Selasa, 17 Maret 2020

BULIRNYA, BULIRNYA

Suatu ketika Bapak Gembala bersama dengan seorang pengerja mengadakan kunjungan ke jemaat yang sedang sakit dan mendoakan jemaat tersebut.
Gembala : "Mari kita nyayikan "Bulir-Nya, Bulir-Nya, Bulir-Nya sungguh heran. Asal percaya saja, semua sakit hilanglah. Oleh Tuhan Yesus tertolong,"

Di dalam perjalanan, ketika mereka kembali ke Pastori, terjadilah dialog.
Pengerja ; Om, tadi lagunya  salah. Bukan Bulir-Nya tetapi Bilur-Nya."
Pendeta : Oh, ya, Nyong. Ngana tahu artinya bulir?"
Pengerja :" Tahu Om, artinya biji."
Pendeta :  " Nah, Ngana lihat. Bulir-Nya saja berkuasa, apalagi bilur-Nya,"

"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
( 1 Petrus 2:24)

0 komentar:

Posting Komentar