KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Selasa, 30 November 2021

CINTA KASIH KRISTUS YANG MENGGERAKKAN PERSAUDARAAN

 

 Ayat Pokok:
"Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu."
( 1Petrus 1:22)

Pendahuluan
PGI dan KWI telah sepakat memilih tema Natal untuk tahun 2021 yaitu ,"Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan." Tema natal ini didasarkan pada nas yang tertulis dalam 1 Petrus 1:22,
"Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengashi denga segenap hati."

Melalui surat ini Paulus memberikan nasihat dan kekuatan kepada jemaat-jemaat Tuhan yang ada di Asia Kecil untuk saling mengasihi dan mengasihi dengan kasih persaudaraan. Dan kasih itu harus dilakukan dengan tulus ikhlas, sungguh-sungguh dan dengan segenap hati,

Ajaran Utama Kekristenan
Kasih adalah elemen utama dan ajaran yang utama dalam Kekristenan.
Yohanes menulis dalam suratnya, "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." ( 1 Yohanes 4:7-8).

Secara tegas, Tuhan memberikan perintah utama kepada kita yaitu: mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, serta mengasihi sesama dengan segenap akal budi. Dalam Matius 22:37-39 ditulis,"Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Allah ingiin kita memelihara kasih persaudaraan.
Apa itu kasih persaudaraan? Kasih persaudaraan adalah kasih yang kita berikan kepada sesama tanpa melihat siapa mereka dan kita berikan secara tulus.

Mengamalkan Kasih
Melalui tema natal tahu ini, kita diingatkan kembali bahwa  kasih kepada sesama harus dipraktekkan, bukan hanya sekedar slogan. Tuhan menghendaki kita menyatakan kasih kepada orang-orang disekitar kita. Apa lagi situasi dimana kita hidup hari-hari ini. Banyak orang yang mengalami masa-masa sulit akibat pandemi COVID.  Banyak orang menjerit dan mencari pertolongan. Inilah kesempatan untuk gereja ambil bagian. Kalau selama ini, kita hanya berkhotbah atau mendengar khotbah tentang kasih dan kepeduliaan, maka sekaranglah saatnya kita mempraktekkan firman Tuhan. 

Kondisi sulit karena pademi, bukanlah alasan untuk kita tidak mengasihi. Mari kita mengasihi dengan kasih Ilahi. Kasih yang tidak terkondisi. Masa sulit ini Tuhan ijinkan sebagai sarana untuk kita mempraktekkan ajaran Tuhan, untuk tetap mengasihi dalam segala situasi.

Mari praktekkan kasih. Tanpa tindakan nyata, segala perkataan tentang kasi hanyalah kesia-siaan belaka. Kasih, bukan sekedar kata-kata semata, tetapi harus diwujudkan lewat tindakan. Pecayalah, satu tindakan kasih, akan lebih mengena dari pada ratusan khotbah tentang kasih yang tidak dipraktekkan.

Mengapa kita harus mempraktekkan kasih persaudaraaan?
a. Merupakan perintah Tuhan Yesus (Yohanes 15:12;Matius 22:37-39
b. Bukti mengenal  Allah ( Yohanes 13:34-35)
c. Bukti sebagai murid Yesus ( Yohanes 13:34-35}

Wujud nyata praktek kasih
Bagaimana wujud nyata tindakan kasih kita?
Ibrani 13:1-3 menulis,"Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini."

Jadi wujud kasih kita adalah
a. Memberikan tumpangan
Salah wujud kasih persaudaraan adalah dengan memberikan tumpangan kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan. Alkitab menyatakan bahwa orang yang suka memberi tumpangan sama seperti sedang menjamu malaikat-malaikat sorga. Banyak orang memiliki harta lebih namun sengaja menutup mata terhadap orang-orang di sekitar yang hidup dalam keterbatasan.

b. Memperhatikan orang-orang yang terpinggirkan
Ketika kita berbuat baik:  memberi makan orang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi tumpangan, memberi pakaian, melawat dan mengunjungi orang yang menderita, sama artinya kita melakukan itu semua untuk Tuhan.  Tertulis:  "...segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."  (Matius 25:40).  Jadi jangan pernah menutup mata terhadap saudara kita yang sedang menderita.

