KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Jumat, 27 Februari 2026

RUMAH YANG DIBERKATI TUHAN

 
Ayat Pokok:
"Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: ” Tuhan memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita."
(2 Samuel 6:11-12)

Pendahuluan
Memasuki rumah baru bukan sekadar pindah tempat tinggal, tetapi memasuki musim hidup yang baru. Dalam teks ini, tabut Tuhan tinggal di rumah Obed-Edom selama tiga bulan, dan Tuhan memberkati dia serta seluruh keluarganya.
Ketika Daud mendengar hal itu, ia menyadari bahwa kehadiran Tuhan membawa berkat nyata.

Kebenaran utama:
Rumah yang diberkati bukan karena besar atau mewah, tetapi karena hadirat Tuhan tinggal di dalamnya.

Isi Khotbah
I. Rumah yang Diberkati Adalah Rumah yang Menerima Hadirat Tuhan

Obed-Edom menerima tabut Tuhan dengan hormat.
Berkat Tuhan turun bukan karena usaha manusia, tetapi karena kehadiran-Nya.

Aplikasi:
Rumah baru harus diawali dengan doa, penyembahan, dan penyerahan kepada Tuhan.

II. Rumah yang Diberkati Akan Terlihat Buahnya
Alkitab mencatat Tuhan memberkati Obed-Edom dan seluruh isi rumahnya.
Berkat Tuhan bersifat menyeluruh: rohani, keluarga, damai sejahtera.

Aplikasi:
Rumah yang dipenuhi Tuhan akan menghasilkan kasih, sukacita, dan kesatuan keluarga.

III. Rumah yang Diberkati Menjadi Kesaksian Bagi Orang Lain
Daud mendengar kabar berkat itu dari orang lain.
Artinya, berkat Tuhan tidak bisa disembunyikan—akan terlihat.

Aplikasi:
Rumah orang percaya seharusnya menjadi terang bagi lingkungan.

Penutup
Rumah baru adalah kesempatan baru untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan keluarga. Jika hadirat Tuhan tinggal di dalam rumah itu, maka berkat, damai sejahtera, dan sukacita akan menyertainya.

Kalimat peneguhan:
Bukan kita yang membuat rumah itu diberkati, tetapi Tuhan yang hadir di dalamnya.

EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PEMBERKATAN NIKAH


Shalom
Dapatkan Ebook 29 Bahan Khotbah Pemberkatan Nikah
Ebook ini dapat dipakai sebagai tambahan inspirasi dalam pelayanan khotbah ibadah  Pemberkatan Pernikahan. Sesuai judulnya, Ebook ini membuat 29 judul bahan khotbah pemberkatan nikah Kristen.

Selain itu Ebook ini dapat juga digunakan untuk bahan renungan di khotbah ucapan syukur persiapan pernikahan dan khotbah di ulang tahun pernikahan, serta khotbah dengan tema-tema seputar keluarga dan pernikahan Kristen.

.Judul-judul khotbah dalam Ebook ini diantaranya:
1. Penolong yang Sepadan
2  Prinsip Keluarga Dalam Surat 1 Tesalonika
3. Keluarga yang Berkenan Kepada Tuhan
4. Pernikahan Sebuah Lembaga Ilahi
5. 3 Unsur Pernikahan Alkitabiah
6. Ketika Kehabisan Air Anggur
7. Bersatu Dalam Kasih
8. Pernikahan Adalah Kematian
9.  Pernikahan Kudus
10. 10 Prinsip Pernikahan Kristen
11. Yang Perlu Dilakukan Dalam Membangun Keluarga
12. 2 Kunci Sukses Pernikahan
13. Kunci Kelanggengan Keluarga
14. Keluarga Bahagia
15. Keluarga Yang Hidup Dalam Kasih
16. Pernikahan Kristen
17. Bahasa Kasih Dalam Keluarga
18. Rumah Tangga yang Diberkati Tuhan
19. Kunci Kebahagiaan Keluarga
20. Membangun Keluarga Kristen yang Kokoh
21. Suami yang Bijaksana, Isteri yang Cakap
22. Rumah Berkat
23. Dua Menjadi Satu
24. 4 Kunci Sukses Pernikahan
25. Kasih Tanpa Syarat
26. Keluarga Bahagia Sejahtera
27. Campur Tangan Tuhan Dalam Pernikahan
28.  Setia Sampai Mati
29.  Jatuh Cinta dan Bangun Cinta

Bagaimana cara mendapatkan Ebook ini?
Silakan transfer donasi Rp.25.000,00 melalui salah satu rekening kami:
BCA No.Rek :1540241577 a.n Agus Susanto
Bank MANDIRI No.Rek: 1360007334334 a.n Agus Susanto.

