KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH SEPUTAR MASALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH SEPUTAR MASALAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2024

PUISI ROHANI: MELIHAT KE ATAS

 



MELIHAT KE ATAS
oleh: Agus Susanto

Saat aku melihat ke bawah
Hatiku terasa gundah
Aku lelah, aku marah
Segudang masalah datang
Seolah tiada mau berhenti

Saat aku melihat ke atas
Aku melihat kasih yang tak terbatas
Aku melihat kuasa yang dahsyat
Aku mendengar suara Tuhan yang Maha Besar
"Anak-Ku, Aku tak pernah meninggalkanmu"

Terimakasih ya Tuhanku
Engkau selalu menolongku
Kini aku tak lagi ragu
untuk selalu mengandalkan-Mu

Temanggung, 14 Juni 2024

AYAT MAS
"...Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
(Ibrani 13:5b)

Rabu, 27 Maret 2024

SEMAKIN DIJEPIT, SEMAKIN MELEJIT

 Ayat Pokok:
Kisah 4:23-31

Pendahuluan
Tuhan tidak pernah berjanji bahwa orang percaya tidak akan mengalami kesulitan dan pergumulan hidup, karena kesulitan dan pergumulan hidup bisa Tuhan pakai untuk menguji dan mendewasakan kerohanian orang percaya. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi kita untuk dapat melewati setiap pergumulan hidup dengan cara yang berkenan kepada Tuhan. 

Oleh karena itu kita harus dapat merespon setiap masalah dengan benar sehingga justru di tengah masalah, kita dapat semakin meliakan Allah, Sehingga semakin dijepit, kita akan semakin melejit, sesuai dengan judul khotbah pada saat ini.

Cara yang benar dalam merespon masalah
Ada tiga cara memberi respon yang benar atas pergumulan hidup

1. Andalkan kuasa Tuhan

Kis 4:24,"
Tuhan yang kita sembah adalah Allah pencipta langit dan bumi. Artinya Tuhan kita adalah Allah yang berkuasa atas langit, bumi dan segala isinya. Saat kita menghadapi persoalan hidup, kita harus mengandalkan kuasa Allah untuk menolong kita karena kita percaya Allah kita lebih besar dari persoalan hidup apapun yang menimpa kita.

Sudahkah Anda mengandalkan kuasa Allah ketika berada dalam pergumulan? 

2. Percaya kedaulatan Allah

Kisah 4:28
Dalam keadaan yang sulit, kita harus percaya bahwa Allah berdaulat penuh atas kehidupan kita. Tidak ada satupun rancangan Allah yang mampu digagalkan oleh manusia. Oleh sebab itu, jika kita sedang berada dalam kesulitan, percayalah bahwa Allah terlibat dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya (Roma 8:28). 

Apa yang Anda rasakan jika mengandalkan kedaulatan Allah dalam menghadapi persoalan hidup?

3. Imani muhizat Allah

Kisah 4:30
Banyak orang percaya yang merindukan untuk dapat mengalami mujizat Allah. Tetapi sayangnya mujizat Allah tidak akan datang ketika keadaan kita baik-baik saja. Mujizat terjadi ketika orang percaya sudah dalam keadaan sangat terjepit dan secara akal sudah mustahil dapat melewatinya. Oleh sebab itu kita perlu untuk hidup mengandalkan mujizat Allah ketika menghadapi segala persoalan hidup, agar kita tetap kuat dan tidak mudah putus asa. 

Penutup
Apa yang sedang Anda hadapi hari-hari ini. Mungkin Anda sedang menghadapi masalah yang berat, baik itu masalah ekonomi, keluarga, sakit penyakit. Tetaplah bersemangat dan jangan menyerah. Ingat , Tuhan punya rencana yang hebat atas kita. Tuhan inginkan kita semakin dijepit, semakin melejit.

SEKILAS INFO

Dapatkan 1209 Materi Khotbah Powerpoint
dengan donasi Rp.99.000
Silakan hubungi kami via WA
Atau Klik



Selasa, 27 Juni 2023

MENGAPA TUHAN MENGIJINKAN MASALAH MENGHAMPIRI

 Ayat Pokok:
Roma 8:28

Pendahuluan
Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita JATUH atau BERTUMBUH, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya

Mengapa Tuhan mengijinkan masalah terjadi?
Mari kita pelajari MAKSUD TUHAN mengijinkan masalah dalam hidup ini untuk menjadi Kebaikan bagi kita:

1. Untuk membangun iman kita
Ada kalanya masalah yang kita hadapi TUHAN ijinkan untuk membangun iman kita kepada-Nya dan menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa hidup tanpa DIA.
Masalah bisa menjadi suatu cara yang Tuhan pakai untuk merubah pilihan kita.
Saat kita merasa diri kuat, TUHAN tidak dapat berkarya dalam diri kita.

