KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label 551 BAHAN KHOTBAH PERJANJIAN BARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 551 BAHAN KHOTBAH PERJANJIAN BARU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 September 2017

DIA DATANG MEWUJUDKAN KASIH-NYA

Ayat Pokok
Matius 1:18-25

Apakah Allah mengasihi saya dan bagaimana Ia mengasihi saya? Pertanyaan ini telah sering sekali ditanyakan oleh tak terhitung banyaknya orang. Jawaban yang Alkitab berikan untuk pertanyaan ini adalah Allah bukan hanya mengasihi kita, Ia pun mengasihi kita lebih dari siapa pun pernah mengasihi kita. Mari kita melihatnya dari Firman Allah.

1. Allah mengasihi kita – Ia memberikan Anak-Nya bagi kita

Untuk memahami kasih Allah kepada kita, mari kita memulai dari 1 Yohanes 4:9. Di sana kita membaca:
“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita…”
Kasih, apabila kasih itu jujur, selalu dimanifestasikan dalam tindakan. Di sini Firman Allah mengatakan bahwa Allah memang mengasihi kita dan kasih-Nya itu dinyatakan atau dimanifestasikan-Nya. Bagaimana? Jawabannya terdapat dalam ayat yang sama:
1 Yohanes 4:9
“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Allah menyatakan kasih-Nya dengan mengirimkan Anak-Nya, Yesus Kristus, ke dalam dunia sehingga kita dapat hidup oleh-Nya. Senada dengan itu, Yohanes 3:16 mengatakan kepada kita:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan…………..”
Seperti yang kami katakan di atas, kasih selalu berwujud pada tindakan, seperti tindakan memberi, dan Allah, oleh karena Dia begitu mengasihi kita, Dia pun memberi! Apa yang Ia beri? Mari kita lanjutkan pembacaan kita:
Yohanes 3:16-17
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Allah, tanpa alasan apa pun selain karena mengasihi kita, telah melakukan hal teramat luar biasa bagi kita yaitu Ia mau mengaruniakan anak-Nya untuk mati bagi kita, supaya dengan percaya kepada-Nya kita dapat memperoleh hidup yang kekal. Roma 5:6-10 bahkan menyatakan hal ini secara lebih jelas lagi:
Roma 5:6-10
“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”
Perhatikan anak kalimat “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita”. Bagaimana Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita? Dia bukan saja mengaruniakan Anak-Nya bagi kita, tetapi Ia mengaruniakan-Nya ketika kita masih dalam keadaan berdosa, masih durhaka, sama sekali tidak layak untuk menerima pengorbanan yang sedemikian besarnya!
Pernyataan yang sama dapat kita lihat juga dalam Efesus 2:
Efesus 2:1-3
“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.” 
Pada ayat-ayat di atas, saya menandai beberapa kata yang menunjukkan keadaan di masa yang lampau. Hal itu untuk memberi penekanan bahwa bagi kita yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kritus dan kebangkitan-Nya, keadaan yang digambarkan dalam ayat-ayat di atas adalah MASA LALU. Kita dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa dan kita dahulu adalah orang-orang yang seharusnya dimurkai. Namun sekarang, kita tidak lagi berada dalam keadaan seperti itu! Keadaan yang digambarkan dalam ayat-ayat di atas sudah menjadi sejarah bagi kita, bukan merupakan keadaan kita sekarang! Dari keadaan itulah kita telah dilepaskan! Bagaimana kita dilepaskan, oleh siapa dan mengapa? Efesus 2:4-9 memberi kita jawabannya:
Efesus 2:4-9
TETAPI Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” 
Kata “TETAPI” yang membuka ayat-ayat di atas mengontraskan apa yang dikatakan sebelum kata ini (ayat 1-3) dengan apa yang dikatakan sesudah kata ini (ayat 4-9). Ayat 1-3 memaparkan keadaan kita ketika sebelum percaya dan keadaan kita itu sangat menyedihkan. Sebagaimana yang kita baca di sana, kita “dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” kita dan kita adalah “orang-orang yang harus dimurkai.” Tetapi Allah, oleh karena kasih-Nya yang besar yang dilimpahkan-Nya kepada kita”, mengubah semua ini: yang tadinya “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa,” sekarang hidup “bersama-sama dengan Kristus”. Yang tadinya dimurkai, sekarang memiliki tempat bersama-sama dengan Kristus di sorga! Dari perspektif Allah, hal itu telah terlaksana! Tetapi, mengapa
Allah mau melakukan hal ini? “OLEH KARENA KASIH-NYA YANG BESAR YANG DILIMPAHKAN-NYA KEPADA KITA………BAHKAN KETIKA KITA MASIH DALAM KEADAAN MATI KARENA PELANGGARAN-PELANGGARAN DAN DOSA-DOSA” KITA!

2. Allah mengasihi kita – Ia menjadikan kita anak-anak-Nya

Ayat-ayat lain yang menunjukkan betapa besarnya kasih Allah kepada kita terdapat juga dalam 1 Yohanes 3:1-2:
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah……”
Bahwa kita adalah anak-anak Allah dinyatakan juga dalam Galatia 3:26: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus”! Dan sebagaimana dinyatakan ayat di atas, inilah bukti betapa besarnya kasih Allah kepada kita. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita”.

3. Allah mengasihi kita – Ia melatih kita

Kita telah melihat di atas bahwa Allah, oleh karena kasih-Nya yang besar kepada kita, telah menjadikan kita anak-anak-Nya. Dan sebagaimana ayah yang penuh kasih melatih dan mendisiplin anak-anaknya, apalagi Allah. Sebagaimana Ibrani 12:6 katakan kepada kita:
Ibrani 12:6
“karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya…..”
Hajaran mungkin bukan yang kita inginkan tetapi itulah yang kita butuhkan! Itulah mengapa hanya mereka yang benar-benar mengasihi kita yang cukup peduli untuk menghajar kita. Dan itulah pula sebabnya mengapa Allah menghajar kita: karena Ia mengasihi kita dan peduli kepada kita.

4. Allah mengasihi kita – Tak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya

Selanjutnya dan yang terakhir dari pembahasan singkat kita tentang kasih Allah adalah Roma 8:38-39:
Roma 8:38 – 39
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat [malaikat mana? malaikat yang telah jatuh, yaitu setan], maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Allah sangat mengasihi kita dan tidak ada apa pun, baik kuasa-kuasa, ataupun pemerintah-pemerintah, atau yang ada sekarang maupun yang akan datang yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. Ia mengasihi kita dan Ia tidak akan pernah berhenti mengasihi kita. Inilah kebenaran dari Firman Allah.

