KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Minggu, 28 Februari 2021

YANG MERDEKA YANG MELAYANI

 

YANG MERDEKA YANG MELAYANI
Ayat Pokok: 1 Korintus 15

Pendahuluan

Dalam ayat 57, Paulus menaikkan syukur kepada Allah. “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Hal ini disebabkan karya keselamatan yang telah Yesus lakukan: Allah menganugerahkan kemenangan Kristus kepada kita.

Apa yang telah dilakukan oleh Tuhan?
Dalam ayat 54, Paulus menegaskan tentang kemenangan Kristus, "Maut telah ditelan dalam kemenangan.”  Pernyataan ini menyatakan bahwa kebangkitan Kristus telah menghancurkan kuasa maut.

Roma 3:23 menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa, dan upah dosa adalah maut (Rm. 6:23). Karena itu, semua manusia telah berada di bawah hukuman.  Ini menandakan bahwa maut berkuasa atas manusia, dan tidak ada manusia yang sanggup untuk menghadapinya. Hanya Allah saja yang tidak takluk pada maut. Karena itu, hanya Allah saja yang bisa mengalahkannya.

Melalui kebangkitan-Nya, Yesus yang adalah Allah dan manusia, mengalahkan maut. Maut tidak berkuasa atas diri-Nya. Kemenangan Kristus ini dianugerahkan Allah kepada umat-Nya.

Bagaimana respon kita?
1.      Berdirilah teguh, jangan goyah.
Kematian dan kebangkitan Yesus merupakan pondasi  iman Kristen. Paulus menegaskan bahwa “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”  Jadi, iman yang benar dan sejati adalah iman yang percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Inilah Injil yang menyelamatkan (1Kor. 15:1-5).

Taruhlah seluruh pengharapan kita kepada Tuhan kita ini, yang telah menang atas maut. Karena itu, jangan pernah ragukan akan kesetiaan dan penyertaan-Nya.

2.      Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan
Kata “giat” dapat diartikan “melakukan sesuatu yang melebihi takarannya.” Dengan kata lain, kita melakukan sesuatu yang lebih, bukan sekedarnya atau seadanya.

Paulus telah memberikan teladan akan hal ini (1Kor. 15:10). Ia telah melayani Tuhan, “aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua.” Ia bergiat untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Dalam hidup ini, kita perlu mewaspadai segala “kesibukan” kita. Apakah kita sibuk dan giat untuk mencapai “keinginan dan ambisi pribadi”? Apakah kita menggunakan semua kebaikan Tuhan – kesehatan, keuangan, kesuksesan, karir, keluarga, dsb. – untuk melayani Tuhan kembali? Apakah kita bergiat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan?

Bagaimana kita mengalokasikan waktu – apakah kita memiliki waktu untuk Tuhan? Bagaimana kita menggunakan keuangan kita – apakah kita menggunakan keuangan kita untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan? Kiranya kita bergiat untuk pekerjaan Tuhan.

Apa yang Allah janjikan bagi umat-Nya?
Allah berjanji bahwa “Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Sungguh, hidup dan bekerja bagi Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Allah menghargai segala jerih lelah pelayanan kita.

Penutup
Mari kita menghargai dan menghidupi kemenangan Kristus dengan hidup yang memuliakan-Nya setiap waktu


LINK INFORMASI PENTING

SETIA SAMPAI AKHIR

 

SETIA SAMPAI AKHIR
Wahyu 2:8-11

Pendahuluan

Wahyu 2-3 merupakan pesan-pesan pastoral dari Tuhan Yesus untuk tujuh jemaat yang ada di Asia Kecil. Salah satu pesan tersebut ditujukan kepada jemaat di Smirna, yang pada waktu itu mengalami aniaya karena iman mereka. Tuhan Yesus memberikan pesan ini untuk menghibur dan menguatkan mereka, tapi juga mendorong mereka untuk tetap setia mengikut Yesus (ay. 10).
Sebelum jemaat di Smirna menerima pesan ini, mereka sudah setia kepada Yesus walau pun mereka harus menghadapi penganiayaan. Melalui surat ini, Tuhan ingin agar mereka melanjutkan kesetiaan mereka, sampai akhir hidup mereka. Tentu saja ini bukanlah perkara yang gampang untuk dilakukan.
Kata “setia” memiliki dua pengertian, yakni pertama, mereka tetap mengikut Yesus, tidak berubah dan taat pada firman Tuhan. Kedua, mereka dapat dipercayai. Maksudnya, selama menghadapi penganiayaan, mereka didapati Tuhan sebagai orang-orang yang dapat dipercayai dalam hal komitmen, kesungguhan, pengabdian, dsb., dan Allah menghendaki agar mereka terus-menerus dapat orang yang dapat dipercayai hingga akhir hayat. Dua pengertian ini saling melengkapi, yaitu Tuhan Yesus menghendaki agar mereka menjadi orang-orang yang dapat dipercayai di dalam seluruh aspek hidup mereka, termasuk di dalam kesetiaan kita kepada Kristus.
Tuhan pun meminta hal yang sama terhadap diri kita. Ia menghendaki agar kita tetap setia kepada Yesus walau pun kita menghadapi berbagai macam masalah. Masalah bisa membuat iman kita goncang. Bahkan, kita pun menjumpai bahwa ada orang-orang yang meninggalkan Tuhan karena berbagai masalah yang mereka hadapi. Tuhan menghendaki agar kita tetap setia mengikut Tuhan, walaupun kita harus menghadapi berbagai masalah.