Ilustrasi: Kisah Dwi Krismawan yang diselamatkan Tuhan dari kecelakaan pesawat saat berlatih.

Dwi Krismawan lahir di Malang 21 Oktober 1973. Di tengah-tengah usahanya mencapai impian untuk menjadi Pilot, pada tanggal 28 January 1997 dia mengalami kecelakaan. Pesawat yang ditumpanginya crash, hancur dan terbakar. Membakar 50% tubuhnya. Impian menjadi pilot musnah. Dalam keadaan terpuruk, dia berusaha menggapai kembali impian. Dari menjadi peternak ayam, Tenaga Marketing, sampai menjadi Karyawan dilakoninya. Kini kisah hidupnya sudah diangkat menjadi film dengan judul "BAWA AKU TERBANG" menjadi inspirasi bagi banyak orang. Impiannya untuk menjadi seorang pilot tercapai sudah. Sebagai seorang Motivator Speaker dia bisa membawa banyak orang yang putus asa dan hilang pengharapan menjadi orang yang berpengharapan! Pilot Motivasi!

Bagi Dwi Karisman Masalah berubah menjadi Berkat

2 Korintus 12:9-10, “Jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

2. Untuk menguji kita
Hidup itu bagaikan teh celup... Jika ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas!
Kadang TUHAN ingin menguji kesetiaan kita melalui “air panas masalah” yang kita hadapi.
Emas menjadi murni dengan cara di panaskan dalam api.

Salah satu bentuk investasi yang sering dianggap aman bahkan jauh lebih aman ketimbang menyimpan dalam mata uang tertentu oleh banyak orang adalah dengan menabung dalam bentuk emas murni. Emas murni bukanlah emas yang kita kenal dalam banyak bentuk perhiasan. Perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas biasanya sudah dicampur dengan logam lainnya sehingga strukturnya menjadi lebih keras. Emas yang murni sebenarnya adalah logam yang lembut, berkilat, berwarna kuning yang menarik, lentur sehingga mudah ditempa. Ada sebuah proses pemurnian emas yang dilakukan lewat proses pembakaran. 

Metodenya adalah dengan memberi panas pada emas hingga mencair. Disaat emas sudah cair, berbagai kotoran yang melekat padanya seperti debu, karat dan unsur-unsur logam lain akan naik ke permukaan, sehingga semua kotoran ini bisa dipilah dan dibuang. Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya diperoleh emas yang benar-benar murni, bebas dari segala kotoran dan campuran logam lainnya. 

Dari proses pembakaran itu akan jelas terlihat mana emas yang murni, mana yang masih dipenuhi oleh kotoran-kotoran yang mengurangi kadar kemurnian emas itu. Nilai jual beli emas yang sudah berbentuk perhiasan dan emas murni pun lumayan besar bedanya. Nilai emas yang relatif aman dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang mudah terpengaruh situasi-situasi dunia menjadikan emas menarik untuk dijadikan alternatif dalam berinvestasi. 

Demikian pula iman kita. Agar bisa murni, iman harus melalui proses pemurnian pula sama seperti emas. Ada banyak orang yang ingin memiliki iman murni tetapi tidak mau melalui prosesnya. Proses pemurnian bukanlah sesuatu yang nyaman untuk dihadapi. Emas pun demikian bukan? Emas harus melalui proses pembakaran dengan suhu yang sangat tinggi untuk dapat dimurnikan. Ada kalanya Tuhan mengijinkan kita untuk masuk ke dalam pencobaan. Bukan untuk menyiksa kita, namun untuk memurnikan iman kita. Seperti halnya emas diproses hingga menjadi murni, iman kita pun terkadang harus melalui proses pemurnian lewat pencobaan-pencobaan yang mungkin rasanya sangat menyakitkan seperti dibakar. Seperti halnya emas yang dimasukkan ke dalam api hingga kelihatan murni dan tidaknya, iman kita pun akan kelihatan kemurniannya lewat berbagai tingkat kesulitan dan pencobaan yang kita lewati dalam perjalanan hidup kita.

