KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Senin, 31 Agustus 2020

29 AYAT FIRMAN TUHAN SEPUTAR KEKUATAN BAGI ORANG PERCAYA



1
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
( 1 Korintus 10:13)

2.
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
(Filipi 4:13)

3.
"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."
(2 Korintus 4:7)

4.
"Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, bagi mereka yang mengharapkan akan terima kasih-Nya."
(Mazmur 33:18)

5.
"Mengapa kamu tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Karena aku akan bersyukur lagi untuk-Nya, penolongku dan Allahku! "
(Mazmur 45:5)

6.
"Janganlah takut, sebab Aku menyertai dia, janganlah bimbang, sebab Aki ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong sekalipun; Aku akan memegang tangan kanan Ku yang membawa kemenangan."
(Yesaya 41:10)

7.
"Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai bersama; Ia tidak akan meninggalkanmu dan tidak akan meninggalkanmu."
(Ulangan 31:6)

8.
"
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya."
(1 Petrus 5:10)

9.
"Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan! 
(Mazmur 31:24)


LINK INFORMASI PENTING
PAKET DONASI Rp.50.000,00
Jual Buku Kepemimpinn Gembala Yang Alkitabiah


 


 


 

 

Rabu, 26 Agustus 2020

DAFTAR AYAT POPULER DALAM ALKITAB BAHASA JAWA

 Keluaran 14:14
"Gusti Allah piyambak kang bakal maju perang kanggo kowé; kowé padha menenga wae."

Matius 4:4
"Nanging Gusti Yesus paring wangsulan, pangandikane: “Ana tulisan mangkene: Uripe manungsa iku ora mung saka roti bae, nanging saka sakabehing sabda kang miyos saka ing lesaning Allah.”

1  Tesalonika 5:16
"Tansah padha  bungaha."

1 Tesalonika 5:17
"Aja kendhat anggonmu ndedonga."

1 Tesalonika 5:18
"Padha ngunjukna panuwun ing sabarang kang tinemu, awit iku kang dikarsakake dening Gusti Allah ana ing  Sang Kristus Yesus tumrap kowe."

1 Tesalonika 5:19
"Aja nyirep Sang Roh."

 2 Korinta 4:7
"Nanging rajabrana kita iki kawadhahan ing grabah, supaya tetelaa manawa kakuwatan kang ngedab-edabi iku asale saka ing Gusti Allah, dudu saka awakku dhewe."

 

LINK INFORMASI PENTING
SMS RENUNGAN BAHASA JAWA
PAKET DONATUR Rp.50.000,00 


Jumat, 21 Agustus 2020

NGUPAYAA GUSTI

Waosan Kitab Suci:
"Padha ngupayaa marang Pangeran Yehuwah lan kasantosane, padha tansah ngupayaa wedanane! (Jabur 105:4)

 “Apa yang dicari orang, siang malam, pagi, petang? Uang, uang, uang.”  Tembange lare sekolah minggu iku, menawa  digagas ana benere.  Wiwit tangi  turu,  nganti  mapan  turu  apa  kang  diupaya  ora  liya  kejaba  dhuwit. Lali  Gustine,  lali  bojone,  lali  anake,  lali  kancane.    Ora  bisa  nganggo  cara kang halam, haram ora papa. Anggere oleh dhuwit. 

Ana   crita   mangkene:   Sawijing   dina   ana   wong   telu   mara   dhayoh. Gandheng  kang  didhayohi  somahe  lagi  ora  ning  ngomah,  dhayohe  ora gelem   mlebu.   Ngancik   sore,   somahe   bali.   Banjur   manggakake   para dhayoh mau mlebu. Dhayohe wangsulan: “Ndherek  tepang.  Kula  lan kanca kula boten saged mlebet sareng-sareng, jenengan kedah miji salah satunggal.    Kekasih  kula:  Sugih.  Adhi  kula:  Sukses.  Lan  kangmas  kula punika  Tresna  Asih.  Mangga  dipun  rembag,  pundi  ingkang  kakersaaken mlebet?” Banjur padha rembugan. Somahe pengin Sugih, Rabine pengin Sukses, wondene anak-anake, kang mbeneri ora butuh Sugih lan Sukses, kepinginTresna   Asih.   Banjur   sarujuk   Tresan   Asih   kang   oleh   mlebu. Nalikatresna  asih  kaaturan,  Sugih  lan  Sukses  ngetutake.  Pranyata  yen Sugih  lan  Sukses  kuwi  wuta.  Bisane  mlaku  yen  dituntun  Tresna  Asih. Mulane    ngupayaa    Gusti    Allah    lan    katresnane,    nuli    kabeh    bakal diparingake.

.Babar pisan ora arep meden-mendeni. Pangandikane Gusti tumrap wong kang ora ngupaya Gusti:  “Sing marang pati, maranga ing pati! Sing marang  pedhang,  maranga  ing  pedhang!  Sing  marang  pailan,maranga ing  pailan!  Sing  menyang  tawanan,  menyanga  ing  tawanan!  Amarga  ora mratobat saka polah tingkahe.” Golek dhuwit oleh. Nanging aja nganti  nguwasani   uripe   awake   dhewe.   Ngupayaa   Gusti,   temah   oleh   urip. Tindakna katresnan temah rahayu.