Mengapa Kita Harus Setia Sampai Akhir?
1.      Karena Tuhan Yesus adalah Allah yang kekal.
Salah satu nama yang Yesus perkenalkan untuk diri-Nya “Yang Awal dan Yang Akhir” (ay. 8). Nama ini mengandung makna kekekalan Yesus Kristus, bahwa Ia ada sebelum segala sesuatu ada, dan Ia tetap ada walau pun segala sesuatu berakhir. Pengertian lainnya adalah Ia yang telah mengawali segala sesuatu, dan Ia pula yang mengakhiri segala sesuatu. Dengan kata lain, kita diminta oleh Tuhan Yesus untuk setia pada diri-Nya yang adalah Allah itu sendiri.
Jika kita melihat lagi perintah Allah di dalam Alkitab, maka kita menemukan bahwa Allah menghendaki agar semua umat-Nya memiliki komitmen hanya kepada Allah. Namun, kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusakkannya.
Kita berkomitmen untuk setia kepada Allah karena Dialah yang menguasai hidup kita. Dialah yang mengatur hidup kita. Karena itu, hidup kita bergantung penuh pada Allah.

2.      Karena Tuhan Yesus adalah Penyelamat kita.
Nama lain yang Yesus perkenalkan adalah “Yang Telah Mati dan Hidup Kembali” (ay. 8). Nama ini membawa kita pada kisah kayu salib. Pengorbanan Yesus di kayu salib membuktikan kasih dan kesetiaan Allah bagi kita, sehingga Ia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita. Jika Allah telah setia kepada kita, bahkan apakah kita tidak mau setia kepada-Nya?
Dengan kata lain, setia bukanlah sesuatu yang menjadi pilihan, tapi panggilan kita. Setia bukanlah sesuatu yang dilakukan atau tidak boleh dilakukan, jalan yang memang harus kita tempuh.

Apa yang Tuhan Yesus Lakukan ketika kita setia kepada-Nya?
Perhatikan ayat 9, “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka....” Melalui ayat ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia tahu semua pergumulan dan penderitaan yang kita alami. Ini menjadi penghiburan bagi kita bahwa Allah mengerti dan mengetahui pergumulan yang kita hadapi. Pernyataan ini pun bukanlah basa basi, karena Ia sendiri pernah mengalami penderitaan yang amat sangat (lih. ay. 8). Ia pernah mengalami beban yang sangat berat. Ia pernah ditinggalkan. Ia pernah merasakan beratnya beban yang harus dipikul. Karena itu, Ia mengerti dengan jelas beban dan perasaan kita tentang pergumulan yang kita hadapi.
Selain Tuhan Yesus tahu, Ia pun hadir di dalam segala pergumulan kita. Pernyataan Yesus “yang awal dan yang akhir” menyatakan bahwa Ia hadir sejak awal pergumulan kita dan Ia akan tetap menyertai kita ketika pergumulan itu berakhir. Itu berarti, Yesus bukan hanya tahu, tapi Ia pun hadir di setiap pergumulan yang kita hadapi.

LINK INFORMASI PENTING

HIDUP YANG DIUBAHKAN TUHAN

 

HIDUP YANG DIUBAHKAN TUHAN
Lukas 19:1-10

Perjumpaan Zakheus dengan Tuhan Yesus merupakan perjumpaan yang membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Ia tidak menduga hal itu akan terjadi. Awalnya, dia hanya ingin melihat seperti apakah Yesus itu.
Namun, di luar dugaannya, ternyata Tuhan Yesus datang ke kota Yerikho khusus untuk menemuinya. Tuhan Yesus berkata, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Kisah serupa terjadi juga pada perempuan Samaria. Seperti biasa, ia datang ke sumur dan mengambil air pada siang hari. Ia tidak menduga bahwa ia berjumpa dengan Yesus di tepi sumur itu, dan perjumpaan itu mengubahkan hidupnya.
Ada satu hal yang menarik untuk diperhatikan dalam kisah ini, yakni kata “harus” (lih. Yohanes 4:4). Tuhan Yesus harus menumpang di rumah Zakheus dan Tuhan Yesus harus melintasi daerah Samaria. Ini menekankan tentang misi kedatagan-Nya ke dalam dunia. Hati-Nya yang penuh dengan belas kasihan mendorong-Nya untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa.


SIAPAKAH ZAKHEUS?
Arti nama: adalah tulus, bersih, suci. Akan tetapi, kehidupan dan namanya bertolak belakang. Perilaku dan perkataan Zakheus tidak memperlihatkan ketulusan, bersih, suci dan integritas.

Apa yang terjadi dengan ZakheusPekerjaannya yang berkaitan dengan pemungutan cukai telah menempatkannya pada posisi yang tidak mungkin untuk menjaga semuanya itu.
  • Pemungut cukai adalah pegawai kerajaan Romawi (yang waktu itu menjajah Israel). Mereka ditugaskan untuk memungut pajak dari bangsanya sendiri, yakni sesama orang Yahudi. Bahkan, terkadang pajak yang dipungut pun sangat keterlaluan.
  • Pandangan Orang YahudiOrang Yahudi yang bekerja pada pemerintah Romawi disebut sebagai pengkhianat atau kafir sebab mereka telah mempermainkan imannya dengan cara pro bangsa Romawi yang menyembah berhala.
  • Orang Yahudi telah belajar dari pengalaman pembuangan ke Babel karena mereka telah berulang kali jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Sejak itu, mereka tidak mau lagi bersentuhan dengan berhala. Karena itu, orang Yahudi sangat benci kepada pemungut cukai yang bergaul dan hidup dari orang Romawi.

