Ayat Pokok:
"Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."
(Roma 6:13)
Pendahuluan
Paulus memberikan nasihat kepada jemaat-jemaat di Roma untuk menghargai kasih karunia Allah dengan tidak lagi hidup dalam dosa, tetapi sebaliknya untuk menyerahkan hidup sebagai alat kebenaran-Nya.
Paulus mengingatkan jemaat di Roma, meskipun mereka telah menerima Kristus dan dosa mereka diampuni, tetapi tetap hidup di dalam dosa adalah suatu kesalahan fatal. Seringkali kita berpikir, karena Tuhan Maha Pengampun maka Ia pasti akan selalu mengampuni kita, sehingga mereka hidup semau-maunya.
Kitab Roma adalah teologi penebusan Kristen yang paling lengkap dan tersusun rapi. Bahkan Marthin Luther mengajarkan bahwa surat Roma adalah intisari dari seluruh kitab Injil. Dalam surat Roma, kita menemukan kekayaan akan pengorbanan Kristus, baik mulai dari penderitaan, kematian, sampai kepada kebangkitan-Nya, dihubungkan dalam kehidupan orang percya dan perjuangannya dalam menghadapi dosa.
Isi Khotbah
Mengapa kita harus hidup sebagai alat kebenaran-Nya?
1. Kita sudah menyatu dengan Kristus
MENGGERAKKAN JEMAAT UNTU MEMBERI
TAFSIR SURAT ROMA






















