KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG KEHIDUPAN KRISTEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG KEHIDUPAN KRISTEN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2024

PELAJARAN BERHARGA DARI POHON ARA

 Ayat Alkitab:
Lukas 13:3-9

Pendahuluan
Dalam Lukas 13:6-9 ini, Tuhan Yesus menyampaikan satu perumpamaan tentang seseorang yang memiliki kebun anggur dan ditengag-tengah kebun anggur itu, terdapat juga pohon ara. 
Pemilik kebun anggur ini telah bersabar selama 3 tahun, menantikan agar pohon ara ini berbuah.
Melihat situasi seperti ini, pemilik kebun anggur ini memutuskan untuk menebang pohon ara tersebut. tetapi pengurus kebun anggu itu memohon  agar pohon ara itu diberikan kesempatan satu tahu lagi, dengan harapan bahwa pohon ara tersebut akan berbuah, namun jika tidak maka pohon ara itu akan ditebang.

Makna:
Perumpamaan ini merupakan satu peringatan yang keras kepada kita, supaya kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan,kita harus menghasilkan buah dalam kehidupan kita. Kalau kita tidak berbuah, kalau kita tidak menghasilkan apa-apa, seperti yang diharapkan oleh pemilik kebun anggur ini, bisa jadi hidup kita akan terbuang sia-sia.

Hidup kita sudah diselamatkan. Hidup kita sudah diampuni dari segala dosa dan kesalahan kita oleh Tuhan Yesus, maka hidup kita inipun adalah milik Tuhan. Dan Tuhan menginginkan kita untuk berbuah. Tuhan menginginkan kita menghasilkan sesuatu yang baik untuk Dia, yang memiliki kehidupan kita.

Tuhan begitu sabar kepada kita.
Tiga tahun adalah waktu yang ideal untuk sebuah pohon ara itu berbuah. Tetapi waktu pemilik kebun anggur itu datang, mengharapkan ada buah dari pohon ara, tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.

Mari kita sungguh-sungguh berusaha agar kehidupan kita dapat berbuah dan menghasilkan hal-hal yang baik yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang ada disekeliling kita.

Mengapa Kristus menginginkan kita untuk berbuah?
Yohanes 15:16-Karena Kristus sudah memilih kita. Orang-orang yang dipilih adalah orang-orang yang pasti berkualitas. Dan itulah sebabnya, kita harus menghasilkan buah.

Bagaimana supaya kita bisa berbuah?
Yohanes 15:4-Tinggal  dan melekat dengan Tuhan

Penutup
Sudahkah hidup kita menghasilkan  buah?

HARGAI ANUGERAH TUHAN YESUS DENGAN HIDUP SERIUS

 Ayat Pokok:
2 Korintus 6:1-10

Pendahuluan
Anugerah Tuhan Yesus sungguh luar biasa bagi kita.
Oleh karena itu, untuk menghargai angerah Yesus, kita harus hidup serius.
Jangan dengan leda-lede atau semau kita.
Tuhan senang dengan orang-orang yang serius.

I. Anugerah Tuhan jangan disia-siakan ( 2 Korintus 6:1-2)
Kasih karunia Tuhan, jangan disia-siakan
Caranya adalah dengan terus hidup seturut firman Tuhan,
Jemaat Korintus pada awalnya adalah jemaat primadona, tetapi kemudian mereka kembali ke jalan lama dan hidup dalam penyembahan berhala dan cara-cara dunia.
Jangan berlaku bodoh dengan menyia-nyiakan anugerah Tuhan.
Bukan berapa lama kita kita menjadi Kristen, tetapi  sudahkah kita mempraktekkan gaya hidup Kristus dalam hidup kita?

II. Pelayanan jangan disia-siakan ( 2 Korintus 6:3-8)
Caranya :
Lakukan semua seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Jangan jadi batu sandungan
Sabar dalam menghadapi tantangan dalam pelayanan

III. Hidup jangan disia-siakan (2 Korintus 6:9-10)
Caranya:
Tetap bersukacita dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Penutup
Hidup ini, singkat.
Karenanya mari kita bertekad untuk mengisi hidup ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Mari kita hargai anugerah Tuhan Yesus dengan hidup serius.
Mari kita sungguh-sungguh dalam beribadah dan melayani Tuhan.