Jumat, 29 November 2019

HIDUPLAH MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG

Ayat Pokok:
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang  memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-sahabat-Ku,  jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”
(Yohanes 15:13-15)
Pendahuluan
Alkitab bukan hanya buku yang berbicara tentang sorga dan neraka, tetapi juga soal-soal bagaimana kita menjalani hidup selama ada di dunia.
Salah satu yang Alkitab muat adalah petunjuk bagaimana kita memiliki dan menjadi sahabat.
Yang menjadi perhatian kita adalah, bukan sekedar menuntut pihak lain menjadi sahabat bagi kita, tetapi bagaimana kita dapat menjadi sahabat bagi orang lain.

Fungsi Persahabatan
a. Persahabatan, kunci sukses dalam penginjilan 
67 % orang datang ke gereja karena pengaruh persahabatan.
Dengan tidak melupakan kuasa Doa dan Karya Roh Kudus, kita harus menyadari untuk terus mengembangkan persahabtan sebagai sarana pewartaan  kasih Tuhan.

b. Persahabatan, kunci sukses dalam keluarga.
Banyak rumah tangga yang rusak, karena suami tidak bisa menjadi sahabat bagi isteri, dan sebaliknya. Juga orang tua tidak bisa menjadi sahabat bagi anak-anak mereka.
Anak akan lari dan minta nasehat kepada temannya, karena tidak merasa bahwa orang tua mereka adalah sahabat yang dapat dipercaya.

c. Persahabatan, kunci sukses dalam kepemimpinan
Pola kepemimpinan modern adalah kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan yang menganggap bawahan sebagai sahabat.
Tuhan Yesus adalah inspirasi dan keteladanan utama dalam kepemimpinan

d. Persabatan adalah kunci sukses dalam usaha dan pekerjaan.

Bagaimana hidup menjadi sahabat bagi semua orang?
Mari kita akan belajar prinsip-prinsip persahabatan dari Kitab Ayub 2:11-13 
Tentu teladan utama kita tetaplah Yesus, tetapi dari kisah orang-orang yang diijikan Tuhan dicatat dalam Alkitab, kita bisa belajar tentang banyak hal, termasuk tentang prinsip persabatan, sekalipun tentu ada kekurangan dari pribadi-pribadi  yang dicatat dalam kitab Ayub ( dari ke empat sahabat Ayub ini)

a.  Seorang sahabat, selalu berada disaat yang tepat.
Sahabat-sahabat Ayub: Elifas, Bildad, Zofar mereka mendatangi Ayub
Mereka bahkan mungkin tidak pernah datang saat Ayub jaya, tetapi ketika Ayub dalam permasalahan, Alkitab mencatat, mereka datang kepada Ayub.
Mereka datang untuk menghibur Ayub. Perhatikan Ayub 2:11
Yesus pun datang menemui sahabat-sahabatnya pada saat yang tepat. Perhatikan: Matius 14:22-33

b. Seorang sahabat, selalu siap berkorban untuk sahabatnya.
Sahabat-sahabat Ayub: Elifas, Bildad, Zofar mereka sudah berkorban untuk bisa datang kepada Ayub
Yesus mengorbankan waktu doa-Nya untuk membela murid-murid-Nya.
Bentuk Pengorbanan ; Pengorbanan waktu, pemgorbanan tenaga, pengeorbanan pikiran,pengorbanan materi.
Yesus bahkan berkorban nyawa untuk kita sahabat-sahabat-Nya . Yoh 15:13

c. Seorang sahabat, selalu siap ada disamping sahabat-sahabatnya
Sahabat-sahabat Ayub datang untuk menyatakan rasa simpati. 
Walaupun disisi lain, mereka sampat berpikir salah, bahwa Ayub menderita karena dosa-dosa yang telah diperbuatnya. 
Elihu adalah  seorang dari sahabat Ayub yang walaupun masih muda tetapi memiliki pemikiran yang berbeda bahwa ada maksud Tuhan dalam penderitaan Ayub.
Yesus adalah Allah Imanuel yang selalu menyertai kita (Matius 1:23)

d. Seorang sahabat, selalu siap untuk mendengar
Banyak orang membutuhkan sahabat sebagai tempat curhat.
Hari-hari ini di Jepang, muncul  jasa  mendengarkan curhat dengan tarif sekitar Rp.130.000 per jam.
Seorang sahabat adalah seorang yang selalu siap untuk mendengar.
Teman-teman Ayub dicatat dalam Alkitab sepakat untuk berdiam dan memilih tidak banyak bicara (Ayub 2:13)
Tuhan Yesus adalah pribadi yang selalu mendengar doa-doa kita ( Yer 29:12)

e. Seorang sahabat, selalu memberitahu apa yang ia tahu
Ini berbicara tentang prinsip keterbukaan.
Seorang sahabat, dia tahu kapan harus mengkritik, kapan harus memuji.
Tuhan Yesus adalah pribadi  yang selalu siap menyatakan rahasia dan jalan keluar tentang apapun juga kepada kita sahabat-sahabat-Nya
Untuk menjadi sahabat Tuhan Yesus, kita harus selalu setia melakukan kehendak-Nya ( Yoh 15:14)

Penutup
Tuhan menginginkan kita, agar hidup kita dapat menjadi berkat dengan menjadi sahabat bagi semua orang.
Mari kita responi firman Tuhan dengan bertekad untuk hidup sebagai sahabat bagi semua orang, mulai dari keluarga, jemaat dan masyarakat.
CATATAN:
Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan slide powerpoint khotbah ini, silakan kirim permintaan via WA ke.085228085470 ( Pdt. Agus Susanto, S.Pd.K, M.Miss)

1 komentar:

  1. Shalom,kami dari jemaat persiapan wahyu ONKP,pantai raja,kampar,ria u,pembahasan INI,sangat trinspirasi.amin

    BalasHapus