KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Kamis, 24 Agustus 2023

EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 1

 


Dapatkan Ebook 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 2
Ebook ini berisi 29 judul khotbah pilihan yang dapat Anda gunakan sebagai tambahan referensi dalam mempersiapkan khotbah-khotbah untuk pelayanan khotbah dan renungan di ibadah raya, ibadah wadah-wadah dan lain-lain.

Adapun judul-judul khotbah dalam buku ini adalah:
  1. YESUS DATANG UNTUK MENGUBAH JALAN HIDUPKU
  2. MANUSIA BARU
  3. HIKMAT DALAM KESESAKAN
  4. HIKMAT DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN
  5. DOA YABES
  6. KELUARGA YANG DIURAPI ROH KUDUS
  7. HIDUP MEMULIAKAN TUHAN
  8. KUASA SALIB KRISTUS
  9. FOKUS PADA MASALAH VS FOKUS PADA KRISTUS
  10. KEKUATAN DITENGAH KESULITAN HIDUP
  11. BERDOAMENGANDALKAN ROH KUDUS
  12. BERDOALAH DALAM ROH KUDUS
  13. KEKUATAN SEMANGAT
  14. DIA MEMBERIKAN ROH KUDUS BAGI KITA
  15. KUASA BESAR DOA DAN PUASA
  16. KEKAYAAN ORANG-ORANG PERCAYA
  17. SUKACITA KARENA TUHAN
  18. MENGUCAP SYUKUR YANG DIKEHENDAKI ALLAH
  19. MENGAPA TUHAN MENGIJINKAN MASALAH MENGHAMPIRI
  20. TUHAN SELALU MENOLONGKU
  21. PERTOLONGAN TUHAN
  22. BUAH ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN
  23. HIDUP DALAM PIMPINAN ROH KUDUS
  24. 7 SIKAP HATI YANG PERLU KITA MILIKI
  25. AKULAH TUHAN YANG MENYEMBUHKAN ENGKAU
  26. MENANG ATAS PENDERITAAN
  27. MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN
  28. MENJADIKAN HIDUP BERARTI
  29. BERKARYA BAGI BANGSA
Bagaimana cara mendapatkan Ebook ini?
Kirimkan donasi Anda sebesar Rp.10.000,- ( Sepuluh Ribu Ribu Rupiah) ke salah satu rekening kami yaitu:

BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470
Go Pay 0852-2808-5470

Setelah transfer donasi, kirimkan konfirmasi via SMS/WA ke.0852-2808-5470. Ebook segera kami kirim via Email atau WA

LINK INFORMASI PENTING
HANYA Rp.99.000 - 100 EBOOK ROHANI KRISTIANI 

Rabu, 23 Agustus 2023

Ebook 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2

 



Dapatkan Ebook 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 2
Ebook ini berisi 29 judul khotbah pilihan yang dapat Anda gunakan sebagai tambahan referensi dalam mempersiapkan khotbah-khotbah untuk pelayanan khotbah dan renungan di ibadah raya, ibadah wadah-wadah dan lain-lain.

Adapun judul-judul khotbah dalam buku ini adalah:

  1. YESUS DATANG UNTUK MENGUBAH JALAN HIDUPKU
  2. MANUSIA BARU
  3. HIKMAT DALAM KESESAKAN
  4. HIKMAT DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN
  5. DOA YABES
  6. KELUARGA YANG DIURAPI ROH KUDUS
  7. HIDUP MEMULIAKAN TUHAN
  8. KUASA SALIB KRISTUS
  9. FOKUS PADA MASALAH VS FOKUS PADA KRISTUS
  10. KEKUATAN DITENGAH KESULITAN HIDUP
  11. BERDOAMENGANDALKAN ROH KUDUS
  12. BERDOALAH DALAM ROH KUDUS
  13. KEKUATAN SEMANGAT
  14. DIA MEMBERIKAN ROH KUDUS BAGI KITA
  15. KUASA BESAR DOA DAN PUASA
  16. KEKAYAAN ORANG-ORANG PERCAYA
  17. SUKACITA KARENA TUHAN
  18. MENGUCAP SYUKUR YANG DIKEHENDAKI ALLAH
  19. MENGAPA TUHAN MENGIJINKAN MASALAH MENGHAMPIRI
  20. TUHAN SELALU MENOLONGKU
  21. PERTOLONGAN TUHAN
  22. BUAH ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN
  23. HIDUP DALAM PIMPINAN ROH KUDUS
  24. 7 SIKAP HATI YANG PERLU KITA MILIKI
  25. AKULAH TUHAN YANG MENYEMBUHKAN ENGKAU
  26. MENANG ATAS PENDERITAAN
  27. MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN
  28. MENJADIKAN HIDUP BERARTI
  29. BERKARYA BAGI BANGSA

Bagaimana cara mendapatkan Ebook ini?
Kirimkan donasi Anda sebesar Rp.10.000,- ( Sepuluh Ribu Ribu Rupiah) ke salah satu rekening kami yaitu:

BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470
Go Pay 0852-2808-5470

Setelah transfer donasi, kirimkan konfirmasi via SMS/WA ke.0852-2808-5470. Ebook segera kami kirim via Email atau WA

29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2


Shalom,
Dapatkan Buku 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 2
Buku ini berisi 29 judul khotbah pilihan yang dapat Anda guunakan sebagai tambahan referensi dalam mempersiapkan khotbah-khotbah untuk pelayanan khotbah dan renungan di ibadah raya, ibadah wadah-wadah dan lain-lain.

Adapun judul-judul khotbah dalam buku ini adalah:
  1. YESUS DATANG UNTUK MENGUBAH JALAN HIDUPKU
  2. MANUSIA BARU
  3. HIKMAT DALAM KESESAKAN
  4. HIKMAT DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN
  5. DOA YABES
  6. KELUARGA YANG DIURAPI ROH KUDUS
  7. HIDUP MEMULIAKAN TUHAN
  8. KUASA SALIB KRISTUS
  9. FOKUS PADA MASALAH VS FOKUS PADA KRISTUS
  10. KEKUATAN DITENGAH KESULITAN HIDUP
  11. BERDOAMENGANDALKAN ROH KUDUS
  12. BERDOALAH DALAM ROH KUDUS
  13. KEKUATAN SEMANGAT
  14. DIA MEMBERIKAN ROH KUDUS BAGI KITA
  15. KUASA BESAR DOA DAN PUASA
  16. KEKAYAAN ORANG-ORANG PERCAYA
  17. SUKACITA KARENA TUHAN
  18. MENGUCAP SYUKUR YANG DIKEHENDAKI ALLAH
  19. MENGAPA TUHAN MENGIJINKAN MASALAH MENGHAMPIRI
  20. TUHAN SELALU MENOLONGKU
  21. PERTOLONGAN TUHAN
  22. BUAH ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN
  23. HIDUP DALAM PIMPINAN ROH KUDUS
  24. 7 SIKAP HATI YANG PERLU KITA MILIKI
  25. AKULAH TUHAN YANG MENYEMBUHKAN ENGKAU
  26. MENANG ATAS PENDERITAAN
  27. MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN
  28. MENJADIKAN HIDUP BERARTI
  29. BERKARYA BAGI BANGSA

Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Kirimkan donasi Anda sebesar Rp.35.000,- ( Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) + Ongkos kirim sesuai alamat, ke salah satu rekening kami yaitu:
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470
Go Pay 0852-2808-5470

Setelah transfer donasi, kirimkan konfirmasi via SMS/WA ke.0852-2808-5470. Paket segera kami kirim.

Jumat, 18 Agustus 2023

BERKAYA BAGI BANGSA

Ayat Pokok:
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."
(Yeremia 29:7)

Pendahuluan
Sebuah pergumulan bagi kita sebagai orang-orang Kristen ketika kita diperhadapkan kepada pertanyaan: Apakah Anda mau berkarya bagi bangsa?
Apakah kira-kira yang terlintas dalam pikiran kita?
Mungkin kita akan langsung berpikir bahwa berkarya bagi bangsa itu harus duduk di pemerintahan, menjadi pegawai negeri atau anggota TNI Polri. Mereka yang sudah duduk sebagai pegawai negeri dianggap sebagai warga negara yang sudah mengabdi dan berkarya bagi bangsa ini. Sehingga tanpa kita sadari, sosok seperti Ahok menjadi figur orang yang sudah berkarya dari kalangan Kristen.

Pertanyaannya adalah apakah berkarya bagi bangsa hanya dalam peranan tersebut di atas?
Apakah berkarya hanya sebatas itu saja? Tentu tidak.
Berkarya bagi bangsa artinya kita dapat mengambil bagian untuk memajukan atau memberikan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat di mana kita tinggal.
Seperti yang disampaikan oleh Nabi Yeremia kepada para tua-tua, imam-imam, nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat Israel yang telah diangkut ke dalam pembuangan di negeri Babel, mereka diminta "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" (Yer. 29:7). Karena itu, kita pun harus turut ambil bagian di dalam kesejahteraan kota di mana kita tinggal, di negara di mana kita lahir, besar, dan bekerja serta menikmati semua sumber daya alam dan fasilitas yang ada di negara ini. Walaupun negara kita bukanlah negara yang sempurna, tetapi kita dapat berkarya di tengah bangsa sebagai "garam dan terang dunia" untuk membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

Wujud karya nyata bagi bangsa
Menurut David G. Burnett, dalam bukunya "The Healing of the Nations," sebagai orang Kristen, kita dapat mengambil peranan bagi bangsa dalam tiga hal yaitu:

Pertama, berdoa bagi pemerintah.
Dalam 1 Timotius 2:1-2 Paulus berkata "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan." 

Paulus menyadari bahwa pemerintah memegang peranan sangat penting di dalam membawa kesejahteraan bagi rakyat. Kita diminta berdoa bagi pemerintah. Ketika pemerintah dapat melaksanakan tanggung jawab dengan baik, maka pemerintah dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Tetapi jika pemerintah tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, maka rakyat akan sengsara, miskin dan tidak memiliki masa depan. Akhirnya, rakyat akan marah dan negara dapat mengalami chaos. Calvin sendiri menyatakan "Ia telah menetapkan kekuasaan atas pemerintahan dunia yang sah dan adil….hak pemerintahan ditetapkan oleh Allah untuk kesejahteraan umat manusia" (David W. Hall, Calvin di Ranah Publik, 90). Bahkan bagi Calvin, melayani dalam pemerintahan sipil dapat menjadi panggilan yang sakral dan paling terhormat dari semua panggilan dalam seluruh kehidupan manusia yang fana. Karena itu, kita harus berdoa supaya pemerintah dapat melaksanakan tanggung jawabnya dan bukan hanya demi kepentingan partai, kelompok atau dirinya sendiri tetapi untuk kepentingan rakyat. 