Zakheus bukan hanya seorang pemungut cukai, tapi dia adalah kepala pemungut cukai. Ini adalah jenjang karir yang sangat bagus, dan tidak gampang untuk mencapainya. Itu sebabnya, Zakheus bisa menjadi orang kaya.

Apa yang menyebabkan Zakheus rela dicap sebagai pengkhianat? Karena UANG. Zakheus tidak mempedulikan pandangan soial terhadap dirinya, yang penting kaya. Ia pun tidak mempedulikan hati nuraninya, asalkan impiannya tercapai.

Bagaimana karakter Zakheus? Jika saudara bisa membayangkan seorang pemungut cukai yang memeras, maka saudara juga membayangkan bagaimana karakter Zakheus: cinta uang, pelit, serakah, galak, pemeras – tidak berperi kemanusiaan

Refleksi: ada orang-orang yang rela untuk mengorbankan hal-hal yang paling berharga dalam dirinya: harga diri, kehidupan rohani, bahkan imannya sekalipun karena uang.



PERUBAHAN APA YANG TERJADI PADA DIRI ZAKHEUS?
Ayat 8:
"Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin  dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Jika kita memperhatikan ayat 8 ini, maka sangat kontras sekali dengan kehidupan Zakheus sebelumnya.
  • Tadinya serakah, sekarang malah memberikan setengah dari hartanya.
  • Tadinya kereng terhadap orang miskin, sekarang malah berbelas kasihan.
  • Tadinya keras dan kasar, tapi sekarang menjadi orang yang peduli, care, dsb.
  • Tadinya mementingkan diri sendiri (mengejar kekayaan demi diri sendiri), sekarang mementingkan orang banyak.
Kalau dibayangkan: maka Zakheus menjadi orang yang “tidak punya apa-apa lagi” atau kalau pun masih punya, maka ia tidak mempunyai secara berkelimpahan.
  • Misalnya Zakheus memiliki kekayaan sebanyak 1 M. Berdasarkan janjinya, maka 500 juta diberikan kepada orang miskin; selain itu, ia akan mengganti 4x lipat kepada yang diperas (menurut hukum Taurat: mengembalikan seharga yang diperas dan ditambah 20%, tapi Zakheus mengganti 400%). Ini melampaui ketetapan yang ditetapkan oleh Taurat.
  • Jika Zakheus sudah memiliki istri, bagaimana pendapat istrinya? Apakah istrinya mendukung keputusannya?
Refleksi:
Bagaimana dengan buah pertobatan yang kita hasilkan? Apakah kita hanya menghasilkan buah yang manis di bibir tapi tidak menunjukkan buah yang sesungguhnya?


APA YANG MENYEBABKANNYA BERUBAH?
Kedatangan Yesus ke rumah dan hidupnya telah mengubahkannya. Menurut Lukas 8, kita mengetahui bahwa pemungut cukai merasa enggan (tepatnya malu) untuk datang ke Bait Allah dan berdoa. Kalau pun mereka datang, mereka akan berdiri jauh-jauh karena menyadari keberdosaan dan ketidaklayakannya.
Akan tetapi, sekarang Tuhan Yesus yang mendatanginya, dan menumpang di rumahnya! Di luar dugaannya, bahwa Tuhan Yesus bersedia untuk hadir di dalam rumah dan hidupnya. Ia merasakan kasih, pengampunan dan penerimaan dari Tuhan terhadap dirinya. Orang-orang di sekitarnya menolak dan membencinya karena dosanya, tapi Allah bersedia untuk menerimanya. Anugerah Tuhan yang telah menerima dan mengampuninya telah membuatnya berubah.
Banyak tokoh-tokoh di dalam sejarah kekristenan yang hidupnya diubahkan oleh kasih Tuhan. Salah satunya adalah Agustinus. Sebelum bertobat, Agustinus memiliki kehidupan yang tidak baik. Namun, setelah bertobat, ia memberikan dirinya bagi Allah dan pelayanannya membawa dampak yang besar bagi gereja hingga hari ini.


APA YANG BISA MENJADI PERENUNGAN BAGI KITA…?
1.      Didasari atas kasih Kristus yang sudah menyentuh kita, lakukanlah segala sesuatu di dalam kasih-Nya.
Rasul Paulus mengingatkan kita “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku” (1 Korintus 13:3). Lakukanlah segala sesuatunya di dalam kasih Allah.
Bagaimana relasi kita dengan keluarga kita? Mencintai keluarga dan melayani keluarga adalah sesuatu yang natural. Siapa pun bisa melakukannya. Akan tetapi, kita perlu menambahkannya: kita mengasihi dan melayani keluarga kita dengan kasih Kristus. Ini akan menolong kita untuk menerima apa adanya. Mengampuni. Mengulurkan tangan pada anggota keluarga yang tidak sempurna dan yang tidak taat.
Bagaimana dengan pelayanan kita? Apakah lahir dari kasih kepada Allah?

