KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Sabtu, 31 Oktober 2026

DANIEL: MAN OF COURAGE

 SERI KHOTBAH KARAKTER DANIEL 
Bagian 3
DANIEL: Man of Courage


Ayat Pokok:
"Demi didengar oleh Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."
(Daniel 6:11)

Pendahuluan
Salah satu karakter Daniel yang patut kita pelajari adalah dia seorang yang berani (Man of courage).
Daniel adalah seorang yang berani menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah.
Dalam Daniel 6, kita dapat melihat bagaimana Daniel menghadapi ancaman hukuman mati, hanya karena ia tetap berdoa kepada Allah.
Keberanian bukan berarti tidak pernah merasa takut.
Keberanian adalah kesediaan untuk tetap melakukan apa yang benar sekalipun kita mengetahui adanya resiko.
Daniel adalah salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan keberanian yang luar biasa dan perlu kita contoh.
Kristus adalah teladan utama kita, tetapi kita dapat juga meneladani tokoh-tokoh dalam Alkitab, meskipun pasti mereka, sebagai manusia biasa, tetap mempunyai kelemahan dan kekurangan.
Hanya Kristus teladan utama kita yang sempurna tanpa cacat dan cela.

Pokok-Pokok Khotbah
1. Keberanian lahir dari keyakinan yang kuat kepada Tuhan.

"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atas ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."
(Daniel 6:11)

Daniel mengetahui bahwa surat larangan berdoa telah ditandatangani oleh Raja Darius. Ia mengetahui bahwa siapapun yang melanggar perintah tersebut akan dilemparkan ke gua singa.
Namun, Daniel tetap berdoa kepada Allah seperti yang biasa dilakukannya.

Mengapa Daniel berani?
Karena ia yakin bahwa kuasa  Tuhan jauh lebih kuat dari ancaman manusia.
Daniel tidak menjadikan ancaman sebagai alasan untuk meninggalkan Tuhan.
Ia tidak berpikir bahwa keselamatan sementara lebih penting daripada kesetiaan kepada Allah.

Kalimat Perenungan:
Keberanian orang percaya bukan berasal dari kekuatan dirinya sendiri, melainkan dari keyakinan bahwa Tuhan layak dipercaya dan ditaati.

Aplikasi:
Berani mempertahankan iman sekalipun diejek.
Berani berkata jujur sekalipun menghadapi kerugiaan.
Berani menolak perbuatan dosa sekalipun menghadapi tekanan.
Berani tetap setia kepada Tuhan sekalipun keadaan tidak mendukung.

Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, tidak akan mudah dikalahkan oleh ancaman manusia.

2. Keberanian terbukti ketika kita tetap melakukan yang benar di tengah ancaman.
"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya"
(Daniel 6:11-12)

Daniel tidak menyembunyikan imannya. Ia tetap membuka tingkap-tingkap kamarnya, berlutut, berdoa dan memuji Allah seperti kebiasaanya.
Perhatikan bahwa Daniel tidak baru berdoa ketika menghadapi masalah, tetapi menjadikan doa sebagai gaya hidupnya.
Ia sudah memilik kehidupan doa yang konsisten jauh sebelum ancaman itu datang.
Ketika peraturan kerajaan bertentangan dengan kesetiaannya kepada Tuhan, Daniel memilih untuk tetap melakukan apa yang benar.
Daniel tidak mencari jalan kompromi dengan meninggalkan kebiasaan doanya.
Ia juga tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Ingat !
Iman yang sejati tidak hanya terlihat ketika keadaan baik, tetapi juga ketika kita harus memilih antara ketaatan kepada Tuhan dan kenyamanan hidup.

3. Keberanian yang disertai iman, akan mempermuliakan Tuhan.
"Lalu sangat bersukacitalah raja dan ia  memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya."
(Daniel 6:24)

Daniel akhirnya dilemparkan ke gua singa.
Secara manusia, tidak ada harapan baginya untuk selamat.  Singa-singa  itu dapat membunuhnya kapan saja.
Tetapi Tuhan tidak meninggalkan Daniel.

Daniel 6:23 menjelaskan bahwa Daniel diangkat  dari gua itu  dalam keadaan tidak terdapat luka apapun padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

Apa yang terjadi kemudian?
Raja Darius mengakui kebesaran Allah Daniel dan mengeluarkan pernyataan agar seluruh wilayah kerajaannya menghormati Allah Daniel.