Kedua, taat kepada pemerintah.
Tentu tidak mudah untuk taat kepada pemerintah terutama dalam konteks di negara Indonesia. Karena pemerintah sudah dianggap sebagai bagian dari budaya korupsi. Apalagi di Indonesia, walaupun ada upaya untuk menegakkan keadilan dan menumpas korupsi, tetapi kita mengetahui bersama bahwa hampir semua ketua lembaga tinggi negara masuk bui karena tertangkap korupsi oleh KPK.

Walaupun demikian, Paulus meminta kepada jemaat Tuhan untuk tetap taat kepada pemerintah kita. Karena menurut Paulus, semua pemerintah yang ada adalah karena kedaulatan Allah sendiri. Allah sanggup menaikkan dan menurunkan pemerintah/penguasa menurut kebijakanNya. Selain itu, pemerintah adalah wakil Allah di dalam dunia.

 Karena itu, Paulus meminta orang Kristen taat kepada pemerintah seperti yang dinyatakan dalam Roma 13:1. Kata "takluk" di sini artinya kita harus mau taat dan tunduk di bawah aturan atau hukum yang ditetapkan oleh negara.

Sebagai konsekuensi ketaatan kita atau tanggung jawab kita sebagai warga negara, maka kita harus membayar pajak. Pajak merupakan gambaran bahwa kita pun turut membangun bangsa Indonesia. Sebagai orang Kristen kita harus taat kepada pemerintah sebagai wakil Tuhan dan mau ambil bagian di dalam mensejahterakan negara ini melalui pajak yang kita bayarkan.

Ketiga, berani memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh membiarkan segala penyimpangan dan ketidakadilan terjadi di negara kita. Kita harus memperjuangkan keadilan dan kebenaran nyata di negara kita ini. Dengan demikian, kita dapat menjadi garam dan terang di dalam dunia ini (Mat. 5:15). 

Dalam hal ini, Burnett berkata: "The Church cannot and must not be silent in the face of injustice and oppression" (The Healing of the Nations, 213). Justru sebagai orang Kristen, kita harus menunjukkan identitas sebagai murid Kristus yang sejati, yang hidup takut akan Tuhan sehingga dapat menjadi teladan dan berkat bagi sesama. Dengan kehidupan yang kita yang telah diubahkan, kita pun dapat menunjukkan hidup yang berbeda seturut firman Tuhan sehingga kita berharap, kita dapat membawa transformasi ke dalam lingkungan masyarakat di mana kita tinggal. 

Kita harus berkarya bagi bangsa kita. Burnnet menyatakan : "In the Christian believers that Christ is the transformer of culture, he also must be a part of that process of transformation. He must be seeking the redeeming of the social structures of his own society and not merely the redemption of his fellow human beings. In this manner, the Christian is not only involved with the fulfilling of the redemption mandate, but also of the wider cultural mandate." (The Healing of the Nations, 213-214).

Dalam bukunya "Pelayanan Perkotaan," Herlianto mengusulkan bahwa sebagai orang Kristen kita harus melakukan pelayanan yang bersifat penyadaran, pertolongan, pengembangan, pendampingan dan pembebasan. Pelayanan penyadaran adalah pelayanan di mana kita melakukan penyadaran kepada jemaat Tuhan untuk bertobat dari praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang kita lakukan. Jemaat harus menjadi "orang-orang kudus" yang berani menampilkan sosok murid Kristus yang sejati di mana pun kita berada, termasuk dalam konteks bisnis yang digelutinya, dijalankan dengan jujur dan penuh itegritas. 

Pelayanan pertolongan adalah pelayanan kasih yang langsung dengan memberikan kebutuhan seseorang. Jemaat Tuhan harus peka dengan kondisi lingkungan sosial dan menjadi garda terdepan dalam menunjukkan kasih. 

Pelayanan pengembangan adalah pelayanan yang ditujukan untuk memberdayakan orang-orang yang tidak berdaya sehingga mereka dapat berusaha membangun dirinya sendiri. 

Pelayanan pendampingan adalah pelayanan yang memberikan bantuan hukum bagi mereka yang membutuhkan. Melalui pelayanan ini, gereja atau jemaat Tuhan dapat menyatakan kasihnya dengan memberikan bantuan hukum bagi mereka yang tidak mendapatkan keadilan. 

Pelayanan pembebasan adalah pelayanan yang dilakukan untuk membebaskan orang-orang dari situasi yang sulit dan tak berdaya seperti kemiskinan, buta huruf, bahkan perbudakan yang tidak manusiawi. Seperti tujuan Kristus hadir dalam dunia untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan kepada para tawanan, penglihatan bagi orang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas dan memberitahukan tahun rahmat Tuhan yang telah datang, maka kita sebagai gereja Tuhan, harus menghadirkan "shalom" bagi mereka yang membutuhkan.

Penutup
Mari kita isi kemerdekaan dengan berkarya bagi bangsa.
Berkarya bagi bangsa, tidak harus dengan menjadi pegawai pemerintah, menjadi anggota TNI atau POLRI.  Berkarya bagi bangasa bisa dilakukan oleh setiap kita warga negara dengan jalan menghormati pemerintah, berbuat kebaikan dengan tak kenal lelah dan membayar pajak dengan jujur dan tepat waktu.

LINK INFORMASI PENTING
Ebook 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 1
Ebook 29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN JILID 2


BERKARYA BAGI BANGSA

 Ayat Pokok:
"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”
(Roma 13:1)

Pendahuluan
Bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi kita warga negara Indonesia. Oleh berkat dan rahmat Tuhan, bulan Agustus tahun 2023 ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia genap berusia 78 tahu. Kalau usia manusia, 78 tahun adalah usia yang tidak lagi muda.

Bangsa yang sudah lama merdeka ini membutuhkan uluran tangan dan karya nyata dari orang-orang percaya bagi kemajuannya. 
Meskipun tidak menampik kenyataan bahwa kaum minoritas sering terpinggirkan, namun Firman Tuhan jelas menyatakan panggilan untuk berkarya bagi bangsa.

Wujud karya bagi bangsa
Apa wujud karya bagi bangsa yang bisa kita lakukan?
1. Menghormai pemerintah
Roma 13:1-2
, "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. 2Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya."

Kendati pemerintah belum sepenuhnya melaksanakan kesejahteraan dan keadilan sosial, namun Firman Tuhan memerintahkan agar orang percaya tunduk kepadanya. Barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan dapat berakibat pada datangnya penghukuman. 

Ketika kita menghormati pemerintah, maka kita sedang menghormati Allah yang memerintahkan demikian. 

2. Berbuat baik, bukan jahat
Roma 13:3-4, "Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat."

Karya nyata kita bagi bangsa juga dapat diwujudkan adalah dengan menunjukkan perbuatan baik. Ada beragam perbuatan baik yang bisa dilakukan gereja-Nya di tengah-tengah bangsa ini untuk menjadi teladan bagi banyak orang. 

Jika kita berbuat baik, tidak ada alasan untuk hidup di tengah-tengah bangsa ini dengan ketakutan. 

3. Membayar pajak
Roma 13:6-7, "Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak” 

Karya nyata lainnya yang diperintahkan Firman Allah dalam bagian ini adalah untuk taat membayar pajak kepada pemerintah.
Membayar pajak adalah bentuk dari ketaatan terhadap pemerintah dan wujud berkarya bagi bangsa.

Penutup
Mari kita isi kemerdekaan dengan berkarya bagi bangsa. 
Berkarya bagi bangsa, tidak harus dengan menjadi pegawai pemerintah, menjadi anggota TNI atau POLRI.  Berkarya bagi bangasa bisa dilakukan oleh setiap kita warga negara dengan jalan menghormati pemerintah, berbuat kebaikan dengan tak kenal lelah dan membayar pajak dengan jujur dan tepat waktu.

TUAHAN YESUS MEMBERKATI !

SEKILAS INFO
Bagi Bapak/Ibu/Sdr/i yang ingin mendapatkan materi ini dalam format PPT dan Word, silakan menghubungi  
Sekteratiat YAYASAN BINA SEJAHTERA  HP/SMS/WA.0852-2808-5470

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 1
Buku 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 2


Senin, 31 Juli 2023

KUMPULAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT NO.0911-0920

Dapatkan Materi Khotbah Mutiara Sabda Vol.92 (No.0911-0920)
Berisi 10 materi khotbah dalam format ppt dengan judul-judul sebagai berikut:
0911. Kesatuan
0912. Kuasa Kesepakatan
0913. Yesus Sebagai Sahabat
0914. Seorang Sahabat
0915. Teguh Berpegang Pada Kebenaran dan Kasih
0916. Memahami dan Mengalami Arti Penyertaan Tuhan
0917. Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang
0918. Tahun Baru Saat Yang Tepat
0919. Isteri Yang Cakap Melebihi Permata
0920. Setiap Kita Adalah Hamba Tuhan

Bagaimana cara mendapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint No.0911-0920 ini?
Kirimkan donasi Rp.25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) melalui salah satu rekening kami :
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Bank Jateng No.Rek3-014-21738-9 a.n GPdI Jemaat Maluwih
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470

Setelah pengiriman dana, mohon kirim konfirmasi via WA atau Email:
Tuhan Yesus Memberkati.

Materi akan kami kirim via Email atau WA atau dengan mengirmkan link google drive.
Donasi Anda akan digunakan untuk mendukung pelayanan YAYASAN BINA SEJAHTERA

Jumat, 28 Juli 2023

HANYA MANUSIA BIASA

 Ayat Pokok:
"Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan."
(Yakobus 5:16-17)

Pendahuluan
Banyak kejadian dalam Alkitab yang bersifat supranatural/bukan hal yang biasa saja.
Salah satunya adalah apa yang dialami oleh Nabi Elia

Nabi Elia:
- Hidup di Abad IX sebelum Masehi
- Kisah hidupnya dapat dilihat di Kitab 1 dan 2 Raja-raja
- Ia adalah seorang nabi Tuhan yang diutus untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Israel.
- Melaluinya, mujixat besar dinyatakan bahkan ia tidak mengalami maut atau kematian.

Raja Ahab
- Raja ke 7 kerajaan Israel
- Bukan raja yang baik/bijak
- Memiliki ratu yang keji
- Tidak menaati perintah Tuhan
- Mengakibatkan bangsa Israel menyembah baal atau berhala
- Sangat membenci Nabi Elia

Apa yang kita pelajari dari kisah ini?
Mari kita simak kisahnya dalam 1 Raja-raja 18:20-39
Apa yang kita pelajari tentang Tuhan melalui bagian Alkitab ini?
1. Mendengar doa kita (ayat 37)
2. Bisa dipercaya (ayat 37)
3. Allah yang berkuasa (ayat 38)
4. Saru-satunya Allah (ayat 39)

Elia merasa lelah dan takut setelah kemenangannya.
Tuhan mengerti dan menolongya lewat 2 cara

“Alkitab tidak pernah menjanjikan hidup kita akan selalu mudah tapi Ia berjanji  bahwa Tuhan selalu menyertai.”

