Ayat Pokok:
"Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan.”
(Kejadian 13:13)
Pendahuluan
Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Dunia yang kita tinggali saat ini penuh dengan kemajuan teknologi, informasi, dan kesempatan, tetapi juga dipenuhi dengan kejahatan yang semakin merajalela.
Firman Tuhan mengingatkan kita tentang kota Sodom — tempat yang makmur, tetapi penuh dosa dan kejahatan. Hidup di tengah dunia yang seperti itu menuntut kita untuk tetap menjaga kekudusan dan kesetiaan kepada Tuhan.
Lot, keponakan Abraham, memilih untuk tinggal dekat Sodom karena melihat kesuburan tanahnya, tetapi ia tidak menyadari bahaya rohani yang menantinya. Keputusan ini mengajarkan kita betapa pentingnya mempertimbangkan aspek rohani dalam setiap langkah hidup.
Pokok-pokok khotbah
1. Dunia yang penuh dengan dosa (Kejadian 13:13)
Sodom menggambarkan dunia yang penuh dosa dan pemberontakan terhadap Allah.
Kejahatan bukan hanya tindakan, tetapi sudah menjadi pola hidup masyarakatnya.
Nilai moral ditinggalkan, kejahatan dianggap biasa, dan dosa tidak lagi memalukan.
Bukankah hal ini yang sedang terjadi saat ini? Orang berbuat dosa dianggap biasa, bahkan, kalau tidak melakukannya dianggap kaku dan ketingglan jaman.
👉 Pelajaran: Sebagai orang percaya, kita tidak boleh menganggap dosa sebagai hal yang sepele atau biasa. Kita dipanggil untuk berbeda dari dunia.
2. Godaan dunia yang menarik (Kejadian 13:10-12)
Lot melihat tanah lembah Yordan yang “seperti taman TUHAN” — ia menilai dari mata jasmani, bukan dari hikmat rohani.
Dunia sering kali menawarkan kenyamanan, kemakmuran, dan kesenangan yang tampak baik di luar, tetapi di balik itu terdapat jebakan rohani.
Banyak orang Kristen jatuh bukan karena mereka ingin berdosa, tetapi karena mereka tergoda oleh kenyamanan dunia.
Seorang nelayan membawa perahunya ke laut yang dalam setiap hari. Di tengah lautan yang ganas, ia tidak takut tenggelam — selama air tidak masuk ke dalam perahu. Tapi begitu air masuk, kapal bisa karam.
Begitu juga hidup kita: kita memang hidup di tengah dunia yang berdosa, tetapi selama dosa tidak masuk dan menguasai hati kita, kita akan tetap aman dan berjalan sesuai kehendak Tuhan.
Pelajaran:
Jangan mengambil keputusan berdasarkan penampilan luar saja.
Perhatikan dampak rohaninya bagi hidup kita dan keluarga kita.
3. Panggilan untuk tetap hidup kudus
“Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.”
(1 Yohanes 3:3)
Hidup di tengah dunia yang jahat bukan alasan untuk menyerah atau kompromi.
Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang dan garam (band. Matius 5:13-16).
Abraham tetap tinggal di tanah perjanjian, melambangkan orang percaya yang memilih taat meskipun tampaknya tidak menguntungkan secara duniawi.
👉 Pelajaran: Kekudusan bukan hanya menjauh dari dosa, tetapi juga tetap setia dan bersinar meski dikelilingi oleh kegelapan.
Disinilah pentingnya doa dan penyerahan kepada Tuhan, sebab tanpa kekuatan dari Tuhan, kita akan jatuh.
Penutup
Hidup di tengah dunia yang jahat memang tidak mudah. Namun, seperti Abraham yang tetap setia dan tidak tergoda oleh kilauan Sodom, kita pun dipanggil untuk hidup kudus dan berbeda. Dunia boleh berubah menjadi semakin gelap, tetapi kita dipanggil untuk menjadi terang yang memancarkan kasih dan kebenaran Allah.
Biarlah hidup kita menjadi kesaksian nyata bahwa Tuhan berkuasa memelihara umat-Nya di tengah dunia yang berdosa.
================================================
Catatan:
Bagi Bapak/Ibu/Sdr/i yang membutuhkan powerpoint khotbah ini, silakan berkirim pesan kepada kami melalui WA: 0857-7509-2607








0 komentar:
Posting Komentar