KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Senin, 19 Juni 2017

ENAM LANGKAH MERAIH KEBAHAGIAAN

    Bahan : Maz 1:1-6

Siapakah yang tak ingin bahagia? Ada orang berkata kalau sudahtpunya rumah gedung , punya simpanan di bank ratusan juta, dan punya istri cantik, maka pasti akan bahagia.
Benarkah itu? Simaklah 6 kupasan berikut, tentang orang yang bahagia.

I. Orang yang berbahagia ialah orang biasa ( ayat 1)
     - Orang biasa yang mau percaya
     - Orang biasa yang mungkin tidak memiliki apa-apa
     - Orang biasa yang butuh pertolongan, seperti pohon bergantung pada air (Mazm 1:3)

II. Orang yang berbagagia adalah orang yang tahu  menentukan pilihan yang tepat (ayat 1)
    - Ia tidak memilih jalan orang fasik ( Maz 1:1)
    - Ia tidak memilih jalan orang berdosa (Maz 1:1)
    - Ia tidak memilih jalan pencemooh (Maz 1:1)

III. Orang yang berbahagia ialah  orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuha ( ayat 2)
      - Tiada kebahagiaan diluar firman Tuhan
      - Ada kesukaan didalam merenungkan Firman Tuhan
      - Firman menuntun kita kepada kebahagiaan yang kekal  (Maz 119:105)

IV. Orang yang berbahagia, ialah orang yang tahu memakai waktunya dengan baik ( ayat 2 b)
     - Kata "siang dan malam" menunjuk kepada waktu yang harus dipergunakan (Maz 1:2b;119:62)
     - Segala sesuatu ada masanya (Pengkh 3:1-8)
     - Waktu tidak akan kembali (Luk 16:19-31)
     - Daud jatuh kedalam dosa, karena ia tidak mengisi waktunya dengan hal-hal yang baik (Maz 11:2-4)
     - Doa Musa agar berkhikmat terhadap waktu (Maz 90:12)

V. Orang yang berbahagia ialah orang yang hidupnya diwarnai  dengan berkat Tuha ( ayat 3)
     - Berkat jasmani ( berbuah pada musimnya ) ayat 3 b
     - Berkat sukses ( ayat 3 c)


Sumber: 
315 Bahan Untuk Meningkatkan Mutu Khotbah Anda, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, GBI Mawar Sharon, Jakarta

Senin, 12 Juni 2017

PEKABARAN INJIL, SUATU PILIHAN SUKARELA ATAU KEHARUSAN?


Ayat Pokok:
"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. celakalah aku, jika aku tidak  memberitakan Injil".
(1Kor 9:16)

Pendahuluan.
Sebagai orang-orang yang sudah menerima anugerah Allah, tentu kita wajib mensyukuri hal ini. Kita diselamatkan, bukan oleh perbuatan baik kita, tetapi semata-mata hanya oleh anugerah Allah yang sudah Allah anugerahkan kepada kita. Lalu bagaimana kita merespon anugerah Allah yang luar biasa ini? Mari kita perhatikan prinsip-prinsip Paulus dalam hal memberitakan Injil.

Prinsip-Prinsip Paulus dalam hal memberitakan Injil.
Mari kita akan memperhatikan beberapa prinsip Paulus dalam hal memberitakan Injil

1. Keselamatan kita adalah merupakan hutang yang harus kita bayar dengan memberitakan Injil kepada mereka yang belum menerima anugerah Tuhan ( Roma 1:14)
Rasul Paulus menulis,"Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun bukan orang Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun bukan orang terpelajar ( Roma 1:14). Ingat kitapun berhutang ! Seharusnya setiap orang yang telah menerima keselamatan di dalam Kristus, memiliki perasaan yang sama dengan Rasul Paulus, yaitu bahwa kita adalah orang-orang yang berhutang untuk memberitakan Injil.  Kita menerima keselamatan karena ada orang yang memberitakan Injil kepada kita. Oleh karena itu, kitapun wajib memberitakan Injil.