5. Allah mengasihi kita – kesimpulan

Kesimpulan artikel ini: kita telah melihat dari Firman Allah bagaimana Allah begitu mengasihi kita dan kasih-Nya dibuktikan-Nya dengan mengaruniakan Anak-Nya bagi kita, dan Ia melakukannya bahkan ketika kita masih dalam keadaan berdosa dan durhaka! Melakukan hal ini bagi orang benar dan baik adalah pengorbanan yang sangat besar. Tetapi kita bukan orang-orang yang baik dan benar. Kita dahulu adalah orang berdosa, orang yang durhaka, yang sudah mati karena pelanggaran dan dosa-dosa kita. Namun, ini tidak menghentikan Allah: Dia begitu mengasihi kita dan oleh karena kasih-Nya kepada kita, Ia mengaruniakan Anak-Nya ketika kita masih orang-orang berdosa, sehingga dengan percaya kepada-Nya kita menjadi hidup dalam Kristus dan memperoleh tempat di sorga bersama dengan Dia.
Lebih jauh lagi kita melihat bahwa Allah begitu mengasihi kita, sehingga menjadikan kita anak-anak-Nya. Dan sebagaimana ayah yang baik menghajar anak-anak-Nya, terlebih lagi Allah.
Akhirnya kita juga melihat bahwa kasih Allah begitu BESAR dan tidak ada apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Dengan kata lain: Tidak ada apa pun yang dapat membuat Allah berhenti mengasihi kita!

Rabu, 11 Januari 2017

YESUS DATANG MEMBAWA KELIMPAHAN

Ayat Pokok:
"Pencuri datang, hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."
(Yohanes 10:10)

Pendahuluan
Dalam  ayat Alkitab ini, kita mengetahui ada dua pribadi yang kedatangan mereka sangat bertolak belakang.Pribadi yang pertama disebut pencuri. Ini tidak lain berbicara tentang iblis. Mengapa dia disebut pencuri? karena memang kerjanya hanya mencuri, membunu dan membinasakan. Iblis selalu berusaha mencuri, membunuh dan membinasakan sukacita kita. Iblis selalu berusaha mencuri, membunuh dan membinasakan fokus perhatian kita. Dan iblis juga senantiasa mencuri, membunuh dan membinasakan iman kita.

Pribadi yang kedua adalah; Yesus Kristus.
Yesus datang memberi hidup, bahkan hidup yang berkelimpahan.

Pengertian hidup
Kata hidup dalam ayat ini menggunakan kata"Zoe". Dalam bahasa Yunani ada dua kata yang bisa diterjemahkan hidup. Selain kata " Zoe" ada juga kata " Bios". Kata bios adalah hidup yang dimiliki oleh semua makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Dari kata inilah kemudian kita mengenal Ilmu Biologi. Ciri bios ini paling tidak dapat kita lihat bahwa tujuan makhluk hidup adalah makan, kenyang, berkembangbiak, begitu seterusnya sampai kemudian mati sebagai akhir segalanya. Apakah kehidupan kita hanya mau seperti itu?

Hidup yang Tuhan mau adalah"zoe' seperti yang dipakai dalam kata ini.
Berbeda dengan "bios", kata" Zoe" artinya hidup dalam segala kekayaan dan kualitas sebagai manusia yang sesunggguhnya. Zoe adalah hidup yang membawa arti, bukan sekedar membawa arti untuk orang lain tapi arti untuk kekekalan. Singkatnya zoe adalah hidup seperti Tuhan Yesus. Zoe selalu berbicara tentang kehidupan dalam hubungannya dengan Tuhan yang dimanifestasikan dalam segala hal. Dengan kata lain zoe adalah kehidupan yang berfokuskan pada hal-hal yang rohani,dan tidak bersentuhan denga hal-hal yang bersifat fisik atau sementara. Zoe juga berbicara  bagaimana kita mengisi hari-hari hidup kita agar apapun yang kita lakukan memiliki nilai kekal. Zoe tidak berbicara tentang panjangnya hidup dengan  segala prestasi yang kita dapatkan, tetapi tentang dalamnya hidup, dan segala makna yang mampu kita berikan untuk orang lain dan kerajaan Allah.
Kata zoe ini juga yang dipakai dalam Yohanes 3:16.

Arti hidup yang berkelimpahan.
Hari-hari ini banyak pemberita firman baik melalui mimbar-mimbar gereja maupun sarana media, yang menggemakan bahwa kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, berhak menikmati janji Tuhan, termasuk janji untuk hidup dalam kelimpahan. Tentu kita setuju dan mengimani ayat ini. Namun kelimpahan yang seperti apa yang Tuhan inginkan?  Kita perlu memahami ayat ini dengan konteks yang tepat sehingga kita tidak salah memaknai ayat ini dan menjadikan Tuhan sebagai alat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Kelimpahan yang Tuhan maksudkan bukanlah sekedar berbicara kelimpahan hal-hal materi. Tapi lebih dari itu, kelimpahan yang Tuhan maksudkan adalah:
a. Hidup yang dipelihara oleh Tuhan, sampai mengucap syukur kepada Tuhan. jadi hidup dalam kelimpahan tidak diukur dari jumlah (berapa juta, dll), tapi bagaimana kita mengucap syukur berapapun yang Tuhan berikan kepada kita. Itulah kelimpahan yang dikehendaki Tuhan.
b. Hidup dalam kegerakan atau kebangunan rohani. Artinya selalu berkobar-kobar dalam kerohanian.
c. Hidup kekal di Sorga.

Kata kelimpahan dalam ayat ini dari kata "perisso" artinya kelimpahan sampai meluber, bisa dikatakan tidak terukur. Apa itu kekayaan yang tidak dapat diukur? jelas ini bukan keayaan jasmani yang sudah pasti ada ukurannya Tetapi kekayaan rohani yang memang tidak ada ukurannya.

Mengapa Yesus harus datang membawa kelimpahan?
a. Setan membuat kehidupan didunia ini seperti padang gurun, sehingga banyak orang kehilangan sukacita. Bahkan setan juga berusaha menawarkan kelimpahan-kelimpahan semu (Matius 4:8-10).
b. Karena dunia dengan segala keinginannya akan lenyap ( 1 Yohanes 2:17)

Bagaimana supaya kita dapat menikmati kelimpahan seperti yang Tuhan janjikan?
a. Merespon panggilan Tuhan. Datanglah kepada-Nya dan andalkan Tuhan senantiasa.
b. Bersabar dalam proses Tuhan( Markus 8:22-26)

Markus 8:22-26
Betsaida =rumah ikan ( berbicara tentang pantai).
Manusia yang buta dalam ayat ini adalah gambaran kehidupan banyak orang di dunia ini yang seringkali digelapkan oleh beratnya pergumulan hidup. Hal ini adalah juga gambaran tentang orang-orang yang buta rohani. Hidup dalam kegelapan dosa dan tidak bisa melihat Tuhan.

Apa yang dibutuhkan oleh orang yang buta?
Markus 8:22-23 -Bukan kekayaan, tetapi jamahan tangan Tuhan. Orang buta ini mengalami dua jamahan Tuhan.
a. Jamahan firman penginjilan (Markus 8:23-24).
b. Jamahan firman pengajaran ( Markus 8:25). Firman pengajaran akan mendidik dan mendewasakan kerohania kita, sehingga mata rohani kita semakin terbuka.

Penutup
Percayalah bahwa Tuhan datang kepada kita untuk memberikan kehidupan yang berkelimpahan. Mari masuki tahun baru ini dengan hati dan iman yang baru. ( Yeremia 4:3, Hosea 10:12).