Setelah transfer kirim konfirmasi via WA/SMS ke.085228085470 atau Email:solusisukses2008@gmail.com.
Ebook akan kami kirim via WA atau Email.

Donasi Anda sangat bermanfaat dalam mendukung pelayanan kami
Tuhan Yesus Memberkati

Salam
Pdt. Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG
PO.Box 118 TEMANGGUNG 56200
HP/SMS.0852-2808-5470

PRIA YANG TEGUH DI TENGAH TEKANAN


Ayat Pokok:
"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia."
(Yakobus 1:12)
Pendahuluan
Setiap pria pasti menghadapi tekanan. Tekanan pekerjaan, tekanan keluarga, tekanan ekonomi, tekanan pelayanan, bahkan tekanan batin yang tidak diketahui orang lain. Tekanan adalah bagian dari kehidupan, bukan pengecualian.

Masalahnya bukan apakah kita mengalami tekanan.
Masalahnya adalah bagaimana kita berdiri saat tekanan datang.

Alkitab berkata:
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan.”

Ayat ini tidak memuji orang yang kuat secara fisik, tetapi orang yang bertahan secara rohani.

Isi Khotbah
1. Tekanan adalah ujian, bukan hukuman
Banyak orang mengira tekanan adalah tanda Tuhan meninggalkan mereka. Padahal Alkitab mengajarkan sebaliknya: tekanan sering justru tanda Tuhan sedang membentuk kita.

Emas diuji dengan api.
Besi ditempa dengan palu.
Iman dimurnikan dengan tekanan.

Tokoh Alkitab seperti Daniel justru menunjukkan iman paling kuat saat berada di bawah ancaman singa. Tanpa tekanan, dunia tidak akan pernah melihat kualitas imannya.

Kebenaran:
Tekanan tidak menciptakan karakter.
Tekanan menyingkapkan karakter.

2. Keteguhan adalah pilihan, bukan perasaan
Yakobus tidak berkata “berbahagialah orang yang merasa kuat,” tetapi “yang bertahan.”

Artinya keteguhan bukan soal emosi, melainkan keputusan.

Pria teguh berkata:
aku tetap setia walau lelah
aku tetap benar walau sendirian
aku tetap percaya walau belum melihat jawaban

Perasaan berubah-ubah.
Komitmen tetap.

3. Tekanan menguji  3 fondasi pria
Saat tekanan datang, tiga area kehidupan pria biasanya diuji:

1. Iman
Apakah kita percaya Tuhan tetap bekerja walau keadaan sulit?

2. Integritas
Apakah kita tetap jujur saat kebohongan lebih menguntungkan?

3. Kesetiaan
Apakah kita tetap setia saat tidak ada yang menghargai?

Tekanan tidak meruntuhkan pria sejati.
Tekanan menyaring pria sejati.

4. Upah bagi pria yang teguh
Yakobus memberi janji luar biasa: mahkota kehidupan.

Ini bukan hadiah duniawi. Ini upah kekal. Dunia mungkin tidak memberi penghargaan kepada pria yang bertahan dalam kebenaran. Tetapi Tuhan melihat semuanya.

Mazmur menegaskan dalam Mazmur 37:28 bahwa Tuhan tidak meninggalkan orang yang dikasihi-Nya.

Keteguhan mungkin tidak selalu dihargai manusia.
Tetapi selalu dihargai Tuhan.