2.      Perubahan ini menyentuh aspek yang paling dalam dari hidup kita.
Zakheus menjadikan uang sebagai tujuan hidupnya. Pertobatan Zakheus memperlihatkan bahwa aspek yang paling penting dalam hidupnya telah diubahkan oleh Tuhan, yakni uang. Hal ini berbeda dengan seorang muda yang kaya yang mendatangi Tuhan Yesus. Ia menolak untuk menjual hartanya dan mengikut Yesus. Harta tersebut telah menjadi berhalanya, walaupun ia memiliki moral dan etika yang baik.
Apakah Saudara mengizinkan kasih Kristus menyentuh hati kita yang paling dalam? Dan membiarkan kasih-Nya untuk mewarnai kehidupan kita.

“Come and  follow ME! I will make you BECOME…” Inilah panggilan Tuhan Yesus terhadap semua umat-Nya. Dengan mengikut-Nya, maka kita mengizinkan Allah untuk mengatur dan menata ulang hati, pikiran, karakter dan tujuan hidup kita. Allah ingin mengubahkan hidup kita.

LINK INFORMASI PENTING

Rabu, 24 Februari 2021

BUKU KUMPULAN KHOTBAH DAN RENUNGAN KHUSUS LANSIA

 

Dapatkan Buku Kumpulan Khotbah dan Renungan Khusus Usia lanjut,"Indahnya Usia Lanjut". Buku ini berisi 12 Judul khotbah dan renungan khusus lansia, sehingga dapat sebagai tambahan inspirasi dalam mengisi khotbah di ibadah lansia, usia indah, usia emas dan sejenisnya. Selain berisi judul khotbah Indahnya Usia Lanjut, buku ini juga berisi judul-judul lain seperti: Berbuah Dimasa Tua, Semakin Bertambah Usia Semakin Diperbaharui, Tetap Semangat Diusia Tua, Semakin Tua Semakin Berhikmat dan lain-lain.

Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Harga buku ini adalah Rp.35.000,- Tapi belum termasuk biaya kirim. Untuk menentukan ongkos kirim, silakan kirimkan alamat kepada kami via WA.0852-2808-5470. Setelah kami lakukan pengecekan, kami akan kirimkan estimasi biaya kirim. 

Harga buku sudah termasuk donasi Anda bagi Yayasan Bina Sejahtera sebesar Rp.3.500 per buku.

Salam dan doa
pdt. Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA
SMS/WA.085228085470

LINK INFORMASI PENTING

BUKU KUMPULAN KHOTBAH DAN RENUNGAN KHUSUS PRIA

 

Dapatkan Buku Kumpulan Khotbah dan Renungan Khusus Pria,"Menjadi Suami Yang Bijaksana". Buku ini berisi 15 Judul khotbah dan renungan khusus pria, sehingga dapat sebagai tambahan inspirasi dalam mengisi khotbah di ibadah pria, seperti PBI untuk GBI, PELPRIP untuk GPdI dan Ibadah Komisi Pria lainnya. Selain berisi judul khotbah Menjadi Suami yang Bijaksana, buku ini juga berisi judul-judul lain seperti: Menjadi Suami Yang Setia Mencari Tuhan, Peran Suami Sebagai Pahlawan Sejati, Suami Sebagai Imam Dalam Keluarga, Suami Yang Hidup Benar,  dan lain-lain.

Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Harga buku ini adalah Rp.35.000,- Tapi belum termasuk biaya kirim. Untuk menentukan ongkos kirim, silakan kirimkan alamat kepada kami via WA.0852-2808-5470. Setelah kami lakukan pengecekan, kami akan kirimkan estimasi biaya kirim. 

Harga buku sudah termasuk donasi Anda bagi Yayasan Bina Sejahtera sebesar Rp.3.500 per buku.

Salam dan doa
pdt. Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA
SMS/WA.085228085470

LINK INFORMASI PENTING

BUKU KUMPULAN KHOTBAH DAN RENUNGAN KHUSUS REMAJA

 

Dapatkan Buku Kumpulan Khotbah dan Renungan Khusus Remaja,"Mengejar Impian". Buku ini berisi 14 Judul khotbah dan renungan khusus rmaja, sehingga dapat sebagai tambahan inspirasi dalam mengisi khotbah di ibadah remaja, seperti RBK untuk GBI, PELRAP untuk GPdI dan Ibadah Komisi Remaja lainnya. Selain berisi judul khotbah Mengejar Impian, buku ini juga berisi judul-judul lain seperti: Jangan Menunda-nuda, Mereka Ada Untuk Membuat Anda Sukses, Pengendalian Diri, Berani Dalam Tuhan, Membangun Hidup Yang Bertujuan, dll.

Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Harga buku ini adalah Rp.35.000,- Tapi belum termasuk biaya kirim. Untuk menentukan ongkos kirim, silakan kirimkan alamat kepada kami via WA.0852-2808-5470. Setelah kami lakukan pengecekan, kami akan kirimkan estimasi biaya kirim. 
Kami juga akan mengirimkan rekening untuk transfer donasi.

Harga buku sudah termasuk donasi Anda bagi Yayasan Bina Sejahtera sebesar Rp.3.500 per buku.