Anda menemukan artikel ini dalam pencarian tentang:
makna hidup berkelimpahan, hidup berkelimapahan dalam Yesus, rahasia hidup bekelimpahan, tafsiran yoh 10:10, pengertian hidup berkelimpahan,renungan yohanes 10:10, Yohanes 10:10b, pengertian kelimpahan, kelimapahan adalah

LINK INFORMASI PENTING

Senin, 12 September 2016

3 LANGKAH MENGHADAPI MASALAH

Ayat Bacaan : 
Mazmur 54:1-9
Ayat Pokok   : 
"Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku."
(Mazmur 54:9)
Pendahuluan
Tidak ada manusia di dunia ini yang hidupnya tidak pernah menghadapi masalah. Selama manusia hidup di dunia, masalah itu pasti akan tetap menghampirinya. Kalau kita nanti sudah mati, baru masalah tidak lagi dialami. Ini kalau kita didapati mati di dalam Tuhan.  Bisa jadi kalau meninggalnya diluar Tuhan, apalagi kalau mati karena bunuh diri, masalah akan tetap dihadapi.

Masalah yang terjadi dunia, ternyata amat beraneka warna. Masalah ekonomi, pekerjaan, pelayanan, pendidikan, keluarga dan masih banyak lagi masalah-masalah lainnya. Tidak jarang terjadi, bila masalah melanda hidup kita, ada rasa ketakutan dan kekuatiran serta kelelahan akibat tekanan-tekanan yang mungkin terasa begitu berat bagi kita. Banyak juga yang akhirnya menjadi panik, tidak tahu  apa yang harus dilakukan.

Saat masalah datang melanda hidup kita, biasanya ada dua pribadi yang datang, yaitu Tuhan dan setan.  Bila Tuhan datang, Dia akan memberikan kekuatan sehingga kita dapat menghadapi setiap persoalan. Sedangkan setan akan berbuat sebaliknya, menyarankan kita untuk mengambil jalan pintas sehingga masalah itu cepat tuntas.

Tiga Langkah Menghadapi Masalah
Bagaimana langkah kita ketika menghadapi masalah yang datang sehingga kita akan tampil sebagai pemenang? Ada 3 hal yang perlu kita perhatikan sebagai langkah yang harus kita lakukan dalam menghadapi permasalahan.

1. Kendalikan Lidah atau Perkataan.
Mazmur 54:4
"Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!."
Masalah yang kita hadapi, seringkali membuat kita lepas kendali dan mengeluarkan perkataan-perkataan yang sia-sia. Kita tidak  menceritakan masalah kita kepada Tuhan, tetapi justru kepada orang lain. Apa yang terjadi, kita tidak ditolong malah dipermalukan. Dalam bahasa Jawa ada kalimat "ora ditulung malah dipenthung". Ceritakan kepada Tuhan apa yang kita rasakan dalam doa dan ucapan syukur. Jagalah ucapan bibir kita untuk tidak menggerutu, mempersalahkan orang lain, diri sendiri, keadaan apalagi mempersalahkan Tuhan. Perkatakan hal-hal yang positif karena ada kuasa dalam perkataan kita. Kalau kita memperkatakan hal yang baik, maka hal yang baik itulah yang akan terjadi. Sebaliknya kalau kita memperkatakan hal-hal yang negatif maka itulah yang akan menimpa kita. Ingatlah bahwa bahwa " Hidup dan mati  dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya,  akan memakan buahnya."  ( Amsal  18:21).

Amsal 18:20
" Perut orang dikenyangkan oleh  hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya."
Perkataan berpotensi untuk menghasilkan konsekeunsi yang positif atau negatif.

2. Belajar mengenali diri (introspeksi)

Mazmur 54:5
"Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak memperdulikan Allah."

Bila masalah terjadi dalam kehdidupan kita, jangan pernah menganggap itu dari Tuhan. Bisa terjadi masalah itu kita alami sebagai akibat dari kesalahan yang kita lakukan. Kita kurang hati-hati dalam melangkah, atau kurang berhikmat dalam mengambil keputusan. Mungkin juga karena dosa-dosa yang telah kita lakukan. Yang pasti, yang harus senantiasa ada dalam pikiran kita adalah bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang-orang percaya semuanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.( Roma 8:28). Masalah yang terjadi juga Tuhan ijinkan untuk mempersiapkan kita kepada tingkat kehidupan yang lebih tinggi.

3. Jagalah hati
Mengapa perlu menjaga hati? Karena hatilah yang akan mempengaruhi apa yang kita perkatakan dan tindakan yang kita lakukan. Kalau hati kita baik, tetap bersukacita dan bersyukur, maka itulah yang akan mempengaruhi perkataan dan tindakan kita.

Amsal 4:23
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Penuhi hati kita dengan rasa syukur , karena hanya itulah yang dapat kita lakukan. Penuhi hati kita dengan keyakinan dan iman bahwa dalam kondisi bagaimanapun, Tuhan tidak pernah menginggalkan kita. Percayalah juga bahwa tidak pernah merencanakan hal yang jahat terjadi dalam kehiduapn kita."

1 Korintus 10:13
"Pencobaan-perncobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekutan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu dan karena itu, ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekutanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu  jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Penutup
Kiranya langkah-langkah tersebut dapat menjadi pedoman bagi kita dalam menghadapi masalah. Sekarang tidak perlu lagi ada kebimbangan, keraguan, tetapi hadapilah setiap masalah dengan hati dan pikiran yang positif. Dengan demikian, kemenangan pasti akan kita dapatkan.

LINK INFORMASI PENTING
850 MATERI KHOTBAH POWERPOINT ANEKA TEMA

Sabtu, 10 September 2016

BAGAIMANA BERTAHAN DALAM PENCOBAAN

 Disampaikan dalam Ibadah Umum
di GPdI Banjarsari
Minggu, 11 September 2016
Ayat Pokok:
Yakobus 1:2-12

Pendahuluan
Hari ini kita akan belajar bersama-sama tentang Bagaimana Bertahan Dalam Pencobaan.
Apa itu pencobaan? Ada beberapa arti tentang pencobaan
Pertama: bujukan untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Kedua : masalah atau pergumulan yang dihadapi oleh manusia. Ini juga sering dipahami sebagai ujian.
Kebanyakan diantara kita sering menganggap sama antara ujian dan pencobaan. Tidak salah memang, karena ada kata yang sama dalam Alkitab kita, dimana diayat tersebut di terjemahkan pencobaan, tetapi di ayat yang lain diterjemahkan ujian. Namun sesungguhnya ada perbedaan antara ujian dan pencobaan.  Karena perbedaan yang  tipis, terkadang orang sulit membedakan yan mana ujian dan yang mana pencobaan. Perbedaan diantara keduanya adalah mengenai sumber, serta arti dan tujuan diantara keduanya.

Ujian dan pencobaan menjadi dua alat penguji untuk menguji iman orang-orang percaya.