5. Rahasia pria yang teguh
Bagaimana seorang pria bisa teguh?

1. Punya akar rohani
Pohon tanpa akar tumbang saat angin datang.

2. Punya disiplin rohani
Doa dan firman bukan kegiatan tambahan, melainkan sumber kekuatan.

3. Punya fokus kekekalan
Pria yang hanya melihat dunia akan mudah menyerah. Pria yang melihat surga akan tetap bertahan.

Penutup
Saudara, dunia penuh pria yang kuat saat keadaan mudah.
Tetapi Tuhan mencari pria yang tetap kuat saat keadaan sulit.

Pria biasa bertahan saat nyaman.
Pria Tuhan bertahan saat tertekan.

Pertanyaannya:
Saat tekanan datang, kita akan patah atau ditempa?

TUHAN YESUS MEMBERKATI !


Minggu, 22 Februari 2026

PRIA YANG KUDUS DI ZAMAN YANG RUSAK


Ayat Pokok:
"Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci."
(1 Yohanes 3:3)

Pendahuluan
Kita hidup di zaman ketika standar moral semakin kabur.
Apa yang dulu disebut dosa, sekarang dianggap biasa.
Apa yang dulu memalukan, sekarang dipamerkan.
Dunia tidak malu berbuat jahat, justru bangga melakukannya.

Namun di tengah dunia seperti ini, Tuhan memanggil pria-pria yang hidup kudus.
Bukan pria yang sempurna, tetapi pria yang mau disucikan.

Rasul Yohanes, penulis surat ini memberikan prinsip rohani yang sangat kuat melalui ayat bacaa kita ini. Ayat ini menunjukkan bahwa kekudusan bukan gaya hidup opsional,melainkan identitas orang percaya.

Pokok-pokok khotbah:
I. Zaman rusak, membutuhkan pria kudus
Alkitab menunjukkan pola berulang, saat dunia semakin rusak, Tuhan selalu mencari pria yang berbeda.

Contoh
- Nuh hidup benar di tengah dunia yang jahat dan cemar.
- Daniel tetap setia di tengah budaya kafir.
- Yusuf tetap murni di tengah godaan.

Dunia tidak berubah karena mayoritas.
Dunia berubah karena minoritas yang hidup kudus.

Kebenaran:
Kerusakan zaman bukan alasan untuk ikut rusak. Justru itu alasan untuk bersinar.

II. Pengharapan kepada Kristus mengubah cara hidup
Menurut Yohanes, orang yang berharap kepada Kristus akan menyucikan dirinya.
Artinya, pengharapan masa depan mempengaruhi perilaku masa kini.

Orang yang yakin akan bertemu Tuhan, tidak akan hidup sembarangan.
Seperti seorang atlet yang tahu ia akan bertanding di kejuaraan besar - ia akan menjaga pola makan, berlatih dengan baik dan disiplin.  Harapan akan kemenangan membuat hidupnya teratur.
Demikian juga pria Kristen. Ia menjaga hidup  karena ia tahu akan bertemu Raja segala raja.

III. Kekudusan adalah bukti, bukan syarat.
Penting dipahami : Kita tidak menjadi kudus supaya diselamatkan. Kita hidup kudus karena sudah diselamatkan.
Keselamatan adalah anugerah.
Kekudusan adalah respon
Kekudusan bukan beban. Kekudusan adalah bukti bahwa Kristus hidup di dalam kita.

Paulus menulis dalam Efesus 2:8-9 bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia, tetapi diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi hidup kudus bukan beban, melainkan bukti bahwa anugerah itu nyata.

IV. Area kekudusan pria
Di zaman rusak, kedudusan pria biasanya diuji di tiga area  utama:
1. Mata
Apa yang dilihat membentuk apa yang dipikirkan dan diinginkan.

2. Pikiran
Pertempuran terbesar bukan di luar, tetapi di dalam kepala.

3. Integritas.
Siapa kita saat tidak ada orang yang melihatnya - itulah diri kita yang sebenarnya.
Pria kudus bukan pria tanpa godaan.
Pria kudus adalah pria yang menang atas godaan.

V. Standar kekudusan: Kristus sendiri
Yohanes menulis, "sama seperti Dia adalah suci."
Standar kekudusan kita bukan budaya
Bukan teman
Bukan tren
Melainkan Kristus.

Tuhan Yesus tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa. Ia menyelamatkan kita dari keinginan untuk berdosa.

