KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH PENDERITAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH PENDERITAAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2014

3 SEBAB PENDERITAAN

Ayat Pokok:  1 Petrus 4:12
" Saudara-saudaraku yang kekasih,  janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu"

Pendahuluan
Penderitaan berasal dari kata "derita" yang merupakan kata bentukan dari kata"dhira" dalam bahasa Sansekerta yang artinya" menahan atau menanggung.  Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berupa penderitaan lahir, atau jasmani dan penderitaan batin.
Pendeitaan termasuk realitas dunia atau manusia. Dari intensitasnya, penderitaan dapat dibedakan menjadi penderitaan berat dan ringan. Namun juga unsur manusianya dapat menentukan berat atau tidaknya pendeitaan. Satu masalah yang sama bagi si A bisa saja adalah penderitaan yang ringan, tapi bagi si B bisa jadi itu penderitaan yang berat.

3Sebab Penderitaan
Ada tiga sebab mengapa kita menderita
pertama: Kita menderita karena berbuat salah.
1 Petrus 3:17 " Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat:. Jelas sekali apabila ada ada yang mencuri kemudian tertangkap dan digebugin, ia akan mengalami penderitaan karena kesalahan yang ia lakukan ( 1 Petrus 4:15).  Contoh ini begitu mudah kita pahami.  Dalam 1 Petrus 2:20 juga disampaikan" Sebab dapatkan disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Apa yang harus kita lakukan ketika kita menyadari bahwa penderitaan ini adalah karena kita berbuat salah, tentu yang terbaik adalah kita instrospeksi diri dan berjanji untuk tidak mengulangi. Kita jadikan hal ini sebagai pelajaran berharga untuk langkah hidup selanjutnya.

Kedua, Kita menderita karena berbuat benar. Seperti pada 1 Petrus 3:17 tadi,  ternyata perbuatan baik dapat juga membuat kita menderita. Contohnya: Yusuf. Saat ia diajak berhubungan badan dengan isti Potifar, Yusuf dengan tegas menolaknya ( Kejadian 39:12). Apakah dengan melakukan kebenaran ini tidak a da reaksi yang ia terima? oh, tidak, Sebab istri Potifar yang terlanjur malu karena keinginanya ditolak mentah-mentah oleh Yusuf, kemudian memfitnah dengan membuat laporan palsu dengan memutarbalikan fakta kepada suaminya. Akhirnya Yusuf harus mendeita perlakuan yang tidak adil. Ia harus mendekam dipenjara. Sebuah penderitaan sebagai akibat perbuatan  baik yang Yusuf lakukan.
Contoh lainnya adalah: Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka menolak menyembah patung buatan Nebukadnezar. Ini adalah hal yang baik. Namun demikian mereka harus alami penderitaan dengan dilemparkan kedalam dapur perapian yang menyala-nyala. Tetapi puji Tuhan, Allah campur tangan. Mujizat Tuhan dinyatakan, dam mereka akihirnya dibebaskan ( Daniel 3)

Ketika menghadapi penderitaan karena berbuat baik, jangan menyalahkan Tuhan. Tetap setia dan bertahan, sampai Tuhan menyatakan pertolongan. Percayalah, Allah akan menolong kita tepat pada waktunya.

Ketiga, Kita menderita karena sebab yang tidak kita ketahui dengan pasti.  ketika kita alami penderitaan, kita sudah menganalisa dan tetap belum juga menemukan jawaban apa penyebabnya, maka itu artinya Anda sedang mengalami penderitaan tanpa ada sebabnya. Hal ini seperti apa yang dialam Ayub yang tidak mengerti mengapa musibah menimpa dirinya? Sebenarnya Allah mengizinkan kita mengalami penderitaan sebagai alat bagi Tuhan untuk menjadikan kita lebih dewasa dalam Dia.  Bahkan Alkitab berkata bahwa Allah menguji kita dalam dapur api kesengsaraan, seperti yang dicatat dalam Yesaya 48:10 " Sesungguhnya aku telah memurnikan engkau,namun bukan seperti perak. tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.
Kalau memang Tuhan mengijinkan kita melewati penderitaan,itu berarti kita tidak dapat menghidarinya. Sia-sia juga walaupun Anda berdoa "  Tuhan bebaskan aku dari penderitaan ini". Yang bisa kita ucapkan kepad Tuhan adalah " Tuhan, berikan aku kekuatan melewati penderitaan ini dan sertai aku seperti janji-Mu".  Tetaplah bersukacita dan bersyukur kepada-Nya