“Situasi yang sepertinya mustahil membuat kita mengerti bahwa sesungguhnya TIADA YANG MUSTAHIL bagi Tuhan."

Penutup
Ingatlah Tuhan kita berkuasa, namun disaat yang sama, Ia lembut dan mengerti keadaan kita.
Lelah boleh, tapi jangan menyerah
Seperti Elia, kita juga adalah manusia bisa, tetapi bersama dengan Tuhan, kita dapat melakukan perkara yang luar biasa.

LINK INFORMASI PENTING
Buku KUMPULAN KISAH-KISAH INSPIRATIF Jilid 1

Sabtu, 22 Juli 2023

MENANG ATAS PENDERITAAN

 Ayat Pokok : 
Ayub 1:13-19

Pendahuluan
Salah satu pribadi dalam Kitab Suci yang patut menjadi teladan  dalam menghadapi pergumulan, permasalahan dan penderitaan adalah Ayub.
Alkitab mencatat bahwa Ayub adalah orang yang salah, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1)

Tetapi apakah kemudian Ayub tidak pernah mengalami permasalahan?
Permasalahan yang dihadapi Ayub
- Harta bendanya habis dalam seketika ( Ayub 1:13-7)
- Anak-anaknya mati dalam waktu yang bersamaan    (Ayub 1:18)
- Ayub mengalami sakit (Ayub 2:7)
Selama masih ada di dunia, masalah akan selalu ada.

Kunci mengalami kemenangan atas penderitaan
Melalui kisah kehidupan Ayub, mari kita akan belajar bagaimana kunci mengalami kemenangan atas penderitaan.

1. Tetap bersyukur dan Memuji Tuhan
Ayub 1:20-22, “Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 21katanya: ”Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!”Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”

Ayub tetap bersyukur dan memuji Tuhan.
Dia tidak bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan.
Bandingkan dengan sikap isteri Ayub  (Ayub 2:10)

2. Tetap tertuju kepada Tuhan
Ayub 16:19-20, “Ketahuilah, sekarang pun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi. Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis,”

Tuhan Yesus mengajarkan agar kita jangan fokus kepada masalah karena itu bukanlah solusi yang terbaik.
Tetapi Tuhan Yesus meminta agar kita lebih berfokus kepada-Nya, dan beriman bahwa Tuhan kita lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Ingatlah bahwa Tuhan berjanji akan memberi kelegaan bagi siapa yang mau datang kepada-Nya (Mat 11:28).

3. Tetap memiliki pengharapan
Ayub 19:25-27, “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.”

Mazmur 147:11 “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya.” 

Ketika kita berharap pada manusia, kekayaan, kekuatan, jabatan, dan sebagainya pengharapan kita dapat mengecewakan. Bahkan terkadang orang yang begitu kita percayai sekalipun dapat mengecewakan kita. 
Satu-satunya pengharapan yang tidak pernah mengecewakan adalah pengharapan kepada Tuhan. Sebab apapun yang terjadi, rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera.
Berharaplah kepada Tuhan, tekun dan tahan uji maka pengharapan kita tidak akan mengecewakan.

Penutup
Apa yang sedang kita hadapi hari-hari ini? Mari kita mau belajar dari kehidupan Ayub, untuk tetap bersyukur dan memuji Tuhan, tetap fokus kepada Tuhan dan bukan kepada persoalan, dan tetap memiliki pengharapan.

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN KHOTBAH POWERPOINT KRISTEN
KUMPULAN 1299 KHOTBAH POWERPOINT KRISTEN ANEKA TEMA
Buku KUMPULAN KISAH-KISAH INSPIRATIF Jilid 1


Selasa, 18 Juli 2023

KUMPULAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT NO.0011-0020

Dapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint No.0011-0020, dengan judul-judul sebagai berikut
0011. QUO VADIS KEKRISTENAN
0012. PONDASI PELAYANAN PENYEMBAHAN
0013. MENGEMVANGKAN GAYA HIDUP SUKA MEMBERI
0014. ABIGAIL: POTRET WANITA YANG BIJAKSANA
0015. BAPA YANG HEBAT
0016. ADAKAH IMAM DALAM KELUARGA?
0017. SIKAP YANG BENAR DALAM IBADAH
0018. TUMBUH DEWASA
0019. SIAPAKAH PAULUS?
0020. MERTUA

Bagaimana cara mendapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint No.011-020 ini?
Kirimkan donasi Rp.25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) melalui salah satu rekening kami :
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Bank Jateng No.Rek3-014-21738-9 a.n GPdI Jemaat Maluwih
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470

Setelah pengiriman dana, mohon kirim konfirmasi via WA atau Email:
Tuhan Yesus Memberkati.

Materi akan kami kirim via Email atau WA atau dengan mengirmkan link google drive.
Donasi Anda akan digunakan untuk mendukung pelayanan YAYASAN BINA SEJAHTERA

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN KHOTBAH POWERPOINT KRISTEN
Buku KUMPULAN KISAH-KISAH INSPIRATIF

RUMAH YANG TUHAN INGINKAN

 Ayat Pokok:
"Adapun rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."
(Hagai 2:1)

Pendahuluan
Hari ini kita diundang oleh keluarga di tempat ini untuk bersama-sama mengucap syukur atas anugerah Tuhan yang luar biasa, yaitu sebuah rumah. Salah satu sukacita kita adalah ketika impian kita menjadi kenyataan. Dan saya percaya memiliki rumah adalah impian keluarga ini. Dan hari ini impian ini sudah menjadi kenyataan.
Dan keluarga  ditempat ini sungguh-sungguh menyadari bahwa hal ini dapat terjadi hanya oleh campur tangan dan kemurahan Tuhan saja. Oleh sebab itu keluarga mengudang kita untuk bersama-sama menaikkan pujian dan syukur kita kepada Tuhan.

Rumah yang Tuhan inginkan.
Ketika Tuhan memberikan anugerah sebuah rumah, maka pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah.

Rumah diberikan Tuhan tempat kita untuk :
1. Berlindung (Ketika panas kita tidak kepanasan, tidak kehujanan, tidak kedinginan, bahkan kita tidak        terpengaruh dengan situasi yang terjadi di luar)
2. Belajar
    - Belajar Mengasihi, baik antara suami dan istri, orangtua dengan anak
    - Belajar Memberi, dalam arti kita harus terlebih dahulu memperhatikan akan keluarga kita kemudian
       apa yang bisa kita beri untuk orang lain.(terutama dalam hal yang membangun).
    - Belajar Mengampuni, kalau kita mengampuni akan orang lain, maka Tuhanpun akan mengampuni 
      kita, dan sebaliknya kalau kita tidak mengampuni maka kita tidak akan diampuni oleh Bapa di      
     sorga.     
3. Mezbah Doa
    Yang Tuhan inginkan adalah ada pujian dan penyembahan di dalam rumah kita. Contoh Yakub, dia 
     mengutamakan Tuhan dengan mendirikan mezbah kemudian memanggil keluarganya.
    Jadikan rumah sebagai gereja mini, dimana kita senantiasa memuliakan Tuhan. Ibadah bukan hanya saat digereja saja, tetapi juga di keluarga kita.

Penutup
Sudahkah rumah kita berfungsi dengan baik sebagai tempat berlindung, belajar dan Berdoa?

LINK INFORMASI PENTING

KUMPULAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT NO.1121-1130

Dapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint  No.1121-1130 dengan judul-judul sebagai berikut:
1121. MENAANTI ROH KUDUS
1122. DI URAPI UNTUK MELAYANI
1123. MENGIMANI DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN
1124. MENANG ATAS UJIAN
1125. DIPROSES LEBIH SABAR
1126. KEHILANGAN TAPI TAK DITINGGALKAN
1127. BERKAT DBALIK PERGUMULAN
1128. DISIPLIN DIRI
1129. SIAPAKAH AKU
1130. SUNGGUH BESAR ANUGERAH ALLAH BAGI  KITA

Bagaimana cara mendapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint No.1131-1140 ini?
Kirimkan donasi Rp.25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) melalui salah satu rekening kami :
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Bank Jateng No.Rek3-014-21738-9 a.n GPdI Jemaat Maluwih
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470

Setelah pengiriman dana, mohon kirim konfirmasi via WA atau Email:
Tuhan Yesus Memberkati.

Materi akan kami kirim via Email atau WA atau dengan mengirmkan link google drive.
Donasi Anda akan digunakan untuk mendukung pelayanan YAYASAN BINA SEJAHTERA

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN MATERI KHOTBAH PPT KRISTEN
Buku KUMPULAN KISAH-KISAH INSPIRATIF Jilid 1

Jumat, 14 Juli 2023

ANAK ADALAH KEPUNYAAN TUHAN

 Ayat Pokok:
"Sesungguhnya anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan ialah suatu upah."
(Mazmur 127:3)

Pendahuluan
Salah satu anugerah terindah dalam setiap keluarga adalah dikaruniakan anak-anak Ilahi. Tuhan ingin kita senantisa menyadari bahwa anak-anak adalah kepunyaan Tuhan. Seringkali kalau kita renungkan, penyebab utama sampai ada persoalan serius antara orang tua dan anak-anak orang tua tidak menyadari bahwa anak-anak adalah milik Tuhan. 

Ketika menyadari bahwa anak-anak adalah milik Tuhan.
Ketika orang tua menyadari bahwa anak-anak adalah milik Tuhan maka:

1. Orang tua akan mengarahkan anak-anaknya ke jalan Tuhan
Orang tua mangerahkan anak-anaknya bukan kepada apa yang papa dan mama inginkan,  namun kepada kehendak Tuhan. Ini penting, karena apa yang orang tua inginkan  belum tentu baik untuk mereka. Ketika anak-anak kita berjalan di jalan Tuhan, maka mereka akan menjadi anak-anak yang militan dalam Kristus.
2. Orang tua pasti akan sabar dan berpengertian terhadap anak-anaknya.
Jangan memaksakan anak-anak  mengeri kita, karena anak-anak cenderung tidak mengerti yang lebih tua, justru yang lebih tua, yang lebih dewasa lah yang harus sabar dan mengerti yang lebih muda, yaitu anak-anak kita, supaya mereka tidak salah langkah.  Kesabaran dan pengertian orang tua kepada anak-anaknya akan mengarahkan anak-anaknya kepada jalan Tuhan.
3. Orang tua tidak boleh menggunakan kekerasan dan kekasaran.
Hati anak-anak bisa terluka dan menyimpan dendam, jika orang tuanya terlalu keras dan kasar. Ingat ! orang tua sekali kelak akan menjadi tua.dan anak-anak  akan menjadi dewasa. Artinya akan tiba suatu masa dimana kita akan menjadi lemah dan tidak berdaya,sehingga membutuhkan orang lain untuk menolong kita. Karena itu, jangan biasakan mendidik anak dengan kekerasan dan kekasaran. Apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai.
4. Orang tua anak sadar bahwa anak-anak akan membawa Gen dan DNA nya.
Artinya sebagian besar karakter mereka itu mengalir dari karakter kita. Jangan biasakan suka mengamuk  dan berkata-kata negatif kepada anak-anak kita seperti : kamu kasar, kamu malas. Karena semuanya itu justru mengalir dari karakter kita sebagai orang tuanya.