Semakin seseorang dekat dengan Kristus, semakin ia membenci dosa yang dulu ia nikmati.

VI. Mengapa dunia membuthkan pria kudus?
Dunia tidak kekurangan pria pintar.
Dunia tidak kekurangan pria yang kuat secara fisik.
Tidak kekurangan pria kaya.
Tetapi dunia kekuarangan pria kudus.

Pria kudus akan:
- Menjadi suami yang setia.
- Menjadi ayah yang bijaksana
- Menjadi pemimpin yang jujur.
- Menjadi sahabat yang dapat dipercaya.

Satu pria kudus dapat mengubah keluarga.
Satu keluarga kudus dapat mengubah gereja.
Satu gereja kudus dapat mengubah kota dan bangsa.

Penutup
Pertanyaannya bukan:
Apakah zaman ini rusak? (Ini sudah jelas)

Pertanyaan yang sebenarnya adalah:
Apakah kita akan ikut rusak atau berdiri kudus?

Pria biasa- menyesuaikan dengan zaman.
Pria Tuhan - mengubah zaman.

Bagaimana dengan kita?
Pastikan kita adalah pria-pria Tuhan yang mengubah zaman, bukan hanya pria biasa yang larut dan ikut dengan arus perubahan zaman.

Tuhan Yesus Memberkati !

Rabu, 11 Februari 2026

EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 4

 DAPATKAN !
Ebook 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 4


Shalom,
Dapatkan Ebook 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 4
Ebook ini berisi 29 Bahan Khotbah yang dapat digunakan untuk tambahan referensi dalam mempersiapkan khotbah-khotbah untuk pelayanan ibadah raya, ibadah wadah-wadah, ibadah komsel, dll.

Ebook jili 4 ini, secara khusus membahas ayat-ayat kembar (ayat-ayat yang angka pasal dan ayanya sama) mulai dari Kejadian 1:1 sampai Kejadian 32:32

Adapun judul-judul khotbah dalam Ebook ini adalah:

  1. Semua berawal dari Allah (Kejadian 1:1)
  2. Ritme Ilahi: Bekeraj dan berhenti (Kejadian 2:2)
  3. Jangan tambah, jangan kurangi (Kejadian 3:3)
  4. Persembahan yang berkenan di hati Tuhan (Kejadian 4:4)
  5. Akhir dari segala yang hidup (Kejadia 5:5)
  6. Kesedihan Allah melihat kejahatan manusia (Kejadian 6:6)
  7. Keselamatan melalui ketaatan (Kejadian 7:7)
  8. Merpati harapan di tengah ketidakpastian (Kejadian 8:8)
  9. Janji Tuhan tak pernah berubah (Kejadian 9:9)
  10. Jangan membangun kerajaan tanpa Tuhan (Kejadian 10:10)
  11. Hidup yang meninggalkan warisan (Kejadian 11:11)
  12. Iman di tengah ketakutan (Kejadian 12:12)
  13. Hidup di tengah dunia yang jahat (Kejadian 13:13)
  14. Tindakan iman yang membawa pemulihan (Kejadian 14:14)
  15. Rest in Peace (Kejadian 15:15)
  16. Menunggu waktu Tuhan dengan iman (Kejadian 16:16)
  17. Tawa ketidakpercayaan menjadi sukacita iman (Kejadian 17:17)
  18. Diberkati untuk menjadi berkat (Kejadian 18:18)
  19. Kasih Allah di tengah pelarian (Kejadian 19:19)
  20. Allah tetap menyertai di padang gurun (Kejadian 21:21)
  21. Allah tetap bekerja dibalik nama-nama yang terlupakan (Kejadian 22:22)
  22. Identitas yang dinyatakan pada waktu Tuhan (Kejadian 24:24)
  23. Jangan hidup menurut daging ( Kejadian 25:25)
  24. Penyertaan Tuhan yang terlihat dan diakui orang lain (Kejadian 26:26)
  25. Aroma orang yang diberkati Tuhan (Kejadian 27:27)
  26. Pemberian yang tersembunyi dalam rencana Tuhan (Kejadian 29:29)
  27. Berkat Tuhan karena penyertaan-Nya (Kejadian 30:30)
  28. Ketika ketakutan menguasai hati (Kejadian 31:31)
  29. Tanda luka yang menjadi kesaksian (Kejadian 32:32)

Bagaimana cara mendapatkan Ebook ini?
Kirimkan donasi  Rp.10.000, melalui salah satu rekening kami:
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Setelah transfer donasi, kirim konfirmasi via WA ke.0857-7509-2607.
Ebook kami kirim via WA  atau Email dalam format pdf.