2. Memberitakan Injil merupakan keharusan ( 1Kor 9:16)
Rasul Paulus bukan saja memandang bahwa keselamatan yang kita terima adalah hutang yang harus kita bayar dengan juga mengabarkan berita keselamatan kepada orang lain, tetapi Paulus juga berprinsip bahwa memberitakan Injil adalah merupakan keharusan ( 1 Kor 9:16). Itu sebabnya ia bahkan berprisip" ...celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil". Prinsip inilah yang memotivasi Paulus untuk berkeliling memberitakan Injil Tuhan.

3. Memberitakan Injil merupakan hendak Tuhan ( Matius 28:19-20).
Rasul Paulus menyadari bahwa memberitakan Injil adalah perintah Tuhan( Matius 28:19-20). Allah menghendaki semua orang diselamatkan (1 Tim 2:4). Bagaimana mungkin orang diselamatkan kalau tidak ada yang memberitakan berita keselamatan? (Roma 10:12-15).

Penutup
Bagaimana dengan kita? Biarlah prinsip-prinsip Paulus tentang pekabaran Injil ini juga menjadi prinsip kita. Kiranya hal ini terus memotivasi kita untuk terus memberitakan Injil kepada mereka yang masih ada dalam kegelapan dosa.

Sabtu, 10 Juni 2017

RUNTUHNYA TEMBOK BESAR CHINA




Siapa yang tidak tahu Tembo Besar China ( The Great Wall)? Tembok ini dibangun dengan tujuan untuk membendung musuh agar tidak bisa masuk menyerang China. Sejarah mencatat, tembok yang kokoh itu memang tidak bisa ditembus oleh musuh-musuh secara langsung, tetapi ternyata musuh-musuh masih bisa  masuk menyusup dengan jalan menyuap para penjaga tembok sehingga bisa memporak-porandakan apa yang seharusnya terlindung dibalik tembok. Konon, pasukan musuh sudah berusaha sampai tiga kali untuk menyerang Tiongkok melalui tembok itu, tetapi semua usaha gagal. Sampai kemudian timbulah ide untuk menyuap para penjaga dan mereka berhasil.  Hal ini juga menunjukkan kesalahan pemerintahan di China pada waktu itu, dengan bersandar pada kekuatan tembok dan bukan pada kekuatan karakter manusianya, yaitu integritas dari para penjaga tembok.

Kisah diatas menunjukkan bahwa orang-orang   yang berintergitas menjadi kebutuhan yang vital dalam membangun sebuah bangsa. Orang Tiongkok berhasil membangun tembok yang kuat, dan kokoh serta dapat diandalkan, tetapi gagal membangun intergritas pada generasi berikutnya.

Alkitab dengan jelas memberikan nasihat kepada kaum muda untuk menjaga integritas
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu".(1 Tim 4:12)

SERI KARAKTER DANIEL: THE MAN OF INTEGRITY


Ayat Pokok:
"Yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakini orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim."
( Dan 1:4)

Pendahuluan 
Seri renungan kita dalam beberapa episode ke depan adalah Karakter Daniel. Kita akan belajar dari kehidupan tokoh Alkitab yang sangat terkenal ini. Ada 3 judul renungan dalam seri renungan Karakter Daniel ini, yaitu:
DANIEL: THE MAN OF INTERGRITY
DANIEL: THE MAN OF PRAYER
DANIEL: THE MAN OF FAITH
Ini adalah renungan seri 1 tentang Daniel, yang berjudul: Daniel The Man of Integrity atau Daniel Manusia yang berintegritas.

Siapakah Daniel?
Daniel adalah satu dari empat orang pemuda Israel yang di bawa ke Babilonia pada jaman Raja Nebukadnezar untuk menjadi orang buangan. Daniel diangkut ke pembuangan bersama dengan beberapa teman-teman kaum muda Israel. Diantara kaum muda Israel yang harus menjadi orang buangan di Babilonia, yang terkenal adalah Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Mengapa ke empat orang ini yang dipilih? Karena mereka bukan orang sembarangan. Mereka adalah keturunan dan kaum bangsawan. Disamping itu juga karena mereka ini: tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak, mempunyai pengertian tentang ilmu, cakap untuk bekerja. Mereka ini sepuluh kali lebih cerdas dari orang-orang lainnya. Ada satu kata untuk menyimpulkan semua hal diatas, dan kata itu adalah integritas.

