Sabtu, 17 Oktober 2015

TIGA HAL YANG PERLU KITA KENANG


Ayat Pokok:
Mazm 105:1-3

(Renungan Pada Bidston Ucapan Syukur Tiga Tahun meninggalnya
 Alm. Bapak Supriyo) 

Pendahuluan
Hari ini kita ada di tempat ini untuk mengenang atau memperingati tiga tahun meninggalnya Bapak Supriyo. Tentu kita ada di tempat ini tidak untuk mendoakan arwah Bapak Supriyo, tapi untuk mengenang peristiwa ini.Sebab, bagi kita orang percaya, kita yakin bahwa orang yang meninggal dalam Tuhan, pasti sudah ada bersama Bapa di Sorga, dan tidak memerlukan doa-doa kita yang masih ada di dunia.

Selama tiga tahun kita ditinggal oleh kekasih kita Bapak Supriyo, tentu kita mengakui banyak hal yang sudah terjadi. Dan kalau keluarga masih boleh kuat sampai saat ini, tentu ini suatu hal yang patut kita syukuri.
Oleh sebab itu tepat sekali kalau keluarga ditempat ini mengundang kita untuk mengadakan ibadah ucapan syukur.

Tiga hal yang perlu kita kenang.
Dalam kesemmapatn ini, mari kita mengenang hal-hal yang memang harus kita kenang. Menurut ayat bacaan kita kali ini, setidaknya Ada tiga hal yang perlu kita kenang, berkaitan dengan peristiwa ini.
Pertama :Mengenang kebaikan Tuhan (Maz 106:1)
Bagaimana wujud kebaikan Tuhan yang sudah keluarga ini alami sehingga perlu kita renungkan dan pikirkan dalam kesempatan yang indah ini? Tuha, telah memelihara semua keluarga yang ditinggalkan. Tiga tahun sudah kekasih kita meninggalkan istri dan anak-anak dan keluarga semua. Itu artinya tiga tahun juga Ibu ditempat ini sudah menjadi janda, dan anak-anak ditempat ini menjadi yatim. Tapi apakah selama ini kemudian kita mendengar bahwa keluarga ditempat ini mengalami masalah perekonomian sehingga  bahkan sampai tidak bisa makan? Saya tidak pernah mendengar berita mengenai hal ini. Dan saya percaya karena memang hal ini tidak pernah terjadi. Tuhan sudah menyertai istri dan anak-anak di tempat ini.

Dalam hal ini nyata kebenaran firman Tuhan dalam Mazmur 68:6, bahwa Tuhan adalah "Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;" Inilah bukti nyata kebaikan Tuhan bagi keluarga ditempat ini. Suami boleh meninggalkan keluarga tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan dan menelantarkan keluarga semua. Itu sebabnya patutlah keluarga ditempat ini untuk senantisa berharap dan bersandar kepada Tuhan.

Mazmur 27:10 menulis ""Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku."
Kedua;Mengenang kebaikan orang tua.
Bagi anak-anak dan cucu, kesempatan ini adalah kesempatan yang baik untuk mengenang kebaikan orang tua. Anak-anak dan cucu sudah semestinya selalu mengingat kenaikan orang tua, terutama ayah kita. Mungkin ada hal-hal yang selama ini anak-anak belum bisa menerima apa yang sudah ayah kita lakukan kepada kita. Tetapi sesungguhnya itulah cara orang tua mendidik dan menyiapkan masa depan yang baik bagi ana-anaknya. Selama ini mungkin ada diantara anak-anak yang berpikir, mengapa ayah memperlakukan aku sedemikian kerasnya? Tapi saya percaya akhirnya kemudian kita sadar bahwa itulah bukti kebaikan orang tua kepada anak-anaknya.

Terlepas dari kekurangan yang pasti ada sebagai manusia, marilah dalam kesempaatan yang indah ini kita mengenang kembali hal-hal yang baik yang sudah diajarkan dan diwariskan oleh almarhum. Salah satu hal yang masih saya ingat adalah bagaimana setianya almarhum dalam kebaktian. Jarang ia datang terlambat. Bahkan sering ia datang sementara gereja belum ada orang satupun.

Bagi anak cucu, hari ini adalah juga kesempatan untuk mengenang kebaikan dan jasa-jasa ibu atau nenek tercinta. Kedua orang tua kita sudah sedemikian membukktikan kasihnya kepada anak-anaknya. Mereka sudah berkorban demi kebahagiaan anak-anak mereka. Saat ini ayah sudah tiada, tetapi masih ada Ibu ditempat ini.  Sudah sewajarnyalah kita mengenang kebaikan orang tua dan membalas dengan mengasihi Ibu kita dengan sepenuh hati.

Ketiga,Mengenang bahwa suatu saat kita juga akan mengalami kematian.
Kematian, sebagaimana yang sudah dialami oleh Almarhum adalah suatu fakta nyata dan akan dialami oleh semua orang.
Mazmur 89:49 menulis,""Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati"
Kesempatan ini marilah kita mengenang akan kematian kita. Siapapun kita, mari kita sadari bahwa kematian adalah realita yang pasti akan kita alami.

Mengingat akan hari kematian membuat kita hidup bijaksana dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mari kita isi hati-hari kita yang singkat dengan hidup menjadi berkat. Bukankah ada pujian mengatakan "Hidup ini adalah kesempatan?"

Mengingat hari kematian bukan berarti kita harus takut dan bersedih, karena kematian bagi orang beriman adalah keuntungan.

Filipi 1:21-24 "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu."

Penutup.
Hari ini kita sudah belajar mengenai 3 hal yang harus kita kenang yaitu: Mengenang kebaikan Tuhan, Mengenang kebaikan orang tua dan mengenang akan hari kematian. Kiranya renungan ini dapat menjadi berkat, bukan saja bagi keluarga di tempat ini, tetapi juga bagi kita yang hadir malam hari ini.

TUHAN YESUS MEMBERKATI....!!!

LINK INFORMASI PENTING

5 komentar:

  1. Mantap.. !!! Bisa jadi bahan sharing klu ada ibadah ucapan syukur, mengenang kebaikan org yg kita kasihi yg sdh mendahului kita.

    BalasHapus
  2. Mntap ,,,jd bahan sharing dpm ibdah penghiburan

    BalasHapus