Melalui Matius 24:36-40 kita tahu bahwa kita dapat menunjukkan kasih persaudaraan dengan:
Memberi makan kepada yang lapar.
Memberi minum kepada yang haus
Memberi tumpangan kepada orang asing.
Memberi pakaian bagi yang telanjang
Merawat dan melawat orang yang sakit
Mengunjungi orang yang dalam penjara.

Melayani Tuhan tidak harus melalui kotbah, menjadi worship leader atau singer.  Masih ada cara lain melayani Tuhan yaitu menolong dan memberi tumpangan kepada orang lain yang dalam kekurangan dan penderitaan.

Penutup
Mari kita renungkan bersama-sama. Kado apa yang kita bawa sebagai hadiah di hari kelahiran-Nya?
Tuhan tidak  meminta emas, perak dan permata.
Tuhan rindu melihat, hati-hati yang taat.
Melakukan firman-Nya, mengasihi Tuhan dan sesama.

SELAMAT NATAL
TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA 

SEKILAS INFO:
Bagi Bapak/IbuSdr/i yang membutuhkan powerpoint khotbah ini silakan meminta melalui
WA 0852-2808-5470 ( Pdt. Agus Susanto)

Senin, 15 November 2021

JANGAN PERNAH MEREMEHKAN ORANG LAIN

 Ayat Pokok:
"bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?" 
(Yakobus 2:4)

Shalom,
Seorang laki-laki pergi ke gereja. Ia lupa mematkan hp nya, sehingga hp nya berdering di gereja secara tiba-tiba  waktu sedang kebaktian. Pendeta memarhinya. Para jemaat menegurnya setelah kebaktian  karena dia sudah mengganggu suasana kebaktian. Sepanjang jalan, istrinya terus menguliahinya karena keteledorannya.  Orang orang tampak melihatnya dengan rasa muka yang marah, dan meremehkannya. Sejak itu, ia tidak pernah melangkahkan kakinya lagi ke gereja itu. 

Malam itu, ia pergi ke bar. Masih merasa gugup dan terguncang. Ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja. Pelayan bar minta maaf dan memberikannya lap untuk membersihkannya sendiri. Petugas kebersihan mengepel lantai. Manajer bar itu memberikan minuman pengganti. Ia juga memberikannya pelukan dan berkata "Jangan kuatir. Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?" 

Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke bar itu.

Dari kisah ini kita belajar, kadang-kadang sikap kita sebagai orang percaya malah mengantarkan jiwa-jiwa ke neraka. Karena dapat membuat perbedaan dengan bagaimana memperlakukn orang lain saat bersalah.


Seri Khotbah 29 Bukti Yesus adalah Tuhan Bagian 1

Seri Khotbah"
29 Bukti Yesus Adalah Tuhan
Bagian 1
Pengakuan Tokoh-Tokoh Dalam Alkitab

Pendahuluan
Bagi kita orang Kristen, Yesus adalah Tuhan, dan pengakuan ini bukan tanpa bukti, tetapi banyak bukti dalam Alkitab yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Banyak orang gagal memahami ketuhanan Yesus , karena hanya melihat dari sisi kemanusiaan Yesus. Memang Yesus adalah manusia sejati, tetapi juga Tuhan yang sejati.
Yesus bukan hanya manusia biasa,bukan sekedar nabi atau utusan Tuhan, tetapi Tuhan sendiri yang berkinkarnasi dan datang ke dunia dalam rupa manusia.
Ajaran tentang Yesus adalah Tuhan, bukan sekedar ajaran manusia, yang disampaikan oleh para rasul atau gereja mula-mula,tetapi ajaran Alkitab sendiri.