Penutup
Anugerah Tuhanlah yang telah memberikan anak kepada setiap orang tua.Tanamkan pengertian tentang maksud Tuhan, dan jadilah teladan yang baik bagi anak-anak, maka mereka kelak melihat teladan itu dan kemudian melakukannya dalam kehidupan mereka.

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 BAHAN KHOTBAH UCAPAN SYUKUR
Buku 29 BAHAN KHOTBAH KEDUKAAN DAN PENGHIBURAN
Buku 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH WANITA
Buku 29 BAHAN KHOTBAH PENTAKOSTA
Buku 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH PASKAH
FLASHDISK KUMPULAN KHOTBAH PPT KRISTEN

Rabu, 12 Juli 2023

KUMPULAN MATERI KHOTBAH POWERPOINT NO.1131-1140



 Dapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint No.1131-1140 dengan judul-judul sebagai berikut
1131. BERAKAR, BERTUMBUH DAN BERBUAH
1132. BERTUMBUH DEWASA ROHANI
1133. BERTUMBUH SECARA ROHANI PADA SAAT KEPADA SUDAH BERUBAN
1134. GEREJA YANG BERTUMBUH DEWASA
1135. PERKATAAN BERKAT
1136. SEHATI MELAWAN VIRUS PERPECAHAN
1137. ISTERI YANG CAKAP MELEBIHI PERMATA
1138. BUAH-BUAH ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN
1139. HIDUP DALAM PIMPINAN ROH KUDUS
1140. 7 SIKAP HATI

Bagaimana cara mendapatkan Kumpulan Materi Khotbah Powerpoint No.1131-1140 ini?

Kirimkan donasi Rp.25.000 (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) melalui salah satu rekening kami :
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
Bank Jateng No.Rek3-014-21738-9 a.n GPdI Jemaat Maluwih
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470

Setelah pengiriman dana, mohon kirim konfirmasi via WA atau Email:
Tuhan Yesus Memberkati.

Materi akan kami kirim via Email atau WA atau dengan mengirmkan link google drive.
Donasi Anda akan digunakan untuk mendukung pelayanan YAYASAN BINA SEJAHTERA

Selasa, 11 Juli 2023

PRIA YANG TANGGUH

Ayat Pokok:
"Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."
(2 Timotius 2:1)

Pendahuluan
Ayat bacaan kita merupakan doa, dan harapan rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius.
Paulus merindukan agar Timotius menjadi seorang pria yang kuat, Tangguh dan tidak mudah menyerah, sekalipun menghadapi banyak masalah.
Sebaliknya, Tuhan tidak menghendaki kita menjadi pria yang cengeng, lemah dan tidak bersemangat. Mengapa demikian? Karena pria yang tangguh akan bisa memimpin keluarga dengan baik, bisa menjadi berkat bagi isteri dan anak-anaknya.
Berdasarkan ayat firman Tuhan ini, kita akan merenungkan bagaimana supaya kita menjadi pria-pria yang tangguh.
Tangguh juga bermakna, kuat, ulet, tabah, tidak mudah menyerah dan tidak gampang dikalahkan.

Bagaimana menjadi pria yang tangguh?
Bagaimana supaya kita dapat menjadi pria yang tangguh? 


1. Terus mengandalkan Tuhan
2 Timotius 2:1, "Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."
Kekuatan seorang pria bukan dari fisiknya, tetapi dari kedekatannya dengan Tuhan sebagi sumber kekuatan.

Mazmur 84:6, “Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!”
Ada pria yang kekuatannya bukan dari Tuhan, sebab ia tidak mengandalkan Tuhan, tetapi dari dunia, orang lain, bahkan setan. 

Dampaknya mereka tidak akan pernah mengalami kedamaian, sebaliknya yang ada ketakutan dan tidak tenang.

Ciri orang yang mengdalkan Tuhan:
Menjadikan doa dan firman Allah sebagai kebutuhan mutlak setiap hari. Saat kita setia berdoa dan membaca firman Tuhan, disitu kita akan mendapatkan hikmat dan kekuatan.

2.  Menjalankan tanggung jawabnya dengan baik

Daniel 6:4-5, “Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!."

Daniel bertanggung jawab atas semua tugasnya, sekalipun harus membayar harga yang tidak ringan bahkan harus dimasukkan ke goa singa.

Kedewasaan seorang pria, bukan ditentukan dari usia, tetapi dari seberapa dia setia melakukan tugas dan tanggungjawabnya.
Sebaliknya, pria pengecut adalah pria yang lari dari tanggungjawabnya atau melalaikannya.

Tanggung jawab dalam hal apa?
a. Pekerjaan - Jangan malas.
b. Perkataan - Menepati janji
                      Jangan mudah berjanji kalau tidak bisa menepati.

3,  Menguasai diri

Kejadian 39:7-10, “Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: ”Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: ”Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.”

Seperti Yusuf, pria yang tangguh bisa menguasai diri dari segala godaan.
Kalau Yusuf tidak mengusai dirinya, maka akan mempermalukan nama Tuhan dan melukai orang lain.

Demikian juga dengan kita, jika kita tidak bisa menguasai diri akan melukai hati anak dan isteri dan mempermalukan nama Tuhan.

Waktu kita mampu menguasai diri, Tuhan sediakan berkat dan promosi.

4.  Rendah hati dan bisa mengalahkan egonya.

Filipi 2:3-5, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,"

Pria yang tangguh adalah pria yang rendah hati dan bisa mengalahkan egonya.
Teladan utama kerendahan hati adalah Tuhan Yesus sendiri.
Pria yang tanggung adalah pria yang rendah hati, bukan pria yang sombong dan egois.

Bagaimana pria yang rendah hati?
a. Mau terus belajar
b. Berani mengakui kesalahan
c. Siap untuk ditegur.

Penutup
Bagaimana dengan kita? Apakah keempat hal mengenai pria yang tangguh ini ada pada kita?
Pria yang tangguh adalah pria yang terus mengandalkan Tuhan, menjalankan tanggungjawabnya dengan baik, menguasai diri, rendah hati serta bisa mengalahkan egonya.

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 Bahan Khotbah Pemberkatan Nikah
Buku 29 Bahan Khotbah Kedukaan dan Penghiburan
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Wanita
Buku 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 1


Kamis, 06 Juli 2023

ISTERI YANG CAKAP LEBIH BERHARGA DARI PADA PERMATA

 Ayat Pokok:
Amsal 31:10-31

Pendahuluan
Ayat ini berkata, "Istri yang cakap lebih berharga dari permata..",tidak dikatakan perempuan yang cakap. Hal ini berarti berati bahwa ; nilai diri dan kecakapan seorang istri dimulai untuk suami dan rumah tangganya, bukan cakap diluar rumah saja.
“Istri yang cakap adalah mahkota suaminya.”Amsal 12:4

Hanya orang-orang yang cakap yang boleh bekerja untuk Tuhan:
  1. Untuk menjadi pemimpin Seribu orang, Seratus orang, Lima puluh orang, Sepuluh orang, adalah orang-orang yang cakap. Keluaran 18:21
  2. Untuk bekerja dalam istana raja, Daniel 1:4
  3. Hamba Tuhan harus cakap mengajar, 2 Timotius 2:2,24
  4. Daud dipilih Tuhan karena kecakapannya, Mazmur 78:72
  5. Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya, di hadapan raja raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang hina. Amsal 22:29
Bagaimana kita bisa seorang yang cakap?
Dimulai dengan “Takut akan Tuhan akan dipuji puji” (Amsal 31:30).
Kriteria takut akan Tuhan, Amsal 12:1-4:
1. Mencintai Didikan
2. Mencintai pengetahuan
3. Mencintai teguran
4. Mencintai kebaikan
5. Mencintai kebenaran
Hasilnya adalah: “Istri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.” (4)

Kriteria istri yang cakap lebih berharga dari permata:

1. Ia cakap membangun Nilai dan citra suaminya;
2. Ia Cakap bekerja;
3. Ia cakap mengembangkan dan mengatur keuangan;
4. Ia cakap membangun kekuatan iman;
5. Ia cakap dalam hal murah hati;
6. Ia cakap membangun citra dan nilai dirinya;
7. Ia cakap membangun nilai-nilai keharmonisan dan romantis;
8. Ia layak menerima kemuliaan dan berkat;
Membangun Citra dan Nilai Diri.
Membangun Citra dan Nilai suami.
Membangun Citra dan Nilai Keluarga.
Memberi Semangat kepada Suami.
Mempunyai Visi.

Penutup
Wanita-wanitanya Allah, mari kita berusaha dengan kekuatan firman dan Roh Kudus untuk terus menjadi wanita-wanita yang cakap, bukan sekedar cakep.  Artinya kita memiliki kecantikan hati atau inner beuty. Kita bukan hanya sibuk mengejar kecantikan luar yang bisa cepat pudar, tapi kecantikan hati yang abadi.

LINK INFORMASI PENTING
Jual Buku Kumpulan Khotbah dan Renungan Khusus Wanita, "Isteri Yang Cakap Melebihi Permata"
Jual Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Wanita

Rabu, 05 Juli 2023

SUNGGUH BESAR ANUGERAH ALLAH BAGI KITA

 Ayat Pokok:
Efesus 1:1-14

Pendahuluan
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, harus memiliki pemahaman bahwa Allah Bapa telah memberikan berkat kepada kita melalui karya Yesus Kristus.
Berkat yang dimaksud tentu bukan semata-mata berkat jasmani, terapi terlebih lagi berkat rohani.
Jika kita memiliki kesadaran bahwa di dalam Kristus posisi kita sangat luar biasa, maka perjalanan kita ke depan tidak akan pernah sama lagi. 