Perhatikan hasilnya:
Keberanian Daniel bukan hanya membawa keselamatan bagi dirinya, tetapi juga menjadi kesaksian tentang kebesaran Allah.

Daniel tidak tahu bagaimana Tuhan akan menyelamatkannya, tetapi ia tetap percaya kepada Tuhan.

Penutup
Daniel memberikan teladan bahwa  keberanian merupakan bagian penting dari kehidupan orang percaya. Ia hidup di tengah lingkungan yang berbeda. Ia menghadapi ancaman yang serius. Bahkan nyawanya sendiri menjadi taruhan. 
Tetapi Daniel tidak menggadaikan imannya demi keselamatan sementara.

Dari kehidupan Daniel kita belajar tiga hal:
1. Keberanian lahir dari keyakinan  yang kuat kepada Tuhan
2. Keberanian terbukti ketika kita tetap melakukan yang benar di tengah ancaman.
3. Keberanian yang disertai iman akan menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !


DAPATKAN MATERI POWERPPOINT DARI KHOTBAH INI KLIK DISINI

Senin, 26 Oktober 2026

EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIIHAN JILID 5

 Dapatkan Segera !

Shalom,
Kini sudah tersedia Ebook 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 5.
Ebook ini berisi 29 Judul Bahan Khotbah pilihan dari Kitab Hosea pasal 1 sampai pasal 14.

Adapun judul-judul khotbah dalam Ebook ini adalah:
  1. Gambaran Kasih Tuhan (Hosea 1:1)
  2. Masihkah Allah Berbicara Kepada Umat-Nya (Hosea 1:2)
  3. Dari Bukan Umat-Ku Menjadi Umat-Ku (Hosea 1:10)
  4. Harapan Dibalik Hukuman (Hosea 2:1)
  5. Allah yang Memanggil Kembali (Hosea 2:7)
  6. Lembah Akhor Pintu menjadi Pengharapan (Hosea 2:15)
  7. Perjanjian Kasih yang Kekal (Hosea 2:18-19)
  8. Kasih yang Membayar Harga (Hosea 3:1-2)
  9. Umat ​​Binasa Karena Tidak Mengenal Allah (Hosea 4:6)
  10. Imam yang Gagal Memimpin (Hosea 4:9)
  11. Hati yang Tidak Setia ( Hosea 5:4)
  12. Seruan Untuk Kembali Kepada Tuhan (Hosea 6:1)
  13. Kasih Setia Lebih Dari Korban (Hosea 6:6)
  14. Api Dosa yang Tersembungi (Hosea 7:4)
  15. Hati yang Seperti Busur Patah (Hosea 7:16)
  16. Menabur Angin Menuai Badai (Hosea 8:7)
  17. Berhala yang Membinasakan (Hosea 8:4)
  18. Lupa Kepada Pencipta (Hosea 8:14)
  19. Hati yang Terbagi (Hosea 10:2)
  20. Menabur Kebenaran Menuai Kasih (Hosea 10:12)
  21. Kasih Bapa yang Membesarkan Anak (Hosea 11:1)
  22. Tuhan yang Tidak Tega Menghukum (Hosea 11:8)
  23. Allah yang Setia,Walau Umat Tidak Setia (Hosea 11:12)
  24. Kesombongan yang Mengghancurkan (Hosea 13:6)
  25. Maut Tidak Berkuasa Selamanya (Hosea 13:14)
  26. Kembalilah Kepada Tuhan (Hosea 14:1)
  27. Doa Pertobatan Sejati (Hosea 14:2)
  28. Pemulihan yang Menghidupkan (Hosea 14:4-5)
  29. Orang Bijak Memahami Jalan Tuhan (Hosea 14:9)
Bagaimana mendapatkan Ebook 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 5 ini?
Kirimkan donasi  Rp.10.000, melalui salah satu rekening kami:
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Setelah transfer donasi, kirim konfirmasi via WA ke.0857-7509-2607.
Ebook kami kirim via WA  atau Email dalam format pdf.
Donasi yang Bapak/Ibu kirim akan digunakan untuk pengembangan pelayanan di YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG

Salam dan doa
Pdt. H. Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA
GPdI Sejahtera
PO.Box 118 Temanggung 56200
JAWA TENGAH - INDONESIA
SMS/WA.0857-7509-2607



Rabu, 30 September 2026

JANGAN HANYA HIDUP MENURUT DAGING

 
Ayat Pokok:
"Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau."
(Kejadian 25:25)

Pendahuluan
Kelahiran Esau bukan sekadar catatan sejarah keluarga Ishak, tetapi gambaran rohani tentang dua jenis kehidupan:
➡ hidup menurut dorongan daging, atau
➡ hidup menurut rencana dan nilai rohani Allah.