3. Untuk mengoreksi kita
Adakalanya kita menghargai sesuatu..., teman, hubungan, kesehatan.., saat kita sudah kehilangan.
Mazmur 119:71, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”


4. Untuk melindungi kita
Supaya terhindar dari bahaya yang lebih besar
Kejadian 50:20, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan...".

5. Untuk menyempurnakan kita
Masalah bisa membentuk kita.
Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. 

Roma 5:3-4, " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, ......”

Ilustrasi : Burung Elang dan anaknya

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk Elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. 

Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! 

Sesaat kemudian, bukan kematian yang anak Elang itu terima, namun kesejatian diri sebagai Elang, yaitu terbang.

Jika kita menghadapi masalah

  1. Jangan menyalahkan TUHAN.
  2. Ingatlah!!! Penderitaan itu ringan, karena ALLAH tidak pernah mengijinkan pencobaan melampaui kekuatan kita.
  3. Jangan memperhatikan hal-hal yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan. Yang kelihatan sementara, tetapi yang tidak kelihatan itu kekal sampai selama-lamanya.
  4. Jika Anda menghadapi Ujian berarti Anda dan bukan umat yang biasa-biasa saja tetapi anda sedang dipersiapkan menjadi Umat yang Khusus.

1 Korintus 10:13,”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Penutup
Apapun masalah yang sedang kita hadapi, bersyukurlah senantiasa. Percayalah bahwa semua itu Tuhan ijinkan untuk kebaikan kita.

Bersandarlah kepada Tuhan,maka Dia akan memberikan kekuatan ditengah segala pergumulan yang Tuhan ijinkan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

LINK INFORMASI PENTING
29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN

Jumat, 05 Mei 2023

29 AYAT-AYAT PENGUATAN SAAT MENGHADAPI PERGUMULAN

1.
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

2.
"Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
(Amsal 3:5-6)

3.
"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”
(Yesaya 26:3 )

4.
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.'
(Matius 6:34)

5.
"Nantikanlah Tuhan ! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu ! Ya, Nantikankah Tuhan !
(Mazmur 27:14)

6.
"Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”

(Ulangan 31:8)

7.
"Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN."
(Mazmur 9:11)

8.
“Biarlah kekasih TUHAN berada dengan aman oleh-Nya, yang melindunginya sepanjang hari dan tinggallah ia di antara bahu-Nya.”
(Ulangan 33:12)

9.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
(Filipi 4:6-7)

10.
“Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”
(Mazmur 62:8)

11.
"Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu;engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”
(Yesaya 58:11)

12.
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
(Roma 8:28)

13.
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” 
(Mazmur 34:19)

14.
"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
(Yesaya 40:31)

15.
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
(Yohanes 14:27)

16.
"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak."
(Mazmur 32:7)

17.
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
(Filipi 4:19)

18.
"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” 
(Filipi 1:6)

19.
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
(Yeremia 29:11)

20.
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” 
(Yosua 1:9)

21.
"Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” 
(Mazmur 4:8)

22.
"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” 
(Roma 8:38-39)

23.
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
(Mazmur 34:18)

24
Aku mencari TUHAN, lalu Dia menjawabku, dan melepaskan aku dari semua ketakutanku."
(Mazmur 34:4)

25.
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
(Roma 8:1)

26.
"Dari Daud. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"
(Mazmur 27:1)

27.
"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu."
(Yesaya 43:1-3)

28.
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 
(1 Petrus 5:7)

29.
"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
(Matius 19:26)

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 1
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Wanita
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Kedukaan dan Penghiburan

Rabu, 07 Juli 2021

MENGALAHKAN RAKSASA-RAKSASA DALAM KEHIDUPAN

 Ayat Pokok:
"Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang  Enak, yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang,  dan demikian juga mereka terhadap kami."
(Bilangan 13:33)

Pendahuluan
Kalau kita  membaca secara keseluruhan kisah dalam Bilangan 13:25-33 ini, kita mendapati kisah tentang duabelas orang pengintai. Mereka mewakili ke dua belas suku yang ada di Israel. Diantara kedua belas pengintai itu terdapat dua orang bernama Kaleb dan Yosua

Kedua belas pengintai melihat negeri yang sama, penduduk yang sama, hasil bumi yang sama. Yang membedakan, sepuluh pengintai bermental lemah dan menjadi pecundang, sementara dua pengintai yakni Kaleb dan Yosua  bermental pemenang. Yosua dan Kaleb tahu penduduk negeri itu memang seperti raksasa, kotanya berkubu-kubu, tetapi mereka punya Tuhan yang luar biasa, yang sudah berjanji bahwa negeri itu milik mereka. 