Pencobaan
Yakobus 1:13 "Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: pencobaan ini datang dari Allah !". Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan ia sendiri tidak mencobai siapapun"
Tuhan tidak pernah mencobai siapapun. Jadi selama ini sering  berkata salah ketika berkata " Tuhan mengapa Tuhan memberikan pencobaan yang demikian berat kepada kami?. Ingat pencobaan bukan diberikan Tuhan karena Tuhan tidak pernah mencobai siapapun.
Lalu dari mana datangnya pencobaan itu?
Matius 4:1 "Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai oleh iblis.
Jadi pencobaan datangnya dari iblis.
Pencobaan karena keinginan diri sendiri
Namun ternyata, tidak semua pencobaan itu datang dari iblis.
Ada juga pencobaan yang kita alami karena keinginan diri sendiri.
1 Timotius 6:9 "Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh kedalam pencobaan, kedalam jerat dan kedalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakakn, yang menenggelamkan manusia kedalam keruntuhan dan kebinasaan."
Bolehkah  orang Kristen kaya? tentu saja boleh. Bagaimana caranya" ora et labora" (berdoa dan bekerja).  Banyak orang ingin kaya, tapi dengan cara yang salah, menipu sana-sini, korupsi, berjudi, berbisnis yang haram. Kalau dikemudian hari mereka mengalami masalah tentu ini bukan karena Tuhan. Satu-satunya solusi adalah bertobat

Bentuk-bentuk pencobaan
Melalui kisah Ayub, kita melihat ada tiga hal yang digunakan iblis untuk mencobai Ayub.
Kemiskinan - Ayub 1:13-19
Penyakit Barah- Ayub 1:7-8
Tekanan emosi- Ayub  1:9-10a)
Tetapi Ayub berhasil lolos dari pencobaan dan hidupnya diberkati.
Mengapa suatu kebahagiaan?
Yakobus 1:2, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan."

Kalau pencobaan berasal dari iblis dan punya maksud jahat, mengapa Yakobus menyuruh kita untuk mengganggap bahwa pencobaan adalah suatu kebahagiaan?
Kebahagiaan yang dimaksud Yakobus adalah :
Pertama: Karena  Allah tahu kemampuan dan kekuatan kita dan pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita. 
1 Korintus 10:13

Kedua, Allah berjanji akan memberikan kita penolong

Ketiga, ada berkat ketika kita menang dalam pencobaan

Bagaimana bertahan dalam penderitaan?
a. Mengetahui rencana Allah ( Roma8:28)
b. Tetaplah bersukacita.
c. Minta hikmat Tuhan.

Berkat atas orang yang bertahan dalam pencobaan - Yakobus 1:12)

Jumat, 02 September 2016

PENGHAKIMAN ATAS RUMAH TUHAN

Ayat Pokok:
"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi."
1 Petrus 4:17

Penghakiman : pengadilan, penilaian, pemeriksaan dengan teliti atau dengan cermat.
Penghakiman tidak akan ditunda-tunda dan akan dimulai dari orang-orang percaya sebagai kediaman Roh Kudus.  Sebelum Yesus datang kedunia, yang disebut rumah Allah atau kediaman Allah adalah Bait Allah. Israel tidak pernah mengenal dan mengetahui bahwa pribadi-pribadi sebagai kediaman Allah.

Kapan rumah Allah atau gereja dimulai?
Yoh 19:34
Tanda kelahiran seorang bayi disertai dengan darah dan air.
Gereja lahir saat Yesus mati di kayu salib.

Roma 15:4, 1 Kor 10:6,11 - sebagai contoh bagi kita untuk mengingatkan kita

1 Kor 10:13
Wahyu 2:10 

LINK INFORMASI PENTING

Sabtu, 23 Juli 2016

VICTORY: MENJADI GEREJA TUHAN YANG BERKEMENANGAN

"Tetapi dalam semuanya itu, kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasih kita."
( Roma 8:37 )

Pendahuluan.
Setiap kita tentu ingin menjadi gereja-gereja Tuhan yang berkemenangan. Tahukah saudara bahwa Tuhan sesungguhnya lebih merindukan supaya kita menjadi gereja yang berkemenangan?. Tuhan bukan sekedar merindukan supaya kita menjadi gereja yang berkemenangan, tapi Ia sendiri sudah berjuang dan memang dan mengaruniakan kemenangan itu kepada kita. Kata "kemenangan" dalam bahasa Inggris disebut dengan kata "Victory". Itu sebanya banyak gereja-gereja yang menggunakan kata "Victory" ini. Bahkan ada toko buku, panti asuhan, sekolah dan yayasan-yayasan pelayanan Kristen yang menggunakan kata ini. Hal ini menunjukkan bahwa kita semua ingin menjadi gereja yang menang. Kata "Victory" juga dapat bermaka" kesuksesan". Kata "kemenangan" itu sendiri adalah merupakan kata sifat yang dapat berkonotasi atau mempunyai arti "memperoleh atau mempunyai kemenangan".

Bagaimana Supaya Kita Memiliki Kehidupan Yang Berkemenangan?
Pertanyaan penting selanjutnya adalah bagaimana supaya kita dapat disebut sebagai gereja Tuhan yang berkemenangan? Kita tentu tahu bahwa tidak ada kemengan yang kita perole secara instant. Untuk dapat tampil sebagai pemenang, tentu ada pertandingan, perlombaan dan peperangan yang mesti kita hadapi. Perlu kita pahami bersama bahwa kemenangan tidak hanya sekedar diarttikan bahwa kita akan selalu berhasil atau memperoleh apa yang kita inginkan secara materi atau duniawi. Kemenangan disini lebih kepada bersifat batiniah, yaitu bagaimana kita dapat terus bersyukur atas apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, serta atas apapun pengalaman-pengalaman kehidpan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita.  Kemenangan juga dapat diartikan dengan bagaimana kita mau terus bertahan dalam setiap tantangan yang ada dihadapan kita. Jadi untuk dapat berkemengan, kita perlu terus berjuang dalam hidup. Dan setiap perjuangan harus kita dasari dengan keyakinan iman bahwa  Tuhan pasti memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita. Paulus berkata kepada jemat di Filipi ;" Hai  saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan  maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya ( Filipi  2:13-14).

Untuk dapat berkemengan kita perlu memohon penyertaan Tuhan atas setiap masalah yang sedang kita hadapi. Dalam Markus 4:35-41, di catat bagaimana para murid Tuhan, ketakutan ketia menghadapi masalah, karena mereka tidak menyadari bahwa ada Tuhan ditengah-tengah mereka, dan karena mereka tidak menyerahkan masalah mereka kepada Tuhan. Yang terjadi mereka mulai panik dan  takut, karena mereka tidak menyadari kuat kuasa yang ada pada-Nya. Padahal sebenarnya, jika mereka tetap tenang, mereka hanya berseru kepada Tuhan dan memohon supaya Tuhan campur tangan. Dengan demkian Tuhan akan memampukan kita untuk menjadi pememang. Kita hanya akan bisa menang, kalau kita  hidup dalam kekuatan kuasa Tuhan ( Efesus 6:10). Untuk dapat terus menang, kita juga harus terus menggunakan perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:11-20).

