Ayat Pokok:
“Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.”
Pendahuluan
Ishak tidak sedang berada di puncak kenyamanan, tetapi di tengah konflik, iri hati, dan pengusiran. Namun justru di situ, penyertaan Tuhan nyata — sampai musuh pun datang mendekat.
👉 Penyertaan Tuhan bukan hanya membuat kita bertahan, tapi membuat orang lain melihat tangan Tuhan atas hidup kita.
I. Penyertaan Tuhan Membuat Kita Tetap Berdiri di Tengah Tekanan
Latar belakang ayat 26:
- Sumur-sumur Ishak direbut (ay. 19–21)
- Ia diusir dari satu tempat ke tempat lain
-Tetapi Tuhan berfirman: “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau” (ay. 24)
Kebenaran rohani:
- Penyertaan Tuhan tidak selalu menghilangkan masalah
- Tapi memberi kekuatan untuk tidak hancur oleh masalah
🟢 Aplikasi:
Jemaat mungkin kehilangan “sumur” (usaha, kesehatan, relasi), tapi kalau Tuhan menyertai, hidup tidak akan kering.
II. Penyertaan Tuhan Mengubah Musuh Menjadi Pencari Damai
Kejadian 26:26 mengejutkan:
Yang datang bukan rakyat biasa, tetapi:
- Raja (Abimelekh)
- Sahabat istana
- Panglima tentara
Mengapa mereka datang?
➡️ Jawabannya ada di ayat 28:
“Kami telah melihat dengan nyata, bahwa TUHAN menyertai engkau.”
Artinya:
Mereka tidak melihat Ishak sebagai ancaman,
mereka melihat Tuhan di belakang Ishak.
🔥 Penyertaan Tuhan membuat hidup kita disegani, bukan karena kekuatan kita, tapi karena Tuhan yang berjalan bersama kita.
🟢 Aplikasi:
Orang bisa menolak kita, tapi sulit menolak orang yang jelas-jelas disertai Tuhan.
III. Penyertaan Tuhan Membawa Kita ke Level Kesaksian
Dulu:
Ishak yang diusir
Sekarang:
Raja yang datang mencari perjanjian damai
Ini pembalikan keadaan karena Tuhan.
Mazmur 23:5
“Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku.”
Penyertaan Tuhan membuat hidup orang percaya menjadi kesaksian hidup.
🟢 Aplikasi:
Kadang Tuhan sengaja tidak langsung membela kita supaya suatu hari dunia melihat sendiri siapa yang sebenarnya disertai Tuhan.
IV. Penyertaan Tuhan Membawa Damai, Bukan Balas Dendam
Ishak tidak berkata:
“Akhirnya kalian datang juga!”
Ia justru membuat perjanjian damai (ay. 30–31).
Orang yang sadar Tuhan menyertai hidupnya:
- Tidak perlu membalas
- Tidak perlu membuktikan diri
- Tidak perlu marah berlebihan
Karena ia tahu: Tuhan sudah membuktikan penyertaan-Nya.
Penutup (Pesan Inti)
Kejadian 26:26 menunjukkan:
✔ Penyertaan Tuhan menjaga kita di masa sulit
✔ Penyertaan Tuhan membuat orang lain melihat Tuhan dalam hidup kita
✔ Penyertaan Tuhan mengangkat kita tanpa kita meninggikan diri
✔ Penyertaan Tuhan menghasilkan damai, bukan dendam
✨ Kalimat Penutup Khotbah:
"Jika Tuhan benar-benar menyertai hidup kita, kita tidak perlu mengejar pengakuan manusia — suatu hari manusia sendiri akan datang karena mereka melihat Tuhan bersama kita."