Sejak lahir, Esau sudah digambarkan secara jasmani — dan hidupnya memang banyak dikuasai oleh keinginan jasmani.

Pokok-pokok Khotbah
1. Esau: Hidup yang menonjol secara lahiriah
Kejadian 25:25, "Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau."

Esau langsung dikenali dari fisiknya.
Alkitab menekankan penampilan luarnya. Ini tidak kebetulan.
Banyak orang dikenal karena:
kekuatan fisik
kemampuan alami
kepribadian yang kuat
bakat luar biasa

Tetapi belum tentu kuat secara rohani.
1 Samuel 16:7 – Manusia melihat yang di depan mata, Tuhan melihat hati.

Aplikasi:
Jangan hanya membangun “tubuh” kehidupan (karier, harta, citra), tapi abaikan roh.

2. Esau; Hidup yang dikuasai sifat alami (daging)
Nama Esau berkaitan dengan “berbulu/kasar”, dan Edom berarti “merah”.
Hidupnya memang menggambarkan:
Spontan
mengikuti perasaan
dikuasai selera sesaat

Terbukti kemudian:
📖 Kejadian 25:29–34 → Ia menjual hak kesulungan hanya demi makanan.

Ciri hidup menurut daging:
Tidak sabar
Tidak tahan lapar rohani
Menukar yang kekal dengan yang sementara

📖 Galatia 5:17 – Keinginan daging berlawanan dengan Roh.

Aplikasi:
Orang yang tidak melatih hidup rohani akan mudah dikalahkan oleh kebutuhan sesaat.

3. Esau: hidup yang tidak menghargai hal rohani
Hak kesulungan bukan cuma warisan, tapi:
janji Allah
garis perjanjian
berkat rohani

Namun Esau memandangnya ringan. Ia memandang rendah hak kesulungan.
Ada orang-orang yang memandang remeh dan tidak menghargai hal-hal rohani, seperti Esau ini.

📖 Ibrani 12:16 menyebut Esau orang “cabul” dalam arti rohani — menukar yang kudus dengan yang rendah.

Pelajaran besar:
Tidak semua yang lahir dalam keluarga beriman otomatis hidup rohani.
- Aplikasi untuk jemaat:
Jangan remehkan ibadah
Jangan anggap doa itu biasa
Jangan tukar hadirat Tuhan dengan kenyamanan sesaat

4. Perbedaan Esau dan Yakub dimulai sejak kecil
Dua bayi, satu rahim, tapi dua arah hidup.

Esau:
 Lahir duluan
 Kuat secara jasmani
 Hidup untuk sekarang
 Mengikuti nafsu

Yakub:
 Lahir belakangan
 Tidak menonjol secara fisik
 Mengejar berkat masa depan
  Mengejar hak kesulungan
👉 Hidup rohani tidak ditentukan oleh siapa kita sejak lahir, tapi apa yang kita hargai.

Penutup
Esau mengajarkan satu peringatan keras:
Orang bisa terlihat kuat, gagah, dan berhasil secara dunia — tetapi kehilangan berkat rohani karena hidup dikuasai daging.

Pertanyaannya untuk kita:
Apakah kita hidup hanya untuk kebutuhan hari ini?
Atau kita menjaga hal-hal rohani yang bernilai kekal?