Salam dan doa
pdt. Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA
SMS/WA.085228085470

LINK INFORMASI PENTING
BAHAN KHOTBAH IBADAH WANITA

SELAGI MUDA, CARILAH TUHAN DENGAN KESUNGGUHAN

 

Nats Alkitab:
"Yosia menjauhkan segala dewa kekejian dari semua daerah orang Israel dan menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Maka sepanjang hidup Yosia mereka tidak menyimpang mengikuti TUHAN..." 
(2 Tawarikh 34:33)  

Pendahuluan
Hari ini kita akan belajar dari kehidupan salah satu tokoh dalam Alkitab yang bernama Yosia. Ternyata, masa muda tidaklah menjadi halangan untuk kita hidup mencari Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.  Perhatikan!  Alkitab menyatakan bahwa Yosia menjadi raja saat ia masih berusia belia, yaitu 8 tahun.  Yosia masih kanak-kanak saat menjabat sebagai raja. 

Nama  'Yosia'  dalam bahasa Ibrani berarti Tuhan yang menyembuhkan.  Tentang Yosia ini Alkitab menyatakan,  "Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri."  (2 Tawarikh 34:2), dan  "Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia,..."  (2 Tawarikh 34:3).  Pernyataan  'tahun ke delapan dari pemerintahannya'  berarti saat Yosia menginjak usia 16 tahun  (usia remaja), usia transisi atau masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa, disebut pula usia rawan, di mana seseorang sedang mencari jati dirinya.

Yosia mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh
Sekalipun masih tergolong remaja Yosia mau belajar dari sejarah masa lalu dengan mengikuti kebiasaan hidup bapa leluhurnya  (raja Daud)  untuk hidup takut akan Tuhan, tidak seperti raja-raja lainnya yang cenderung hidup menyimpang dan berlaku jahat di mata Tuhan.  Apa yang ditunjukkan Yosia ini seharusnya menginspirasi anak-anak muda Kristen!  Sebagai orang muda Yosia pasti mempunyai banyak keinginan dalam hidupnya, apalagi kedudukannya sebagai raja  (punya segalanya), tentulah Yosia sangat disibukkan dengan tugas-tugas protokoler kerajaan atau agenda kerja yang sangat padat.  Meski demikian ia tetap mengutamakan hal yang terpenting dalam hidup ini, yaitu mencari Tuhan.  Kata  'mencari'  berarti ada suatu upaya, usaha, kemauan dan komitmen untuk menemukan Tuhan dengan segenap hati dan jiwa.

Empat tahun kemudian saat Yosia berumur 20 tahun, ia melakukan pembaharuan rohani di seluruh tanah Israel:  menyucikan Yehuda dan Yerusalem dengan merubuhkan patung-patung dan mezbah penyembahan berhala  (2 Tawarikh 34:1-7), yang kemudian diikuti dengan perbaikan Bait Tuhan  (2 Raja-Raja 22:3-7).  Semua perkara yang tidak berkenan kepada Tuhan ia singkirkan!
Orang yang mencari Tuhan dengan sungguh pasti mengalami pertolongan-Nya!

Yosia memperbaiki rumah Allah (2 Taw 34:8)
Setelah menghancurkan berhala dan mezbahnya, Yosia memperbaiki rumah Allah. Kita yang sudah bertobat dari dosa harus (1 Kor 6:19; 3:16). Setelah berbalik kepada Allah, tubuh kita bukan milik kita sendiri tapi menjadi milik Allah.

Yang perlu dilakukan untuk memperbaiki bait Allah
- Memberikan persembahan uang (2 Taw 34:9-10). Selain secara tekstual memberi dana persembahan, persembahan uang bisa diartikan sebagai mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan. Bekerja untuk Tuhan berarti menaati perintah untuk melayani Tuhan. Saat melayani Tuhan, kita akan mengalami pertumbuhan iman.

- Menentukan dan memanggil orang yang sesuai dengan kemampuannya (ayat 11). Dengan kemampuan dan tugasnya masing-masing, mereka saling membantu. Kita memiliki talenta dari Tuhan, pergunakan talenta tersebut bersama-sama.

- Melakukan pekerjaan dengan setia (ayat 12a). Memberikan pengajaran untuk harus bertekun dalam memperbaiki rumah Allah. Untuk memperbaiki rumah Allah tidak cukup dalam hitungan jam. Kita mungkin perlu bertahun-tahun. Kita harus melakukan penyempurnaan rohani secara terus-menerus dan dengan tekun.

Yosia merendahkan diri (2 Taw 34:27)
Saat memperbaiki bait Allah, imam besar Hilkia menemukan kitab taurat dan kitab itu dibacakan kepada Yosia. Saat mendengarkan Yosia merasa sedih karena rakyat sudah tidak menaati Allah, oleh karena itu Yosia mengoyakkan jubahnya.

Bukan kebetulan Hilkia menemukan kitab Taurat, tapi karena kehendak Tuhan. Tuhan ingin Yosia tahu perintah Tuhan yang harus dilakukan dan Yosia berusaha menaati.

Bagaimana sikap kita saat mendengar firman Tuhan?
- Fokus, konsentrasi mendengar (Luk 8:18a)
Ada dua faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi fokus kita saat ibadah. Faktor eksternal contohnya notifikasi gadget di tengah ibadah, orang keluar-masuk saat ibadah, orang lain mengobrol. Faktor internal berasal dari diri sendiri yang sangat berpengaruh terhadap fokus kita.

Saat kita mendengar firman, pikiran kita memikirkan pekerjaan kita, masalah dalam keluarga maka hilanglah fokus kita terhadap firman Tuhan dan sia-sialah kita beribadah.