Minggu, 31 Mei 2020

MAKNA PENTAKOSTA : HIDUP YANG DIUBAHKAN

Ayat Pokok:
"Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya."
(Kisah 2:4)

 Pendahukuan
Setelah Gereja merayakan hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, maka satu peristiwa penting berikutnya adalah hari Pentakosta, yang kita nantikan dan rayakan hari ini.
Istilah “Pentakosta” berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu pentekoste yang berarti “kelima puluh.” Karena itu pelaksanaan hari raya Pentakosta yang dirayakan gereja-gereja pada masa sekarang adalah dihitung 50 hari sejak hari Paskah atau 10 hari setelah hari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga.

Makna hari raya Pentakosta:
Hari Pentakosta mengandung  beberapa arti:
(PL):
1. Sebagai hari raya panen gandum. 
2. Memperingati peristiwa turunnya 10 Perintah Allah  kepada Musa di gunung Sinai.
(PB): Hari dicurahkannya Roh Kudus.
Menurut Kamus Alkitab,  Roh Kudus adalah  sebagai pelaksana kehendak Allah di bumi, Ia yang melanjutkan dan menerapkan karya keselamatan Yesus. Jadi di dalam Roh Kudus, Kristus hadir untuk menyertai, memberi kekuatan dan hikmat kepada kita umat percaya; sehingga kita dimampukan untuk hidup kudus dan bersaksi di tengah-tengah dunia ini.
Mengapa Roh Kudus dicurahkan?

🗝️
Anugerah bagi Gereja:
1. Turunnya Roh Kudus menggenapi 2 hal: Janji Yesus kepada  murid-muridNya (Yoh. 14:18); dan nubuat nabi Yoel (Yoel 2:28-29)
2. Persekutuan umat percaya mulai terbentuk (Kis. 1:14). Jadi gereja Tuhan mulai hadir perdana pada hari Pentakosta.
3. Roh Kudus akan menyertai perjalanan gereja muda ini untuk memperluas misi Kerajaan Allah ke seluruh dunia. Pada saat Pentakosta, di Yerusalem berdiam berbagai suku bangsa, dari Yahudi, Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Asia, dst.

Anugerah bagi umat percaya:
1. Supaya hidup memilki pengharapan. (Yoh. 14:18)
Murid-murid berada dalam keadaan sedih, takut, kehilangan pengharapan  saat Yesus wafat.  Tetapi sesuai dengan janji Yesus  bahwa Dia akan pergi kepada Bapa dan memberi kepada kita seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus.
2. Supaya hidup berkemenangan. (Kis. 1:8)
Dengan dicurahkannya Roh Kudus, maka Yesus ingin agar kita memiliki iman yang mengalirkan kuasa untuk menang di dalam mengatasi berbagai masalah dan kesulitan.
3. Supaya berani mewartakan Injil dan bersaksi tentang Kristus. (Kis. 4:31; Kis. 8:25)
Sebelum Yesus bangkit, murid-murid hidup dalam ketakutan,   bahkan Petrus pun pernah menyangkal Yesus. Tetapi Petrus sesudah mengalami pencurahan Roh Kudus, maka terjadi perubahan yang luar biasa. Petrus menjadi berani memberitakan Injil bahkan menempuh segala resikonya.
4. Supaya menjadi manusia baru yang terus diperbaharui. (Kol. 3:10)
Banyak orang beranggapan bahwa manusia tidak bisa diubah,  karena sifat-sifatnya sudah dibentuk ‘dari sononya.’ Inilah perbedaan yang mendasar dengan umat beriman, bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Saat Roh Kudus bekerja dalam diri seseorang, maka  terjadi perubahan-perubahan yang signifikan dalam hidupnya.
5. Supaya hidup menghasilkan buah Roh. (Gal. 5: 22-23)
Ukuran kedewasaan iman seseorang bukan diukur dari berapa usianya dan berapa lama ia mengenal atau bekerja melayani Tuhan. Tetapi patokannya adalah, apa yang dihasilkan orang tersebut saat sudah memiliki komitmen ikut dan melayani Tuhan sekian lama. Adakah kasih, sukacita, damai sejahtera mewanai relasinya dengan sesama? Itulah buah yang harus dihasilkan ketika seseorang berjalan sebagai murid Tuhan Yesus.

Penutup
💡
Dengan memahami makna Pentakosta, hati kita semakin dipersiapkan saat merayakannya hari ini,  untuk menerima anugerah yang sama seperti yang diterima murid-murid Tuhan saat mereka berkumpul di sebuah ruangan di Yerusalem, yaitu Roh Kudus.
Akan tetapi, pencurahan Roh Kudus barulah tahap awal yang membentuk kehidupan umat beriman. Di dalam perkembangan selanjutnya, maka ciri-ciri orang yang mendapat karunia istimewa Roh Kudus adalah bertumbuh menjadi semakin rendah hati, memiliki kepedulian, dan rela berkorban. Dengan karunia yang diberikan Tuhan tersebut, mereka juga senantiasa mau melayani Gereja dan umatNya  dengan semangat pengabdian yang tulus dan tanpa pamrih.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Rm. 12:11)

🙏
Tuhan, terima kasih untuk anugerah Roh Kudus  yang Engkau curahkan dalam hidup kami, dan bimbing terus kami untuk bertumbuh menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi gereja dan sesama.