Apa yang kita miliki sebagai orang yang dibernarkan-Nya?
1. Kekayaan rohani dalam Kristus
Efesus 1:13

Segala berkat rohani adalah hal yang menjadi bagian kita sebagai orang-orang percaya yang dipilih oleh Bapa Sorgawi.
Itu berarti di dalam Kristus, kita adalah orang-orang yang kaya akan segala berkat sorgawi.
Jika kita adalah orang yang diberkati, maka mindset atau mentalitas kita tentu akan berubah dan menyesuaikan dengan fakta ini.
Mentalitas kaya akan diikuti sikap hidup dalam kemurahan hati, sedangkan mentalitas miskin selalu ingin mengambil dan menerima.

2. Keselamatan di dalam Kristus
Efesus 1:4
Efesus 1:7
Anugerah dalam Kristus menjadikan kita sebagai  orang-orang yang dipilih untuk ditebus oleh darah Kristus yang mahal. Artinya, kita adalah orang-orang yang mendapat kemurahan Tuhan, sekaligus amat berharga bagi-Nya. 

Untuk kita yang berdosa, Ia rela mati di atas kayu salib untuk menebus (membeli) kita menjadi milik-Nya. 

Hal ini membuat kita tidak lagi memiliki keraguan soal keselamatan kekal kita di dalam Kristus, karena dasarnya jelas bukan karena kebaikan dan perbuatan kita; melainkan karena anugerah-Nya

3. Jaminan dalam Kristus
Efesus 1:13-14
Agar keraguan kita akan posisi kita di dalam Kristus pudar, Ia telah memberikan Roh Kudus di dalam kita sebagai jaminan. 

Ayat-ayat itu menyebut bahwa Roh Kudus adalah materai (tanda kepemilikan yang sah) yang diberikan bagi setiap kita yang dipilih Bapa dan ditebus oleh Kristus. 

Yang menjadi jaminan bahwa posisi kita di dalam Kristus begitu kuat, adalah karena Roh-Nya sendiri yang dimateraikan di dalam kita. Jaminan Roh-Nya itu adalah jaminan pasti!

Penutup
Setiap kita adalah orang berdosa yang tidak layak dihadapan Allah. Akan tetapi karena kasih karuniaNya yang besar, Allah memberikan berkat-berkat sorgawi bagi kita melalui karya Tuhan Yesus Kristus sehingga mengucap syukur selalu menjadi bagian hidup orang percaya. 
Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan menunjukkan bahwa kita istimewa. Maka perlu untuk kita menjaga hidup kita terus berpadanan dengan kehendakNya.


Kamis, 29 Juni 2023

TUHAN SELALU MENOLONGKU

 Ayat Pokok:
Mazmur 38:1-23

Pendahluan
Daud disebut Tuhan sendiri sebagai orang yang berkenan di hati-Nya, tetapi Daud juga mengalami permasalahan dan bahkan sakit penyakit.
Ay2. Ketika seseorang sedang sakit, salah satu intimidasi iblis adalah Tuhan sedang menghajar. Tuhan sedang menghukum, sedang marah, 
Setiap kali kita mengalami sakit, pasti ada saja serangan iblis. Iblis berkata, "Tuhan sudah meninggalkan engkau, Tuhan tidak membuat mujizat bagimu, 
Penyakit bukanlah tanda bahwa Tuhan tidak membuat mujizat.

Beberapa perenungan tentang penyakit.
1. Penyakit tidak selamanya adalah kutuk
Penyakit tidak selamanya adalah dosa. Penyakit juga bukan tanda bahwa Tuhan tidak menjawab doa. Penyakit bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita.

Ingat kisah Lazarus
Lazarus dikasihi Yesus tetapi dia sakit, seperti juga Daud, orang yang berkenan di hati Tuhan, tetapi dia juga alami sakit.
Kita hidup karena pertolongan Tuhan, dan pertolongan Tuhan dinyatakan bukan saja ketika kita sehat, tetapi Tuhan juga menolong kita ketika kita sakit.
Jadi ketika kita sakit, jangan biarkan iblis mengintimidasi kita, Tuhan meninggalkan, Tuhan menghajar, Tuhan tidak buat mujizat, Tuhan telah menenpatkan kutuk dalam hidup kita, dan lain sebagainya.
Kita bisa hidup karena pertolongan Tuhan, dan Tuhan menolong kita bukan hanya ketika kita sehat, Tuhan juga menolong kita ketika kita sedang terbaring sakit. Alkitab berkata, oleh bilur-bilur-Nya, kita yang percaya sudah disembuhkan Tuhan.

2. Penyakit adalah kesempatan untuk Tuhan menyatakan kuasa-Nya lebih dahyat dan luar biasa.
Mazmur 38:.22-23, "
Daud tahu bahwa penyakit bukan akhir dari segala-galanya. Ada Tuhan yang akan menolongya.

Beberapa hal tentang pertolongan Tuhan
1. Tuhan menolong kita tidak selamanya persis seperti yang kita harapkan.
2. Tuhan menolong kita sekaligus mendatangkan perubahan bagi kita
Tuhan ingin supaya hidup kita berubah; menjadi lebih dewasa, lebih tangguh, hidup lebih berkenan kepada Tuhan, makin hari makin disempurnakan dalam kemulian. Ada target Tuhan.
3. Tuhan menolong kita agar kita terlepas dari berbagai ikatan dosa.
4. Tuhan menolong kita agar pada akhirnya kita menerima kepastian jalan ke sorga.
Apa artinya kita dapatkan segalanya kalau jiwa kita binasa?
Agama, amal, ibadah, tidak bisa memberi jaminan sorga. Yang bisa memberi jaminan sorga adalah Kristus yang memberikan jaminan keselamatan bagi kita yang percaya.

Penutup
Mari bersyukur kepada Tuhan. 
Jangan jadi orang yang menjauh dari Tuhan. Apapun yang terjadi, tetaplah beriman dan percaya, Tuhan setia dan pasti akan menolong kita seturut kehendak-Nya.
Tetap hidup berkenan kepada Tuhan. Pastikan hidup kita senantisa seturut dengan terang firman Tuhan.





Rabu, 28 Juni 2023

JANGAN MENOLAK DIDIKAN TUHAN

 Ayat Pokok:

"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak dimasa depan/"
(Amsal 19:20)

Pendahuluan
Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat baik. Dia senantiasa memperhatikan dan mengasihi kita. Saat kita lemah dan tidak berdaya, Tuhan hadir melalui Roh Kudusnya memberikan kekuatan. Saat kita sedang susah, Tuhan memberikan kepada kita sukacita dan penghiburan.

Namun kebaikan Tuhan, tidak berarti kita tidak akan pernah mengalami didikan dan teguran Tuhan. Seperti kita sebagai orang tua, akan mendidik dan mendisiplin anak-anak kita, demikian juga Tuhan akan menegur dan mendidik kita, saat kita mulai melenceng dari apa yang Tuhan kehendaki.

Dalam Wahyu 3:19, dengan jelas dan tegas firman Tuhan menyatakan, "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah dirimu dan bertobatlah."

Mengapa Tuhan keras kepada kita?
Tuhan mendidik kita bukan tanpa alasan. Seringkali Tuhan harus berlaku keras kepada kita, karena kita yang terlalu bebal dan tidak mau mendengar peringatan Tuhan.

"…ketika Aku datang tidak ada orang, dan ketika Aku memanggil tidak ada yang menjawab?” (Yesaya 50:2a).

Saat Tuhan datang kepada kita, kita tidak peduli dan saat Dia memanggil, kita tidak menjawab. Saat itulah Tuhan akan berlaku keras kepada kita supaya kita segera menyadari kesalahan yang telah diperbuat. Bila Tuhan mendidik kita dengan keras melalui hajaran atau pukulan, bukan berarti Dia tidak mengasihi kita, justru Dia menunjukkan kepedulian-Nya, kasih-Nya, dan tanggung jawab-Nya atas hidup kita.

Hal ini dilakukan karena Dia tak ingin kita semakin melenceng dari jalan-Nya. Sebagaimana seorang ayah yang menghukum ketika anaknya bandel dan tidak mau taat, begitu juga dengan Bapa di Sorga bila kita sudah diberitahu, diingatkan, dan dinasihati secara halus namun tetap mengeraskan hati dan tak mau mendengar.

Didikan adalah bukti kasih
Sebagai orang tua yang baik, tentu kita tidak akan membiarkan anak-anak kita, terus dalam kesalahan dan pelanggaran. Kita akan memperingatkan dan menegur mereka. Bahkan ketika anak-anak kita tidak mau memperhatikan didikan kita, maka terpaksa kita harus melakukan tindakan yang mungkin menurut anak kita tidak enak. Bahkan bisa jadi mereka punya pemikiran bahwa kita tidak sayang kepada mereka. Tetapi sesungguhnya apa yang kita lakukan adalah wujud kasih kita kepada Tuhan. Kalau kita tidak menyayangi mereka, bisa saja kita cuek dan tidak mau tahu dengan mereka. Firman Tuhan berkata, "Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” (Amsal 13:24)

Demikian juga dalam hubungan kita dengan Tuhan. "Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang." (Ibrani 12:8)

Sikap yang tepat dalam merespon didikan Tuhan
Menyadari bahwa semua didikan yang Tuhan nyatakan adalah demi kebaikan kita, lalu bagaimana seharusnya ketika kita mengalami didikan Tuhan?

1. Tetaplah sabar
Bukan kematian orang fisik yang Tuhan kehendaki, melainkan pertobatannya, karena itulah Tuhan berlaku sabar. Jika Tuhan menghajar dan memukul kita, berarti Dia memiliki rencana yang indah dibalik semua tindakan-Nya.

“Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.” (Ayub 5:18).

Saat kita menempuh jalan yang salah, Roh Kudus bicara dengan lembut kepada kita untuk mengingatkan, janganlah mengeraskan hati jika ditegur dan diperingatkan, sebba hal itu untuk kebaikan hidup kita juga. Tuhan harus berlaku keras kepada kita karena Dia tidak ingin kita bermain-main dengan dosa dan mengalami kebinasaan.

2. Bertobat dan jangan menolak didikan Tuhan
Ibrani 3:7-8b, "Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: ”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,"

"Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 
(Ibrani 12:5)

Ketika kita mengalami didikan Tuhan, baik itu melalui persoalan atau penderitaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita, maka yang yang paling tepat yang harus kita lakukan selain tetap sabar dan bersyukur, juga kita harus bertobat dan jangan mengeraskan hati.