Apakah integritas?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integritas adalah:kebulatan, keutuhan, jujur, setia, dapat dipercaya. Integritas dapat juga diartikan, tidak munafik, luar dan dalam sama, tidak bersandiwara.
Pak Ahok memberikan keterangan bahwa integritas adalah: tidak memakai topeng.

Keteladanan Daniel dalam hal integritas.
Kita lihat beberapa bukti dalam Alkitab tentang integritas Daniel ini
1. Tidak ada cela pada Daniel
    Daniel 1:4 "Yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang  memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak, dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim".

2. Daniel dapat dipercaya
    Daniel 
3. Komitmen hidup kudus
4. Tidak serakah


Selasa, 06 Juni 2017

KRISTEN MODEL BARNABAS


Ayat Pokok:
Kis 11:19-30

Pendahuluan
Sebagai pengikut Kristus, tentu kita sepakat bahwa teladan utama kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Namun kita juga percaya, bahwa ketika Tuhan mengilhami para penulis kitab suci untuk menuliskan kisah-kisah hidup seseorang dalam Alkitab, adalah supaya kita dapat belajar dan mendapat berkat dari kisah-kisah tersebut. Adalah bijak bila kita mau belajar atau meneladani kisah-kisah hidup orang-orang yang dipakai Tuhan luar biasa,sehingga kita dapat belajar dari hidup mereka bagaimana meraih hidup yang maju, sukses dalam, diberkati melimpah dalam hal-hal lahiriah.

Tetapi yang terutama dari kisah-kisah tersebut kita juga dapat belajar dari kehidupan orang tersebut mengenai hal-hal rohani seperti:iman, kesetiaan, semangat dan hal-hal yang lain yang membuat mereka kuat dan bertahan sehingga menjadi  pahlawan iman. Salah satu tokoh yang dapat kita jadikan teladan dalam hal kehidupan kerohanian adalah Barnabas.

Siapakah Barnabas?
Barnabas adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang dapat kita jadikan teladan dalam hal kehidupan kerohanian. Barnabas berarti: Anak penghiburan. Tetapi juga dapat diartikan penuh iman. Sesuai dengan namanya, rupanya demikianlah kehidupannya. Itu sebanya tidaklah salah kalau kita mencoba menggali sifat-sifat yang ada dalam diri Barnabas ini dan kemudian kita jadikan contoh untuk kita terapkan dalam kehidupan kita. Kehidupan Barnabas adalah salah satu contoh gaya kehidupan kerkristenan yang perlu untuk terus kita kembangkan.

Teladan kehidupan Barbanas
Apa saja teladah  dari kehidupan Barnabas yang perlu kita teladani?

a. Barnabas seorang yang murah  hati dan suka memberi (Kis 4:37)
Alkitab mencatat,"Ia (Barnabas) menjual ladang miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul." (Kisah 4:37). Ini menunjukkan bahwa Barnabas adalah orang yang murah hati dan suka memberi. Kepeduliannya terhadap perkara-perkara rohani sangat besar. Barnabas tidak mementingkan diri sendiri, tetapi senantiasa menunjukkan kebaikannya kepada orang lain. Tidak heran jika orang-orang yang ada di Antiokhia sangat suka kepadanya.

b. Barnabas adalah orang yang suka membawa damai (Kis 15:35-41)
Hal yang selanjutnya yang dapat kita pelajari dari kehidupan Barnabas ini adalah sifatnya yang suka membawa damai.
Paulus menolak untuk mengikutsertakan Yohanes Markus dalam perjalanan penginjilan Paulus dan Barnabas. Karena menurut Paulus tidak baik membawa orang yang pernah tidak setia dalam pelayanan. Tetapi Barnabas ingin memberi kesempatan sekali lagi pada Yohanes Markus. Barnabas sadar bahwa setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Kalau ia sudah sungguh-sungguh menyadari kesalahannya dan memperbaikinya mengapa tidak diberi kesempatan.
Perbedaan pendapat ini membuat Paulus dan Barnabas berpisah. Paulus dengan Timotius dan Barnabas dengan Yohanes Markus.
Di kemudian hari Paulus juga akhirnya merasa hormat pada Markus bahkan Paulus membutuhkan   Markus   dalam  pelayanannya (II Timotius 4:11).
Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak jarang masyarakat umum dan mungkin kita kurang mau memberi kesempatan pada orang lain untuk membuktikan dirinya sudah berubah. Yang kita ingat hanyalah kesalahannya, hanyalah kekurangannya. Sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia. Tidak mau bersahabat lagi dengan dia, tidak lagi mengaku saudara dengan dia.