SEKILAS INFO
Terimakasih sudah berkenan mengunjungi web blog kami. Bila Bapak /Ibu digerakkan Tuhan dan rindu mendukung pelayanan kami, dukungan dapat ditransfer melalui rekeing BNI Cab. Temanggung No.Rek 7778-9876-58 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG.
Setelah transfer donasi, mohon dapat mengirmkan konfirmasi via WA ke.0852-2808-5470.
NB. Mohon dukugan doa untuk pembelian tanah seluas 8 x 16 Meter seharga Rp.45.000.000 yang rencana akan dibangun BITRA Centre, Rumah Doa dan Konseling, Taman Bacaan dan ruang kantor/sekretariat yayasan.
Dukungan dapat juga dengan memberli produk-produk kami seperti Ebook, Kartu Khotbah, Buku, Flashdisk Kumpulan Khotbah powerpont, dl.

LINK INFORMASI PENTING
DVD PAKET LOGOS 2020
KLUB PENGKHOTBAH KRISTEN
 

SEMOGA CORONA PANJANG UMUR

Seorang ketua RT mendatangi seeorang nenek untuk memberitahu bahwa si nenek mendapatkan bantuan langsung tunai untuk warga yang terdampak korona.
Pak RT : Nek, besok Selasa, jam 10 pagi datang ke balai desa ya. Nenek mau menerima bantuan. Jumlahnya Rp.600.000,-
Nenek; Puji Tuhan, itu bantuan dari siapa ya Pak RT?
Pak RT : dari Corona Nek.
Nenek : Puji Tuhan, Pak RT. Semoga Corona panjang umur, supaya saya selalu dapat berkat.
Pak RT : ?????

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
(Filipi 4:19)

Senin, 25 Mei 2020

BUNDEL KARTU KHOTBAH NO.0951-0960


Shalom
Dapatkan Bundel Kartu Khotbah No.0951 sampai dengan No.0960. Aadapun daftar judul khotbah nomor-nomor tersebut adalah sebagai  berikut :
0951.  Paskah di Rumah-rumah
0952.  Yesus Sanggup Membuat Terobosan
0953.  Berkat yang Tidak Terbatas
0954.  Febe : Teladan Wanita Kristen
0955.  Integritas Hamba Tuhan
0956.  Menang Atas Krisis
0957.  Karakter yang Diubahkan
0958.  Karakter Pelayan Tuhan
0959.  Belajar Percaya Pada Waktu Tuhan
0960.  Roh Kudus Mengubah Kehidupan.

Bagaimana mendapatkan Bundel Kartu Khotbah ini?
Kirimkan donasi sebesar  Rp.10.000,- ( Sepuluh ribu rupiah) via BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA atau BCA No.Rek 1540241577 a.n Agus Susanto.
Setelah transfer donasi, informasikan kepada kamim Bundel KARTU KHOTBAH akan kami kirim via WA atau Email dalam format PDF (Soft file).

Dukungan Anda akan sangat bermanfaat dalam mendukung pendirian Radio Komunitas BINTARA FM yang sedang kami rintis.

Daftar Donatur
1.
2.
3.
4.
5.

Rabu, 13 Mei 2020

EBOOK KUMPULAN KHOTBAH SEPUTAR ROH KUDUS DAN KUASA-NYA

Dapatkan !
Ebook KUMPULAN KHOTBAH Seputar ROH KUDUS & KUASA-NYA

Caranya:
Kirim donasi Rp.10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah ke salah satu rekening kami:
BNI No.rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA
BCA No.Rek 1540241577 a.n Agus Susanto
BRI No.Rek 691701017761533 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 
1360007334334 a/n. Agus Susanto 

Setelah transfer donasi, kirim bukti transfer ke no,.WA.0852-2808-5470.

Ebook segera kami kirim via email atau WA, atau dengan mengirim SMS link download.


Salam dan Doa
Pdt. Hosea Agus Susanto
YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG

Minggu, 10 Mei 2020

BELAJAR PERCAYA PADA WAKTU TUHAN

Ayat Pokok:
"Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
(Yohanes 11:15) 

Pendahuluan
Kalau kita berada di posisi Maria dan Marta saat itu, mungkin juga akan kecewa terhadap Yesus yang tidak segera datang menyembuhkan Lazarus, saudara mereka yang sedang sakit keras. Malahan juga akan heran terhadap sikap Yesus yang sepertinya sengaja berlama-lama datang di rumah Marta sehingga akhirnya Lazarus keburu mati. Padahal sebelumnya Yesus sempat menegaskan kepada murid-muridnya bahwa penyakit Lazarus tidak akan membawa kematian, tetapi kemuliaan Tuhan akan dinyatakan melalui penyakitnya itu. Tetapi yang terjadi? Kita tahu, Lazarus akhirnya mati.
Pernahkan Anda mengalami situasi seperti Marta dan Maria? Suatu situasi kita sedang menghadapi masalah yang genting, kita sudah berdoa, menghubungi Tuhan, tetapi merasa bahwa Tuhan tidak datang dengan cepat dan segera menjawab. Kita dibuat cemas, kuatir bahkan puncaknya mungkin menjadi hopeless.

