
Ayat Pokok:
"Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya:“Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara yang telah berumur sembilan puluh tahun itu, melahirkan seorang anak?"
(Kejadian 17:17)
Pendahuluan
Kadang janji Tuhan terdengar tidak masuk akal bagi manusia.
Abraham, bapa orang beriman pun sempat tertawa karena sulit percaya pada janji Allah.
Namun, Tuhan sanggup merubah tawa ragu menjadi tawa syukur dan sukacita.
Pertanyaan reflektif:
Pernahkah kita tertawa tidak percaya terhadap sesuatu yang dijanjikan Tuhan karena tampak mustahil?
Pokok-pokok khotbah
1. Iman yang diuji oleh waktu
1. Iman yang diuji oleh waktu
Abraham sudah menunggu janji keturunan selama 25 tahun.
Usia menjadi alasan manusiawi untuk ragu.
Tetapi bagi Tuhan, waktu tidak pernah menjadi penghalang bagi penggenapan janji-Nya.
"Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia.“ (Mazmur 37:7 a)
2. Ketidakpercayaan bisa muncul, bahkan pada orang beriman
Abraham “tertawa” bukan karena menghina, tetapi karena hatinya masih bercampur antara harapan dan keraguan.
Tuhan memahami kelemahan iman kita — Ia tidak langsung menghukum, tetapi meneguhkan janji-Nya kembali.
📖 Ayat Referensi:
“Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
(Markus 9:24 )
3. Tuhan setia menggenapi janji-Nya, walau kita sempat meragukan
Walau Abraham tertawa, Allah tetap bekerja. Sara akhirnya melahirkan Ishak, dan nama “Ishak” sendiri berarti “tertawa”.
Tawa yang dulu berasal dari ketidakpercayaan berubah menjadi tawa sukacita karena janji Allah digenapi.
📖 Ayat Referensi:
“Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”(Kejadian 21:6 )
Aplikasi:
Jangan biarkan usia, situasi, atau logika membatasi iman kita kepada janji Tuhan.
Tetaplah percaya walau belum melihat tanda-tandanya.
Percayalah, Tuhan mampu mengubah tawa ketidakpercayaan menjadi tawa sukacita iman.
Penutup
Penutup
Tuhan tidak mencari orang yang sempurna imannya, tetapi yang tetap setia menantikan janji-Nya.
Seperti Abraham, biarlah kita belajar percaya walau mustahil di mata manusia.
Akhir dari segala penantian orang beriman adalah penggenapan janji Allah yang membawa sukacita sejati.
LINK INFORMASI PENTING (KLIK PADA JUDUL)
KUMPULAN EBOOK SERI AI UNTUK PELAYANAN GEREJAWI
KUMPULAN EBOOK SERI AI UNTUK PELAYANAN GEREJAWI






0 komentar:
Posting Komentar