🙏 Jangan jadi seperti Esau — kuat secara jasmani, tapi lemah dalam menghargai perkara rohani.
Pilih hidup yang dipimpin Roh, bukan sekadar dorongan daging.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

LINK INFORMASI PENTING(KLIK PADA JUDUL)
29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 4

Sabtu, 26 September 2026

KUMPULAN MATERI KHOTBAH PPT ANEKA TEMA MUTIARA SABDA VOL.129

 

Shalom,
Kini sudah tersedia KUMPULAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT ANEKA TEMA"MUTIARA SABDA" Volume 129.
Ada 10 materi khotbah dalam volume 129 ini yaitu:
  1. Hiduplah Sebagai Orang yang Merdeka
  2. Allah Tetap Bekerja di Balik Nama-nama yang Terlupakan
  3. Jangan Mendua Hati
  4. Dia yang mengampuni dan Menyembuhkan
  5. Yesus, Sang Penyembuh
  6. Workshop Fitur-Fitur Unik Alkitab Elektronik
  7. Iman Di Tengah Ketakutan
  8. Hidup yang Meninggalkan Warisan
  9. Awal yang Penuh Janji
  10. Mencari Raja Sejati.
Bagaimana cara mendapatkan Paket Mutiara Sabda ini?
  • Kirimkan donasi untuk pengembangan pelayanan sejumlah Rp.25.129,00 melalui Rek BNI No.Rek 7778-9876-58 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG.
  • Donasi dapat juga dengan scan QRISS di bawah ini.
  • Kirimkan bukti transfer donasi melalui WA.0857-7509-2607.
  • Materi akan kami kirim melalui WA atau Email (Dalam bentuk link download Google Drive)
  • Donasi yang Bapak/Ibu kirim akan kami gunakan untuk mendukung operasional pelayanan yayasan seperti:pembayaran tagihan wifi, alat tulis kantor, listrik, dll.
DONASI PELAYANAN YAYASAN


Minggu, 05 Juli 2026

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

 


Ayat Pokok:
"Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar  serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?"
(Kejadian 18:18)

Pendahuluan
Setiap orang ingin hidupnya berarti dan menjadi dampak, tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana memulainya.
Allah memilih Abraham bukan hanya untuk menerima berkat, tetapi untuk menyalurkan berkat bagi bangsa-bangsa.
Kejadian 18:18 mengingatkan kita  bahwa tujuan pemilihan Allah selalu mengarah pada misi dan dampak bagi orang lain.

Pokok-pokok khotbah
1. Abraham dipilih Allah untuk rencana yang besar
Allah tidak pernah memilih secara sembarangan- pemilihan Allah selalu berkaitan dengan tujuan.
Abraham menerima janji menjadi bangsa yang besar, bukan untuk kebanggaan diri, tetapi agar hidupnya menjadi alat Allah.
Aplikasi Rohani: Kita pun dipanggil secara khusus dalam rencana Allah untuk menjadi saluran kasih, bukan hanya menjadi penerima semata-mata.

2. Berkat besar, menuntut ketaatan besar.
Abraham menerima janji, namun Ia harus belajar percaya dan taat setiap langkah (tinggalkan Ur, hidup sebagai pendatang, menanti janji.
Berkat Allah seringkali menunggu respon ketaatan manusia.
Kebenaran: Ketaatan membuka pintu bagi janji-janji Allah digenapi dalam hidup kita. Ketaatan adalah satu-satunya cara untuk kita dapat hidup dalam berkat Tuhan.

3. Allah ingin nama-Nya dinyatakan melalui hidup kita.
Kejadian 18:18b, "...dan oleh dia, segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat." - Tujuan Allah selalu global, luas dan berdampak panjang.
Hidup Abraham menjadi kesaksian yang memberkati generasi setelahnya.
Pelajaran: Kehidupan kita dapat menjadi kesaksian yang membawa orang lain mengenal Tuhan-keluarga, gereja dan komunitas.

Penutup
Abraham diberkati bukan untuk dirinya sendiri, tetapi agar segala bangsa mendapat berkat.
Kita dipanggil dengan pola yang sama: DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT.
Jadilah berkat dalam perkataan: memberikan penguatan, bukan menjatuhkan.
Jadilah berkat dalam perbuatan: saling menolong, melayani, dan mengutamakan kasih.
Jadilah berkat dalam iman:tetap percaya meski menunggu janji Allah, sebab iman kita menguatkan orang lain.
Jadilah berkat dalam kesaksian hidup: hidup jujur, setia, dan rendah hati sehingga orang lain melihat Kristus dalam diri kita.

"Mari serahkan hidup kita kepada Tuhan, agar Tuhan memakai kita menjadi saluran kasih-Nya, dimanapun kita berada."

