KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label S. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label S. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2021

SETIA SAMPAI AKHIR

 

SETIA SAMPAI AKHIR
Wahyu 2:8-11

Pendahuluan

Wahyu 2-3 merupakan pesan-pesan pastoral dari Tuhan Yesus untuk tujuh jemaat yang ada di Asia Kecil. Salah satu pesan tersebut ditujukan kepada jemaat di Smirna, yang pada waktu itu mengalami aniaya karena iman mereka. Tuhan Yesus memberikan pesan ini untuk menghibur dan menguatkan mereka, tapi juga mendorong mereka untuk tetap setia mengikut Yesus (ay. 10).
Sebelum jemaat di Smirna menerima pesan ini, mereka sudah setia kepada Yesus walau pun mereka harus menghadapi penganiayaan. Melalui surat ini, Tuhan ingin agar mereka melanjutkan kesetiaan mereka, sampai akhir hidup mereka. Tentu saja ini bukanlah perkara yang gampang untuk dilakukan.
Kata “setia” memiliki dua pengertian, yakni pertama, mereka tetap mengikut Yesus, tidak berubah dan taat pada firman Tuhan. Kedua, mereka dapat dipercayai. Maksudnya, selama menghadapi penganiayaan, mereka didapati Tuhan sebagai orang-orang yang dapat dipercayai dalam hal komitmen, kesungguhan, pengabdian, dsb., dan Allah menghendaki agar mereka terus-menerus dapat orang yang dapat dipercayai hingga akhir hayat. Dua pengertian ini saling melengkapi, yaitu Tuhan Yesus menghendaki agar mereka menjadi orang-orang yang dapat dipercayai di dalam seluruh aspek hidup mereka, termasuk di dalam kesetiaan kita kepada Kristus.
Tuhan pun meminta hal yang sama terhadap diri kita. Ia menghendaki agar kita tetap setia kepada Yesus walau pun kita menghadapi berbagai macam masalah. Masalah bisa membuat iman kita goncang. Bahkan, kita pun menjumpai bahwa ada orang-orang yang meninggalkan Tuhan karena berbagai masalah yang mereka hadapi. Tuhan menghendaki agar kita tetap setia mengikut Tuhan, walaupun kita harus menghadapi berbagai masalah.


Mengapa Kita Harus Setia Sampai Akhir?
1.      Karena Tuhan Yesus adalah Allah yang kekal.
Salah satu nama yang Yesus perkenalkan untuk diri-Nya “Yang Awal dan Yang Akhir” (ay. 8). Nama ini mengandung makna kekekalan Yesus Kristus, bahwa Ia ada sebelum segala sesuatu ada, dan Ia tetap ada walau pun segala sesuatu berakhir. Pengertian lainnya adalah Ia yang telah mengawali segala sesuatu, dan Ia pula yang mengakhiri segala sesuatu. Dengan kata lain, kita diminta oleh Tuhan Yesus untuk setia pada diri-Nya yang adalah Allah itu sendiri.
Jika kita melihat lagi perintah Allah di dalam Alkitab, maka kita menemukan bahwa Allah menghendaki agar semua umat-Nya memiliki komitmen hanya kepada Allah. Namun, kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusakkannya.
Kita berkomitmen untuk setia kepada Allah karena Dialah yang menguasai hidup kita. Dialah yang mengatur hidup kita. Karena itu, hidup kita bergantung penuh pada Allah.

2.      Karena Tuhan Yesus adalah Penyelamat kita.
Nama lain yang Yesus perkenalkan adalah “Yang Telah Mati dan Hidup Kembali” (ay. 8). Nama ini membawa kita pada kisah kayu salib. Pengorbanan Yesus di kayu salib membuktikan kasih dan kesetiaan Allah bagi kita, sehingga Ia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita. Jika Allah telah setia kepada kita, bahkan apakah kita tidak mau setia kepada-Nya?
Dengan kata lain, setia bukanlah sesuatu yang menjadi pilihan, tapi panggilan kita. Setia bukanlah sesuatu yang dilakukan atau tidak boleh dilakukan, jalan yang memang harus kita tempuh.