c. Barnabas adalah orang baik (Kis 11:23-24 a)
Tercatat demikian dalam Alkitab,"Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah,  bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman ( Kis 11:23-24 a). Apa bukti Barnabas ini orang baik? selain ia adalah orang yang suka memberi, dan juga suka membawa damai, bukti kebaikannya adalah ia mampu tetap bersukacita ketika melihat orang lain maju. Ketika banyak murid yang lain menaruh curiga dan tidak mau menerima Saulus yang baru bertobat, Barnabas menerimanya dan mencoba meyakinkan banyak murid yang lain bahwa Saulus yang kemudian berubah nama menjadi Paulus adalah orang baik dan termasuk murid Tuhan.Lalu, Barnabas pergi ke Tarsus untuk menolong pelayanan Saulus (nama Paulus sebelumnya) dan membawanya ke Antiokhia untuk melayani bersama-sama jiwa-jiwa.  Keduanya mengajar banyak orang di sana dan "Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."  (Kisah 11:26b).
Sungguh, pelayanan Barnabas di Antiokhia membawa dampak yang sangat luar biasa karena ada kuasa Roh Kudus yang menyertainya; ia juga tidak mencari nama atau popularitas, tapi semua dilakukan semata-mata demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.  Inilah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya dan terlebih lagi para pelayan Tuhan yang rindu dipakai Tuhan untuk bekerja di ladangNya yang sudah menguning dan siap dipanen ini

d. Barnabas penuh dengan Roh Kudus (Kis 11:24).
Ini berarti, kehidupan Barnabas sepenuhnya berada dalam tuntunan Roh Kudus. Ia tidak hidup menuruti hawa nafsu keduniawian. Ia menyerahkan seluruh hidupnya dalam tuntuan tangan Tuhan. Ia mau melakukan apa yang Yesus ajarkan dengan sepenuh hatinya. Ia mau mendengarkan suara Roh Kudus dalam hatinya. Imannya tidak mati. Ia tidak asal percaya. Apa yang diimaninya nampak kehidupan sehari-hari.
Oleh karena sikap hidupnya yang seperti ini : pembawa damai, suka memberi dan membagi, memberi kesempatan pada orang lain untuk membuktikan perubahan hidupnya dan dipenuhi oleh Roh Kudus dan Iman, maka Barnabas mendapat julukan/gelar :“Anak Penghiburan” karena di manapun ia berada ia mendatangkan kesukacitaan, kebahagiaan, keteduhan hati. Jika Saudara dan saya ingin dikatakan sebagai orang Kristen yang berkenan di hati Allah tirulah apa yang telah dilakukan oleh Barnabas.

Penutup
Jadilah anak Tuhan yang penuh dengan Roh Kudus  agar pelayanan kita berdampak positif.
Amin.

Minggu, 04 Juni 2017

B,C,D,E



Ayat Pokok:
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."
(Maz 90:12)

Pendahuluan
Biasanya,  kalau menggunakan ayat dari Mazm 90:12, kita akan menemukan khotbah dengan judul-judul misalnya: Menjalani Hidup Yang Bijaksana,  Atau Menghitung Hari Dengan Bijak. Tapi kali ini penulis ingin membagikan judul renungan yaitu: B,C,D,E.