Penutup:
kalau Anda menderita, jangan heran. Cobalah Anda teliti kembali penyebab dari penderitaan Anda. Kalau itu karena kesalahan, bertobatlah dan Tuhan segera akan memulihkan Anda.  Apabila karena kebenaran dan sebab yang tidak Anda ketahui, bersukacitalah, sebab Tuhan berjanji akan menyertai kita.

" TIDAK ADA ALAT YANG PALING AMPUH UNTUK MENDEWASAKAN SESEORANG DIDALAM TUHAN KECUALI MELALUI PENDERITAAN"

CATATAN:

KEMULIAAN DIBALIK PENDERITAAN

Ayat Pokok: 2 Korintus 4:17
" Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang".

Pendahuluan
Penderitaan adalah hal yang tidak disukai oleh banyak diantara kita.  Kalau kita mau jujur, dan jikalau boleh memilih, pasti banyak diantara kita yang akan memilih hidup yang bebas dari penderitaan. Ingin sehat, bahagia, usaha lancar, karier meningkat, dan banyak hal-hal yang nikmat, itu yang ada dalam pikiran kita. Tidak pernah sedikitpun diantara kita yang membayangkan untuk hidup dalam kekurangan, sakit penyakit, atau usaha yang gagal.  Tapi apakah kehidupan senantiasa berjalan seperti yang selalu kita harapkan?

Terkadang hidup berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Usaha sepi, sakit datang silih berganti, rumah tangga mengalam probelama, musibah menimpa, dan aneka problema yang terus mendera. Namun demikian, tantangan seberat apapun yang Tuhan ijinkan untuk kita alami, ingatlah untuk kita tetap teguh, jangan mengeluh dan tetap kuat dan bersemangat. Jangan karena uang,jangan karena pekerjaan, kita meninggalkan persekutuan dengan Tuhan. Jika karena hal ini Tuhan ijinkan kita alami penderitaan, tetaplah bersukacita dalam Tuhan, sebab demikianlah para rasul dan bapa-bapa gereja meninggalkan teladan kepada kita. Juga jangan takut menderita karena kebenaran, sebab penderitaan badani yang kita alami ini hanya semenntara, dan hal itu tidak bisa dibandingkan dengan dengan kemuliaan yang akan Tuhan berikan pada masa yang akan datang.

Bagaimana supaya kuat dalam menghadapi penderitaan?
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan supaya kita terap kuat dalam menghadapi penderitaan.

Pertama: Penderitaan adalah hal yang pasti akan dihadapi oleh semua orang dimuka bumi ini. Tidak ada satupun manusia yang hidup dimuka bumi ini yang tidak mengalami pendeitaan. Selama kita masih ada didunia, penderitaan akan tetap ada. Ayub 7:1 bahkan mengatakan " Bukankah manusia, harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?" Dalam TL ayat ini berbunyi " Bahwasanya hal manusia diatas bumi ini seperti orang perang adanya dan hari hidupnyapun seperti hari orang upahan". Jadi penderitaan adalah realita kehidupan yang suka atau tidak suka, akan dialami oleh setiap manusia, tidak terkecuali orang-orang percaya. Bahkan Filipi 1:29 menyatakan " Sebab kepada kamu dikaruniakan buka saja untuk percya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia". Seringkali kita merasa seolah-olah hanya kita yang menderita sehingga kita sering berputus asa. Tetapi sebenarnya, banyak orang yang bahkan lebih menderita dari kita. Jadi tetaplah semangat menghadapi apapun yang Tuhan ijinkan saat ini

Kedua, percayalah bahwa dalam kondisi apapun, Tuhan tetap ada beserta kita.
Allah kita adalah Allah Immanuel, Allah yang senantiasa ada beserta kita. Ini adalah janji Tuhan bagi kita anak-anakNya. Kita tidak sendirian, kita sedang bersama-sama dengan Tuhan. Saat kita menderita, Tuhan mengerti dan Dia peduli. Ia tahu bahwa kita membutuhkan pertolongan. Tetapi disisi lain, Tuhan menginginkan untuk kita menjadi anak-anak Allah yang tidak mudah menyerah. Kuat menghadapi segala tantangan kehidupan.