Sudah ada di Perjanjian Lama
Sejatinya ajaran tentang keilahian Yesus sudah ada sejak Perjanjian Lama sekalipun, walau baru pada Perjanjian Baru hal itu menjadi semakin jelas.
Melalui konsep Mesias, di Perjanjian Lama, kita dapat mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab Mesias di Perjanjian Lama adalah yang ilahi, bukan manusia biasa, sedang Yesus mengaku diri-Nya sebagai Mesias.

Pengakuan para Tokoh Alkitab
Bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, dapat dilihat dari pengakuan baik secara eksplisit, maupun implisit dari para tokoh-tokoh dalam Alkitab. Mereka memberikan pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan.

1. Pengakuan Yohanes Pembaptis
Matius 3:1-3, “Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: ”Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

Ayat-ayat ini adalah kisah tentang tampilnya Yohanes Pembaptis sebelum Yesus tampil dalam pelayanan-Nya. 

Matius mencatat bahwa kedatangan Yohanes Pembaptis sebelum pelayanan Yesus adalah penggenapan nubuat  nabi Yesaya dalam Perjanjian Lama ( Yesaya 40:3)

Dalam nubuatannya, nabi Yesaya mengatakan bahwa ada suara yang berseru-seru,”Persiapkanlah jalan bagi Tuhan,” dan dari Injil Matius kita tahu bahwa suara tersebut adalah suara Yohanes Pembaptis dan bahwa “ Tuhan” yang dimaksudkan adalah Tuhan Yesus.

Mempersiapkan jalan yang dimaksud, tentu bukan secara harafiah, tetapi secara kiasan. Maksudnya adalah mempersiapkan hati manusia menyambut kedatangan Tuhan Yesus lewat pertobatan, sebagaimana tampak dari pelayanan Yohanes Pembaptis yang mengajak orang Israel untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

2. Pengakuan Paulus
Dalam banyak surat yang dikirim kepada beberapa sidang jemaat, Paulus dengan tegas dan jelas menyebut Tuhan Yesus sebagai Tuhan

Dalam Roma 9:5 dicatat,” Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!”

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Kata “Allah” dalam ayat ini meurpakan terjemahan dari kata bahasa Yunani “Theos”, yang biasa dipakai untuk meyebut “Tuhan” atau “Allah”dan untuk menterjemahkan kata bahasa Ibrani “ El atau “Elohim”.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menulis,” namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.” ( 1 Korintus 8:6)

3. Pengakuan Rasul Petrus
Rasul Petrus dalam surat-suratnya juga dengan jelas menyebut Yesus sebagai Tuhan. Dalam mengawali suratnya, Petrus menulis, “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”( 2 Petrus 1:1-2).

Rasul Paulus menyebut Allah Bapa dan Tuhan Yesus sebagai pemberi keselamatan kekal.
Orang percaya juga perlu mengenal bukan hanya Allah Bapa, tetapi juga Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berkata,”Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” ( Yohanes 14:1-3)

4. Pengakuan Yudas
Rasul Yudas, dalam suratnya menulis,”Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.”(Yudas 1:1)

Di awal surat ini tertera nama penulisnya: "Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus". Ada sejumlah nama Yudas yang lain dalam Alkitab bagian Perjanjian Baru, kebanyakan percaya bahwa Yudas, saudara Yesus merupakan penulis surat Yudas, meskipun dalam keseluruhan surat Yudas, tidak pernah disinggung mengenai relasi khusus dengan Yesus, selain sebagai "hamba Yesus Kristus." Dengan demikian, Yakobus yang dimaksudkan adalah Yakobus, saudara lain dari Yesus Kristus yang tertera namanya dalam Yakobus 1:1 sebagai penulis surat Yakobus dan merupakan kepala jemaat perdana di Yerusalem, tetapi bukan rasul Yakobus anak Zebedeus.  (Baca juga : Matius 13:55;Markus 6:3)

Penutup
Sebetulya masih banyak bukti-bukti ketuhanan Yesus dari pengakuan tokoh-tokoh lain selain dari pengakuan Yohanes Pembaptis, Paulus, Petrus dan Yudas, namun dari empat tokoh ini kiranya memberikan penjelasan bahwa benar-benar Yesus Kristus adalah Tuhan.
Banyak orang memandang Yesus hanya dari sisi kemanusiaan, tetapi tidak mau membuka hati untuk memandang Yesus dari sisi ketuhanan-Nya.Padahal Yesus manusia sejati dan Allah sejati.