Mengapa B,C,D,E?
Apa yang dimaksud dengan B,C,D,E dan mengapa penulis menggunakan judul ini? karena kalau kita jujur sebetulnya kehidupan manusia itu hanya berkisar dari B,C,D,E. Mari kita renungan perkara ini bersama-sama

B disini adalah Birth
Semua yang makhluk hidup yang ada di dunia ini, termasuk kita, akan mengami Birth atau kelahiran sebagai pintu masuk ke dalam dunia ini.

D disini adalah Death
Ini juga adalah kenyataan yang senang atau tidak senang, suka atau tidak suka,  semua yang pernah lahir, akan mengalami death atau kematian. Kendatipun orang memiliki kekayaan yang berlimpah, tapi kalau waktunya sudah tiba, tidak ada yang bisa menghindarinya.

C disini adalah Choice
Ini masalah yang dialami oleh manusia. Binatang mungkin cukup mengalami B ( Birth) lalu kemudian D ( Death). Tidak demikian dengan kehidupan manusia. Diantara huruf B dan D masih ada satu huruf yang perlu kita perhatikan yaitu C, berbicara soal  pilihan. Manusia akan diperhadapkan dengan banyak pilihan-pilihan. Kalau kita salah memilih, bisa jadi kita akan mengalami kerugian, baik waktu maupun materi. Tetapi pilihan yang sangat perlu kita perhatikan, adalah pilihan mengenai jalan hidup dan iman. Mengapa demikian? karena ini akan berpengaruh terhadap huruf setelah D yaitu E. Kalau  kita salah memilih kita akan mengalami kerugian yang kekal.

E disini adalah Everlasting
Everlasting artinya kekal. Ini yang penulis maksudkan bahwa ketika kita salah mengambil C atau pilihan, terutama berkaitan dengan iman. Maka kita akan mengalami akibat dalam kekekalan. Dalam kekekalan ada dua yang kita akan alami. Apakah sukacita kekal atau hidup kekal. Atau hukuman dan kematian kekal. Kalau kita ingin menikmati kemuliaan atau hidup kekal, maka C atau Choice yang harus kita ambil adalah C atau Christ.p

Mengapa demikian?
Kis 4:12 menulis" Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga, selain di dalam Dia, sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia, yang olehnya kita dapat diselematkan." .

Penutup
Hati-hati dengan kehidupan kita, Ketika kita tersesat di dunia, mungkin kita hanya rugi sementara. Tapi salah memilih jalan keselamatan, kita akan mengalami kerugian dalam kekekalan.
Yoh 14:6
"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  

CATATAN
Anda menemukan artikel ini dengan kata kunci pencarian:
khotbah kematian kristen, bahan khotbah ibadah penghiburan, khotbah tentang kematian kristen, khotbah dukacita kematian, khotbah pemakaman orang kristen, ilustrasi khotbah kematian kristen, khotbah penghiburan di rumah duka, khotbah kematian seorang ibu, khotbah penghiburan bagi yang berduka, khotbah penghiburan orang meninggal 2017, khotbah penghiburan 2017



Selasa, 30 Mei 2017

ROH KUDUS MEMBERIKAN KEMAMPUAN DAN KECAKAPAN DALAM MELAYANI TUHAN




Ayat Pokok:
Kisah 2:14

Pendahuluan
Setiap kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita dipanggil untuk melayani  Tuhan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai wujud kita melayani Tuhan. Tetapi, seringkali tanpa kita sadari, kita menolak tanggung jawab yang Tuhan percayakan dalam melayani Tuhan. " Jangan saya, yang lain saja. Saya tidak bisa". Ini adalah salah satu alasan yang sering dipakai banyak orang untuk tidak melayani Tuhan.

Ayat bacaan kita mengingatkan bahwa sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak ambil bagian dalam pelayanan sesuai dengan panggilan Tuhan. Tuha tidak mencari orang yang merasa mampu, tetapi tidak mau. Tuhan justru mencari orang yang merasa tidak mampu tetapi mau.  Bagian kita adalah, kita ambil tanggung jawab dan melakukan sesuai dengan kemampuan kita. Selebihnya Tuhan melalui kuasa Roh Kudus akan memampukan, menyempurnakan dan menambhakan kemampuan kita.