Bagaimana caraku mempercayai bahwa waktunya Tuhan tidak akan terlambat menolong di saat situasi sulit?

Tiga Langkah belajar percaya kepada waktunya Tuhan menolong:

Pertama : Mengenal lebih dalam lagi siapa Tuhan kita.
Yesus yang kita percaya itu adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, serta mampu melakukan banyak hal yang ajaib. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan ... (Mat. 11:5) Saat kita memegang keyakinan ini, kita akan menjadi kuat, sekalipun banyak masalah terjadi.

Kedua: Mengingat pengalaman bersama Tuhan dalam hidup keseharian.
Kepercayaan adalah sesuatu yang tumbuh karena pengalaman dan waktu. Mengingat hal-hal kecil dalam hidup keseharian kita dimana Tuhan berperan hadir dan menolong. Kita akan menemukan bahwa Tuhan begitu peduli dan memperhatikan dan menolong hal-hal yang nampaknya sepele. Kalau hal-hal yang kecil saja Dia perhatikan, Tuhan pasti memberikan pertolongan yang sama dan jalan terbaik bagi setiap masalah kita.

Ketiga: Memahami rencana dalam waktu Tuhan atas hidup kita.
Kita sering memaksakan suatu hari esok yang sempurna sesuai pikiran kita. Lalu karena kuatir akan terjadi hal-hal buruk, kita mati-matian berusaha mengendalikan segala sesuatunya. Bahkan mungkin termasuk kategori memaksa atau mengendalikan Tuhan untuk bertindak sesuatu yang belum saatnya Ia lakukan. Lebih baik fokus kepada apa yang bisa kita lakukan dalam situasi terbatas, sambil mengijinkan Tuhan melakukan bagianNya dan sesuai dengan waktuNya untuk diberikan kepada hari esok kita. Percaya waktunya Tuhan tidak pernah terlambat atau terlalu cepat untuk datang
menolong.

Penutup
Seberapa sering kita merasa kecewa kepada Tuhan karena Tuhan tidak menjawab dengan segera apa yang menjadi kebutuhan kita? Kita sudah berdoa, meminta sesuatu: kesembuhan, pekerjaan atau pertolongan lainnya. Tetapi yang terlihat adalah semuanya semakin memburuk keadaannya. Kita dibuat harap-harap cemas, dan gelisah. Mungkin kita akhirnya jatuh dan mempertanyakan, bukankah semua itu sudah Tuhan janjikan di dalam firmanNya? Bahwa jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh Ia akan menjawab?.

Dari kisah Lazarus kita melihat bahwa rencana dalam waktunya Tuhan sering jauh lebih besar dari apa yang dapat kita pikirkan. Sekalipun Lazarus sudah empat hari di dalam kubur, tetapi Yesus sanggup membangkitkannya kembali dari kematian.
Nama Tuhan benar-benar dipermuliakan, bahkan akan berbeda “tingkat kemuliaannya” jika waktu itu Tuhan datang tepat saat Lazarus sakit dan menyembuhkannya. Tuhan minta agar kita tetap percaya kepada Nya, apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Ia ingin kita benar-benar tetap memelihara iman percaya dengan sepenuh hati. Iman yang tidak terpengaruh oleh situasi apa pun termasuk waktu penantian.

Dan kalimat penutup ini juga merupakan refleksi bagi kita, suatu teguran dari Yesus bagi kita yang masih sering bimbang atau meragukan janji Tuhan:
Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (Yoh.11:40)


DOA:
Tuhan, ajar kami memiliki sikap iman yang teguh di dalam menantikan pengharapan akan datangnya pertolonganmu di saat aku menghadapi situasi yang sukar. Selamat pagi
tetap semangat beraktivitas di rumah masing-masing

KLUB PENGKHOTBAH KRISTEN

Minggu, 29 Maret 2020

7 PERNYATAAN YESUS DI SALIB

Pendahuluan
Shalom Bapak/Ibu/Sdr/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Hari ini kita ada dalam suasana Paskah. Mari kita renungkan kembali cinta kasih Tuhan Yesus yang luar biasa kepada kita. Oleh karena kasih-Nya kepada kita, Dia rela mati untuk menebus dosa setiap kita. Yang menarik, masa-masa hidup sampai kematian-Nya sunguh memberikan teladan yang luar biasa bagi setiap orang, khususnya bagi kita orang-orang yang percaya kepada-Nya

Sampai dengan kematian-Nya di salib Kalvary, Tuhan Yesus tetap mengeluarkan kalimat-kalimat yang manis,perkataan-perkataan yang indah yang memberikan semangat, kata-kata yanga agung yang memberikan jaminan yang pasti. Dari mulut seorang yang sedang mengalami penyiksaan yang sedemikian berat, secara logis, tidak mungkin keluar perkataan-perkataan yang agung, yang sampai saat ini bahkan masih dikenang, karena memiliki makna yang luar biasa.