Kita juga perlu senantiasa menyadari bahwa, Tuhan  melalui kuasa Roh Kudus-Nya akan terus menyertai kita dalam keadaan apapun juga untuk memberikan kekuatan dan kemenangan kepada kita. Penyertaan Tuhan akan dapat memberikan kita kekuatan untuk hidup berkemenangan. Meskipun kita beriman kepada Tuhan yang hidup, kita diminta untuk terus berjuang dalam hidup. Allah tidak akan pernah memberikan kemenangan secara instant. Tuhan ingin supaya kita menjadi umat-umat yang kuat. Itu sebanya seringkali Tuhan mengijinkan kita untuk menghadapi berbagai pengalaman peperangan untuk membuktikan bagaimana Dia peduli kepada kita. Percayalah Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita sendirian, menghadapi gelombang kehidupan. Tuhan berjanji akan memberi kita kemenangan dan melepaskan kita dari semuanya (Mazm 34:20).

Kita perlu senantiasa mengingat bahwa, jika Tuhan senantiasa bersama-sama dengan kita, maka Tuhan pasti tidak akan pernah membiarkan kita sendirian menghadapi setiap pergumulan. Ia pasti akan menolong dan memberikan kemenangan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Firman Tuhan berkata :" Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus Tuhan kita ( 1 Korintus 15:57).

Penutup
Bagi gereja Tuhan, kemenanga adalah suatu keharusan. Mahkota hanya Tuhan siapkan bagi orang-orang yang mau terus berjuang dan didapati mereka setia sampai akhir. Wahyu 21:7 menulis' Barang siapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan  Aku akan menjadi Allahnya, dan ia akan menjadi anakku".

LINK PENTING
  • FLASHDISK MATERI KHOTBAH PAKET PANDUAN PELAYANAN KLIK DISINI 
  • BAHAN KHOTBAH POWERPOINT EDISI JANUARI 2016 KLIK DISINI
  • BAHAN KHOTBAH POWERPOINT EDISI FEBRUARI 2016 KLIK DISINI 
  • BAHAN KHOTBAH POWERPOINT EDISI MARET 2016 KLIK DISINI 
  • BAHAN KHOTBAH POWERPOINT EDISI APRIL 2016 KLIK DISINI 
  • BAHAN KHOTBAH POWERPOINT EDISI JULI 2016 KLIK DISINI 
  • TOKO EBOOK ROHANI- BISA BAYAR DENGAN PULSA KLIK DISINI 


Rabu, 13 Juli 2016

BERJALAN DALAM KEKUDUSAN

Ayat Pokok:
1 Petrus 1:15-16
"Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus yang telah memanggil kamu. Sebab ada tertulis,"Kuduslah kamu sebab Aku kudus."

Pendahuluan
  • Kuasa salib Kristus dalam hidup orang percaya: Penebusan ( Efesus 1:7-8,  1Petrus 1:17-18); Pembenaran (Roma 5:8-9); Pengudusan ( Ibrani 13:11-12); dan Pendamaian ( Roma 3:25).
  • Salah satu kuasa dari salib Kristus adalah menguduskan setiap orang yang percaya kepada pengorbanan Kristus di salib Golgota.
Pengertian kekudusan
  •  Dalam bahasa Ibrani, kata "kudus" berasal dari kata "Kadosh" , artinya: terpisah, pemisahan atau dipisahkan dari yang lain.
  • Terpisah artinya:berpisah, meninggalkan, pergi ke arah yang berlawanan, tidak berhubungan lagi, berhenti berhubungan.
  • Kalau kita mau menjadi kudus, kita harus memutuskan hubungan dengan dunia dan cara-cara duniawi, dan sebagai gantinya berhubungan dengan Tuhan dan cara-cara-Nya.
  • Alkitab berkata " Sebagaimana yang memanggilmu kudus, engkau sendiri juga harus kudus, dalam segala perilaku dan cara hidupmu ( 1 Petrus 1:15.The Amplified Bible)
  • "Kadosh" juga artinya, dikhususkan oleh Allah untuk tugas-tugas khusus.
  • Dalam Perjanjian baru, setidaknya da 2 kata yang bisa diterjemahkan kekudusan. yaitu:kata " "Hagios" dan " Katharos"
  • Kata " Hagios" artinya "kudus" namun kudus disini bicara sebagai anugerah Tuhan semata-mata, tapi Tuhan yang menyucikan, menguduskan kita yang percaya kepada-Nya. Ini mutlak karena anugerah dan belas kasihan Tuhan.
  • Kata " Katharos" artinya, suci. murni, bersih, " tapi ada peran kita manusia yang berusaha untuk melakukan perkara-perkara supaya kita menjadi suci, kudus,  dan murni.
Mengapa kita harus berjalan dalam kekudusan
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, mengapa kita harus berjalan dalam kekudusan.
Pertama : karena kekudusan adalah perhiasan.
1 Tawarikh 16:29
"Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama_Nya. Bawalah persmbahan dan masuklah menghadap Dia ! Sujudlah menghadap Tuhan dengan berhiaskan kekudusan."
Perhiasan utama kita, bukan sekedar perhiasan jasmani, tapi perhiasan rohani.
Kedua, karena kekudusan adalah senjata terbaik kita.
Kekudusan adalah senjata terbaik kita untuk dapat menang atas kuasa kegelapan (
Kekudusana adalah senjata untuk kita dapat memiliki masa depan yang penuh harapan (Amsal 24:20, Mazm 34:7)
Mazm 24:20
"Karena tidak ada masa depan bagi penjahat"
Mazm 34:7 -BIS
"Orang yang jahat tidak punya harapan dan tidak punya masa depan".

Ketiga, kekudusan adalah " tiket " untuk dapat dipakai oleh Tuhan.
Ibrani 12:14 " Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan, tidak seorangpun akan melihat Tuhan."
Melihat Tuhan saja tidak bisa, kalau kita tidak mau hidup dalam kekudusan. Bagaimana mungkin Tuhan akan pakai kita, kalau kita masih tinggal dalam kecemaran dunia?
Ilustrasi: Jadilah Gelas Kristal Yang Bersih

Penutup
Kekudusan bukanlah hal yang secara instant akan kita dapatkan. Hidup Kudus adalah suatu proses terus-menerus. Membutuhkan kuasa Roh Kudus yang akan memampukan kita berjalan dalam kekudusan. Biarkan firman Tuhan yang akan menguduskan kita ( Yoh 17:17)