Apa yang Tuhan Yesus Lakukan ketika kita setia kepada-Nya?
Perhatikan ayat 9, “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka....” Melalui ayat ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia tahu semua pergumulan dan penderitaan yang kita alami. Ini menjadi penghiburan bagi kita bahwa Allah mengerti dan mengetahui pergumulan yang kita hadapi. Pernyataan ini pun bukanlah basa basi, karena Ia sendiri pernah mengalami penderitaan yang amat sangat (lih. ay. 8). Ia pernah mengalami beban yang sangat berat. Ia pernah ditinggalkan. Ia pernah merasakan beratnya beban yang harus dipikul. Karena itu, Ia mengerti dengan jelas beban dan perasaan kita tentang pergumulan yang kita hadapi.
Selain Tuhan Yesus tahu, Ia pun hadir di dalam segala pergumulan kita. Pernyataan Yesus “yang awal dan yang akhir” menyatakan bahwa Ia hadir sejak awal pergumulan kita dan Ia akan tetap menyertai kita ketika pergumulan itu berakhir. Itu berarti, Yesus bukan hanya tahu, tapi Ia pun hadir di setiap pergumulan yang kita hadapi.

LINK INFORMASI PENTING

Minggu, 24 Juni 2018

SABAR DALAM UJIAN

 Ayat Bacaan:
"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jejak-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.Tetapi Ia tidak pernah berubah- Siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. Karena Ia  akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya."
(Ayub 23:10-14)

Pendahuluan
Dalam kehidupan ini, banyak kita hadapi masalah-masalah yang seringkali membuat kita kehilangan semangat dalam hidup. Persoalan demi persoalan datang silih berganti. Masalah yang satu belum selesai, timbul masalah yang lain.  Ada mungkin diantara kita yang sedang menghadapi masalah dalam pekerjaan. Sudah bekerja bertahun-tahun, bukan naik jabatan, tapi malah di PHK. Usaha yang suda dirintis bertahun-tahun mengalami kebangkutan. Tiba-tiba kita mendengar berita anak kita berurusan dengan kepolian karena terlibat tawuran.

Tapi  kalau kita mau jujur, rasanya masalah yang kita hadapi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan masalah yang dihadapi oleh Ayub. Ayub adalah orang yang hidup kira-kira sezaman dengan Abraham. Atau mungkin ia hidup lebih awal daripada Abraham. Alkitab memberikan kesaksian bahwa ia adalah orang yang saleh. Ia juga adalah orang yang kaya raya.  Alkitab kita berkata, Ayub memiliki 7000 kambin domba. 3000 unta, 1000 lembu sapi, 500 keledai, dan ia punya 10 orang anak.  Tapi satu kali Tuhan mengijinkan pagar perlindungan-Nya dicabut. Setan menyerang dia. Seluruh hartanya dijarah oleh musuh. Kesepuluh anaknya yang sedang pesta di sebuah rumah milik salah satu saudara mereka, runtuh menimpa mereka sehingga sepuluh anaknya mati dalam seketika. Tidak sampai disitu saja, Ayub mengalami sakit bisul, borok dari ujung rambut sampai telapak kaki.  Sampai akhirnya istrinya berkata, "Sudahlah, mengapa kamu masih percaya kepada  Tuhan? Kutukilah saja Tuhanmu itu, Katanya Tuhan penuh kasih, mana buktinya? Lalu setelah itu kamu mati sekalian". Inilah beban fisik, mental, spiritual yang dialami oleh Ayub.  Dan masalahnya tidak datang satu persatu, tetapi secara bersama-sama. Tetapi kalau kita baca dalam Ayub 1:20-22, ternyata didalam kesulitan, Ayub tidak bersungut-sungut. Ayub 1:20-22," Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya,  dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah. Katanya, "dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil. Terpujilah nama TUHAN. Dalam kesemuanya itu  Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.".
Habis-habisan. Ludes semuanya,  Badanya juga penuh dengan borok, semua kekayaannnya habis. Tapi ia masih berkata, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama TUHAN.