Mengapa Tuhan Yesus harus disalib?
Tuhan Yesus disalib bukan karena dosa dan pelanggaran atau kejahatan yang Dia lakukan. tapi Dia mati karena dengan cara inilah Dia harus menebus dosa umat manusia. Jangan kita lupa, sampai tiga kali, dalam sidang pengadilan,Pilatus mengatakan perkataan,"Aku tidak mendapati kesalahan apapun yang ada pada-Nya." (Yohanes 18:38, 19:4, 19:6). Pilatus, seorang pemimpin, penguasa, pengatur segala hukum yang mewakili pemerintahan Romawi, di depan seluruh pemimpin agama Yahudi dan di depan semua massa mengeluarkan kalimat ini. Pernyataan dari seorang pemimpin politik, pernyataan dari seorang pemimpin di dalam pengadilan itu adalah deklarasi yang seharusnya membebaskan Yesus dari segala tuduhan. “Tidak kudapati kesalahan apapun pada orang ini, dan Herodes pun juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami…” (Lukas 23:14-15).

Pilatus sanggup dan bisa membebaskan Yesus Kristus, Pilatus berkuasa, Pilatus punya jabatan dan punya posisi. Tetapi pernyataan yang dikeluarkan oleh manusia adalah pernyataan yang tidak bisa kita andalkan dan tidak bisa kita sandari. Sekuat-kuatnya kuasa seseorang, sebesar-besarnya power dan setinggi-tingginya posisi dia, Pilatus pada akhirnya tidak kuat menanggung besarnya tekanan dari para pemimpin agama dan kegilaan massa yang mengeroyok dia, yang menciptakan usaha-usaha untuk melakukan kerusuhan, Pilatus menjadi gentar dan ciut. Pernyataan Pilatus akhirnya menjadi pernyataan yang tidak lagi bisa dipegang dan diandalkan. Hari itu dalam sekejap mata pernyataan Pilatus berubah 180 derajat. Itulah pernyataan dari manusia. Apa yang bisa menjadi persandaran kita? Kuasa manusia, uang seberapa banyak, tidak ada yang bisa kita pegang dan andalkan di dalam perjalanan masa depan kita.

Puji Tuhan, hanya pernyataan yang keluar dari mulut Tuhan kita yang sejati, sekalipun di dalam keadaan dan kondisi di atas kayu salib yang seolah tidak mungkin memberikan jaminan kepada engkau dan saya; di dalam kemiskinan dan ketelanjangan yang seolah tidak mungkin memberikan kenyamanan dan ketentraman kepada engkau dan saya, di situlah Yesus Kristus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menghibur; di tengah segala hinaan, olokan dan caci-maki yang datang kepadaNya, Ia justru mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyejukkan dan meneduhkan hati.

7 Pernyataan Tuhan Yesus Kristus di Salib
Hari ini kita akan simak kembali pernyataan-pernyataan Tuhan Yesus di Salib. Ada tujuh perkataan Yesus di detik-detik terakhir ketika ada di tiang salib Golgota.

Pertama, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”(Luk 23;34). Ini adalah pernyataan pengampunan.

Yesus berdoa berseru kepada Bapa, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Kalimat ini adalah satu kalimat pengampunan yang begitu indah. Kita tidak mungkin bisa mempunyai hubungan yang beres dengan orang lain dan kita tidak mungkin bisa mempunyai hubungan yang beres dengan diri kita sendiri, sebelum kita mengalami pemberesan yang sejati dengan Tuhan kita yang ada di surga. Hari ini kita datang berbakti kita sedang berbakti kepada Allah Tuhan yang suci dan kudus, kita bersyukur karena kita memiliki Mediator Pengantara Juruselamat yang berdiri di antara kita dan Bapa yaitu Yesus Kristus. Itu sebab kalimat ini adalah kalimat yang pertama kali muncul, kalimat dimana Ia sedang menjadi Pengantara yang berdiri mewakilkan setiap pelanggaran dan dosa-dosa kita. Tidak ada dosa yang sekecil apapun dimana kita telah melanggar di dalam kaitan dengan Tuhan. Pada waktu Yesus berkata, “…mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” bukan berarti orang-orang yang memaku Yesus tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat; kalimat itu memberikan pengertian bahwa kalau mereka tahu Ia adalah Sang Mesias itu, mereka pasti tidak akan berani melakukannya. Mereka tahu, mereka sadar Orang yang sedang mereka paku ini tidak ada salah, mereka melakukan itu karena ditugaskan oleh pekerjaan mereka, tetapi sekaligus di situ apa yang mereka lakukan didasarkan kepada’ ignorance.’ Pada waktu Yesus Kristus meminta pengampunan Bapa kepada mereka, dosa yang kita tidak sadari sekalipun, tidak berarti itu tidak salah dan melanggar hukum Tuhan. Terlebih lagi sesuatu yang kita sadar dan tahu. Dengan demikian, berarti semua yang baik di dalam diri kita di hadapan Allah yang suci dan kudus tidak ada apa-apanya, tetapi semua yang kita rasa kecil dan sepele, bagi Tuhan itu bukan hal-hal yang sepele dan itu adalah hal serius adanya.

