Ayat Pokok:
"Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci."
(1 Yohanes 3:3)
Kita hidup di zaman ketika standar moral semakin kabur.
Apa yang dulu memalukan, sekarang dipamerkan.
Dunia tidak malu berbuat jahat, justru bangga melakukannya.
Namun di tengah dunia seperti ini, Tuhan memanggil pria-pria yang hidup kudus.
Bukan pria yang sempurna, tetapi pria yang mau disucikan.
Rasul Yohanes, penulis surat ini memberikan prinsip rohani yang sangat kuat melalui ayat bacaa kita ini. Ayat ini menunjukkan bahwa kekudusan bukan gaya hidup opsional,melainkan identitas orang percaya.
Pokok-pokok khotbah:
I. Zaman rusak, membutuhkan pria kudus
Alkitab menunjukkan pola berulang, saat dunia semakin rusak, Tuhan selalu mencari pria yang berbeda.
Contoh
- Nuh hidup benar di tengah dunia yang jahat dan cemar.
- Daniel tetap setia di tengah budaya kafir.
- Yusuf tetap murni di tengah godaan.
Dunia tidak berubah karena mayoritas.
Dunia berubah karena minoritas yang hidup kudus.
Kebenaran:
Kerusakan zaman bukan alasan untuk ikut rusak. Justru itu alasan untuk bersinar.
II. Pengharapan kepada Kristus mengubah cara hidup
Menurut Yohanes, orang yang berharap kepada Kristus akan menyucikan dirinya.
Artinya, pengharapan masa depan mempengaruhi perilaku masa kini.
Orang yang yakin akan bertemu Tuhan, tidak akan hidup sembarangan.
Seperti seorang atlet yang tahu ia akan bertanding di kejuaraan besar - ia akan menjaga pola makan, berlatih dengan baik dan disiplin. Harapan akan kemenangan membuat hidupnya teratur.
Demikian juga pria Kristen. Ia menjaga hidup karena ia tahu akan bertemu Raja segala raja.
III. Kekudusan adalah bukti, bukan syarat.
Penting dipahami : Kita tidak menjadi kudus supaya diselamatkan. Kita hidup kudus karena sudah diselamatkan.
Keselamatan adalah anugerah.
Kekudusan adalah respon
Kekudusan bukan beban. Kekudusan adalah bukti bahwa Kristus hidup di dalam kita.
Paulus menulis dalam Efesus 2:8-9 bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia, tetapi diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi hidup kudus bukan beban, melainkan bukti bahwa anugerah itu nyata.
IV. Area kekudusan pria
Di zaman rusak, kedudusan pria biasanya diuji di tiga area utama:
Apa yang dilihat membentuk apa yang dipikirkan dan diinginkan.
2. Pikiran
Pertempuran terbesar bukan di luar, tetapi di dalam kepala.
3. Integritas.
Siapa kita saat tidak ada orang yang melihatnya - itulah diri kita yang sebenarnya.
Pria kudus bukan pria tanpa godaan.
Pria kudus adalah pria yang menang atas godaan.
V. Standar kekudusan: Kristus sendiri
Yohanes menulis, "sama seperti Dia adalah suci."
Standar kekudusan kita bukan budaya
Bukan teman
Bukan tren
Melainkan Kristus.
Tuhan Yesus tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa. Ia menyelamatkan kita dari keinginan untuk berdosa.
Semakin seseorang dekat dengan Kristus, semakin ia membenci dosa yang dulu ia nikmati.
VI. Mengapa dunia membuthkan pria kudus?
Dunia tidak kekurangan pria pintar.
Dunia tidak kekurangan pria yang kuat secara fisik.
Tidak kekurangan pria kaya.
Tetapi dunia kekuarangan pria kudus.
- Menjadi suami yang setia.
- Menjadi ayah yang bijaksana
- Menjadi pemimpin yang jujur.
- Menjadi sahabat yang dapat dipercaya.
Satu pria kudus dapat mengubah keluarga.
Satu keluarga kudus dapat mengubah gereja.
Satu gereja kudus dapat mengubah kota dan bangsa.
Penutup
Pertanyaannya bukan:
Apakah zaman ini rusak? (Ini sudah jelas)
Apakah kita akan ikut rusak atau berdiri kudus?
Pria biasa- menyesuaikan dengan zaman.
Pria Tuhan - mengubah zaman.
Bagaimana dengan kita?
Pastikan kita adalah pria-pria Tuhan yang mengubah zaman, bukan hanya pria biasa yang larut dan ikut dengan arus perubahan zaman.