LINK INFORMASI PENTING(KLIK PADA JUDUL)
FLASHDISK KUMPULAN MATERI KHOTBAH KRISTEN ANEKA TEMA
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH WANITA
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 1
MENYUSUN MATERI KHOTBAH DENGAN BANTUAN AI
EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH PRIA

CATATAN:
Dapatkan materi powerpoint dari khotbah ini dengan mengirim WA melalui; 0857-7509-2607 ( Mohon simpan dengan nama YAYASAN BINA SEJAHTERA.
Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 23 Juni 2026

PERTOBATAN MEMBAWA PEMULIHAN

 

Ayat Pokok:
"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,"
(Kisah Para Rasul 3:19)

Pendahuluan
Banyak orang memahami bahwa pertobatan membawa pengampunan, tetapi tidak sedikit yang masih hidup dalam rasa bersalah, penyesalan dan luka masa lalu.

Mereka berpikir:
"Tuhan mungkin mengampuni saya, tetapi hidup saya sudah hancur."
"Tuhan mungkin menerima saya, tetapi saya tidak mungkin dipakai lagi."

Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa pertobatan sejati bukan hanya membawa pengampunan, tetapi juga pemulihan.

Pada saat kita bertobat, Tuhan tidak saja menghapus dosa kita, tetapi juga memulihkan hidup yang rusak oleh dosa.

Pokok-pokok khotbah
1. Pertobatan membawa pengampunan dosa.
Kisah 3:19 b, "....supaya dosamu dihapuskan."

Penjelasan
Kata "dihapuskan" menggambarkan:
- Catatan hutang yang dibatalkan
- Noda yang dibersihkan
- Kesalahan yang tidak lagi diperhitungkan

Melalui pertobatan:
- Tuhan mengampuni dosa masa lalu
-Tuhan tidak lagi menghukum orang yang datang kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

📖 Mazmur 103:12
"Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."

Ilustrasi:
Seorang guru menghapus seluruh tulisan di papan tulis hingga tidak ada lagi bekasnya.
Begitulah Tuhan menghapus dosa orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Aplikasi
- Jangan meragukan pengampunan Tuhan.
- Berani datang kepada Tuhan apa adanya.
- Tinggalkan kebiasaan menyalahkan diri sendiri terus-menerus.

2. Pertobatan membawa pemulihan hidup.
📖 Yoel 2:25
"Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis..."

Penjelasan:
Dosa sering membawa:
- Kehancuran moral
- Kehancuran keluarga
- Kehancuran pelayanan
- Kehancuran masa depan

Tetapi Tuhan sanggup:
* Mengangkat yang jatuh
* Memulihkan yang rusak
* Memberi kesempatan baru

🔥 Kasih karunia Tuhan selalu lebih besar daripada kegagalan manusia.

Contoh Alkitab
👉 Petrus menyangkal Yesus tiga kali.

Namun setelah bertobat:
- Petrus dipulihkan
- Petrus dipakai Tuhan
- Petrus menjadi pemimpin gereja mula-mula

Aplikasi
* Jangan menyerah pada masa lalu.
* Percaya bahwa Tuhan masih sanggup mengubah keadaan.
* Beri Tuhan kesempatan bekerja dalam hidup kita.

3. Pertobatan memulihkan hubungan dengan Tuhan
📖 Yesaya 59:2
"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu."

Penjelasan:
Dosa menciptakan jarak dengan Tuhan.

Akibatnya:
- Doa menjadi hambar
- Ibadah terasa kosong
- Hati kehilangan damai sejahtera

Tetapi ketika seseorang bertobat:
* Hubungan dengan Tuhan dipulihkan
* Persekutuan dengan Tuhan dipulihkan
* Sukacita keselamatan kembali dirasakan

Ilustrasi
Seorang anak yang bertengkar dengan ayahnya memilih menjauh.
Saat ia kembali dan meminta maaf, hubungan yang retak dipulihkan kembali.
Begitulah pertobatan bekerja dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Aplikasi
* Bangun kembali kehidupan doa.
* Perbarui hubungan pribadi dengan Tuhan.
* Jangan puas hanya dengan pengampunan, tetapi kejarlah persekutuan yang intim dengan Tuhan.

4. Pertobatan membawa masa depan yang baru.
📖 2 Korintus 5:17
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru."

Penjelasan:
Pertobatan bukan sekadar menyesali masa lalu.