1 Korintus 10:13 " Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, supaya kamu dapat menanggungnya".

Roh kudus akan memberikan hikmat dan kekuatan kepada kita dan memampukan untuk kita dapat menghadapi segala situasi. Bersama dengan Tuhan, kita adalah orang-orang yang menang, bahkan lebih dari pemenang.

Ketiga:Ada upah yang Tuhan sediakan bagi kita yang tetap bertahan dalam penderitaan
Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Kita harus meyakini akan hal ini. Kita yakini bahwa ada sukacita besar dibalik penderitaan yang sedang kita hadapi saat ini.

Penutup
Apa yang sedang Anda hadapi saat ini? tetaplah kuat dan bersemangat. Tuhan ada beserta kita. Tetaplah berharap kepada-Nya.

Amin

CATATAN

Selasa, 11 Maret 2014

MEMPEROLEH BERKAT YANG BESAR DARI PENDERITAAN

Ayat Pokok :
Ayub 1:20-22

Pendahuluan
Pada umumnya orang tidak suka dengan penderitaan. Tetapi kenyataan membuktikan bahwa penderitaan senantiasa hadir tanpa disangka. Saat penderitaan datang, tidak jarang orang mulai berpikir dalam hati " Mengapa semua ini terjadi? Mengapa begini, mengapa begitu, apa salah dan dosaku?"

Mengapa Tuhan ijinkan?
Ada orang yang pernah berkata, " Kalau benar Allah memelihara, mengapa kita menderita?" " Dimanakah Allah saat umat-Nya diterpa malapetaka? Kalau Allah yang mahakasih adalah maha kuasa, mengapa bencana melanda dunia" dan ribuan pertanyaan senada yang kalau ditulis semua membuat capai saya dan yang membacanya.

Bertanya tidaklah salah, karena memang demikianlah natur manusia. Makin banyak bertanya makin banyak tahu, semakin banyak bertanya semakin kita tambah ilmu. Namun demikian perlu juga diperhatikan apa hal yang mendasar sehingga kita perlu bertanya tentang sesuatu. Apa motivasi dan asumsi dibalik pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan. Ada yang bertanya karena ragu, yang lain bertanya karena percaya. Kaum Atheis, skeptis dan musuh-musuh kekristenan bertanya  untuk memojokkan dan menjatuhkan. Sementara kaum beriman bertanya untuk menjawab pergumulan dan meneguhkan kepercayaan.

Ada orang yang bertanya tentang penderitaan untuk membenturkan kasih Tuhan dan kuasa-Nya. Mereka sebetulnya sudah punya pemikiran dibalik pertanyaan yang mereka sampaikan. Kalau Allah Mahakasih, tentua Dia tidak menghendaki manusia menderita. Kalau Allah itu mahakuasa,  tentu Dia mampu melakukan segala perkara untuk menghindarkan umat-Nya dari derita.Dengan adanya realita penderitaan, maka mereka mulai berpikir dalam hatinya, " Mungkin Allah tidak maha kasih, mungkin Dia tidak mahakuasa,mungkin pula tidak kedua-duanya".

Pandangan tersebut tidaklah tepat, bahkan saya berani katakan sambil melompat, ini sesat. Sebab pemikiran seperti ini mengabaikan peran dan pencobaan iblis, mengingkari keterbatasan manusia, serta menafikan kerusakan alam akibat kejatuhan manusia dalam dosa dan kecerobohan kita.Lebih dari itu, dengan pemikiran ini,tanpa kita sadari kita sedang membelenggu kedaualatan Tuhan dan mencoba untuk mengatur Dia  menurut mau kita? Siakah kita?