Akibatnya, sepuluh pengintai itu mati kena tulah (Bil. 14:37), sedangkan Kaleb dan Yosua memasuki dan menduduki tanah Kanaan.

Hidup ini memang kadang-kadang sulit untuk dijalani, tapi menjadi lebih sulit kalau kita bermental lemah. Seorang yang bermental kuat bukan berarti tak pernah kalah. Ia pernah kalah tapi tidak mau menyerah. Ia akan menghadapi setiap kesulitan dan menyelesaikannya sampai tuntas. Ia cepat bangkit dari kekalahannya, belajar dari kesalahannya, dan mencoba lagi. Mari kita miliki mentalitas pemenang sehingga kita berani menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan hidup. --.

Sepuluh  orang responnya negatif; mereka diliputi rasa pesemis, takut dan ketidakmampuan (Bil 13:31-33). Namun Kaleb memberikan laporan berbeda, dia berkata:”Tidak kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya.' (Bil 13:30). Namun, dua orang lainnya yaitu Kaleb dan Yosua memberi kesaksian yang berbeda.  Keduanya memperkatakan hal-hal positif yang membangkitkan iman bangsa Israel, "Tidak!  Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"  (Bilangan 13:30), dan mereka menambahkan,  "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.  Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yangberlimpah-limpah susu dan madunya.  Hanya, janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis.  Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang Tuhan menyertai kita;  janganlah takut kepada mereka."  (Bilangan 14:7-9).

2 Korintus 5:7
"...sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena meliha


INGAT !
Mentalitas kita sangat menentukan kesuksesan atau kegagalan kita dalam menghadapi kesulitan.

Selasa, 24 Januari 2017

RAHASIA MENGHADAPI MASALAH

Ayat Bacaan:
Mazmur 54:1-9
Ayat Pokok:
Mazmur 54:9

Pendahuluan
Setiap manusia di dunia ini, pasti di dalam hidupnya tidak akan pernah lepas dari masalah. Selama manusia hidup, masalah pasti akan tetap menghampiri, kecuali bila manusia itu sudah mati. Masalah yang terjadi amat beraneka ragam, seperti masalah pekerjaan, rumah tangga, pendidikan, teman hidup dan masih banyak lagi yang lainnya. Biasanya bila dalam hidup kita dilanda masalah, kita merasakan didalam diri kita ada tekanan-tekanan yang membuat kita panik, tidak tahu apa yang harus kita perbuat.

Saat masalah datang, biasanya ada dua pribadi yang datang, yaitu Tuhan dan setan. Bila Tuhan yang datang, Dia akan memberikan kekuatan supaya kita dapat menghadapi persoalan tersebut. Sedangkan setan sebaliknya, ia akan menyarankan kita untuk mengambil jalan pintas supaya masalah itu cepat selesai.

Rahasia Menghadapi Masalah
Ada tiga rahasia, bagaimana kita dapat menghadapi masalah tersebut dan  keluar sebagai pemenang yaitu:
1. Kendalikan lidah atau perkataan ( Ayat 4)
    Dalam kepanikan yang diakibatkan masalah yang kita hadapi, kita kadang mengeluarkan perkataan-perkataan yang sia-sia. Jangan bicarakan masalah atau persoalan yang terjadi  hidup kita kepada orang lain, tetapi sampaikanlah masalah itu hanya kepada Tuhan. Sebab kita semua tidak luput dari kesalahan dan barang siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang yang sempurna (Yakobus 3:2)

2. Belajar mengenali diri atau introspeksi (ayat 5).
    Bila masalah terjadi dalam hidup kita, jangan menganggap itu dari Tuhan, tetapi cobalah renungkan, mugkin itu terjadi karena ada kesalahan di dalam hidup kita. Masalah-masalah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita itu sudah Tuhan rencanakan untuk mempersiapkan kita kepada tingkatan hidup yang lebih tinggi.

3. Jaga hati (ayat 8)
    Bersyukur, hanya itu yang dapat kita lakukan, karena Allah sudah berfirman, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu, ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13)

Penutup
      Biarlah tiga langkah yang sudah kita pelajari tadi dapat menjadi pedoman bagi kita dalam menghadapi masalah. Sekarang tidak perlu lagi ada keraguan, tetapi hadapilah setiap masalah dengan hati dan pikiran yang positif, sehingga kita akan keluar sebagai pemenang. Percayalah Allah itu setia dan tidak akan membiarkan pencobaan yang terjadi melampaui kekuatan kita.

LINK INFORMASI PENTING