Sabtu, 31 Oktober 2026

DANIEL: MAN OF COURAGE

 SERI KHOTBAH KARAKTER DANIEL 
Bagian 3
DANIEL: Man of Courage


Ayat Pokok:
"Demi didengar oleh Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."
(Daniel 6:11)

Pendahuluan
Salah satu karakter Daniel yang patut kita pelajari adalah dia seorang yang berani (Man of courage).
Daniel adalah seorang yang berani menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah.
Dalam Daniel 6, kita dapat melihat bagaimana Daniel menghadapi ancaman hukuman mati, hanya karena ia tetap berdoa kepada Allah.
Keberanian bukan berarti tidak pernah merasa takut.
Keberanian adalah kesediaan untuk tetap melakukan apa yang benar sekalipun kita mengetahui adanya resiko.
Daniel adalah salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan keberanian yang luar biasa dan perlu kita contoh.
Kristus adalah teladan utama kita, tetapi kita dapat juga meneladani tokoh-tokoh dalam Alkitab, meskipun pasti mereka, sebagai manusia biasa, tetap mempunyai kelemahan dan kekurangan.
Hanya Kristus teladan utama kita yang sempurna tanpa cacat dan cela.

Pokok-Pokok Khotbah
1. Keberanian lahir dari keyakinan yang kuat kepada Tuhan.

"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atas ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."
(Daniel 6:11)

Daniel mengetahui bahwa surat larangan berdoa telah ditandatangani oleh Raja Darius. Ia mengetahui bahwa siapapun yang melanggar perintah tersebut akan dilemparkan ke gua singa.
Namun, Daniel tetap berdoa kepada Allah seperti yang biasa dilakukannya.

Mengapa Daniel berani?
Karena ia yakin bahwa kuasa  Tuhan jauh lebih kuat dari ancaman manusia.
Daniel tidak menjadikan ancaman sebagai alasan untuk meninggalkan Tuhan.
Ia tidak berpikir bahwa keselamatan sementara lebih penting daripada kesetiaan kepada Allah.

Kalimat Perenungan:
Keberanian orang percaya bukan berasal dari kekuatan dirinya sendiri, melainkan dari keyakinan bahwa Tuhan layak dipercaya dan ditaati.

Aplikasi:
Berani mempertahankan iman sekalipun diejek.
Berani berkata jujur sekalipun menghadapi kerugiaan.
Berani menolak perbuatan dosa sekalipun menghadapi tekanan.
Berani tetap setia kepada Tuhan sekalipun keadaan tidak mendukung.

Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, tidak akan mudah dikalahkan oleh ancaman manusia.

2. Keberanian terbukti ketika kita tetap melakukan yang benar di tengah ancaman.
"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya"
(Daniel 6:11-12)

Daniel tidak menyembunyikan imannya. Ia tetap membuka tingkap-tingkap kamarnya, berlutut, berdoa dan memuji Allah seperti kebiasaanya


DAPATKAN MATERI POWERPPOINT DARI KHOTBAH INI KLIK DISINI

0 komentar:

Posting Komentar