Donasi yang Bapak/Ibu kirim akan digunakan untuk pengembangan pelayanan di YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG

Salam dan doa
Pdt. H. Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA
GPdI Sejahtera
PO.Box 118 Temanggung 56200
JAWA TENGAH - INDONESIA
WA.0857-7509-2607

LINK INFORMASI PENTING
EBOOK AI:ALAT INJIL ATAU ALAT IBLIS?
JASA PEMBUATAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT
KUMPULAN MATERI KHOTBAH SEPUTAR KEMERDEKAAN KRISTEN

Rabu, 04 Februari 2026

PENYERTAAN TUHAN TERLIHAT DAN DIAKUI OLEH ORANG LAIN

 Ayat Pokok:
“Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.”


Pendahuluan
Ishak tidak sedang berada di puncak kenyamanan, tetapi di tengah konflik, iri hati, dan pengusiran. Namun justru di situ, penyertaan Tuhan nyata — sampai musuh pun datang mendekat.

👉 Penyertaan Tuhan bukan hanya membuat kita bertahan, tapi membuat orang lain melihat tangan Tuhan atas hidup kita.

I. Penyertaan Tuhan Membuat Kita Tetap Berdiri di Tengah Tekanan
Latar belakang ayat 26:
- Sumur-sumur Ishak direbut (ay. 19–21)
- Ia diusir dari satu tempat ke tempat lain
-Tetapi Tuhan berfirman: “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau” (ay. 24)

Kebenaran rohani:
- Penyertaan Tuhan tidak selalu menghilangkan masalah
- Tapi memberi kekuatan untuk tidak hancur oleh masalah

🟢 Aplikasi:
Jemaat mungkin kehilangan “sumur” (usaha, kesehatan, relasi), tapi kalau Tuhan menyertai, hidup tidak akan kering.

II. Penyertaan Tuhan Mengubah Musuh Menjadi Pencari Damai
Kejadian 26:26 mengejutkan:
Yang datang bukan rakyat biasa, tetapi:
- Raja (Abimelekh)
- Sahabat istana
- Panglima tentara

Mengapa mereka datang?
➡️ Jawabannya ada di ayat 28:
“Kami telah melihat dengan nyata, bahwa TUHAN menyertai engkau.”

Artinya:
Mereka tidak melihat Ishak sebagai ancaman,
mereka melihat Tuhan di belakang Ishak.
🔥 Penyertaan Tuhan membuat hidup kita disegani, bukan karena kekuatan kita, tapi karena Tuhan yang berjalan bersama kita.
🟢 Aplikasi:
Orang bisa menolak kita, tapi sulit menolak orang yang jelas-jelas disertai Tuhan.

III. Penyertaan Tuhan Membawa Kita ke Level Kesaksian
Dulu:
Ishak yang diusir

Sekarang:
Raja yang datang mencari perjanjian damai

Ini pembalikan keadaan karena Tuhan.
Mazmur 23:5
“Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku.”

Penyertaan Tuhan membuat hidup orang percaya menjadi kesaksian hidup.

🟢 Aplikasi:
Kadang Tuhan sengaja tidak langsung membela kita supaya suatu hari dunia melihat sendiri siapa yang sebenarnya disertai Tuhan.

IV. Penyertaan Tuhan Membawa Damai, Bukan Balas Dendam
Ishak tidak berkata:
“Akhirnya kalian datang juga!”
Ia justru membuat perjanjian damai (ay. 30–31).

Orang yang sadar Tuhan menyertai hidupnya:
- Tidak perlu membalas
- Tidak perlu membuktikan diri
- Tidak perlu marah berlebihan
Karena ia tahu: Tuhan sudah membuktikan penyertaan-Nya.