Petrus, orang biasa, yang dipakai Tuhan luar biasa
Pada peristiwa Pentakosta, kita melihat adanya perubahan besar yang luar biasa dari para murid Tuhan. Mereka ini orang-orang biasa: pada umumnya miskin, berpendidikan rendah, dan berstatus sosial yang rendah. Bagaimana mungkin mereka memiliki kemampuan dalam melaksanakan misi amanat agung Tuhan Yesus Kristus? Apalagi mereka sedang mengalami guncangan akibat penangkapan Tuhan Yesus yang diluar dugaan mereka. Tetapi kuasa Pentakosta mengubahkan keadaan mereka. Roh Kudus  yang hebat, mengubah keadaan mereka sedemikian dahsyat.

Salah satu dari antara murid Tuhan yang mengalami perubahan yang luar biasa adalah Petrus. Kita tahu bahwa latar belakang Petrus adalah nelayanan kebanyakan. Petrus hanya seorang nelayan biasa dari Galilea yang tidak terpelajar. Tetapi kuasa Roh Kudus mengubahkannya sedemikian luar biasa.
Oleh kuasa Roh Kudus, Petrus dapat menyampaikan khotbah yang luar biasa dan penginjilan yang berkuasa. Hasil dari khotbahnya adalah " Orang-orang yang menerima perkataannya itu member diri dibaptis, dan pada hari itu,jumlah mereka bertambah kira-kita tiga ribua jiwa." ( Kisah 2:41).

Renungan:
Merasa tidak bisa adalah hal yang baik yang  membuat kita senantiasa bergantung dan mengandalkan Roh Kudus. Tetapi , jangan sampai rasa tidak mampu itu menjadi alasan untuk kita tidak mau ambil bagian dalam pelayanan. Tugas kita adalah melatih diri,  mengembangkan kemampuan agar semakin maksimal dalam pelayanan. Percayalah, Roh Kudus akan memberikan kemampuan jauh dari apa yang kita pikirkan, seperti yang sudah Tuhan lakukan terhadap Petrus.

Roh Kudus memberikan buah/hasil dalam pelayanan.
Dampak dari pelayanan yang mengandalkan kuasa Roh Kudus adalah adanya buah-buah atau hasil dalam pelayanan. Oleh kuasa Roh Kudus, khotbah yang disampaikan Petrus membuat 3.000 orang memberi diri dibaptis.
Renungan
Setiap pelayanan yang kita lakukan dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus pasti berhasil.  Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa mengandalkan penyertaan dan kuasa Roh Kudus dalam setiap pelayanan kita. Jangan andalkan kemampuan kita yang tidak ada apa-apanya. Namun sekali lagi, keterbatasan kita bukan alasan untuk kita tidak mau terlibat dalam pelayanan. Roh Kudus akan memberikan kesanggupan. Yang Tuhan cari adalah hati yang mau melayani.
Penutup
Kita patut bersyukur atas penyertaan dan kuasa Roh Kudus yang senantiasa nyata dalam setiap gerak pelayanan kita. Maukah Saudara melayani dan menjadi alat kuasa Roh Kudus?

ROH KUDUS PENOLONG DALAM KELEMAHAN KITA



Ayat Pokok:
Roma 8:26

Pendahuluan
Dalam kehidupan, seringkali kita diperhadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan. Ayub bahkan menggambarkan kehidupan manusia seperti orang yang sedang perang."Bukankan manusia harus bergumul di bumi, dan  hari-harinya seperti  orang upahan." ( Ayub 7:1).
Dalam Terjemahan Lama  ayat ini ditulis," Bahwasanya hal manusia di atas bumi ini seperti orang perang adanya dan hari hidupnyapun seperti hari orang upahan ". Seringkali bahkan kita merasa tidak berdaya, karena beratnya penderitaan yang ada. Kita bahkan bisa mengibaratkan diri seperti buluh yang terkulai, yang tidak ada daya lagi. Apa yang bisa kita perbuat bila mengalami penderitaan yang sedemikian berat?

Ingatlah, jangan pernah kehilangan pengharapan. Ada Tuhan yang tidak penah meninggalkan kita. Ia ada senantiasa bersama-sama dengan kita.