Pertobatan adalah:
- Memulai hidup baru
- Memiliki arah baru
- Memiliki tujuan baru

Tuhan memberi kesempatan kedua, bahkan ketiga dan seterusnya, bagi mereka yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Contoh Alkitab:
👉 Anak yang hilang (Lukas 15)
Saat kembali kepada ayahnya:
* Ia diampuni
* Ia dipulihkan
* Ia diterima kembali sebagai anak

Aplikasi
- Jangan hidup di bawah bayang-bayang masa lalu.
- Mulailah melangkah dalam rencana Tuhan.
- Percaya bahwa Tuhan menyediakan masa depan yang penuh harapan. 

Ilustrasi:
Seorang seniman menemukan lukisan tua yang rusak, kusam, dan robek.
Banyak orang menganggapnya tidak berharga.
Namun di tangan seniman itu, lukisan tersebut dipulihkan hingga kembali indah.

💔 Begitulah hidup kita.
Dosa mungkin telah merusak banyak hal.
Tetapi ketika kita bertobat, Tuhan sang Seniman Agung tidak membuang kita.

🔥 Dia memulihkan, memperbaiki, dan menjadikan hidup kita kembali indah dalam tangan-Nya.

Penutup
Kisah Para Rasul 3:19 mengajarkan bahwa pertobatan membawa
✅Pengampunan dosa
✅ Pemulihan hidup
✅ Pemulihan hubungan dengan Tuhan
✅ Masa depan yang baru.

Jangan hanya berhenti pada penyesalan.
Datanglah kepada Tuhan dengan pertobatan yang sungguh.

🔥"Tuhan tidak hanya mengampuni yang bertobat, tetapi juga memulihkan mereka yang kembali kepada-Nya." 🔥

Minggu, 21 Juni 2026

TAWA KETIDAKPERCAYAAN MENJADI SUKACITA IMAN

 



Ayat Pokok:
"Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya:“Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara yang telah berumur sembilan puluh tahun itu, melahirkan seorang anak?"
(Kejadian 17:17)

Pendahuluan
Kadang janji Tuhan terdengar tidak masuk akal bagi manusia.
Abraham, bapa orang beriman pun sempat tertawa karena sulit percaya pada janji Allah.
Namun, Tuhan sanggup merubah tawa ragu menjadi tawa syukur dan sukacita.

Pertanyaan reflektif:
Pernahkah kita tertawa tidak percaya terhadap sesuatu yang dijanjikan Tuhan karena tampak mustahil?

Pokok-pokok khotbah
1. Iman yang diuji oleh waktu
Abraham sudah menunggu janji keturunan selama 25 tahun.
Usia menjadi alasan manusiawi untuk ragu.
Tetapi bagi Tuhan, waktu tidak pernah menjadi penghalang bagi penggenapan janji-Nya.

"Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia.“ (Mazmur 37:7 a)

2. Ketidakpercayaan bisa muncul, bahkan pada orang beriman
Abraham “tertawa” bukan karena menghina, tetapi karena hatinya masih bercampur antara harapan dan keraguan.
Tuhan memahami kelemahan iman kita — Ia tidak langsung menghukum, tetapi meneguhkan janji-Nya kembali.

📖 Ayat Referensi:
“Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
(Markus 9:24 )

3. Tuhan setia menggenapi janji-Nya, walau kita sempat meragukan
Walau Abraham tertawa, Allah tetap bekerja. Sara akhirnya melahirkan Ishak, dan nama “Ishak” sendiri berarti “tertawa”.
Tawa yang dulu berasal dari ketidakpercayaan berubah menjadi tawa sukacita karena janji Allah digenapi.

📖 Ayat Referensi:
 “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”(Kejadian 21:6 )

Aplikasi:
Jangan biarkan usia, situasi, atau logika membatasi iman kita kepada janji Tuhan.
Tetaplah percaya walau belum melihat tanda-tandanya.
Percayalah, Tuhan mampu mengubah tawa ketidakpercayaan menjadi tawa sukacita iman.

Penutup
Tuhan tidak mencari orang yang sempurna imannya, tetapi yang tetap setia menantikan janji-Nya.
Seperti Abraham, biarlah kita belajar percaya walau mustahil di mata manusia.
Akhir dari segala penantian orang beriman adalah penggenapan janji Allah yang membawa sukacita sejati.