Penutup (Pesan Inti)
Kejadian 26:26 menunjukkan:
✔ Penyertaan Tuhan menjaga kita di masa sulit
✔ Penyertaan Tuhan membuat orang lain melihat Tuhan dalam hidup kita
✔ Penyertaan Tuhan mengangkat kita tanpa kita meninggikan diri
✔ Penyertaan Tuhan menghasilkan damai, bukan dendam

✨ Kalimat Penutup Khotbah:
"Jika Tuhan benar-benar menyertai hidup kita, kita tidak perlu mengejar pengakuan manusia — suatu hari manusia sendiri akan datang karena mereka melihat Tuhan bersama kita."

Selasa, 03 Februari 2026

IMAN ADALAH KUNCI KEMENANGAN

 Ayat Pokok:
"Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kemenangan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Sebab kamu tahu  bahwa dalam Persekutuan dengan Tuhan,  jerih payahmu tidak sia-sia."
(1 Korintus 15:57-58)

Pendahuluan
Setiap orang ingin menang: menang atas masalah, dosa, ketakutan dan penderitaan.
Namun Alkitab menengaskan; kemenangan sejati bukan hasil kekuatan manusia, tetapi hasil iman kepada Kristus.
Imanlah yang menghubungkan kita dengan kemenangan yang sudah disediakan Allah

Isi Khotbah
1. Iman membuka akses pada kemenangan Kristus (ay.57
Kemenangan itu bukan kita yang menciptakan, tetapi Allah yang memberikan.
Dasarnya adalah karya Yesus
-Menang atas dosa
-Menang atas maut
-Menang atas kuasa kegelapan

Iman adalah tangan rohani yang menerima pemberian itu.

     Tanpa iman, kemenangan Kristus hanya jadi cerita; dengan iman itu jadi pengalaman

Aplikasi: 

      Jemaat tidak perlu hidup sebagai “Korban keadaan”, karena di dalam iman, kita adalah “penerima kemenangan.”

2. Iman membuat kita teguh di tengah goncangan (ay.58 a)
“Berdirilah teguh, jangan goyah…”

🔹 Dunia penuh guncangan: masalah ekonomi, keluarga, kesehatan, pelayanan.
🔹 Orang tanpa iman mudah goyah.
🔹 Orang beriman tetap berdiri, karena:

Dasarnya bukan situasi, tetapi Kristus.

Iman berkata:
“Masalah boleh besar, tapi Tuhanku lebih besar.”

Aplikasi:
Kemenangan bukan berarti tidak ada badai, tetapi tetap berdiri saat badai datang.

3. Iman mendorong kita tetap giat melayani (ay.58 b)
“Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan.”

🔹 Iman sejati tidak pasif — ia menghasilkan tindakan.
🔹 Orang yang yakin akan kemenangan tidak mudah menyerah dalam pelayanan.
🔹 Iman membuat kita bekerja bukan karena melihat hasil, tetapi karena percaya janji Tuhan.

➡ Orang tanpa iman berkata: “Percuma.”
➡ Orang beriman berkata: “Tuhan melihat.”

4. Iman menyakinkan bahwa tidak ada yang sia-sia(ay.58 c)
“Jerih payahmu tidak sia-sia dalam Tuhan.”

🔹 Dunia sering tidak menghargai usaha kita.
🔹 Tapi iman melihat dari sudut pandang kekekalan.
🔹 Setiap doa, air mata, pelayanan kecil — dicatat Tuhan.

Iman membuat kita percaya:
“Walau belum terlihat sekarang, kemenangan sudah menunggu.”

Penutup
Kemenangan orang percaya bukan ditentukan oleh keadaan luar, tetapi oleh iman kepada Yesus.
Iman itu:
➡Menghubungkan kita dengan kemenangan Kristus
➡Meneguhkan kita di tengah badai
➡Menggerakkan kita untuk tetap melayani
➡Meyakinkan kita bahwa hidup kita tidak sia-sia

👉 Tanpa iman kita mudah menyerah.
👉 Dengan iman kita hidup sebagai pemenang.