Selasa, 05 Juli 2016

BAGAIMANA MEMILIKI KEHIDUPAN YANG BERKEMENANGAN

Ayat Pokok:
Lukas 10:17-20

Pendahuluan
Tema khotbah kita adalah " Bagaimana Memiliki Kehidupan Yang Berkemenangan". Ada sebagian orang berkata bahwa hidup berkemangan itu pasti. Tapi sebagian lagi akan berkata" tapi saya tidak pernah alami. Saya selalu berharap untuk memiliki kehidupan yang berkemenangan, tapi seringkali kegagalan demi kegagalan, kekalahan demi kekalahan itu yang terjadi". 
Lukas 10:17-20
Ayat 17" Siapa ketujuh puluh murid?
Siapa ke 70 murid dalam ayat ini? Alkitab tidak banyak menceritakan tentang ketujuh puluh murid ini. Kita hanya tahu tentang kedua belas Rasul Yesus itu. Ketujuh puluh murid Yesus ini mungkin hanya kita baca dua kali dalam Alktab, yaitu ketika Tuhan Yesus mengutus mereka dan kedua waktu mereka kembali dan bersyukur kepada Tuhan. Namun kalau kita lihat ayat ini, kita tahu bahwa ketujuh puluh murid Yesus ini bukanlah orang sembarangan. Tapi kalau kita perhatikan kisah mereka, itu berati mereka bukan para pelayan Tuhan full timer yang menyerahkan segenap hidup dan waktu mereka untuk melayani Tuhan. Berbeda dengan dua belas murid Yesus yang kemanapun Yesus pergi mereka ada disana. Atau kedua belas murid Yesus itu bisa kita sebut full timer.
Tapi kita lihat ada hal yang dahsyat yang mereka perbuat " tetapi setan-setan mereka takluk kepada kami demi nama-Mu" . Sesungguhnya ini berita terbesar buat gereja. Bukan seberapa besar gedung gereja yang kita punya.  Bukan seberapa banyak kas gereja yang ada. Tapi seberapa banyak setan-setan yang kita taklukan dalam dama Tuhan. Berita gereja yang sebenarnya apakah orang-orang percaya mampu menaklukkan kuasa setan. Seharusnya setan harus kita taklukkan, karena setan ada dibawah telapak kaki orang-orang percaya. Kita harus mampu mengalahkan setan, bukan kita yang dikalahkan setan.

Ayat 18
"Aku melihat iblis jatuh seperti kilat"
Seharusnya setan yang jatuh, bukan kita

Mengapa kita menang?
Ayat 19 "

Mengapa hidup berkemenangan itu pasti ?
1.  Setan tidak dapat menembus darah Yesus (Wahyu 12:8)
     Ada dua hal yang dikerjakan oleh darah Yesus
     a. Darah Yesus menyucikan dosa (Ibrani 9:13-14)
     b. Darah Yesus mengubahkan status hidup kita (Wahyu 5:9-10)
2.  Karena setan tidak dapat mengalahkan orang yang tunduk kepada Allah (Yakobus 4:7)

LINK INFORMASI PENTING

RAHASIA KEHIDUPAN YANG BERKEMENANGAN

Ayat Pokok:
"Sebab itu kami tidak tawarhati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah jami semakin diperbaharuai dari hari ke sehari.  Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal".
(2 Korintuas 4:16-18)

Pendahuluan
Kehidupan orang-orang percaya adalah seharusnya adalah kehidupan yang berkemenangan, karena Tuhan Yesus telah memberikan kemenangan kepada kita.
Hal ini tidak berarti bahwa kehidupan orang Kristen akan selalu indah, tanpa masalah, atau selalu berkelimpahan dan tidak pernah berkekurangan.  Terkadang ada kalanya orang-orang percaya juga diperhadapkan dengan permasalahan dalam kehidupan atau penderitaan.

Apa kata Alkitab tentang penderitaan?
Dalam Alkitab kita menemukan lebih dari 48 ayat yang menyatakan bahwa para pengikut Kristus  juga bisa mengalami penderitaan.
Lukas 9:23
"Kata-Nya kepada mereka semua:" Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku".\

2 Timotius 3:12
" Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya"

Kunci Untuk Meraih Kehidupan Yang Berkemenangan
Apa saja rahasia untuk memperoleh kehidupan yang berkemenangan?
Pertama: Jangan tawar hati ( 2 Korintus 4:16)
Artinya jangan menjadi pudar atau redup semangat kita, hanya karena masalah yang kita hadapi.
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaanya (Amsal 18:14)

Kedua: Kenakan Mata Rohani ( 2 Korintus 4:18)
Mengapa kita harus mengenakan mata rohani?
Mata rohani akan memampukan kita untuk melihat bahwa ada berkah dalam setiap masalah
Hidup kita karena percaya, bukan karena melihat (2 Korintus 5:7)
Dengan memiliki mata rohani, kita akan dapat melihat hal-hal postif dalam penderitaan (2 Kor 4:17)

Ketiga: Tabah ( 2 Korintus 5:6-8)
Kata"tabah"bukanlah hal yang asing bagi orang-orang Kristen.
Tabah artinya:Tetap dan kuat hati dalam menghadapi masalah. Tidak mudah putus asa dan tidak mudah menyerah
Ilustrasi:
Seorang ustadz yang mampu membeli motor hanya dengan uang recehan.

Keempat: Usaha( 2 Korintus 5:9)

Penutup:
Apapun masalah yang sedang kita hadapi hari-hari ini, mari kita serahkan kepada Tuhan dan percayalah, Ia akan bertindak dan memberikan kita kemenangan.

LINK PENTING


Rabu, 29 Juni 2016

BERHALA

 Ayat Pokok:
" Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala"
( 1 Korintus  10:14)

Pendahuluan
Berhala adalah obyek yang berbentuk makhluk hidup atau benda yang didewakan, disembah dan dipuja
dan dibuat oleh tangan manusia.

Kata berhala dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebagai kata benda memiliki arti patung dewa atau segala sesuatu yang didewakan. Kata berhala kemudian meluas menjadi makhluk atau benda ( matahari, bulan, malaikat, hewan) apa saja yang disembah selain perintah Allah adalah termasuk dalam kategori berhala. Dengan kata lain, berhala adalah segala sesuatu, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat yang dianggap lebih dari Tuhan.

Memberhalakan artinya: rasa suka seseorang terhadap sesuatu melebihi rasa sukanya kepada Tuhan. Misalnya lebih takut kepada seseorang atau benda, dibanding rasa takut kepada Allah, atau lebih mencintai seseorang atau benda, dibanding cintanya kepada Allah

Peringatan dari Rasul Yohanes.
1Yoh 5:21
" Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala"  

Apa arti berhala?
Bhs. Inggris " idol" ( idola?
Artinya:patung ukiran, dewa atau dewi keluarga,momok, hantu, setan,khayalan, maya, kemiripan, keserupaan, persamaan, tokoh(figur), yang bersifat mewakili Allah. sejenis penjelmaan.

Bhs. Yunani
Artinya: image, ikon, untuk disembah.

Macam-macam bentuk berhala.
Benda : emas, perak, kayu, batu, dll ( Yes 44:9-17,Wahyu 9:20, band Ul 4:19)
Kehidupan : manusia, binatang, dst. ( Ul 4:16-18, Rom 1:23-25)
Sifat manusia:kedegilan hati ( 1 Sam 15:23)
                       ketamakan atau keserakahan ( Efe 5:5, Kol 3:5, bnd Mar 7:20-23, 1 Kor 5:11, 6:10, dll

Berhala Akhir Jaman.
Di akhir jaman ini, fakta menyatakan bahwa setiap negara, suku dan bangsa penyembahan berhala, (seperti disebutkan di atas), semakin meningkat saja. Kehidupan orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan, akan mudah terjebak dalam hal-hal diatas. Dan jelas,imannya kepada Tuhan Yesus Kristus, Allah Sang Pencipta, pasti menjadi lemah serta mudah menyerah serta mengalah kepada tawaran dunia, materi, yang dikuasai setan.

Wahyu 21:8
"Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka didalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.".

Wahyu 22:15
"Tetapi anjng-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar."

Antisipasi dari pemyebahan berhala.
1. Hargai Korban Kristus (1 Kor 10:1-22)
Mengingat dan menghargai korban Kristus yang telah mengampuni, menyelamatkan dan menyucikan hidup kita. 
Penyembahan berhala (fisik atau sikap hati), itu membuat iman kita menjad lemah, mudah menyerah terhadap godaan, Sebaliknya dengan menghargai korban Kristus, akan membuat iman kita kuat.

2. Waspada terhadap segala berhala, dengan mengenal Pribadi Tuhan Yesus Kristus secara benar. ( 1 Yohanes 5: 18-21).
Kehidupan kita tidak boleh ada sangkut-pautnya (lagi) dengan berhala, sebab tubuh hidup kita adalah Bait Allah, rumah Allah, Tabernakel Allah, dimana Roh Kudus diam didalamnya.
2 Kor 6: 16-18

Penutup
Bagaimana dengan kehidupan kita? Mari kita terus tingkatkan kewaspadaan supaya kita kuat, dan tidak terjerat oleh tipu daya setan, melalui penyebahan berhala.

LINK PENTING
  • RINGKASAN KHOTBAH BERKAT ATAS ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN KLIK DISINI
  • FLASHDISK PAKET PANDUAN PELAYANAN KLIK DISINI
  • REKAMAN KHOTBAH MP3 KRISTEN KLIK DISINI
  • 310 REKAMAN KHOTBAH KRISTIANI  KLIK DISINI


                      
 

 

Selasa, 28 Juni 2016

WASPADA TERHADAP SEGALA BERHALA

Ayat Pokok:
" Anak-anaku, waspadalah terhadap berhala"
(1 Yohanes 5:21)


Pendahuluan
Dalam ayat ini, Rasul Yohanes mengajak kita untuk berhati-hati dan waspada terhadap segala berhala. Apakah berhala itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata berhala diartikan sebagai" patung dewa, atau segala sesuatu yang didewakan, disembah dan dipuja. Kata berhala ini kemudian meluas dan diartikan makhuk atau benda: matahari, bulan, bintang, batu, dan apa saja yang disembah selain Allah.

Rasul Yohanes mengingatkan kita untuk senantiasa berwaspada. Ayat ini adalah ayat yang sangat pendek, tetapi kalau kita renungkan sungguh sangat dalam maknanya. Rasul Yohanes menulis suratnya kepada jemaat Tuhan yang ada di Asia pada waktu itu. Ini adalah surat Yohanes yang pertama dari tiga surat yang ia buat. Ia juga menulis satu Injil yaitu Injil Yohanes. dan satu kitab yang kita kenal dengan nama kitab Wahyu. Sekalipun tidak secara jelas dalam surat-suratnya  ditujukan kepada siapa surat-surat itu dikirimkan, tetapi banyak penafsir menyetuji bahwa Yohanes mengirim surat-suratnya itu kepada jemaat-jemaat Tuhan yang ada di Asia. Pada waktu itu jemaat Tuhan di Asia mengalami masalah dan kebutuhan yang sama sehingga Yohanes merasa perlu membuat surat Yohanes sebagai surat edaran dan mengirmkannya melalui salah seorang utusan pribadinya untuk mengirimkan surat dan menyampaikan salam pridadinya secara lisan.

Salah satu isi surat itu adalah 1 Yohanes 5:21 yang berkata" Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala". Mengapa Rasul Yohanes merasa perlu untuk menyampaikan pesan ini? Karena pada waktu itu, jemaat-jemaat Tuhan di Asia banyak disusupi ajaran-ajaran sesat dan jerat-jerat penyembahan berhala. Jasi sebenarnya, surat Yohanes ini bukan ditujukan kepada orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan atau orang yang belum dibaptis, atau orang yang beru bertobat. Tapi orang yang pada waktu itu sudah lama mengenal Tuhan, tetapi banyak dipengaruhi oleh pengajaran-pengajaran sesat yang masuk, bahkan ada yang kemudian meninggalkan Tuhan. Kalau kita baca dalam 1 Yohanes 2:19 dikatakan " Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita, sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita"

Akibat tidak waspada terhadap penyembahan berhala.
Kalau kita perhatikan dalam Perjanjian Lama, Sejak bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan melalui Musa sudah mengingatkan supaya mereka berhati-hati terhadap segala berhala. Dalam Keluaran 20:1- 4 dicatat dengan jelas pesan Tuhan terhadap hal ini. Jauh-jauh hari Tuhan sudah mengingatkan umat-umat pilihannNya supaya mereka jangan menyembah kepada berhala. Dalam ayat  5 menyatakan bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu. Mengapa demikian? karena Allah sangat mengasihi kita, sehingga Allah tidak ingin kita binasa, jatuh dalam dalam api dan dikuasai iblis.

Apakah orang-orang Israel benar-benar mentaati hal ini? Kalau kita ingat ceritanya, bagaimana Musa begitu sangat marah, ketika ia baru saja turun dari gunung Sinai untuk menerima 10 hukum Allah. Ketika mereka merasa bosan menunggu Musa, mereka kemudian mencoba untuk menyusul naik ke atas gunung, yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan. Karena mereka merasa Musa tidak turun-turun dari atas gunung, maka kemudian mereka mulai mengumpuklan perhiasan mereka dan kemudian dibuat patung lembu emas dan mereka sembah. Musa menjadi marah dan membanting dua loh batu yang ada ditangan-Nya. Musa kemudian naik kembali ke gunung Sinai untuk memohonkan ampunan Tuhan atas bangsa Israel. Barangkali bangs Israel terpengaruh oleh budaya Mesir yang memang dikenal banyak sekali dewa-dewa  yang mereka sembah. Ada yang namanya dewa matahari, bulan, bintang. dan lain-lain.

Berhala jaman modern.
Tanpa kita sadari, banyak diantara kita hari-hari ini yang mulai jatuh dalam penyembahan berhala. Ada banyak ilah-ilah di jaman modern ini. Ada banyak hal yang seringkali menyingkirkan kedudukan Tuhan yang seharusnya menjadi yang terutama, tapi digantikan dengan berhala-berhala. Apa saja berhala-berhala pada jaman ini?  Berhala nafa nafsu,  berhala cinta manusia, berhala harta, berhala cinta diri, dan lain-lain

Mengapa Rasul Yohanes merasa perlu mengingatkan supaya kita waspada terhadap penyembahan berhala?
Setidaknya ada dua alasan mengapa Rasul Yohanes ingin mengingatkan jemaat, terhadap peyembahan berhala.
Yang pertama, penyembahan berhala merampas pengetahuan tentang Allah dan manusia (Kis 17:24-25,29).
Dalam Yohanes 4:24 dikatakan bahwa Allah itu Roh dan itu sebabnya kita harus menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran.
Yang kedua adalah karena Allah adalah Roh yang tidak terlihat (Kol 1:15).
Allah itu hanya mempunyai satu bentuk yaitu diri-Nya sendiri dan bentuk itu kudus. Gambar Allah yang kudus itulah Yesus.