Tidak ada satu orang pun bisa berkata di hadapan Tuhan bahwa dia sudah berjasa dan layak berdiri di hadapan Tuhan. Pada waktu Yesus berdoa “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” tidak ada tempat dimana kita beroleh pengampunan kecuali kita berlutut menerimanya di kayu salib. Kesalahan yang orang-orang itu buat kepada Yesus Kristus bukan saja kesalahan kepada Yesus tetapi kesalahan itu mereka buat kepada Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi, dan kepada Dia Yesus Kristus berdoa syafaat bagi engkau dan saya. Doa yang agung itu adalah doa yang dijawab oleh Bapa sebab Bapa berkenan kepada Anak. Dan pada waktu Tuhan Yesus berdoa bagi kita, percayalah tidak ada doaNya yang tidak akan dijawab dan dikabulkan oleh Bapa di surga sebab Ia berkenan kepada AnakNya yang dikasihiNya itu.

Kalimat yang agung itu tidak menyentuh hati orang-orang yang ada di bawah. Kalau kita berada di dalam scene seperti itu, kita bertanya-tanya apa sebenarnya yang sedang terjadi kepada mereka? Lukas mencatat para pemimpin agama hadir di situ mengejek Dia, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diriNya sendiri…” Para prajurit yang ada di bawah membuang undi untuk membagi pakaianNya dan mengolokNya (Lukas 23:34-37). Dan yang kita tidak habis pikir adalah dua penjahat di sebelah kiri dan kananNya juga juga mencela Dia (Matius 27:44).

Orang yang sadar dia buta tidak akan menolak tawaran untuk dicelikkan. Orang yang sadar dia sakit tidak akan menolak untuk disembuhkan. Orang yang susah dan miskin dan memerlukan makanan tidak akan menolak tangan yang datang memberikan sedekah kepadanya. Tetapi kita tidak habis pikir dan tidak bisa mengerti orang yang di dalam kondisi perlu dan butuh tidak mau mengaku hal itu, malah mencetuskan hinaan dan ejekan kepada Dia yang bisa memberi apa yang mereka perlu dan butuhkan itu. Apalah lagi yang masih perlu dipegang dan digenggamnya? Apalah yang masih tersisa pada diri orang-orang seperti itu yang sendiri sedang terpaku di kayu salib? Kecuali satu, hatinya memang tidak pernah merasa bersalah dan berdosa; tidak pernah merasa perlu mendapatkan kekuatan dan pertolongan dari Tuhan. Dalam keadaan terpaku di atas kayu salib seperti itu seharusnya orang itu dipenuhi dengan pertanyaan ini: kemana sebentar lagi saya pergi? Setelah mati, saya kemana? Bagaimana saya mempertanggung-jawabkan hidupku jikalau seandainya ada Tuhan di situ? Tetapi kalimat-kalimat pertanyaan yang penting mengenai hidup itu tidak keluar dari mulut kedua penjahat ini.

Kedua "Aku berkata kepadamu, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”(Luk 23;43). Ini adalah pernyataan keselamatan.

Puji Tuhan, akhirnya satu dari kedua penjahat ini sadar akan kepapaannya, kemiskinan rohani dan hidup yang sudah tidak punya apa-apa lagi yang bisa dia banggakan, kecuali dengan rendah hati berkata, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Yesus menjawab dia, memberikan pengampunan dan pernyataan kepastian kepadanya, “Aku berkata kepadamu, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Pernyataan kedua ini adalah pernyataan keselamatan, pernyataan yang memberikan jaminan kepada penjahat ini. Tidak perlu tunggu nanti sampai Aku dating kembali, tetapi hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Hal ini memberikan pelajaran kepada kita, betapa besar kasih Tuhan kepada orang berdosa. Sebesar apapun dosa dan pelanggaran kita, maka ketika kita memohon pengampunan Tuhan, pengampunan-Nya akan dinyatakan dan keselamatan diberikan.

Ketiga, "Ibu, inilah, anakmu!” “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:26-27)
Pernyataan Yesus Kristus yang ketiga “Ibu, inilah, anakmu!” “Inilah ibumu!” adalah “the word of restoration,” pernyataan yang memulihkan dan merestorasi hubungan di antara manusia.

Yesus sebentar lagi akan pergi dan tidak akan ada bersama-sama dengan orang-orang yang Ia kasihi di atas muka bumi ini. Salah satu orang yang paling Ia kasihi adalah orang yang melahirkan dan membesarkanNya 33 tahun lamanya, Maria. Dalam keempat Injil tidak disebutkan lagi nama Yusuf, semua penafsir setuju kemungkinan besar dia sudah meninggal dunia setelah catatan terakhir Yesus di Bait Allah pada usia 12 tahun, sehingga waktu Yesus memulai pelayananNya, Yusuf sudah tidak ada. Tinggal mama yang janda, dan meskipun ada adik-adikNya tapi tidak ada indikasi di dalam Injil bahwa mereka percaya kepada Yesus, kecuali nantinya setelah Yesus bangkit mata rohani mereka mulai terbuka, sehingga Yakobus, yang menulis surat Yakobus dan Yudas, yang menulis surat Yudas, mereka adalah adik-adik Yesus. Waktu Yesus disalib, mereka belum percaya kepadaNya, Yusuf sudah tidak ada, yang tinggal hanya Maria tersendiri, maka siapa yang bisa memelihara dan merawat ibuNya?