Berkat dari penderitaan
Untuk memahami berkat yang terembunyi dari penderitaan, mari kita mempelajari satu tokoh Alkitab yang tidak asing lagi bagi kita yang senang belajar firman-Nya. Saya tidak mau tanya kepada yang tidak suka membaca Alkitab. Bisa jadi tokoh Ayub ini asing bagi mereka.

 Mari kita berkenalan dengan Ayub ini dari beberapa segi
Pertama segi sosial. Ayub adalah seorang yang sangat saleh, jujur serta takut akan Allah dan menjauhi kejahatan ( Ayub 1:1 ). Dari catatan Alkitab kita tidak mendapati cacad cela dari kehidupannya. Saya berani menyimpukan berdasarkan firman Tuhan bahwa Ayub  adalah seorang yang dermawan ( Ayub 29:12-15 ). Disamping itu karena ia mempunyai banyak budak dan pekerja. Secara logika saja, kalau banyak orang yang seang bekerja kepada-nya, bisa jadi karena ia orang yang senang memberi gaji lebih kepada karyawannya dan THR  setahun sekali misalnya.

Kedua dari segi harta. Ayub adalah seorang yang kaya raya( Konglomerat lah kalau istiah jaman kita ). Ia mempunyai tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta,lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina serta budak-budak yang tidak terhitung jumlahnya.Dengan demikian Ayub diberikan julukan sebagai orang yang terkaya pada jamannya ( Ayub 1:3 ). Yang pasti kekayaannya bukan karena korupsi, kolusi dan tipu sana-sini, tapi murni berkat ilahi karena kerja keras dan tidak malas.Bandingkan dengan para petinggi negeri ini yang jadi kaya karena korupsi.

ketiga dari segi rohani. Ayub hidup dengan kerohanian yang sangat kuat. Ini terbukti dari caranya setiao hari mempersebahkan korban kepada Tuhan. Ia menjalankan fungsi imam dalam keluarga dengan baik.

Tapi apakah karena kesalehannya lantas ia tidak alami masalah. Tidak demikian ternyata, Justru ia mengalami musibah dan bencana demi bencana dalam seketika. Dan dari kehidupan Ayub ini akhirnya kita bisa belajar mengenai berkat dibalik penderitaan.

Apa saja berkat dibalik penderitaan? 
Pertama: Pendeitaan dipakai Tuhan untuk menguji iman ( Ayub 23:10 )
Kedua : Penderitaan dipakai Tuhan untuk mempermalukan iblis ( Ayub 1:20-22 )
Ketiga : pendeitaan dipakai Allah untuk menyatakan kuasa-Nya ( Roma 8:35-39 )
( Maaf tolong dikembangkan sendiri dulu ya ) saya belum ada waktu. Lain kali kita sambung lagi

Penutup
Hidup dalam Allah, berarti hidup dalam anugerah yang melimpah-limpah. Hal ini bukan berarti bebas dari masalah. Walaupun kita alami penderitaan, percayalah bahwa kita tidak sendirian. Ada sepasang mata yang memperhatikan kita. Tangan-Nya terbuka untuk menolonng kita. Ia Allah yang mengerti dan peduli. Dia sahabat setia yang selalu menemani kita ( Maaf... sudah dapat inspirasi lagu untuk masuk dalam penyemabahan dari utaian kata-kata tadi kan? Kalau belum....  )

Semakin kita menderita maka semakin kuasa Allah menjadi sangat nyata kita rasakan. Allah tidak meninggalkan Ayub sendirian. Ia hadir, Ia menopang, Ia menguatkan bahkan senantiasa menghibur.  Saya yakin kita semua pernah diperhadapkan dengan berbagai macam masalah dan penderitaan, bukankah di saat-saat seperti itu kita benar-benar merasakan bahwa Tuhan itu sungguh teramat baik dan selalu hadir di hidup kita. Allah mempunyai ribuan cara untuk menolong dan memelihara hidup kita. Mari bersikap seperti Ayub ketika menghadapi permasalahan, terus memuji Tuhan, hidup di dalam ucapan syukur dan selalu punya keyakinan bahwa kehendak dan cara kerja  Tuhan adalah yang terbaik bagi hidup kita.