Kalimat penutup khotbah:
“Orang yang beriman mungkin terluka dalam pertempuran, tetapi ia tidak pernah kalah dalam peperangan, karena imannya terhubung pada Kristus Sang Pemenang.” ✨

LINK INFORMASI PENTING
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN VOLUME 3
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2
EBOOK AI:ALAT INJIL ATAU ALAT IBLIS?

Minggu, 01 Februari 2026

BUKAN SUARA TUHAN

Ayat Pokok:
 "Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan daripada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom."
(2 Samuel 16:23)

Pendahuluan
Banyak orang, ketika membaca sekilas ayat ini mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa nasihat Ahitofel dikatakan sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah, padahal ia sedang menolong pemberontakan melawan raja pilihan Tuhan. Bahkan kalau kita membaca nasihatnya dalam  2 Samuel 16:21-22, nasihatnya sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai firman Tuhan.

Apakah ini berarti Ahitofel berbicara atas nama Tuhan?
Tidak !Ini bukan berbicara soal asal rohani, tetapi soal kualitas dan ketepan strateginya.
Alkitab sering memakai gaya hiperbola atau perbandingan.
Maksud ayat ini adalah: nasihat Ahitofel sangat tajam, akurat, strategis dan hampir selalu berhasil. Orang-orang menganggapnya bisa dipercaya. 

Ibaratnya seperti orang berkata hari-hari ini, "Kalau dia yang memberi nasihat, pasti tepat."
Ahitofel memang sangat cerdas dalam hal strategi, tetapi bukan dalam hal rohani.
Ahitofel adalah:penasihat politik, ahli membaca situasi, paham kelemahan Daud, dan tahu psikologi perang.

Buktinya di pasal 17, nasihatnya untuk menyerang Daud  segera, sebenarnya secara militer sangat tepat. Kalau dituruti, Daud kemungkinan besar bisa kalah.
Jadi ayat ini dipahami bahwa, "secara manusia, nasihatnya tepat dan nyaris tidak pernah salah."

Tapi kecerdasan tidak sama dengan kebenaran Allah.
Walau nasihatnya seperti suara Tuhan menurut mansia,  ia justru melawan rencana Tuhan.
Akibatnya- Tuhan sendiri menggagalkan nasihat Ahitofel yang "baik"- Tapi baik secara strategi, bukan secara kehendak Allah. 

Ingat !
Tidak semua yang terlihat paling benar,  itu benar di mata Tuhan.
Suara yang kedengarannya seperti suara Tuhan, tapi bukan dari Tuhan.

Kenapa nasihat itu terdengar seperti dari Tuhan?
Masuk akal-Strateginya logis, cepat dan efektif
Profesional-Ahitofel ahli, reputasinya tinggi.
Menyakinkan-Tidak ragu, tidak emosional-penuh perhitungan.

Tapi Tuhan menyebutnya "nasiat yang baik."- Lalu menggagalkannya.
Artinya: baik menurut manusia, masuk akal secara strategi,
Tapi melawan rencana Allah.

Ini kuncinya: Sesuatu bisa benar secara logika, tapi salah secara rohani.

Penutup
Setan tidak selalu datang membawa dosa, kadang ia datang membawa saran, yang sepertinya terlihat bijak.

LINK INFORMASI PENTING
EBOOK AI:ALAT INJIL ATAU ALAT IBLIS?

Rabu, 17 Desember 2025

KASIH DAN PERANAN ORANG TUA

Renungan Harian PESONA SABDA
Kamis, 18 Desember 2025

KASIH DAN PERANAN ORANG TUA
Bacaan Alkitab:
Kejadian 27:1-46

Ayat Pokok:
"Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: ”Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."
(Kejadian 27:41)

Esau menaruh dendam kepada Yakub, adiknya. Esau sudah merencanakan akan membunuh Yakub. Dendam dan kebencian Esau kepada adiknya karena Esau sudah dua kali ditipu Yakub. Yakub mengambil hak kesulungan Esau dan kemudian mengambil berkat yang seharusnya menjadi milik Esau (ayat 36).

Dendam Esau dan perselisihan yang terjadi di antara Esau dan Yakub merupakan dampak dari cara mendidik orang tua mereka yaitu Ishak dan Ribka yang salah dan kasih sayang yang mereka berikan kepada Esau dan Yakub berbeda-beda. Yakub lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub.