Maka Yesus berkata kepada Maria, “Ibu, ini anakmu” kepada murid yang bernama Yohanes. Semua murid sudah lari berpencar, tidak ada lagi yang berada di sekitar bukit Golgota. Kadang-kadang di dalam situasi yang seperti ini di situlah kita belajar indahnya Tuhan kita Yesus Kristus. Yesus Kristus senantiasa memberikan yang terbaik dalam hidupNya dan selalu rela menerima yang terburuk. Yesus Kristus mengajarkan kepada kita senantiasa di dalam hidup ini, apapun yang kita kerjakan baik itu kepada Gereja, kepada orang-orang lain, apa saja, kita selalu memberikan yang terbaik, yang the best. Give the best. Give your best. Tetapi pada saat yang sama Ia mengajar kita untuk rela menerima yang terburuk, to accept the worst. Yesus juga mengajar kita hal yang indah, di dalam penderitaan dan kesulitan mata kita tidak boleh tertutup sehingga tidak melihat penderitaan dan kesulitan orang lain. Yang kedua, dengan meminta Yohanes, muridNya, dan bukan meminta adik-adikNya, maka memperlihatkan kedekatan kita dengan Tuhan seharusnya menjadi kedekatan relasi yang lebih indah, lebih penting, lebih akrab melebihi hubungan relasi darah daging. Kelak kita nanti ketemu Tuhan, kita yang dari keluarga yang berbeda, dari ras dan suku bangsa yang berbeda, kita satu keluarga di hadapan Allah. Di dalam Gereja kita berbeda latar belakang, tetapi jadikanlah Gereja itu sebagai tempat dimana hubungan kita di dalam Tuhan yang dekat itu menyebabkan kita lebih dekat satu sama lain. Ia bukan orang lain, ia adalah saudara-saudara kita seiman, ia adalah keluarga kita. Yohanes memang tidak menyebut namanya sediri, tetapi memakai nama ganti “murid yang dikasihiNya,” namun dia menambahkan satu keterangan, “Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yohanes 19:27). Kita bersyukur kepada Tuhan kita melihat ada Yohanes yang memberikan contoh teladan yang indah bagi orang-orang Kristen. Relasi melampaui hubungan darah, relasi itu dipulihkan oleh karena Kristus yang sudah menyatukan kita di dalam Dia.

Keempat,"AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)

Pernyataan keempat menjadi puncak dari salib Tuhan Yesus, “Eli, Eli, lama sabakhtani? AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Satu-satunya bagian di dalam perjalanan hidup Yesus Kristus yang tidak menyebut Bapa hanya di dalam bagian ini. Paulus dalam 2 Korintus 5:21 mengatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

Bapa Reformasi Martin Luther ketika merenungkan bagian ini konon berjam-jam lamanya mengatakan, saya tidak bisa mengerti bagaimana Allah Bapa meninggalkan Allah Anak? Ia yang mati di kayu salib, Yesus Kristus, Firman yang berinkarnasi menjadi manusia, Firman yang bersama-sama Allah dari sejak semula. Firman itu yang berkata kepada murid-muridNya, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku…” (Yohanes 14:9-10). Tidak ada satu moment dimana Yesus Kristus berpisah dengan Bapa, namun pada hari itu, saat itu, moment itu, Ia berseru di dalam kedukaan yang dalam, “Eli, Eli, lama sabakhtani? AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Itu moment yang paling penting menjawab apa yang dikatakan dalam 2 Korintus 5:21 ini, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita…” Tidak ada moment di dalam hidup Tuhan Yesus Dia berbuat dosa, dikatakan dengan jelas dalam Ibrani 4:15, “…sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” 1 Petrus 2:22 mengatakan, “Ia tidak berbuat dosa dan tipu daya tidak ada dalam mulutNya.”

Hanya ada satu moment di dalam hidup Tuhan Yesus yaitu di dalam moment ini Dia dijadikan berdosa bukan karena perbuatan dosaNya, melainkan dosa-dosa kita ditimpakan kepada Dia. Itulah sebabnya Ia mengeluarkan pernyataan yang kelima

Kelima, "Aku haus” (Yohanes 19:28)
Kalimat yang kelima yang keluar dari mulut Tuhan Yesus saat di salib Golgota adalah kalimat "Aku haus."
Karena siksa derita di atas kayu salib begitu besar dan begitu berat luar biasa, sehingga ketika darah sudah menetes dan mengalir dari luka yang terbuka, dehidrasi yang luar biasa Yesus alami, tidak ada yang Ia inginkan selain setetes air minum. “Aku haus,” memperlihatkan Tuhan Yesus mengerti pada waktu kita mengatakan, “Tuhan, aku sakit. Tuhan, aku lapar. Aku dahaga, aku cape, aku tidak kuat…” Tuhan tahu kesulitan kita seperti ini karena Ia juga mengalami semua itu di kayu salib.