======Ags======

INGIN MENDAPATKAN POWERPOINT MATERI KHOTBAH INI?
SILAKAN AJUKAN PERMINTAAN VIA WA ke. 0852-2808-5470
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

LINK INFORMASI PENTING
FORM PEMESANAN EBOOK ROHANI
BINARA MEDIA

Minggu, 14 November 2021

HANYA Rp.10.000 Per Judul Miliki Kumpulan Ebook Rohani

Shalom
Dapatkan ebook-ebook kumpulan khotbah dengan mengirim donasi Rp.10.000 per judul
Adapun ebook yang sudah tersedia saat ini adalah:
29 Bahan Khotbah Ibadah Kedukaan dan Penghiburan
29 Bahan Khotbah Ibadah Ucapan Syukur
29 Bahan Khotbah Ibadah Natal
29 bahan Khotbah Ibadah Pemberkatan Nikah
Pola Pengaturan Keuangan Menurut Firman Tuhan
Mengelola Materi Khotbah Dengan Metode Kabah
Direktori Situs Rohani Kristiani
Dll

Bagaimana cara pemesanan ebook?
Silakan lakukan pemesanan dengan mengkik Kunjungi Website, isi formulir pemesanan dan transfer donasi sejumlah judul ebook yang dipesan
Ebook akan kami kirim va WA atau Email.
Terimakasih.
Tuhan Yesus Memberkati

Salam dan Doa
Pdt. Agus Susanto


UNTUK PEMESANAN
KLIK DISINI






 

Selasa, 09 November 2021

MENGASIHI ALAM CIPTAAN TUHAN

 

Ayat Pokok:
"Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
( Kejadian 1:28)

Pendahuluan
Melihat kondisi alam yang semakin hari semakin rusak dan memprihatikan membuat pemerintah berusaha dengan gencar mencari cara bagimana mengatasi persoalan ini. Pemerintah tidak hanya mengurusi pertumbuhan ekonomi, keamanan dan kemajuan bangsa namun juga mengurusi konsidi alam Indonesia dari Sabang Sampai Merauke. Tentu pemerintah tidak akan sanggup mengerjakan tugas ini sendiri. Hal ini membutuhkan kepedulian dan kerjasama dari seluuh elemen masyarakat, tidak terkeculai gereja tentunya. Kalau kita menyadari, sebagian besar kerusakan alam ini terjadi karena keserakahan masyarakat senditi. Seandainya masyarakat mau mematuhi aturan yang ada, dengan tidak menebang pohon sembarangan, membuang sampang pada tempatnya dan tidak melakukan pembakaran hutan, melakukan penghijauan, menggunakan baranh-barang yang ramah lingkungan, dan mendukung semua program perlindungab alam, tentu alam Indonesia tidak akan mengalami kerusakan separah yang terjadi hari-hari ini.

Dukunglah upaya pemerintah
Pemerintah sendiri sudah melakukan hal-hal kecil,namun sebenatnya akan berdampak besar bagi kondisi bumi, kalau kita mengikuti anjuran pemerintah ini. Salah satunya adalah dengan melakukan diet penggunaan kantong plastik, dan menggantikannya dengan bahan yang ramah lingkungan. Namun sayang, sepertinya hal ini dianggap sepele saja oleh banyak diantara kita.  

Sebagai bagian dari warga negara, sebagai warga gereja, mari kita mulai ambil bagian dan memberikan teladan.Bukankah kita diajar dalam Alkitab  bahwa bumi ini adalah ciptaan Tuhan ? dan  bahwa Tuhan memberikan mandat kepada kita untuk mengelola dan mengusahakan alam ciptaan Tuhan?

INFORMASI PENTING
Formulir Pemesanan Materi Khotbah PPT No.0001-0025