"Ayub orang saleh, tapi mengalami pergumulan berat. Namun Ia tidak bersungut-sungut. 
(Ayub 1:20-22)
hasilnya
Ayub dipulihkan 2 kali ganda.
(Ayub 42:10)

Dalam situasi sulit, tapi Ayub masih bisa memuji TUHAN.  Hasilnya, orang yang diuji dan benar-benar tabah, sabar dalam ujian, ia dipulihkan dan diberkati TUHAN. Dulu ia punya 7000 kambing domba, sekarang jadi 14.000. Unta yang semula 3000 kini menjadi 6000,  lembunya yang tadinya  1000 kini menjadi 2000. Keledainya yang semula 500  kini menjadi 1000 keledai.  Tuhan juga mengganti sepuluh orang anaknya yang sudah mati. Mengapa anakya tidak menjadi 20 seperti semua binatang ternaknya? Karena kalayu binatang yang sudah mati habis, tapi anak yang sudah mati, ia tetap ada di sorga. Alkitab berkata, Ayub masih hidup 140 tahun lagi setelah ujian itu. Misalnya waktu mengalami ujian usianya 60 tahun, tambah 140 tahun jadi 200 tahun. Karena itu para penafsir menafsirkan, bahwa Ayub hidup sejaman atau sebelum Abraham. Mengpa? Karena usia hidup manusia semakin merosot. Usia Abraham 175 tahun. Jadi kemungkinan Ayub hidup sebelum atau setidaknya sejaman dengan Abraham.  Ayub diberkati oleh Tuhan dan yang terutama, ia jadi teladan bagi banyak orang. Bahkan setelah ribuan, tahun,melalui kisah yang dicatat didalam Alkitab, bagaimana kita harus sabar di  tengah ujian

Kunci ketabahan Ayub menghadapi ujian.
Apa kuncinya sehingga ia dapat menghadapi pergumulannya yang begitu hebat? Karena keyakinan yang ia miliki dan respon hatinya.

Apa kunci ketabahan Ayub menghadapi ujian pergumulan?
...karena keyakinan dan respon hatinya !

Kita jangankan mengalami seperti itu, baru sakit sedikit saja sudah mengomel kepada Tuhan.  Kita kena musibah sedikit saja, kita protes kepada Tuhan. Mengapa Tuhan tidak melindungi saya? Baru mengalami PHK saja, lupa ke gereja. 

Mengapa Ayub dapat kuat dan sabar menghadapi ujian?
a. Keyakinan bahwa TUHAN TAHU JALAN HIDUPKU.
   Kita bisa berkemenangan seperti Ayub, kalau kita punya keyakinan bahwa TUHAN TAHU JALAN HIDUPKU. Ayat 10 berkata, "Sebab Ia tahu jalan hidupku."Kadang-kadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi didepan kita.  Tapi tidak perlu kuatir. Sebab lebih baik kita tidak tahu, tapi Tuhan tahu. dari pada kita tahu, tapi Tuhan tidak tahu.
Ayub 23:13, " Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga.". Allah kita adalah Allah yang berdaulat. Apapun yang Ia lakukan adalah yang terbaik bagi kita.


Rabu, 26 April 2017

SEMANGAT HIDUP ITU PENTING BAGI KITA



Ayat Pokok:
(Zefanya 2:1)

Pendahuluan
Satu hal yang iblis sedang bunuh hari-hari ini adalah semangat. Banyak istri yang lihat suami sendiri tidak bersemangat. Banyak suami yang tidak bersemngat lihat istri sendiri, tetapi lebih bersemangat lihat istri tetangga. Beragam persoalan yang seringkali menimpa kita juga acapkali membuat kita kelihalngan semangat.