- merendahkan diri saat mendengar firman Tuhan
Yosia hidup benar dihadapan Tuhan berarti sejak kecil dia sudah mendengar firman Tuhan tapi saat kitab taurat dibacakan, dia tidak sombong. Sekarang zaman internet, setiap informasi dapat dengan cepat diperoleh termasuk bahan tentang firman Tuhan. Saat mendengar firman Tuhan yang sudah pernah kita baca sebelumnya, jangan bersikap kita sudah tahu akan firman tersebut. Firman Tuhan semakin dibaca kita akan semakin mengenal Tuhan.

- Merenungkan firman Tuhan
Merenungkan apa maksud Tuhan dari firman Tuhan untuk diri kita sendiri. Maksud Tuhan ada untuk merubah diri kita sendiri.

Penutup
Masa muda adalah kesempatan untuk kita mencari Tuhan dengan kesungguhan.
Yosia mendengarkan firman Tuhan tapi tidak cukup hanya mendengar tapi juga melakukan firman Tuhan. Setelah mendengarkan kita akan menerima perubahan rohani tapi kita juga tidak hanya menjadi pendengar tapi harus menjadi pelaku firman.

LINK INFORMASI PENTING
BUKU KUMPULAN KHOTBAH DAN RENUNGAN KHUSUS REMAJA

TELADAN YOSIA

 

Bahan: 2 Taw 34

Pendahuluan

Yosia
- Raja kerajaan Yehuda
- Berusia 8 tahun saat diangkat menjadi raja
- Mengikuti teladan yang baik dari raja-raja sebelumnya
- Melakukan pembaharuan iman kepada bangsa Israel

Teladan kehidupan Yosia

1. Menyembah Allah yang benar (2 Taw 34:3-7)
Bangsa Israel pada zaman Yosia melakukan dosa, yaitu menyembah allah lain. Yosia berusaha untuk menghilangkan ini dengan merobohkan berhala dan mezbahnya. Mengapa Yosia melakukannya? Karena dia mau bangsa Israel kembali menyembah Allah yang benar (2 Taw 34:33). Hal ini sulit karena bisa saja rakyat memberontak kepada Allah tapi Yosia berani karena dia taat kepada Allah dan ada penyertaan Allah, tindakan Yosia ini juga penggenapan dari nubuat di zaman Yerobeam ( 2 Raj 13:2). Bagaimana dengan kita? Apakah karena takut kepada hal duniawi akhirnya kita tidak bisa menaati perintah Allah? Kita sudah seharusnya lebih takut dan taat kepada Allah daripada dunia (Ul 10:12).

Bagaimana cara menumbuhkan rasa takut akan Allah?
- Memahami bahwa Allah benci kepada dosa (Ams 8:13)
- Takut akan penghakiman Allah terhadap dosa yang dilakukan manusia (Mat 13:49-50)
- Takut akan kedisiplinan Tuhan, harus hidup berkenan pada Tuhan (Ibr 12:5-6)

Zaman sekarang banyak allah-allah palsu yang membuat kita menjauh dari Tuhan dan akhirnya jatuh kedalam dosa. Contoh allah palsu: uang/kekayaan, kekuasaan, sosial media. Kita harus menghancurkan itu dan mengutamakan hidup dekat kepada Tuhan.

2. Memperbaiki rumah Allah (2 Taw 34:8)
Setelah menghancurkan berhala dan mezbahnya, Yosia memperbaiki rumah Allah. Kita yang sudah bertobat dari dosa harus (1 Kor 6:19; 3:16). Setelah berbalik kepada Allah, tubuh kita bukan milik kita sendiri tapi menjadi milik Allah.

Yang perlu dilakukan untuk memperbaiki bait Allah

- Memberikan persembahan uang (2 Taw 34:9-10). Selain secara tekstual memberi dana persembahan, persembahan uang bisa diartikan sebagai mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan. Bekerja untuk Tuhan berarti menaati perintah untuk melayani Tuhan. Saat melayani Tuhan, kita akan mengalami pertumbuhan iman.

- Menentukan dan memanggil orang yang sesuai dengan kemampuannya (ayat 11). Dengan kemampuan dan tugasnya masing-masing, mereka saling membantu. Kita memiliki talenta dari Tuhan, pergunakan talenta tersebut bersama-sama.

- Melakukan pekerjaan dengan setia (ayat 12a). Memberikan pengajaran untuk harus bertekun dalam memperbaiki rumah Allah. Untuk memperbaiki rumah Allah tidak cukup dalam hitungan jam. Kita mungkin perlu bertahun-tahun. Kita harus melakukan penyempurnaan rohani secara terus-menerus dan dengan tekun.

3. Merendahkan diri (2 Taw 34:27)

Saat memperbaiki bait Allah, imam besar Hilkia menemukan kitab taurat dan kitab itu dibacakan kepada Yosia. Saat mendengarkan Yosia merasa sedih karena rakyat sudah tidak menaati Allah, oleh karena itu Yosia mengoyakkan jubahnya.

Bukan kebetulan Hilkia menemukan kitab Taurat, tapi karena kehendak Tuhan. Tuhan ingin Yosia tahu perintah Tuhan yang harus dilakukan dan Yosia berusaha menaati.

Bagaimana sikap kita saat mendengar firman Tuhan?