Penutup
Bersyukurlah jika saat ini kita sedang mengalami didikan dan teguran Tuhan.
Tuhan mendidik umat-Nya layaknya seorang bapak mendidik anaknya. Didikan adalah ungkapan kasih Tuhan. Setiap keadaan dalam hidup kita yang digunakan Tuhan untuk membersihkan dan membebaskan kita dari dosa adalah didikan Tuhan. Didikan itu dapat berupa sebagai penderitaan, teguran, kegagalan dan sebagainya. Menyakitkan? Tentu saja. Prosesnya memang tidak selalu menyenangkan, namun hasilnya tidak akan mengecewakan. Semua adalah demi kebaikan kita. Melalui itu semua, Tuhan mendidik kita untuk melawan dosa yang masih kita pegang erat, agar kita dapat melepaskannya dan bebas menjalani hidup yang bertumbuh bagi kemuliaan-Nya. Berakhirnya dosa dalam hidup kita adalah permulaan hidup kudus bagi Tuhan. Didikan adalah sarana yang dipakai Tuhan supaya hidup kita semakin serupa dengan Kristus.

Jika didikan Tuhan pasti mendatangkan kebaikan dalam hidup kita, masihkah kita menolak atau menghindarinya? Yakinlah, Tuhan juga tahu batas kemampuan kita. Didikan itu tidak akan menghancurkan tetapi membangun kehidupan menjadi lebih baik. 

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

LINK INFORMASI PENTING
KUMPULAN KHOTBAH DAN RENUNGAN KHUSUS PRIA

Selasa, 27 Juni 2023

MENGAPA TUHAN MENGIJINKAN MASALAH MENGHAMPIRI

 Ayat Pokok:
Roma 8:28

Pendahuluan
Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita JATUH atau BERTUMBUH, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya

Mengapa Tuhan mengijinkan masalah terjadi?
Mari kita pelajari MAKSUD TUHAN mengijinkan masalah dalam hidup ini untuk menjadi Kebaikan bagi kita:

1. Untuk membangun iman kita
Ada kalanya masalah yang kita hadapi TUHAN ijinkan untuk membangun iman kita kepada-Nya dan menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa hidup tanpa DIA.
Masalah bisa menjadi suatu cara yang Tuhan pakai untuk merubah pilihan kita.
Saat kita merasa diri kuat, TUHAN tidak dapat berkarya dalam diri kita.

Ilustrasi: Kisah Dwi Krismawan yang diselamatkan Tuhan dari kecelakaan pesawat saat berlatih.

Dwi Krismawan lahir di Malang 21 Oktober 1973. Di tengah-tengah usahanya mencapai impian untuk menjadi Pilot, pada tanggal 28 January 1997 dia mengalami kecelakaan. Pesawat yang ditumpanginya crash, hancur dan terbakar. Membakar 50% tubuhnya. Impian menjadi pilot musnah. Dalam keadaan terpuruk, dia berusaha menggapai kembali impian. Dari menjadi peternak ayam, Tenaga Marketing, sampai menjadi Karyawan dilakoninya. Kini kisah hidupnya sudah diangkat menjadi film dengan judul "BAWA AKU TERBANG" menjadi inspirasi bagi banyak orang. Impiannya untuk menjadi seorang pilot tercapai sudah. Sebagai seorang Motivator Speaker dia bisa membawa banyak orang yang putus asa dan hilang pengharapan menjadi orang yang berpengharapan! Pilot Motivasi!

Bagi Dwi Karisman Masalah berubah menjadi Berkat

2 Korintus 12:9-10, “Jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

2. Untuk menguji kita
Hidup itu bagaikan teh celup... Jika ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas!
Kadang TUHAN ingin menguji kesetiaan kita melalui “air panas masalah” yang kita hadapi.
Emas menjadi murni dengan cara di panaskan dalam api.

Salah satu bentuk investasi yang sering dianggap aman bahkan jauh lebih aman ketimbang menyimpan dalam mata uang tertentu oleh banyak orang adalah dengan menabung dalam bentuk emas murni. Emas murni bukanlah emas yang kita kenal dalam banyak bentuk perhiasan. Perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas biasanya sudah dicampur dengan logam lainnya sehingga strukturnya menjadi lebih keras. Emas yang murni sebenarnya adalah logam yang lembut, berkilat, berwarna kuning yang menarik, lentur sehingga mudah ditempa. Ada sebuah proses pemurnian emas yang dilakukan lewat proses pembakaran. 

Metodenya adalah dengan memberi panas pada emas hingga mencair. Disaat emas sudah cair, berbagai kotoran yang melekat padanya seperti debu, karat dan unsur-unsur logam lain akan naik ke permukaan, sehingga semua kotoran ini bisa dipilah dan dibuang. Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya diperoleh emas yang benar-benar murni, bebas dari segala kotoran dan campuran logam lainnya. 

Dari proses pembakaran itu akan jelas terlihat mana emas yang murni, mana yang masih dipenuhi oleh kotoran-kotoran yang mengurangi kadar kemurnian emas itu. Nilai jual beli emas yang sudah berbentuk perhiasan dan emas murni pun lumayan besar bedanya. Nilai emas yang relatif aman dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang mudah terpengaruh situasi-situasi dunia menjadikan emas menarik untuk dijadikan alternatif dalam berinvestasi. 

Demikian pula iman kita. Agar bisa murni, iman harus melalui proses pemurnian pula sama seperti emas. Ada banyak orang yang ingin memiliki iman murni tetapi tidak mau melalui prosesnya. Proses pemurnian bukanlah sesuatu yang nyaman untuk dihadapi. Emas pun demikian bukan? Emas harus melalui proses pembakaran dengan suhu yang sangat tinggi untuk dapat dimurnikan. Ada kalanya Tuhan mengijinkan kita untuk masuk ke dalam pencobaan. Bukan untuk menyiksa kita, namun untuk memurnikan iman kita. Seperti halnya emas diproses hingga menjadi murni, iman kita pun terkadang harus melalui proses pemurnian lewat pencobaan-pencobaan yang mungkin rasanya sangat menyakitkan seperti dibakar. Seperti halnya emas yang dimasukkan ke dalam api hingga kelihatan murni dan tidaknya, iman kita pun akan kelihatan kemurniannya lewat berbagai tingkat kesulitan dan pencobaan yang kita lewati dalam perjalanan hidup kita.

3. Untuk mengoreksi kita
Adakalanya kita menghargai sesuatu..., teman, hubungan, kesehatan.., saat kita sudah kehilangan.
Mazmur 119:71, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”


4. Untuk melindungi kita
Supaya terhindar dari bahaya yang lebih besar
Kejadian 50:20, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan...".

5. Untuk menyempurnakan kita
Masalah bisa membentuk kita.
Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. 

Roma 5:3-4, " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, ......”

Ilustrasi : Burung Elang dan anaknya

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk Elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. 

Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! 

Sesaat kemudian, bukan kematian yang anak Elang itu terima, namun kesejatian diri sebagai Elang, yaitu terbang.

Jika kita menghadapi masalah

  1. Jangan menyalahkan TUHAN.
  2. Ingatlah!!! Penderitaan itu ringan, karena ALLAH tidak pernah mengijinkan pencobaan melampaui kekuatan kita.
  3. Jangan memperhatikan hal-hal yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan. Yang kelihatan sementara, tetapi yang tidak kelihatan itu kekal sampai selama-lamanya.
  4. Jika Anda menghadapi Ujian berarti Anda dan bukan umat yang biasa-biasa saja tetapi anda sedang dipersiapkan menjadi Umat yang Khusus.

1 Korintus 10:13,”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Penutup
Apapun masalah yang sedang kita hadapi, bersyukurlah senantiasa. Percayalah bahwa semua itu Tuhan ijinkan untuk kebaikan kita.

Bersandarlah kepada Tuhan,maka Dia akan memberikan kekuatan ditengah segala pergumulan yang Tuhan ijinkan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

LINK INFORMASI PENTING
29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN

Senin, 26 Juni 2023

DERAJAT SEBUAH BANGSA

 Ayat Pokok:
"Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa."
(Amsal 14:34)

Pendahuluan
Derajar artinya :kedudukan, harkat, martaabat, pangkat, keluhuran
Bangsa: kaum, keluarga, keturunan, bangsa
Derajat bangsaa ditentukan oleh kebenaran, bukan oleh jumlah penduduknya, kemajuan intelektualnya, kemajuan ekonominya atau kekuatan militernya.
Kebenaran suatu bangsa ditentukan oleh kehidupan yang dilandasi keadilan dan kebenaran.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan dari nas ini
Mari kita perhatikan beberapa hal yang perlu kita cermaati dari ayat mas kita ini.

1. Kebenaran meninggikan siapa saja
Orang yang ingin mendapatkan penghargaan dimata Tuhan dan manusia, harus menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
Kemuliaan yang benar dari seseorang atau suatu bangsa terletak pada kesetiaan terhadap hukum yang benar dari Allah. Jika ingin hidup dalam kemuliaan Tuhan, hiduplah dalam kebenaran.
Bung Karno pernah berkata:"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya." Tetapi kita juga dapat berkata, " Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dalam nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

2. Kebenaran memperkokoh suatu bangsa
Seorang pemimpin yang melakukan kebenaran, pemerintahannya akan kokoh (Amsal 16:12)
Setiap bangsa merindukan pemimpin yang benar, juga pemimpin yang bekerja keras untuk selalu mengusahakan kesejahteraan rakyat.
Pemimpin yang benar tidak memikirkan kepentingan diri atau golongannya.
Amsal memang suka membandingkan orang yang bijak dengan orang yang bodoh (bukan secara ilmu tetapi hati yang bebal. Bebal artinya sudah tumpul terhadap kebenaran.
Banyak tokoh politik adalah orang-orang yang terhormat dan berilmu,tetapi ironisnya ada oknum yang meremehkan dan bangkan memutarbalikkan kebenaran.

3. Kebenaran menumbuhkan damai sejahtera
Nabi Yesaya mengingatkan :"Dimana ada kebenaran, disitu akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran adalah kesenangan dan ketenteraman."(Yesaya 32:17)
"Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat. Tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluh kesahlah rakyat."(Amsal 29:2)
Sebagai orang percaya, baik dalam lingkup besar maupun kecil harus menjaga kebenaran.
Ditengah masyarakat, kebenaran erat kaitannya dengan kesejahteraan, sebagimana yang dinyatakan oleh 
Nabi Yesaya.

Kebenaran yang semu hanya sebatas dalam gereja atau terbatas di tempat ibadah saja, dan tidak ada karya nyata di tengah masyarakat. Orang bebal mungkin berpikir bahwa segala tipu dayanya bisa dikompensasi dengan segala kesantunan yang dilakukannya. Mereka bisa berpandangan bahwa dengan segala ketaatan kepada kewajiban agamanya dapat berkenan kepada Tuhan. Pengakuan dosa Daud, "Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diamEngkau memberitahukan hikmat kepadaku" (Mzm. 51:8).
Sungguh tragis kalau di dalam kebebalan, kesombongan menguasainya. Kita butuh menumbuhkan dan mengembangkan kebenaran yang berdampak dalam jemaat dan masyarakat yang tenang dan tentram.