Akibat mengasihi Yakub lebih dari Esau, Ribka menyuruh Yakub untuk mengambil berkat Esau dari Ishak, ayah mereka. Berkat yang seharusnya menjadi milik Esau. Bahkan Ribka mengajarkan Yakub cara untuk mendapatkan berkat tersebut dengan cara menipu ayahnya.

Anak adalah berkat dari Tuhan yang harus orang tua jaga, dirawat atau dipelihara dan dididik sehingga kehidupan mereka menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. Orang tua bertanggung jawab atas masa depan dan kehidupan anak-anaknya.

Banyak anak-anak yang luka hatinya dan kepahitan dalam hidupnya seperti yang dialami Esau, dikarenakan orang tua mereka yang salah dalam mendidik dan kasih sayang yang berbeda-beda. Orang tua harus sepakat dan bersama-sama menerapkan aturan di dalam mendidik anak-anaknya. KASIH SAYANG DAN DIDIKAN YANG BAIK AKAN MEMBUAT ANAK-ANAK BERTUMBUH DENGAN BAIK. Begitu juga dengan masa depan dan kehidupan tentu akan menjadi baik juga.
(Sumber: DH- Kitab Taurat)

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN MATERI KHOTBAH KRISTEN ANEKA TEMA
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH WANITA
BUKU DAN EBOOK MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI
EBOOK AI:ALAT INJIL ATAU ALAT IBLIS?


JANGAN PERGI KE "MESIR"

Renungan Harian PESONA SABDA
Sabtu, 13 Desember 2025

JANGAN PERGI KE "MESIR"
Bacaan Alkitab:
Kejadian 26:1-35

Ayat Pokok:
"Lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu."
(Kejadian 26:2)

Ketika terjadi kelaparan di negeri tempat Ishak tinggal maka Ishak berniat pergi ke Mesir. Tetapi Allah melarang Ishak dan menyuruhnya untuk tetap tinggal di Gerar, negeri orang Filistin.

Mesir merupakan pusat peradaban dunia. Selain kehidupan duniawi, Mesir juga menjadi pusat penyembahan berhala. Allah tidak mau Ishak pergi ke Mesir supaya tidak terpengaruh dengan kehidupan duniawi, menjadi penyembah berhala dan meninggalkan Allah.

Allah punya rencana untuk Ishak di Gerar tanah orang Filistin, sekalipun daerah tersebut dilanda kelaparan. Allah kemudian menyuruh Ishak untuk menabur dan dalam tahun itu juga Ishak mendapat hasil seratus kali lipat dan ia menjadi kaya, kian lama kian kaya dan menjadi sangat kaya (ayat 12-13). Akibat ketaatannya Ishak diberkati Tuhan.

Di tengah-tengah kesulitan, Ishak tetap taat kepada perintah Allah, sekalipun perintah Allah tidak masuk di akal untuk tetap bertahan dan tinggal di tempat terjadi kelaparan dan bahkan Allah menyuruh untuk menabur di tanah tersebut dan tidak ke Mesir.

Kalau saat ini kita dalam masalah, jangan ke “Mesir”. Mesir memiliki pengertian rohani, berbicara mengenai kehidupan dunia. KE MESIR ARTINYA MEMINTA PERTOLONGAN DUNIA ATAU MEMAKAI CARA-CARA DUNIA , cara yang mengandalkan kekuatan manusia dan bukan cara Tuhan. Orang yang ke Mesir artinya kembali kepada kehidupan lama yang penuh dengan dosa.

Orang yang taat kepada Allah, tidak akan ke Mesir. Ia akan melihat tuntunan Allah yang akan membawanya keluar dari masalah. Dan ketika kita melakukan perintah-perintah-Nya sekalipun tidak masuk di akal dan melakukannya dengan ketaatan maka seperti Allah memberkati Ishak maka kitapun diberkati Allah dengan berkat yang sama.
(Sumber : DH- Kitab Taurat)

LINK INFORMASI PENTING
Buku Menjawab Kontroversi Seputar Persepuluhan
BUKU DAN EBOOK MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI