidak sopan kepada kita, kitapun akan kecewa dan mengelus dada.

Apa sebenarnya makna dari kata sopan?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sopan diartikan, beretika, menghormati, santun.
Jadi secara umum arti kata sopan adalah hormat, tertib menurut adat yang baik, dan menghargai orang lain. Sikap inilah yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya. Dengan berlaku sopan, kita sudah menjadi terang dan hidup kita bisa berdampak bagi orang lain dan mempermuliakan nama Tuhan. Sebaliknya, ketika kita hidup tidak sopan, kita akan menjadi cemoohan, batu sandungan bagi orang lain dan mempermalukan nama Tuhan.

Alkitab memberikan perintah supaya hidup kita tidak sama dengan orang-orang dunia.
Roma 12:2, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.". Sepatutnya kita  merasa malu jika melakukan perbuatan yang tidak sopan, malu hidup dengan cara-cara dunia.

Bagaimana praktek hidup yang sopan?
a. Sopan dalam perkataan
Hindari kata-kata kotor, ejekan dan humor yang menjatuhkan.
Latih  diri berkata lembut. jujur dan membangun
Tidak berbicara dengan kata-kata kotor
Efesus 4:29, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulitmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia.
Budayakan mengucapkan, "Terimakasih, maaf, tolong."
Amsal 15:23, "Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!"

b. Sopan dalam berpakaian
Pilih pakaian yang tidak menimbulkan godaan, tetap rapi, dan menghormati diri sendiri.
Ukurannya sederhana: “Apakah ini memuliakan Tuhan?”
1 Timotius 2:9, ”Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal.”

c. Dalam tindakan atau perbuatan
Tidak melalukan perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain.
Budayakan antri
Tidak membuang sampah sembarangan?
Tidak meludah di sembarang tempat

d. Dalam bermedsos
Saring sebelum sharing.
Jangan mem-posting hal-hal yang memicu konflik, pamer berlebihan, atau sensual.
Jadikan akun medsos sebagai tempat menyebarkan kebaikan.

Penutup
Sopan santun adalah adalah cara yang baik untuk menunjukkan kasih dan hormat kepada orang lain. Mari berusaha menjadi anak-anak Tuhan yang sopan santun, yang mencerminkan kasih dan kemurahan Tuhan.

Hidup sopan bukan sekadar aturan gereja, tetapi panggilan Tuhan bagi setiap remaja.
Dunia mungkin menawarkan kebebasan tanpa batas, tetapi Kristus memanggil kita hidup seperti pada siang hari—terang, bersih, dan bermartabat.

Ajak remaja membangun komitmen:
“Tuhan, tolong aku hidup sopan, menjaga hati, kata, dan  tindakanku bagi kemuliaan-Mu.”

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN MATERI KHOTBAH KRISTEN ANEKA TEMA
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH WANITA
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 1
HANYA Rp. 99.000,- 150 JUDUL EBOOK ROHANI KRISTEN





Jumat, 21 November 2025

MEMPERSIAPKAN NATAL SECARA MAKSIMAL DENGAN BANTUAN AI



Perayaan Natal merupakan salah satu momen terpenting dalam kehidupan gereja. Setiap tahun umat percaya di seluruh dunia merayakan kelahiran Yesus Kristus dengan penuh sukacita, pengharapan, dan penyembahan. Namun dibalik sukacita itu, ada proses panjang yang harus dipersiapkan oleh gereja dan panitia, mulai dari perencanaan ibadah, pemilihan tema, khotbah, drama, renungan, musik, visual, liturgi, hingga komunikasi dengan jemaat dan masyarakat.


Sering kali, proses ini berlangsung dalam waktu yang terbatas dan dengan sumber daya manusia yang tidak selalu lengkap. Tidak sedikit pelayan Tuhan harus bekerja lembur, berpikir keras mencari ide, dan berulang kali merevisi materi agar sesuai dengan kebutuhan jemaat. Di tengah dinamika pelayanan, muncul sebuah tantangan: bagaimana mempersiapkan Natal secara maksimal, tanpa kehilangan makna rohani, tetapi tetap efektif dan efisien?

Pada era digital ini, teknologi berkembang begitu cepat. Salah satu perkembangan paling signifikan adalah hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini dapat membantu menghasilkan ide, menyusun naskah, mengatur struktur, bahkan membuat desain dalam waktu singkat. Banyak orang di berbagai bidang pekerjaan mulai menggunakan AI untuk mendukung produktivitas dan kreativitas.

Dalam Ebook ini pembaca akan menemukan panduan praktis untuk:
* Menghasilkan ide tema dan ayat pendukung Natal
* Menyusun khotbah dan renungan
* Membuat puisi dan liturgi
* Menulis naskah drama dan monolog
* Menyusun sambutan panitia
* Membuat promosi dan media publikas
* Mengatur perencanaan dan manajemen waktu

Ebook ini juga menyediakan contoh prompt yang dapat langsung digunakan, serta contoh karya yang dapat dikembangkan sesuai konteks gereja masing-masing. Tujuan utama Ebook ini bukan sekadar mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi juga mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Yang memberikan kuasa, pengurapan, dan pesan adalah Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Bagaimana cara mendapatkan Ebook ini?
Kirimkan donasi Rp.10.000,00 melalui salah satu rekening kami:
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Bank Jateng No.Rek3-014-21738-9 a.n GPdI Jemaat Maluwih
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470 Agus Susanto
Gopay 085228085470 a.n Agus Susanto
SHOPEE PAY 0852-2808-5470 a.n Agus Susanto

Setelah pengiriman donasi, mohon kirim konfirmasi via WA atau Email
Tuhan Yesus Memberkati.

CATATAN:
DONASI AKAN DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN YAYASAN BINA SEJAHTERA dan GPdI Jemaat Maluwih Temanggung


Jumat, 14 November 2025

SERI AI UNTUK PELAYANAN GEREJA

 


Shalom
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan hikmat dan kemampuan kepada umat-Nya untuk menggunakan teknologi sebagai alat pelayanan bagi kemuliaan-Nya
Kita hidup di masa di mana teknologi berkembang pesat, tetapi kasih dan panggilan pelayanan tetap sama. AI bukan pengganti pelayanan manusia, melainkan mitra yang dapat menolong gereja untuk bekerja dengan lebih baik, cepat, dan teratur.
Membangun pelayanan yang relevan di abad ke-21 membutuhkan pemahaman teknologi yang tepat. Salah satu teknologi mutakhis yang sangat mendukung pelayanan adalah dengan AI atau Artificial Intelligence

Seri ebook ini dirancang khusus untuk para pemimpin gereja yang ingin menggunakan AI secara bijaksana, etis, dan efektif dalam pelayanan sehari-hari.

Setiap buku menyajikan:
- Konsep teologis yang kuat
- Panduan penggunaan AI langkah demi langkah
- Contoh kasus nyata dari pelayanan
- Ide-ide kreatif yang bisa langsung diterapkan

Pelayanan tidak berubah misinya.
Yang berubah adalah alatnya.
Mari melayani lebih luas—tanpa kehilangan hati seorang gembala.

Dapatkan Ebook Seri AI Untuk Pelayanan Gereja, yaitu:
- MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI
- AI UNTUK PELAYANAN SEKOLAH MINGGU
- AI UNTUK PELAYANAN PEMUDA DAN REMAJA GEREJA
- AI UNTUK PELAYANAN IBADAH DAN MULTIMEDIA GEREJA
- AI UNTUK MANAJEMEN GEREJA
- AI UNTUK PELAYANAN KONSELING PASTORAL

Dapatkan seluruh Ebook Seri AI UNTUK PELAYANAN GEREJA dengan memberikan donasi Rp. 50.000,00 (Lima Puluh Ribu Rupiah ) melalui salah satu rekening kami:
BNI No.Rek 1954674536  a.n Agus Susanto
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470

Setelah pengiriman dana, mohon kirim konfirmasi via WA atau Email:
Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 10 November 2025

AI UNTUK PELAYANAN PEMUDA REMAJA GEREJA