Menjadi harapan dan doa kita, agar Tuhan membangkitkan orang-orang benar di bangsa kita. Firman Tuhan berkata: "Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat. Tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat" (Ams. 29:2). Kita perlu berdoa agar Tuhan membangkitkan suatu generasi yang takut akan Tuhan, yakni angkatan orang benar yang bersih tangannya dan yang murni hatinya. Inilah suatu generasi yang mencari wajah-Nya yang bisa lahir di kampus-kampus, di instansi-instansi pemerintah, di sektor-sektor usaha bisnis dan perdagangan, juga di sektor seni dan dunia hiburan.

Penutup
Kita perlu berdoa agar Tuhan membangkitkan suatu generasi yang takut akan Tuhan, yakni angkatan orang benar yang bersih tangannya dan yang murni hatinya. Inilah suatu generasi yang mencari wajah-Nya yang bisa lahir di kampus-kampus, instansi-instansi pemerintah, sektor-sektor usaha bisnis dan perdagangan, juga di sektor seni dan dunia hiburan.

Kita juga perlu doakan para pejabat negara kita, supaya mereka menjadi pejabat negara yang menjauhi segala kejahatan dan dosa.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

Minggu, 25 Juni 2023

MENGADALKAN TUHAN

 Ayat Pokok:
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.!"
(Yeremia 17:7)

Pendahuluan
Penderitaan, kesusahan  bahkan goncangan hidup yang kuat terkadang membuat orang menghadapi dua pilihan, mau mengandalkan Tuhan atau mencari solusi lain.
Sebagian orang berpikir, bahwa mengandalkan Tuhan berarti bergantung total kepada Tuhan, menyerahkan semua oersoalan hidup yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani kepada Tuhan.
Tuhan yang bekerja, manusia cukup bersantai-santai saja. 
Pemahaman seperti ini tentu tidaklah tepat.

Kalau doa yang kita naikkan hanya berisi permohonan pemenuhan kebutuhan jasmani, kemudian kita merasa bahagia saat kebutuhan jasmani itu terpenuhi, berarti fokus kita bukan kepada Tuhan, melainkan pada tubuh jasmani kita.
Tuhan hanya kita pakai sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Kita tidak mengandalkan Tuhan, tetapi mengandalkan materi. Kita hanya memperalat Tuhan untuk mendapatkan kesenangan duniawi.

Arti hidup mengandalkan Tuhan
Apa arti hidup mengandalkan Tuhan? Hidup mengandalkan Tuhan adalah menaruh kepercayaan kepada Tuhan yang memiliki otoritas tertinggi didalam kehidupannya sanggup menjamin kehidupan kita.

Jika memperhatikan kehidupan dunia saat ini, semakin baikkah atau sebaliknya, bukan?Semakin hari semakin banyak goncangan terjadi.
Secara naluriah, goncangan-goncangan yang ada membuat kita semakin was-was, gelisah dan takut.

Keadaan atau situas yang ada tidak jarang membuat orang percaya yang pada awalnya memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan atau mengerjakan perkara-perkara rohani, akhirnya menjadi suam-suam kuku. Mereka mulai kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan, dan klimaksnya mereka mengakhirinya dengan hidup di dalam daging.

Mengapa orang sulit mengandalkan Tuhan?
1. Tidak mengenal Tuhannya
2. Hanya terfokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani.
3. Kerohanian yang tidak konssisten dalam pengiringannya
4. Kita tidak bersemangat dan tidak berjuang keras untuk apa yang dipercayakan kepada kita.
5. Membiarkan hidup kita dikuasai oleh situasi dan kondisi atau keadaan dunia.
6. Hidup dalam ketidaktaatan akan firman Tuhan.

Ciri orang yang hidup mengandalkan Tuhan
1. Hatinya melekat kepada Tuhan
Artinya memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan. Ini adalah tanda ketergantungan kita dengan Tuhan, sama seperti ranting-ranting yang tidak dapat hidup dan berbuah tanpa melekat padaa pokok anggur. Tuhan Yesus berkata:" Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5)

Orang yang hatinya melekat kepada Tuhan, adalah orang yang memiliki kesukaan merenungkan firman Tuhan setiap hari. memperkatakannya dengan iman, serta melakukannya.
Mazmur 91:14, "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.."

2. 


Rabu, 21 Juni 2023

MENGUCAP SYUKUR YANG DIKEHENDAKI ALLAH

 Ayat Pokok:
"lMengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
(1 Tesalonika 5:18)

Pendahuluan
1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Salah satu kehendakTuhan bagi kita adalah mengucap syukur
Allah menghendaki mengucap syukur sebagai kebiasaan atau karakter dalam kehidupan kita untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal.
Mengucap syukur dalam segala hal artinya,  bukan saja saat kita sedang baik-baik saja, atau dalam keadaan diberkati, tetapi juga dalam keadaan sebaliknya, saat kita dalam pergumulan atau keadaan yang tidak menyenangkan sekalipun.

Pengertian Mengucap Syukur

A. Dalam Perjanjian Baru
Kata mengucap syukur dalam bahasa Yunani, “EUCHARISTEO”, yang memiliki beberapa pengertian, yaitu:

1. Sebuah kesadaran akan kebaikan yang Tuhan anugerahkan kepada kita, untuk dapat kita nikmati dalam segala keadaan.
Jadi mengapa kita mengucap syukur? Karena kita sudah memiliki kesadaran bahwa dalam kehidupan kita, begitu banyak kebaikan dan anugerah Tuhan yang telah kita dapatkan. Tidak ada alasan untuk kita tidak mengucap syukur

2. Menang
Setiap orang percaya yang membangun kebiasaan dengan penuh kesadaran untuk mengucap syukur, mereka bukan saja ada dalam kehendak Tuhan, tetapi mereka juga ada posisi sebagai orang-orang yang berkemenangan. Orang yang bersungut-sungut adalah orang yang kalah sebelum bertanding. Orang yang selalu bersukacita , adalah orang yang menang. Dengan mengucap syukur, kita menang, meskipun sepertinya kemenangan itu belum kita alami.

B. Dalam Perjanjian Lama
Mari kita perhatikan Yesaya 12:1, “Pada waktu itu engkau akan berkata:”Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surutdan Engkau menghibur aku.”

Kalimat “Aku mau bersyukur..” memberi pengertian bahwa mengucap syukur merupakan sebuah keputusan.
Bersyukur jika tidak segera diputuskan, maka kita akan selalu menemukan alasan untuk kita mengeluh dan bersungut-sungut.

Kata  “bersyukur” dalam bhs. Ibrani menggunakan kata “YADA”, yang mengandung beberpa arti, yaitu:

1. Aku mau menghormati Tuhan
Ketika kita bersyukur kepada Tuhan, maka sebenarnya kita sedang ada dalam posisi menghormati Tuhan. Sebaliknya ketika kita tidak bersyukur, kita sedang ada posisi sebaliknya alias tidak mengormati Tuhan.

2. Menyembah Tuhan.
Kita menempatkan Tuhan di atas kehidupan kita. Kita menerima kedaulatan dan keputusan Tuhan yang hasilnya pasti baik buat kehidupan kita, meski harus melewati penderitaan. Dan ketika kita mengucap syukur, itu sama dengan kita menyembah Tuhan.

3. Mengakui Tuhan
Mengakui pribadi-Nya Tuhan, pekerjaan dan rancangan-Nya, dan kita mengakuinya dengan mulut kita.

4. Berterimakasih
Karena dalam realita kehidupan yang kita hadapi, khususnya dalam menghadapi kesusahan, ratapan dan air mata, kita yakin bahwa tidak ada maksud Tuhan sedikitpun untuk mencelakakan kita. 

Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Kita harus senantiasa memiliki keyakinan bahwa dalam segala keadaan, termasuk saat dalam lembah kekelaman, Tuhan ada menyertai kita.

Mazmur 23:4, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Mengapa masih banyak orang yang sulit  untuk mengucap syukur dalam segala hal? Karena tidak memiliki pemahaman yang benar tentang hal ini.

Contoh dalam Alkitab
Ada beberapa contoh dalam Alkitab mengenai tokoh-tokoh yang dapat menjadi contoh dalam hal mengucap syukur.
- Ayub
Ayub 42:1-2, “Maka jawab Ayub kepada Tuhan:”Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."

Rasul Paulus
1 Timotius 1:12, “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku –“

Paulus tidaklah selau mulus dalam melayani Tuhan Yesus, ada banyak tantangan dan penganiayaan yang dia hadapi, seperti tertulis dalam 2 Korintus 4:8-9, 

Penutup
Mengucap syukur itu ibarat sebuah payung. Memang payung tidak diciptakan untuk meniadakan hujan, tetapi payung diciptakan untuk kita dapat terus menembus hujan dan kita tidak basah oleh air hujan tersebut. Demikian juga dengan ucapan syukur kita, tidak akan membuat masalah sirna dari kehidupan kita, tetapi  ucapan syukur membuat kita tetap semangat dan kuat di tengah penderitaan yang berat.

Jadikan kesukaan mengucap syukur sebagai karakter kehidupan kita.

LINK INFORMASI PENTING
29 BAHAN KHOTBAH IBADAH UCAPAN SYUKUR


Selasa, 20 Juni 2023

KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

 Ayat Pokok:
"Yang kuhendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya."
(Filipi 3:10b)

Pendahuluan
Orang percaya patut berbangga hati dan bersukacita karena kita punya Tuhan yang hidup dan berkuasa!  Hari ini kita memperingati kebangkitan Kristus dan kematian.
Kebangkitan Kristus adalah kemenangan iman orang percaya.  Ini merupakan penegasan kebenaran ajaran Kristus.

Kuasa Kebangkitan Kristus
Mari kita renungkan bersama-sama kuasa kebangkitan Kristus

1. Cancel Our Past (Menghapus masa lalu kita)
Kolose 2:13-14, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersamasama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuanketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib."

2. Conquer Our Problem (Mengatasi masalah kita)
Kisah 4:29-31, "Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizatmujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani."

3. Change Our Personality (mengubah pribadi kita)
Galatia 2:20, "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untukaku."

Penutup
Sungguh dahsyat kuasa kebangkitan Kristus bagi kita yang percaya. 
Kebangkitan Kristus menghapus masa lalu kita, kebangkitan Kristus mengatasi masalah kita dan mengubah kepribadian kita.