Roh Kudus penolonng dalam kesesakan.
Ada janji Tuhan bagi kita, disaat kita merasa tidak berdaya, ada Roh Kudus yang akan membantu kita memulihkan kekuatan dan membangkitkan pengharapan. Roma 8:26 mencatat "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan".

Ayat sesungguhnya menjadi kekuatan bagi kita. Ketika Roh Kudus memenuhi kehidupa kita, percayalah bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan  bersama dengan Tuhan.  Ingat, Roh Kudus akan membantu kita dalam doa. Roh Kudus adalah perantara doa-doa kita. Roh Kudus bersyafaat untuk kita.  Bukankah ini hal yang luar biasa?

Mungkin sering terjadi, karena beratnya masalah yang menimpa kita, membuat kita tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Yang bisa kita lalukan mungkin hanya menangis, menangis menangis. Tapi percayalah Tuhan tahu semua bahasa tetesan air mata kita. Dan Tuhan pasti akan bertindak menolong kita tepat pada waktunya.

Roh Kudus akan memampukan kita memahami rencana Tuhan dalam hidup kita
Selain memberikan kekuatan dan membantu kita saat dalam kelemahan, Roh Kudus juga akan memampukan kita untuk dapat memahami maksud dan rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Kalau tidak karena Roh Kudus, bisa jadi, ketika kita menghadapi masalah dalam kehidupan, kita akan salah mengerti. Salah mengerti, bisa berakibat kita salah dalam mengambil tindakan penyelesaian.  Mungkin kita berpikir bahwa itu jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah.

Roh Kudus akan memampukan kita memahami bahwa semua yang Tuhan perbuat dalam kehidupan kita baik adanya. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."( Roma 8:28). Sesungguhnya ada maksud Tuhan  dalam setiap apa yang terjadi dan kita alami. Seringkali kita tidak bisa menyelami maksud Tuhan dalam hal ini.  Tapi Roh Kudus akan membantu kita memahami rahasia ini.  Bahwa itu semua untuk kebaikan kita.

Kalau kita menyadari bahwa semua yang Allah perbuat itu untuk kebaikan kita, maka itu akan membuat kita mampu untuk tetap mengucap syukur, apapun yang terjadi."Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."  
( 1Tes 5:18)
Dan itu semua hanya Roh Kudus yang akan memampukan kita.

Penutup
Betapa pentingnya Roh Kudus tinggal dan memenuhi kehidupan kita. Biarlah kita berikan porsi yang seluas-luasnya untuk Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita. Dengan demikian kita akan mampu menyadari bahwa sesungguhnya dalam segala penderitaan kita, Roh Kudus akan membantu kita dalam doa.Dan Roh Kudus juga yang akan memberikan kemampuan kepada kita, memahami kehendak Allah bagi kita.


ROH KUDUS MEMBERIKAN KEBERANIAN UNTUK MELAYANI


Ayat Pokok:
Markus 14:50

Seringkali ketika kita ditanya oleh orang lain,"Apakah Saudara mengasihi Kristus?" dengan sigap kita akan menjawab"ya, saya mengasihi Kristus". Tunggu dulu!, Kasih harus dibuktikan dengan tindakan. Dan salah satu tindakan kita sebagai bukti kita mengasihi Tuhan adalah dengan setia menjalin relasi dengan Tuhan dan bersaksi memberitakan Injil-Nya. Kalau kita mau jujur, berapa orangkah yang sudah mendengar Injil melalui kesaksian kita? yang terjadi seringkali kita merasa sungkan, takut dalam memberitakan Injil.

Bagaimanapun kita harus menyadari bahwa Tuhan mengutus kita untuk memberitakan InjilNya. Ketakutan bukan halangan untuk memberitakan tentang kasih Tuhan. Ketika ada kemauan pasti ada jalan. Percayalah, bahwa Roh Kudus pasti akan memberikan hikmat dan kekuatan kepada kita.