Banyak anak-anak muda yang tidak bersemangat menghadapi hidup ini. Apalagi dengan pelayanan dan hal-hal kerohanian, lebih tidak bersemangat. Salah satu yang setan mau buat adalah membunuh semangat. Semangat adalah awal dari iman. Kalau kita lihat orang-orang beriman, mereka pasti semangat.

Kalau kita perhatikan wanita yang sudah 12 tahun pendarahan, yang dikisahkan dalam Alkitab, pasti dia adalah orang yang bersemangat. Ketika Daniel di buang ke goa singa, sebetulnya yang mau dibunuh dari Daniel adalah semangatnya. Secara manusia, apa yang bisa diperbuat kalau sudah berada di goa singa?

Ketika Sadrakh, Mesakh, Abednego dimasukkan ke goa singa, sebenarnya yang mau dibunuh dari mereka adalah semangat.. Tetapi yang luar biasa dari mereka, meskipun semangat mereka dicoba hendak di bunuh, tetapi mereka tetap semangat. Mereka  bahkan berkata," Jikalau Allah kami, yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu dan dari tanganmu ya raja, tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak  akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:17-18). Meskipun semangat mereka dicoba untuk dibunuh, tetapi mereka tetap semangat.

Dalam kitab Rut, kita juga melihat seorang yang penuh semangat yang bernama Mordekhai. Ia ada dalam keputusan yang sangat sulit. Seluruh orang Yahudi menghadapi ancaman hendak di bunuh mati. Tiang gantungan sudah disiapkan untuk membunuh Mordekhai. Tetapi Mordekhai tidak patah semangat. Ia datang kepada Ester dan  berkata," Karena kamu di istana raja, lakukan sesuatu untuk membantu bangsamu" Ketika Ester berkata." Maaf paman, saya tidak bisa berbuat banyak," Mordekahi tidak kemudian kehilangan semangat. Ia berkata," Kalau kami tidak menolong kami, bagi kami tetap datang pertolongan. Dengan kata lain, Mordekhai tidak patah semangat. Ester membenarkan hal ini. Iakemudian mengajak bangsa Yahudi untuk berdoa dan berpuasa. Ester berubah menjadi orang yang bersemangat dan ia berkata," Kalau terpaksa aku mati, aku siap". Inilah orang yang bersemangat. Orang-orang yang bersemangat, dia tidak mau peduli apa yang akan terjadi. Dipihak Tuhan kita  selalu rebut kemenangan.

Zefanya 2:1-2
"Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang atuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukumNya; carilah keadilan, carilah kerendahan  hati; mungkin kamu akan terlindungi pada hari kemurkaan TUHAN"

Kalau kita bicara tentang bertobat, biasanya kita perpikir tentang membunuh, berzinah, menyembah berhala, merampok. Tetapi ayat ini berkata," bersemangatlah,". Berarti orang-orang yang tidak punya semangat harus bertobat. Mengapa, Alkitab berkata, kala kita dekat dengan Tuhan pasti akan bersemangat. Kedekatan kita dengan Tuhan, pasti akan mempengaruhi semangat kita. Daud berkata: melewati bayang-bayang maut sekalipun aku tidak takut bahaya.," Kalau kita tidak bersemangat, tidak ada satupun mujizat yang akan kita terima. Tuhan tidak mau bekerja dengan orang yang acuh tak acuh. Paulus pernah berkata" Aku cakap menanggung segala perkara di dalam Kristus yang memberi kekuatan kepadaku"( Fil 4:13).

Semangat yang perlu kita miliki?
Semangat untuk apa saja yang perlu senantiasa kita miliki?