Http://pesona-sabda.blogspot.com

Seri: KETELADANAN KEHIDUPAN AYUB
  • Ayub Seorang Anak Tuhan Yang Diberkati
  • Memperoleh Berkat Yang Luar Biasa dari Penderitaan
  • Ketekunan Ayub
  • Mataku Tertuju Kepada-Mu
  • Mengenal Allah Melalui Pengalaman
  • 10 Teladan Hidup Ayub
  • Belajar Dari Ayub
  • Kesalehan Ayub
HOT PROMO
Dapatkan 1209 Materi Khotbah Powerpoint 
Cukup dengan donasi Rp.99.000,-
Minat hubungi kami via WA atau Klik


Sabtu, 08 Maret 2014

AYUB SEORANG ANAK TUHAN YANG DIBERKATI

Ayat Pokok: Ayub 42:10-16
Judul : Ayub Seorang Anak Tuhan Yang Diberkati

Pendahuluan
Tentunya setiap kita merindukan satu kehidupan yang diberkati Tuhan. Dalam hal ini, berkat tidak hanya dipahami sebagai berkat secara materi atau jasmani semata-mata. Beberapa orang perpandagan bahwa ketika orang mengalami sakit-sakitan, yang mengalami kegagalan, bencana-demi bencana, berkekurangan, maka orang seperti ini adalah orang yang tidak diberkati?

Benarkah demikian?
Kitab Ayub memebrikan jawaban. Kisah Ayub memberikan pencerahan bahwa ternyata pandangan seperti itu bisa keliru. Dari kisah Ayub kita bisa belajar bahwa penderitaan bukanlah pertanda bahwa hidup kita tidak diberkati Tuhan. Demikian juga sebaliknya bahwa, kesuksesan hidup dan kecukupan materi bukanlah satu-satunya indikasi kehidupan yang diberkati.

Jadi tentunya kita sepakat dengan kebenaran firman Tuhan bahwa Ayub adalah seorang yang diberkati Tuhan

Rahasia Ayub Menjadi Anak Tuhan YangDiberkati Tuhan
Ada 3 ( tiga ) rahasia yang membuat Ayub menjadi seorang anak Tuhan yang diberkati Tuhan. Mari kita perhatikan hal itu satu-persatu.

Pertama, Ayub Memilih untuk hidup bergaul dengan Tuhan
Sejak muda, Ayub sudah dikenal sebagai orang yang selalu bergaul karib dengan Tuhan.
Ayub1:1 menulis kesaksian tentang Ayub bahwa ia mempunyai kehidupan rohani yang bekualitas. Disamping itu juga dicatat bahwa Ayub mempunyai bisnis yang bagus, serta kehidupan keluarga yang berbahagia.

Nama Ayub artinya dia yang menangis, dia yang dibenci atau dianiaya.Dari arti namanya, seharusnya Ayub  adalah orang yang dirundung malang, penuh dengan duka, derita dan airmata. Namun nampaknya dalam Ayub 1:1, Ayub  sudah mengalami pemulihan dan perubahan.
Ayub1:5
Ayub 29:4-5

Kedua: Ayub seorang yang suka memberkati
Ayub 29:12-15
Prinsip Ayub dalam hal materi( Ayub 1:21 )
Hati Ayub terpaut pada Tuhan ( Ayub 31:24-25 )

Ketiga, Ayub Menang Dalam Ujian Iman
Ayub 1:1, 21, 2:10 ) - Ayub menang dalam ujian dan tidak berbuat dosa
Ayub tahu benar maksud Tuhan mengijinkan penderitaan ( Ayub 23:10 )


Penutup
Bagaimana dengan kita?
Mari kita mau belajar seperti Ayub yang salalu rindu bergaul dengan Tuhan, Suka berbagi berkat dan kat dalam menghadapi ujian iman.
Roma 8:28


Seri: KETELADANAN KEHIDUPAN AYUB
  • Ayub Seorang Anak Tuhan Yang Diberkati
  • Memperoleh Berkat Yang Luar Biasa dari Penderitaan
  • Ketekunan Ayub
  • Mataku Tertuju Kepada-Mu
  • Mengenal Allah Melalui Pengalaman
  • 10 Teladan Hidup Ayub
  • Belajar Dari Ayub
  • Kesalehan Ayub