LINK INFORMASI PENTING (KLIK PADA JUDUL)
KUMPULAN EBOOK SERI AI UNTUK PELAYANAN GEREJAWI

Senin, 25 Mei 2026

PRIA YANG BERKENAN DI HADAPAN TUHAN

 
Ayat Pokok:
"Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadah tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
(1 Timotius 2:8)

Pendahuluan
Rasul Paulus menegaskan bagaimana seharusnya kehidupan seorang pria percaya.
Tuhan tidak hanya mencari pria yang kuat secara fisik, tetapi pria yang kuat secara rohani.
Dunia membutuhkan pria yang dapat menjadi teladan dalam doa, kekudusan, dan hidup damai.

Isi Khotbah
Bagaimana pria yang berkenan di hadapan Tuhan?

I. PRIA YANG SUKA BERDOA
“...orang laki-laki berdoa...”

Doa adalah tanda ketergantungan kepada Tuhan.
Pria sering merasa mampu menyelesaikan semuanya sendiri, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa pria sejati adalah pria yang hidup bersandar kepada Allah.

Aplikasi:
- Pria harus memimpin doa dalam keluarga.
- Pria harus menjadi pendoa di gereja.
- Pria harus membawa setiap pergumulan kepada Tuhan.

Ilustrasi:
Banyak keluarga kuat bukan karena ekonomi yang besar, tetapi karena ada ayah atau suami yang setia berdoa.

II. PRIA YANG HIDUP DALAM KEKUDUSAN
“...menadah tangan yang suci...”

Tangan melambangkan tindakan dan kehidupan sehari-hari.
Tuhan rindu pria memiliki hidup yang bersih, jujur, dan takut akan Tuhan.

Pria yang tangannya suci:
- Tidak hidup dalam dosa tersembunyi.
- Jujur dalam pekerjaan.
- Setia kepada pasangan.
- Menjadi teladan dalam perkataan dan tindakan.

Ayat Pendukung:
Mazmur 24:3-4
— “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?... Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya.”

III. PRIA YANG MAMPU MENGUASAI EMOSI
“...tanpa marah...”

Kemarahan yang tidak terkendali dapat menghancurkan:
- keluarga,
- pelayanan,
- persahabatan,
- bahkan masa depan.

Pria rohani bukan pria yang mudah meledak emosi, tetapi pria yang mampu mengendalikan diri.

Aplikasi:
- Belajar sabar.
- Jangan mengambil keputusan saat emosi.
- Serahkan kemarahan kepada Tuhan.

Ayat Pendukung:
Amsal 16:32 — “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan.”

IV. PRIA YANG MEMBAWA DAMAI
“...tanpa perselisihan.”

Tuhan tidak mau pria menjadi sumber pertengkaran, tetapi pembawa damai.
Pria yang dewasa rohani:
- Tidak suka memprovokasi.
- Mau mengampuni.
- Menjaga persatuan keluarga dan gereja.
- Menjadi penengah, bukan pemecah.

Ayat Pendukung:
Matius 5:9 — “Berbahagialah orang yang membawa damai...”

Penutup
1 Timotius 2:8 mengajarkan bahwa pria yang dipakai Tuhan adalah:
- Pria yang suka berdoa
- Pria yang hidup suci
- Pria yang menguasai emosi
- Pria yang membawa damai

Tuhan sedang mencari pria-pria yang mau berdiri bagi keluarga, gereja, dan generasi.
Jadilah pria yang bukan hanya kuat di luar, tetapi kuat di hadapan Allah.

Ajakan
- Sudahkah kita menjadi pria pendoa?
- Apakah hidup kita berkenan kepada Tuhan?
- Apakah kita menjadi pembawa damai di rumah dan gereja?

Mari menjadi pria yang mengangkat tangan yang suci kepada Tuhan dan hidup menjadi berkat bagi banyak orang.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

Minggu, 10 Mei 2026

JASA PEMBAUATAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT

 

Jasa Pembuatan Materi Khotbah PowerPoint

Solusi praktis bagi pendeta & pengkhotbah yang sibuk

Apakah Anda sering kekurangan waktu untuk menyiapkan slide khotbah?
Pelayanan yang padat sering membuat persiapan visual khotbah terabaikan. Kami hadir untuk membantu Anda dengan materi PowerPoint khotbah yang rapi, alkitabiah, dan siap digunakan.