1. Semangat untuk mengadakan perubahan
Hidup yang setia adalah hidup yang  penuh dengan perubahan. Jangan kita berprinsip karena Tuhan Yesus tidak berubah, saya juga tidak mau berubah. Justru karena Tuhan Yesus tidak pernah berubah, maka kita harus berubah.Kalau kita tidak mau berubah, maka kita tidak akan pernah menuju sesuatu yang lebih baik.Orang-orang yang dikasihi dan mengasihi Kristus senang berubah. Mengapa? Karena inti hidup Kristen adalah yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah terbit. Setiap hari harus bernama hari perubahan dalam hidup kita. Setiap hari bisa saja ada kekurangan dalam hidup kita. Bisa saja ada kesalahan kita. Bisa saja ada hal-hal yang perlu kita benahi supaya lebih baik lagi. Seringkali kita jadi orang yang mudah apatis,Setan senang kalau kita menerima keadaan yang seharusnya kita tidak bisa terima. Ada banyak orang tidak mau berubah, Ketika di tegur orang, ditegur firman Tuhan, ujung-ujungnya tersinggung.

2. Semangat untuk menghadapi tantangan
Hidup Kristen adalah peperangan. Ketika kita menjadi Kristen, pada saat yang bersamaan kita menjadi musuhnya setan. Alkitab berkata," Lawanmu si  iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari mangsa yang dapat ditelannya, ( 1 Petrus 5:8). Artinya, setan paling senang, menyerang orang-orang percaya. Tapi kita ingat janji Tuhan yang berkata" Walau seribu rebah di sisimu, dan sepuluh ribu rebah di sisi kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu ( Mazmur 91:7).

3. Semangat untuk mengalami kemajuan dan peningkatan
Allah kita adalah Allah yang senang dengan kemajuan. Allah kita bukan Allah yang statis. Salah satu virus yang  berbahaya adalah virud GGD ( Gitu-Gitud Doang). Ada banyak orang Kristen yang 10 tahun yang lalu, sampai sekarang, gitu-gitu doang. Allah merindukan kita mengalami kemajuan dan peningkatan.

4. Semangat untuk selalu mendahulukan kehendak Tuhan
Alkitab berkata,bukan kehendakku yang jadi, tapi kehendak-Mu jadilah. Alkitab berkata, cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka segalanya akan di tambahkan kepadamu.

Penutup
Kiranya kita menyadari betapa kita perlu untuk membangun semangat dalam kehidupan kita.

CATATAN
Anda menemukan artikel ini dengan kata kunci pencarian:
khotbah kristen tentang semangat, khotbah semangat melayani tuhan, khotbah kristen tentang pergumulan hidup, khotbah kristen tentang pengharapan dalam pergumulan, ayat-ayat alkitab tentang semangat baru, firman tuhan yang menguatkan hati, renungan harian kristen untuk pemuda, ayat alkitab untuk menguatkan dalam masalah

Minggu, 17 Juli 2016

SEANDAINYA TUHAN BELUM MENOLONG KITA

Ayat Pokok:
2 Korintus 12:7-10

Pendahuluan
  1. Jawaban Tuhan atas doa dan permhonan kita yaitu:Ya, Tidak, nanti atau belum sekarang.
  2. Pengakuan Paulus, " Aku diberi suatu duri di dalam dagingku," atau " duri bagi dagingku" ( 2 Korintus 12:7). Artinya"sakit berkala"



Sumber:
http://bpdgsjabanten1.blogspot.co.id/p/j-4-u.html

Kamis, 10 September 2015

SEANDAINYA TUHAN BELUM MENOLONG KITA

Ayat Pokok:
2 Kor 12:7-10

Pendahuluan
Jawaban Tuhan atas doa/permohonan kita yaitu: YA, TIDAK, NANTI/BELUM SEKARANG
Pengakuan Paulus, "Aku diberi suatu duri  di dalam dagingku" (duri bagi dagingku- 2 Kor 12:7). Artinya "sakit berkala", yang menghalangi pelayanan Paulus. Gal 4:13"Kamu tahu bahwa  aku pertama kali  telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena  aku sakit pada tubuhku".
Dalam pemahaman kuno, sakit-penyakit sumbernya Iblis. Contoh: Ayub ( Ayub 2:5; 1Kor 5:5).
Sumber:
Http://bpdgsjabanten1.blogspot.com/p/j-4-u.html