Minggu, 01 Januari 2017

BEKAL MEMASUKI TAHUN BARU



Ayat Pokok
1 Samuel 7:12
"Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya sampai disini TUHAN menolong kita."

Pendahuluan
Banyak orang bersukacita menyambut datangnya tahun yang baru. Mereka melakuukan berbagai kegiatan untuk menyambut datang tahun baru itu. Ada yang mengisi tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan sekedarnya. Ada yang mengisinya dengan doa bersama. Orang-orang Kristen biasanya melakukan ibadah syukur di gereja untuk menutup tahun yang lama. Selanjutnya pada tanggal 1 Januari, gereja-gereja juga kembali mengadakan ibadah dalam Ibadah Awal Tahun. Beberapa gereja, selain mengadakan ibadh bersama, juga disertai dengan perjamuan kasih.

Mengapa kita perlu bersyukur?
Ucapan syukur yang kita persembahkan kepada Tuhan adalah bentuk pengakuan kita bahwa hanya oleh anugerah Tuhan saja maka kita boleh menjalani hidup kita di tahun-tahun yang lalu dengan segala suka dan duka. Sebagaimana  Samuel menyadari bahwa hanya oleh pertolongan Tuhan sajalah, maka bangsa Israel bisa sampai ke Mizpa, demikian juga setiap kita menyadari bahwa hanya oleh anugerah Allah sajalah maka kita boleh sampai di tahun yang baru. Perjalanan kehidupan bangsa Israel juga seringkali menjadi cermin perjalanan kehidupan kita. Banyak masalah yang mesti harus mereka hadapi sebelum sampai ke Mizpa. Tapi disinilah pertolongan Tuhan dinyatakan. Mizpa artinya menara jaga. Dan penjagaan Tuhanlah yang telah membuat bangsa Israel sampai ke Mizpa.Demikian juga kita, kalau kita boleh sampai di awal tahun baru ini, semata-mata hanya oleh anugerah Allah.

Eben-Haezer sebagai moment dan momentum
Mengapa Samuel merasa perlu untuk mendirikan sebuah tugu batu dan menamainya Eben-Haezer?
Batu yang didirikan oleh Samuel ini diberi nama Eben-Haezer. Kata Eben-Haezer berasal dari dua kata yaitu Eben yang artinya batu, dan Haezer yang berasal dari kata ezer yang artinya penolong. Jadi kata Eben-Haezer artinya batu pertolongan. Tantu bukan berarti batu ini yang telah menolong mereka sampai ke Mizpa, tapi inilah bentuk pengakuan Samuel dan bangsa Israel bahwa Tuhanlah yang sudah menolong mereka dan batu ini sebagai bentuk peringatan akan pertolongan Tuhan yang sudah mereka terima. Juga ketika Samuel berkata" sampai disini TUHAN menolong kita", itu tidak berarti bahwa pertolongan Tuhan hanya mereka alami sampai di Mizpa saja, namun ini bentuk pengakuan bahwa kalau mereka sampai di tempat itu, semata-mata hanyalah oleh campur tangan Tuhan yang sudah menolong mereka sampai sekarang ini. Pertolongan Tuhan tetap akan dinyatakan. Sehingga secara lengkap Samuel hendak berkata," sampai disini TUHAN menolong kita, dan akan terus menolong kita".

Peletakan batu Eben-Haezer ini adalah sebuah moment (saat/waktu) untuk mengingat pertolongan Tuhan dan sebagai wujud ucapan syukur serta pengakuan bahwa Allah saja yang telah membuat mereka menjadi pemenang. Yang kedua Samuel menginginkan bahwa peletakan batu Eben-Haezer ini juga dapat sebagai momentum (dorongan/kemampuan untuk bergerak maju). Artinya Samuel ingin mendorong bangsa Israel untuk terus mengingat kebaikan Tuhan yang sudah mereka alami, sehingga hal ini akan mendorong bangsa Israel untuk semakin mempercayai Allah dan mendorong mereka untuk semakin setia kepada Tuhan.

Mari kita juga mau jadikan tahun baru ini dapat menjadi moment dimana kita ingat kembali pengalaman-pengalaman indah bersama-sama dengan Allah dan bagaimana Tuhan menolong kita dengan sangat luar biasa. Tahun baru ini juga biarlah menjadi momentum kita untuk semakin dekat dan setia kepada Tuhan serta mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati. Percayakan hidup kita sepenuh dan sungguh-sungguh kepada Allah, tidak dengan setengah-setengah. Artinya kalau kita percaya Tuhan, jangan juga percaya kepada kuasa kegelapan. Jangan meminta pertolongan  Tuhan, tetapi juga lari kepada dukun dan setan. Bertobatlah segera sebagaimana bangsa Israel cepat berbalik sehingga Tuhan benar-benar menyatakan diri sebagai penjaga bagi mereka. Sebagai mana arti Mizpa yang adalah menara jaga, di Mizpa inilah mereka menikmati bagaimana Tuhan sudah menjaga mereka.

Hidup Adalah Kesempatan Untuk Melayani Tuhan.
Sebagaimana Samuel begitu meyakini bahwa karena pertolongan Tuhan sajalah dapat mengalami kemenangan, Paulus juga pernah menyampaikan pengakuan serupa ketika ia berkata" Tetapi karena kasih karunia Allah, aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang anugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaiknya aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku ( 1 Korintus 15:10)

Paulus menyadari benar bahwa hanya anugerah Tuhan saja yang membuat ia kuat sekalipun harus mengalami penderitaan, tantangan bahkan penganiayaan. Ia sungguh-sungguh menyadari bahwa tanpa Tuhan, ia sama sekali tidak memiliki kekuatan. Hanya kasih Allah yang membuat ia kuat menghadapi segala permasalahan.

Ada satu hal yang kita perlu belajar dari tokoh Paulus ini. Ketika ia menyadari begitu besarnya kasih Tuhan kepadanya, maka ia berkata".. dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia". Artinya Paulus mau menjadikan setiap hari dalam hidupnya sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya. Ia tidak mau menyia-nyiakan waktu yang Tuhan berikan. Ia benar-benar menyadari bahwa hidup adalah kesempatan untuk melayani Tuhan.

Ada syair lagu rohani yang syairnyatertulis demikian
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b'ri
Hidup ini harus jadi berkat.

Reff
Oh, Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saat nati, ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat.

Lagu ini mengingatkan kita agar terus berusaha menggunakan waktu yang masih Tuhan berikan untuk melayani Tuhan. Paulus bahkan bertekad untuk semakin giat dalam pelayanan.  Paulus sangatlah menyadari bahwa waktu itu tidak akan kembali. Itulah sebabnya ia tidak mau menyia-nyiakan waktu yang Tuhan berikan.

Bagaimana dengan kita?
Mari kita senantiasa menyadari hal ini, bahwa karena Tuhan sajalah kita ada sebagaimana kita ada. Itulah sebabnya kita mau mempergunakan waktu yang Tuhan berikan dengan bijaksana sebagaimana nasehat Paulus kepada jemaat Tuhan di Efesus dalam Efesus 5:16


LINK INFORMASI PENTING

0 komentar:

Posting Komentar