Layanan yang Kami Sediakan

  • PowerPoint khotbah berbagai tema (iman, pengharapan, keluarga, Natal, Paskah, dll.)
  • Slide berdasarkan ayat Alkitab pilihan Anda
  • Outline jelas: pendahuluan, poin utama, aplikasi, penutup
  • Desain sederhana, rapi, dan mudah dibaca jemaat
  • Siap pakai untuk ibadah umum, ibadah khusus, dan persekutuan

Pelayanan Anda tetap utama.
Kami membantu di bagian teknis, agar Anda dapat fokus pada doa, pendalaman Firman, dan penggembalaan jemaat.

Cocok Untuk Siapa?

  • Pendeta dan pengkhotbah dengan jadwal pelayanan padat
  • Pelayan Tuhan yang membutuhkan materi visual siap pakai
  • Gereja yang ingin khotbah lebih terstruktur dan komunikatif

Bentuk File

  • Format: PowerPoint (.pptx)
  • Dapat diedit sesuai kebutuhan pelayanan

    Untuk Penjelasan lebih lanjut
    WA.0857-7509-2607


Minggu, 12 April 2026

HIDUP SEBAGAI ALAT KEBENARAN-NYA

 Ayat Pokok:
"Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."
(Roma 6:13)

Pendahuluan
Paulus memberikan nasihat kepada jemaat-jemaat di Roma untuk menghargai kasih karunia Allah  dengan tidak lagi hidup dalam dosa, tetapi sebaliknya untuk menyerahkan hidup sebagai alat kebenaran-Nya.

Paulus mengingatkan jemaat di Roma, meskipun mereka telah menerima Kristus  dan dosa mereka diampuni, tetapi tetap hidup di dalam dosa adalah suatu kesalahan fatal. Seringkali kita berpikir, karena Tuhan Maha Pengampun maka Ia pasti akan selalu mengampuni kita, sehingga  mereka hidup semau-maunya.

Kitab Roma adalah teologi penebusan Kristen yang paling lengkap dan tersusun rapi. Bahkan Marthin Luther mengajarkan bahwa surat Roma adalah intisari dari seluruh kitab Injil. Dalam surat Roma, kita menemukan  kekayaan akan pengorbanan Kristus, baik mulai dari penderitaan, kematian, sampai kepada kebangkitan-Nya, dihubungkan dalam kehidupan orang percya dan perjuangannya dalam menghadapi dosa.

Isi Khotbah
Mengapa kita harus hidup sebagai alat kebenaran-Nya?

1. Kita sudah menyatu dengan Kristus

Roma 6:5, “Sebab jika kita telah  menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.”

Kita harus selalu ingat bahwa setelah kita percaya Tuhan Yesus, maka Kristus menyatu dengan kita dan kita menyatu dengan Kristus.

Kita harus menancarkan  Kristus melalui kehidupan kita.

2. Kita harus hidup bagi Allah

Roma 6:11, “Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”

Sejak kita percaya kepada Kristus, itu artinya kita sudah berkomitmen untuk hidup bagi Allah, bukan bagi diri sendiri.

Kita menanggalkan”keakuan”kita, dan menyerahkan hidup bagi kemuliaan nama Tuhan.

3. Bukti kita menghargai kasih karunia Allah

Roma 6:14, “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.”

Tuhan mengubahkan kehidupan kita dari hidup lama menjadi hidup baru.
Hidup lama: Hidup dalam dosa dan kejahatan
Hidup baru: Hidup dalam kebenaran dan anugerah Allah.

Setelah kita percaya kepada Kristus, kita adalah ciptaan baru ( Baca: 2 Korintus 5:17)

Penutup
Jadikanlah diri kita sebagai alat yang menyatakan kebenaran dan kehidupan kita akan dipakai oleh Tuhan untuk membungkam dosa dan kelaliman.
Mari pakai hidup kita untuk menjadi alat kebenaran-Nya. Mari kita pakai tangan kita untuk membantu sesama, mari kita pakai mulut kita untuk membangun iman sesama.

Sumber: Kumpulan Khotbah Seputar Dosa dan Pertobatan