- Fokus, konsentrasi mendengar (Luk 8:18a)
Ada dua faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi fokus kita saat ibadah. Faktor eksternal contohnya notifikasi gadget di tengah ibadah, orang keluar-masuk saat ibadah, orang lain mengobrol. Faktor internal berasal dari diri sendiri yang sangat berpengaruh terhadap fokus kita.

Saat kita mendengar firman, pikiran kita memikirkan pekerjaan kita, masalah dalam keluarga maka hilanglah fokus kita terhadap firman Tuhan dan sia-sialah kita beribadah.

- merendahkan diri saat mendengar firman Tuhan

Yosia hidup benar dihadapan Tuhan berarti sejak kecil dia sudah mendengar firman Tuhan tapi saat kitab taurat dibacakan, dia tidak sombong. Sekarang zaman internet, setiap informasi dapat dengan cepat diperoleh termasuk bahan tentang firman Tuhan. Saat mendengar firman Tuhan yang sudah pernah kita baca sebelumnya, jangan bersikap kita sudah tahu akan firman tersebut. Firman Tuhan semakin dibaca kita akan semakin mengenal Tuhan.

- Merenungkan firman Tuhan

Merenungkan apa maksud Tuhan dari firman Tuhan untuk diri kita sendiri. Maksud Tuhan ada untuk merubah diri kita sendiri.

4. Menjalankan firman Tuhan (2 Taw 34:1,18)

Setelah menerima firman Tuhan, Yosia melakukan perintah firman Tuhan dengan menjalankan Paskah. Menjalankan firman Tuhan sebenarnya mudah asal kita taat. Apa yang Tuhan perintahkan kita tinggal jalankan. Tetapi menjadi sulit karena kita pikir itu sulit untuk dilakukan.

Kadang kita juga berpikir untuk menunda melakukan firman Tuhan tersebut atau kita melakukan perhitungan terhadap satu firman (apa timbal balik saat kita melakukan firman). Kita harus melakukan firman Tuhan dengan sepenuh hati, melakukan dengan sempurna.

Contoh menjalankan Sabat tapi dalam pikiran penuh dengan pekerjaan dunia, menjalankan jam Sabat (hanya datang saat jam ibadah) karena ada pekerjaan sehingga tidak bisa melakukan Sabat sepenuhnya.

Kesimpulan

Yosia mendengarkan firman Tuhan tapi tidak cukup hanya mendengar tapi juga melakukan firman Tuhan. Setelah mendengarkan kita akan menerima perubahan rohani tapi kita juga tidak hanya menjadi pendengar tapi harus menjadi pelaku firman.

LINK INFORMASI PENTING
BUKU KUMPULAN KHOTBAH DAN RENUNGAN KHUSUS WANITA
MEMBUAT SURAT PERMINTAAN SUMBANGAN YANG MENGHASILKAN.

Sabtu, 20 Februari 2021

KEBODOHAN

 
Ayat Pokok:
"Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang."
(2 Timotius 3:9)

Pendahuluan
Banyak orang tentu tidak suka kalau disebut sebagai orang yang bodoh.
Bodoh artinya: tidak mudah memahami,  tidak berpengetahuan, berpendidikan rendah.
Status dan pendidikan seseorang bukanlah jaminan seseorang tidak dikatakan bodoh dihadapan Tuhan.

Siapa yang disebut bodoh  menurut firman Tuhan?
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkenaan dengan pemberitaan firman Tuhan berkaitan dengan orang-orang yang bodoh ini. Siapa orang yang disebut bodoh menurut firman Tuhan?

a. Orang yang tidak mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:15-17)
Tuhan menghendaki supaya kita bersyukur senantiasa dalam segala perkara (1 Tesalonika 5:18; Efesus 5:20)
Tuhan menghendaki supaya kita bertobat ( 2 Petrus 3:9)
Tuhan menghendaki supaya kita hidup saling mengasihi dan berbuat baik kepada sesama (1 Petrus 2:15)

b. Orang yang menyia-nyiakan anugerah/keselamatan dari Tuhan (Galatia 3:1-2)
Keselamatan adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga dan pelihara sampai akhir kehidupan kita.
Keselamatan kita hanyalah karena anugerah dan kemurahan Tuhan.
Jangan menjadi orang yang bodoh, menukarkan hal yang pasti dengan yang belum pasti.

c. Orang yang hidup dalam dosa/ketidaktaatan (Matius 7:24-26)
Matius 7:26 ,"Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir."
Kategori ORANG BODOH berikutnya adalah orang yang mendengar bahkan mungkin suka mendengar firman TUHAN, namun tidak melakukannya.
Tentulah disebut ORANG BODOH karena membangun rumahnya di atas pasir, karena ketika ada angin topan menghantam niscaya rumahnya pasti roboh.
Maka lakukanlah firman TUHAN tanpa syarat dan tanpa kecuali, sehingga kita menjadi ORANG BIJAKSANA

d. Orang yang hidupnya mengandalkan kekayaannya (Lukas 12: 13-21)
Lukas 12:20  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Tuhan menghendaki agar kita tidak hanya kaya secara duniawi namun juga menjadi KAYA DI HADAPAN-NYA, yaitu menjadi BERKAT bagi orang lain yang kekurangan di sekitar kita.
Kekayaan adalah titipan dari Tuhan yang harus kita pergunakan untuk kemuliaan nama Tuhan ( Amsal 3:9)

e. Orang yang cepat naik darah/ pemarah (Amsal 14:17,29)
Orang yang cepat naik darah atau PEMARAH dikategorikan ORANG BODOH, karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya..
Tentu bukan berarti kita tidak boleh marah, setiap orang boleh marah bila situasinya memang mengharuskan dia marah, 
Sifat PEMARAH tidak ada obatnya, sifat ini hanya bisa dikendalikan melalui PENGUASAAN DIRI. 
Sungguh penting sifat SABAR dan PENGENDALIAN/ PENGUASAAN DIRI ini sehingga firman TUHAN mengatakan bahwa sifat tersebut bahkan melebihi sifat seorang PAHLAWAN.( Amsal 16:32)