Kuasa Roh Kudus mengubah ketakutan Petrus menjadi berani.
Ketika Tuhan Yesus ditangkap, di taman Getsemani, Petrus bersama murid-murid lain meninggalkan Dia dan melarikan diri karena ketakutan ( Mrk 14:50). Tetapi apa yang terjadi kemudian dalam diri Petrus dan para murid setelah Roh Kudus dicurahkan? Oleh kuasa Roh Kudus, Petrus dan murid-murid yang lain berubah, dari orang yang takut, menjadi orang yang sangat berani. Mereka menjadi orang-orang yang luar biasa berani memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi.

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan dan dan murid-murid lain mulai berbicara dalam bahasa lain, munculah tuduhan bahwa murid-murid sementara mabuk anggur (Kis 2:13).Mendengar tuduhan ini para rasul bangkit berdiri dan dengan berani mereka memberikan bantahan, Diantara mereka ini, yang paling menonjol adalah Petrus.

Kisah 2:14 - Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini."

Dari sini terlihat bahwa ada suatu keberanian yang luar biasa dari para murid untuk menentang tuduhan itu dan untuk menyampaikan Firman Tuhan / Injil kepada orang-orang Yahudi. Keberanian ini juga nampak lewat kata-kata yang digunakan oleh Petrus dalam khotbahnya.

Kis 2:23
" Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh  tangan bangsa-bangsa durhaka."

Kis 2:36
"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." 

Perhatikan juga bukti keberanian mereka di ayat lain.
Kisah 2:40 - Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Dari ayat-ayat ini kita melihat keberanian yang luar biasa dari para murid, terutama Petrus.
Ini kontras sekali dengan kondisi mereka pada waktu Yesus disalibkan, di mana semua murid takut dan lari.

(Mark 14:50), tetapi yang lebih ditonjolkan adalah Petrus karena penyangkalannya yang hebat. Bahkan pada hari Minggu di mana Kristus dibangkitkan, mereka juga berada dalam ketakutan yang hebat sebelum Yesus menemui mereka. 

Yoh 20:19 - Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi….”
Tetapi 50 hari kemudian kita melihat murid-murid yang berbeda, kita melihat Petrus yang berbeda! Murid-murid / Petrus yang sangat berani berbicara tentang Yesus pada orang-orang Yahudi yang sama yang mereka takuti sebelumnya, 50 hari yang lalu. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sudah pasti ini akibat Roh Kudus yang mereka terima sesaat sebelum mereka bangkit dan berbicara pada orang Yahudi. Roh Kudus itulah yang memberikan keberanian kepada mereka untuk berapologetik terhadap tuduhan mabuk anggur, untuk berkhotbah dan memberitakan Injil pada orang Yahudi, dan untuk menantang orang Yahudi menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Penutup
Sebagaimana Roh Kudus memberikan keberanian kepada Petrus dan murid-murid lainnya, demikian juga Roh Kudus akan memberikan keberanian kepada kita yang sungguh-sungguh merindukan jamahan dan penyertaan Roh Kudus.

CATATAN:
Anda menemukan halaman ini dengan kata kunci pencarian: bahan khotbah injil markus, bahan khotbah tentang kuasa roh kudus, bahan khotbah ibadah pentakosta,




KUASA ROH KUDUS MENEGUHKAN KESAKSIAN KITA


Ayat Pokok:
" Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan dan kuasa Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya".
Ibrani 2:4

Pendahuluan
Penulis surat Ibrani, melalui ilham Roh Kudus  memberikan penegasan bahwa  Allah berjanji akan meneguhkan dan mendukung berita Injil dengan berbagai mujizat dan tanda-tanda heran, juga keajaiban serta karunia-karunia Roh Kudus. Kis 2:22 menulis" Hai orang-orang  Israel, dengarkanlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus  dari Nasaret, seorang yang telah ditentukan Allah  dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan  tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu."

Setelah kebangkitan-Nya , Kristus berjanji bahwa tanda-tanda yang ajaib akan menyertai semua orang-orang percaya untuk meneguhkan pemberitaan Injil yang mereka lakukan.

Markus 16:16-17
"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara  dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka;mereka akan meletakkan tangannya atas orang yang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus, menginginkan agar para pengikutnya mengadakan tanda-tanda ketika memberitakan Injil kerajaan Allah