Yohanes mencatat, Yesus mengatakan “Aku haus” untuk menggenapkan apa yang dinubuatkan oleh kitab suci, yaitu bagian kalimat dari Mazmur 69:22, “Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam…” Penderitaan Yesus Kristus di atas kayu salib adalah moment dimana langit menolak memberikan seberkas cahaya dan bumi menolak memberikan setetes air bagi Tuhan kita. Yesus haus, Yesus dahaga, mulut sudah perih luar biasa, bibir sudah retak dan pecah, lidah sudah menebal dan rusak semua karena dehidrasi. Satu tetes air sungguh cukup untuk melegakan Dia sejenak. Namun manusia di bawah memberinya setetes cuka anggur asam. Bukan kelegaan, tetapi kesakitan yang makin sakit diberikan. Bukan keteduhan, tetapi dengan tawa olokan dan ejekan mereka menyorongkan setetes anggur asam bagiNya.

Keenam,“Sudah selesai” (Yohanes 19:30)
Puji Tuhan, kalimat ke enam yang keluar dari mulut Tuhan Yesus ini adalah kalimat yang mengingatkan kepada kita, tidak usah takut, tidak usah kecewa, karena Tuhan kita sudah menang di atas kayu salib. Ia berkata, “Sudah selesai!” It is finished! “Tetel estai!”

Kita menjadi anak-anak Tuhan mari terima dengan berani setiap panggilan Tuhan untuk hidup bagiNya, beriman kepadaNya, sekalipun mungkin kita akan mengalami kesulitan dan penderitaan yang ada. Pada waktu itu terjadi segeralah arahkan cepat-cepat kepala kita kepada salib Tuhan kita Yesus Kristus. Dan pada waktu setiap hal yang baik yang sudah engkau kerjakan dan lakukan mendapatkan balasan “anggur asam,” segeralah arahkan cepat-cepat kepala kita kepada Tuhan Yesus, itu akan memberikan kelegaan kepada kita. Sekuat-kuatnya, seberat-beratnya hidup kita, kelak datang waktunya kita berhenti dan selesai, kematian datang, semua penderitaan di dunia selesai sudah. “It is finished!” itu bukan teriakan dan pernyataan Yesus kecewa, tetapi justru itu adalah pernyataan teriakan kemenanganNya.

Yesus sudah genap dan tuntas menjalankan kehendak Allah dengan sempurna. Yesus datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45). Sudah selesai Yesus menggenapkan semua nubuatan tentang Dia di dalam Perjanjian Lama, semua yang dikatakan oleh para nabi genap semuanya terjadi. Sudah selesai Ia menggenapkan seluruh sistem hukum seremonial Perjanjian Lama sehingga kita yang percaya kepadaNya tidak perlu lagi membawa korban, tidak perlu lagi pergi ke Bait Allah, tidak perlu lagi ada ruang maha suci yang memisahkan orang berdosa dengan Allah. Sudah selesai, karena hukuman dosamu dan dosaku sudah digenapkan di atas kayu salib oleh kematianNya. Segala problema penderitaan dan misteri kematian sudah selesai terjawab di atas kayu salib itu. Itu sebab engkau dan saya perlu pernyataan yang terakhir atau yang ke tujuh.

Ketujuh, "Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu” (Lukas 23:46)

Pernyataan Tuhan Yesus yang ketujuh atau yang terakhir adalah,
, “Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.” Pernyataan ini adalah peryataan akan kedaulatan Tuhan atas hidup setiap makhluknya. Biarlah ini juga menjadi pernyataan setiap kita.
Pernyataan dimana kita menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Bapa yang baik. Tidak ada tempat resting place yang paling indah yang Tuhan berikan dan sediakan bagi engkau dan saya selain saat kita bertemu dengan Pencipta kita di dalam sukacita yang besar. Di situ apa yang kita kerjakan, kita nikmati hasilnya, tidak direbut orang; yang kita lakukan dalam pelayanan, tidak akan pulang dengan sia-sia, di dunia ini orang bisa mengambilnya. Apa yang engkau alami di atas muka bumi ini, penderitaan, kesusahan dan air mata akan hilang dalam sekejap pada waktu engkau melihat kemuliaan dan mahkota agung yang Tuhan beri kepadamu. Yesus memberikan janji yang teguh, 

Penutup
Selamat Paskah, selamat menghayati pengorbanan Tuhan Yesus, Yesus mati supaya kita hidup. Puji Tuhan, Dia tidak selamanya mati, tetapi pada hari ketiga, Dia bangkit dan Hidup. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang hidup, yang berkuasa atas maut.  Yesus hidup, supaya kita yang percaya kepada-Nya, mati bagi dosa dan hidup bagi-Nya.

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Paskah
Buku 29 Bahan Khotbah Pemberkatan Nikah
Buku 29 Bahan Khotbah Kedukaan dan Penghiburan