Penutup
TUHAN merindukan supaya kita menjadi orang-orang yang bijaksana dihadapan Tuhan dan bukan sebaliknya menjadi orang-orang yang bodoh.
Inilah pentingnya firman Tuhan yang akan terus-menerus mendidik kita supaya kita mengerti dan mentaati kehendak-Nya senantiasa.
Roh Kudus akan terus memampukan kita untuk kita membuang segala kebodohan.

"buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutlah jalan pengertian.“
(Amsal 9:6)





Jumat, 12 Februari 2021

29 IDE KHOTBAH IBADAH PENTAKOSTA

 

Shalom
Anda sedang mencari ide khotbah dalam ibadah Pentakosta?
Berikut ini kami sertakan 29 ide khotbah dalam ibadah Pentakosta. Tentu saja tema-tema khotbah ini dapat juga digunakan untuk ibadah dengan tema seputar Roh Kudus dan Kuasa-Nya.
1. Pelayanan yang Dipimpin Oleh Roh Kudus
2. Jabatan Roh Kudus
3. Haus Akan Roh Kudus
4. Misi Roh Kudus di Tengah Dunia yang Berdosa.
5. Roh Kudus Dapat di Doakan
6. Penuh Dengan Roh Kudus
7. Minyak yang Memberi Kuasa
8. Pekerjaan Roh Kudus
9. Kepribadian Roh Kudus
10. Pencurahan Kuasa Roh Kudus
11. Roh Kudus Penolong Kita
12. Kepenuhan Roh Kudus
13. Roh Kudus dan Kuasa-Nya
14. Roh Kudus Mengubah Kehidupan
15. Menjalani Hidup Bersama Roh Kudus
16. Hidup Yang Dikuasai Roh Kudus
17. Hidup Dalam Pimpinan Roh Kudus
18. Berjalan Dalam Karya Roh Kudus
19. Tunduk Dalam Pimpinan Roh Kudus
20. Janganlah Padamkan Roh
21. 5 Perkara Yang Roh Kudus Lakukan Dalam Hidup Kita
22. Taat dan Patuh Pada Roh Kudus
23. Jangan  Mendukakan Roh Kudus
24. Berjalan Dalam Karya Roh Kudus
26. Tuhan Mencurahkan Roh Kudus
27. Karya Roh Kudus di Akhir Jaman
28. Roh Kudus Memampukan Kita Bersaksi
29. Penuh Roh Kudus: Menaklukkan Kedagingan.

Kamis, 04 Februari 2021

MERAIH MASA DEPAN BERSAMA DENGAN TUHAN

Ayat Pokok:
"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu  tidak akan hilang."
(Amsal 23:18)


Pendahuluan
Semua kita tentu memiliki cita-cita, harapan, impian, visi, rencana dan lain-lain.
Cita-cita dan harapan merupakan penyemangat dalam kehidupan.

Apakah semua harapan dan cita-cita bisa terlaksana?
Dalam kenyataan, tidak semua cita-cita dan harapan manusia dapat terlaksana

Mengapa ada cita-cita yang tidak terlaksana atau tertunda ?
a. Tidak melibatkan Tuhan dalam perencanaan
b. Tidak sabar menunggu waktunya Tuhan.
c. Ada rencana Tuhan yang lebih indah.

  

Mengapa harus melibatkan Tuhan dalam perencanaan?
(Baca : Yakobus 4:13-17
a. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok (Ay.14)
Manusia hanya tahu apa yang terjadi pada masa lalu dan masa kini, masa depan , hanya Tuhan yang tahu, iblis pun tidak tahu  hari esok.

b. Karena hidup kita singkat seperti uap, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap ( Ay.14)
Alkitab mengatakan jarak antara hidup dan mati hanya selangkah  (1 Samuel 20:23), tetapi jika Tuhan beserta, dari mulut maut pun, Tuhan bisa selamatkan kita.

c.Karena Tuhan memiliki rencana yang indah untuk masa depan kita (Yeremia 19:11)
Dan hanya Tuhan yang mengetahui rancangan Tuha, Dia tidak  pernah  membocorkannya kepada siapapun, apalagi  kepada musuh-musuh-Nya.


Penutup
Mari kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena masa depan kita ada di dalam tangan Tuhan. Oleh sebab itu  kita  tidak boleh menjadi takut,kuatir atau lemah iman. Ingat, masa depan kita ada di dalam tangan Tuhan. Hari esok kita akan jauh lebih baik lagi karena Tuhan yang 

BACA JUGA
buku kumpulan khotbah dan renungan khusus wanita
rahasia mengatasi masalah