-TUHAN YESUS MEMBERKATI-



Senin, 19 Juni 2023

SUKACITA KARENA TUHAN

Ayat Pokok:
Nehemia 8:10-11

Pendahuluan
Hidup Kristen selalu dipenuhi dengan sukacita surgawi, sehingga meskipun masalah dan persoalan datang, mereka tidak kecewa, dan tetap dapat bersukacita.

Betapa pentingnya sukacita, karena sukacita dari dalam hati kita akan terpancar keluar dan mempengaruhi segala yang ada di luar kita.

Sukacita dalam hati kita dapat timbul jika kita selalu menyadari penyertaan Tuhan selalu ada dalam diri kita, rencana-Nya selalu yang terbaik bagi kita dan mujizat serta pertolongan-Nya selalu ada bagi kita.

Mengapa kita perlu bersukacita?
Mari kita renungkan mengapa kita perlu bersukacita dalam Tuhan.

1. Karena sukacita dalam Tuhan akan membuat kita kuat menghadapi segala tantangan kehidupan
Nehemia 8:11 b (TB),”…Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!” 

Nehemia 8:11 b (TL), “… maka sebab itu janganlah kamu berdukacita, karena kesukaan yang dari pada Tuhan itulah juga kuatmu.”

2. Karena sukacita dalam Tuhan akan menutup pintu kebencian dan kedendaman
Kenapa ada banyak orang kehilangan sukacita, karena dalam hantinya masih dipenuhi dengan kedendaman, kedengkian dan iri hati.

Karena itu mari kita buang semua hal negatif ini. Kita ganti dengan hal-hal yang positif, sukacita, pengampunan dan kasih, sehingga kesukaan dari Tuhan akan kita nikmati.

3.   Karena sukacita dalam Tuhan akan menolong kita untuk menjadi lebih kreatif dalam hidup ini.
Banyak orang ketika menghadapi masalah, pikirannya fokus kepada masalah dan bukan kepada Tuhan. Hal ini seringkali justru membuat kita tidak dapat melihat pelunag-peluang dan kesempatan yang ada dihadapan kita.

Tetaplah bersukacita, tetap tenang dan pastikan bahwa masalah akan membuat kita lebih kreatif dalam menjalani pergumulan hidup ini.

4. Karena sukacita dalam Tuhan akan menuntun kita untuk melihat pertolongan Tuhan yang dahsyat

Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Penutup
Orang yang menerima sukacita dalam Tuhan, maka hidupnya pasti tenang, tenteram dan beruntung
Oleh karena itu, mari kita senantiasa bersukacita senantiasa dalam Tuhan, seperti Firman Tuhan yang tertulis dalam Filipi 4:4: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”


LINK INFORMASI PENTING
29 BAHAN KHOTBAH PILIHAN

Minggu, 18 Juni 2023

MENJADI MURID KRISTUS

 Ayat Pokok:
Lukas 9:23; Filipi 1:9


Pendahuluan
Salah satu tujuan Tuhan memanggil; kita adalah menjadikan kita sebagai murid-murid-Nya
Secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Apabila orang tua menyekolahkan anaknya dalam pembelajaran atau pendidikan yang berkualitas, tentu bukan bertujuan untuk menyombongkan kemampuan materi atau kehebatan anaknya, tapi bertujuan mencerdaskan anaknya dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada guru/pembimbingnya. Dalam Perjanjian Lama kita dapat melihat contoh pemuridan, seperti: Yosua menjadi pengikut dan penerus Musa, Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam Perjanjian Baru: Yohanes dengan murid-muridnya, Yesus Kristus dengan ke-12 murid-Nya, serta Paulus dengan Timotius, Titus, dan lain sebagainya. Dengan demikian pengertian murid Kristus adalah orang-orang percaya yang mau belajar tentang segala ajaran Kristus dan mengabdikan dirinya hidup mengikuti Kristus.

Namun tidak semua orang percaya bersedia menjadi murid Kristus. Mengapa? Karena mereka enggan untuk mempelajari dan melaksanakan setiap ajaran Kristus dalam hidup mereka. Bila kita telah mengaku diri sebagai murid Kristus, apakah kita sudah benar-benar mempelajari dan melaksanakan ajaran Kristus dalam hidup kita sehari-hari? Kiranya pertanyaan ini menjadi intropeksi diri kita masing-masing. Lalu pertanyaan selanjutnya muncul: Apakah tujuan kita belajar menjadi murid Kristus? Dan bagaimana menjadi murid Kristus? Mari kita renungkan bersama

3  Langkah menjadi murid Kristus
Lukas 9:23 menjelaskan 3 langkah kepada kita, yaitu: “menyangkal diri”, “memikul salib” dan “mengikut Kristus”.

a. Menyangkal diri
Menyangkal diri artinya, kita mau melepaskan atau tidak mempergunakan hak kita karena kita memilih untuk mengedepankan Kehendak Tuhan. 

Menyangkal diri adalah tidak menempatkan diri sebagai pusat hidupnya, tapi menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya. Orang yang menyangkal diri memahami hidup sebagai kasih karunia Kristus yang patut disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab di hadapan-Nya. Orang yang menyangkal diri akan berkata: “Bukan kehendakku, ya Bapa, melainkan kehendak-Mulah yang jadi.” Contoh penyangkalan diri dapat kita lihat dari hidup rasul Paulus, yang dalam surat-suratnya menyatakan bahwa apa yang dia pikirkan, apa yang dia lakukan, semata-mata bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk Tuhan. Dalam Roma 14:8, Paulus berkata:” Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup dan mati, kita adalah milik Tuhan.”

Apabila kita senantiasa belajar menyangkal diri, kita akan dapat menjadi murid Kristus yang menempatkan kehendak Kristus sebagai dasar dan pedoman setiap rencana dan langkah hidup kita. Orang yang dapat menyangkal diri juga tidak menganggap diri dan kepentingannya sebagai yang utama, tetapi ia dapat bersikap rendah hati dan memperhatikan kepentingan orang lain. Ini yang dimaksudkan Paulus dalam Filipi 2:3. Dengan demikian sebagai murid Kristus, kita tidak hanya menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya, tapi juga senantiasa rendah hati dan peduli pada kepentingan orang lain. Inilah eksistensi dan makna hidup seorang murid Kristus di tengah kehidupan ini

b. Memikul salib
Langkah berikutnya menjadi murid Kristus adalah bersedia memikul salib. Pada masa Yesus, salib merupakan hukuman yang paling hina dan menderita diberikan pengadilan Romawi kepada orang yang terbukti melakukan pelanggaran dan dosa besar. Sebenarnya Yesus tidak pernah melakukan pelanggaran dan dosa apa pun, tetapi Ia memberi diri disalibkan untuk menggenapi misi Allah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan maut. Karena itu makna salib adalah ketaatan Kristus pada Allah dan wujud nyata kasih-Nya pada umat manusia. Hal ini ditegaskan Paulus dalam Filipi 2:6-8: “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”.

Seorang teolog Jepang, Kosuke Koyama pernah bertanya: “Kenapa orang Kristen harus memikul salib? Mengapa lambang orang Kristen adalah salib? Mengapa bukan rantang yang berisi makanan bergizi dan memiliki gagang sehingga mudah menentengnya?” Pertanyaan Kosuke Koyama ini membantu kita memahami salib bukan sebagai hal yang menyenangkan atau membanggakan, tetapi salib adalah harga yang harus kita bayar sebagai murid Kristus. Setiap orang pada dasarnya memiliki salibnya masing-masing, yang harus dipikul dengan sabar dan taat kepada Kristus. Dalam memikul salib sebenarnya kita tidak perlu menggembar-gemborkan kesulitan yang kita alami, tetapi justru kita perlu belajar tetap bersukacita dalam Kristus (1 Petrus 4:12-14).

Memikul salib artinya, mulai mengambil atau menanggung satu beban yang tidak enak arena kita melepaskan hak kita. Filipi 3:7-8

c. Mengikut Kristus
Mengikut Yesus artinya, kita mulai bertindak dan mengiringi Yesus sesuai dengan kehendakNya, Seperti yang dilakukan Matius si Pemukut Cukai. Matius 9:9

Mengikut Kristus artinya setia mengikuti Kristus dan taat melaksanakan segala firman-Nya. Ketika Yesus mengajak murid-murid yang pertama (Simon Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes) untuk menjadi murid Kristus, mereka meninggalkan jala, perahu, dan ayah mereka, dan mengikut Yesus (Matius 4:18-22). Dari peristiwa ini kita belajar komitmen mengikuti panggilan Kristus, dan taat melaksanakan segala firman-Nya dalam hidup kita.

Ketika berada di antara kerumunan orang-orang, seorang ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus menjawab: ”Serigala mempunyai liang dan burung memiliki sarang, tetapi Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8:19-20). Jawaban Yesus ini menjadi suatu pernyataan bahwa sebenarnya Yesus tidak mendapat tempat di hati orang Farisi itu. Walaupun dia berkata akan mengikut Yesus, tetapi Yesus tahu keberatan hatinya. Mengapa? Karena ia adalah seorang Farisi yang sulit meninggalkan segala reputasi dan otoritasnya yang besar dalam sistem agama Yahudi. Saat ini pergumulan seperti orang Farisi itu cenderung dialami orang Kristen.

Mengikut Kristus adalah mengutamakan Kristus di atas segalanya, bukan menempatkan Kristus di bawah kepentingan yang lain. Bila kita mau mengikut Kristus, kita perlu taat melaksanakan ajaran Kristus dan mempersaksikan kebenaran Kristus kepada sesama melalui setiap perkataan, sikap dan perbuatan kita sehari-hari. Hal utama yang perlu kita laksanakan sebagai murid Kristus adalah meneladani gaya hidup Kristus untuk hidup saling mengasihi dengan sesama (Yoh. 13:34-35). Dengan kita hidup saling mengasihi, kita turut mewujudnyatakan misi Kristus dalam menghadirkan kasih dan damai sejahtera bagi dunia.

Penutup
Tuhan merindukan kita menjadi murid-murid Krstus yang sejati. Menjadi murid Kristus adalah suatu pembelajaran kita untuk terus mengenal Kristus, memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, serta taat melaksanakan setiap ajaran-Nya.

Lukas 9:23 menjelaskan secara sederhana bagaimana kita dapat terus diproses dan diperlengkapi menjadi murid Kristus, yaitu :(menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus)  Bila kita senantiasa berusaha menjadi murid Kristus, maka sebenarnya kita turut mewujudkan kehendak Allah agar kita hidup serupa dengan Kristus (Roma 8:29).
Semoga Kristus senantiasa menyertai langkah hidup kita.

LINK INFORMASI PENTING
29 BAHAN KHOTBAH KEDUKAAN DAN PENGHIBURAN
29 BAHAN KHOTBAH UCAPAN SYUKUR