Aplikasinya dalam kehidupan kita.
Sebagaimana jemaat Israel pada waktu itu diperintahkan untuk waspada terhadap penyembahan berhala, kita juga harus berwaspada terhadap perkara ini. Mungkin kita berpikir, saya tidak membuat patung dan menyembah-nya, saya tidak punya keris yang saya puja-puja, dan sebagainya. Tapi keserakahan, seringkali menjadi berhala. Mungkin ada berhala yang kelihatan secara mata manusia, tetapi ada juga yang tidak terlihat secara mata manusia. Berhala kekuasaan, berhala uang (1 Tim 6:10),

LINK PENTING

Kamis, 05 November 2015

KEBANGKITAN YANG MEMBANGKITKAN

Ayat Pokok:
"Tetapi yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal."
(1Kor 15:20)
Pendahuluan
Ayat bacaan kita menegaskan bahwa"yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan ...". Mengapa rasul Paulus merasa perlu untuk menekankan kebenaran ini? Hal ini untuk menjawab berita-berita dari beberapa kelompok orang yang berusaha menghalang-halangi orang untuk percaya kepada Kristus. Mereka menyebarkan berita-berita yang tidak benar, bahwaYesus tidak bangkit, tetapi mayatnya dicuri orang.

Dalam Matius 28:11-15, dicatat mengenai kebohongan yang dilakukan oleh mahkmah agama yaitu dengan memberikan sejumlah uang kepada penjaga-penjaga untuk menyebarkan berita-berita bahwa mayat Yesus dicuri oleh para murid. Ayat 15 mencatat"mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang diperintahkan kepada mereka.

Kebangkitan Yesus adalah suatu kebenaran
Banyak orang berusaha memutar balikkan fakta tentang kebangkitan Yesus ini dengan menyebarkan berita-berita palsu. Selain yang sudah dibahas diatas, ada juga orang yang berusaha menyebarkan berita palsu bahwa ketika Yesus dikuburkan, sebetulnya belum benar-benar mati, hanya mati suri. Sehingga malam-malam Yesus bangun lalu melarikan diri.

Berita bohong yang lain adalah dengan menyebarkan fitnah bahwa sebenarnya memang Yesus tidak mati. Yang disalibkan adalah orang yang "diserupakan"dengan wajah Yesus. Jadi ketika sudah terdengar kabar bahwa Yesus sedang dikejar-kejar untuk ditangkap dan disalibkan, Yesus bertanya kepada para murid,"Adakah diantara kalian yang mau membantu saya dengan menukarkan wajah kalian dengan wajah saya?" Salah seorang murid Yesus yang bernama Yudas, menyatakan kesediaannya. Jadilah akhirnya, Yudas yang ditangkap dan disalibkan, sedangkan Yesus yang sudah berubah wajah,tidak ditangkap. Tentu Yesus kita bukan pribadi yang demikian. Dia adalah Allah yang bertanggung-jawab dan tidak akan mengorbankan orang lain hanya untuk kepentingan diri sendiri. Yesus adalah Allah yang setia membela kita, sekalipun salib Golgota adalah harga yang harus ia bayar.
Bukti-bukti kebangkitanYesus
Bagaimana bukti-bukti sejarah menguatkan fakta bahwa penyaliban dan kebangkitan Yesus adalah suatu fakta sejarah?
Pertama, Seorang sejarawan Yahudi yang bernama Yosephus menuliskan demikian," Pada kira-kira waktu ini, hiduplah Yesus seorang yang bijaksana, jika memang seseorang seharusnya menyebut Dia seorang manusia, karena ia adalah seseorang yang mengadakan hal-hal yang mengejutkan dan Ia adalah seorang guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan Yunani. Ia adalah Sang Kristus. ketika Pilatus, karena mendengar bahwa Ia akan dikenai tuduhan oleh orang-orang dengan jabatan tertinggi diantara kami, telah menjatuhkan hukuman salib kepada-Nya. Pada hari ketiga, Ia menampakkan diri kepada mereka dalam keadaan kembali hidup, karena nabi-nabi Tuhan telah menubuatkan hal-hal ini dan tak terhitung banyaknya hal-hal yang menakjubkan lainnya, mengenai Dia. Dan suku Kristen, demikian disebutkan menurut nama-Nya, sampai saat ini masih ada."

Kedua, Kesaksian-kesaksian Alkitab sendiri menyebutkan adanya kebangkitan Yesus dan kematian jauh-jauh hari sebelum peristiwa itu terjadi.
Ayub 19:15 menulis,"Tetapi aku tahu, penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit diatas debu". Tuhan Yesus sendiri sudah menubuatkan peristiwa yang akan dialami-Nya.
Mat 17:22-23:"Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka:"Anak Manusia akan diserahkan kedalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia. Dan pada hari ketiga, Ia akan dibangkitkan.". Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.

Ketiga, dalam kitab suci agama lain pun disebutkan tentang kematian dan kebangkitan Isa Almasih.

Dari bukti-bukti diatas jelaslah bahwa kematian dan kebangkitan Yesus adalah suatu fakta kebenaran.
Kebangkitan Yang Membangkitkan
Bagaimana makna kebangkitan Yesus? mengapa disebutkan kebangkitan yang membangkitkan? Apa saja yang dibangkitkan lewat kebangkitan Kristus?
a. Kebangkitan Kristus membangkitkan iman.
    Karena kematian Yesus, banyak murid-murid Yesus yang mulai goyah imannya. Mereka kemudian menyebar ke berbagai tempat. Beberapa diantaranya bahkan kembali ke tempat asal mereka. (Baca Lukas 24:13-35). Tetapi kebangkitan Yesus akhirnya memulihkan iman mereka. Yang tadinya iman mereka mulai goyah, kini bangkit kembali dan mereka dengan sukacita terus berkumpul dan memuliakan Tuhan. Mungkin ada diantara kita yang mulai kehilangan iman? Biarlah kebangkitan Tuhan ini akan membangkitkan iman percaya kita kepada-Nya. 

b. Kebangkitan Yesus,membangkitkan kekuatan
    Petrus yang semula dikenal sebagai murid Kristus yang gagah berani, tapi ketika Yesus mati,ia menjadi penakut dan bahkan menyangkal Yesus sampai tiga kali. Tapi bersyukur karena kuasa kebangkitan Yesus, kekuatan dan keberaniannya kembali dipulihkan.

c. Kebangkitan Yesus membangkitkan masa depan orang yang percaya kepada-Nya
    Baca 1 Kor 13:12-13)

Penutup
Biarkah kuasa kebangkitan Kristus ini juga senantiasa menjadi milik dan bagian kita. Amin !

Rabu, 15 Juli 2015

AKU DAN KAMU ADALAH KELUARGA, SATU TUBUH DIDALAM KRISTUS

Ayat Pokok:
Roma 12:4-5

Pendahuluan
Satu saat ketika berada di kebun binatang, seorang anak bertanya kepada ayahnya " Ayah, mengapa hewan-hewan dikebun binatang ini berbeda-beda?" Ayah menjawab " Semua itu justru mendatangkan keindahan"

Dimana keindahannya sebuah akuarium kalau kita hanya isi dengan ikan-ikan yang sama?
Dimana keindahahan sebuah taman, kalau hanya kita isi dengan bunga yang sama jenis dan warnanya?

Demikian juga ketika Tuhan menciptakan manusia. Tuhan menciptakan manusia dengan berbeda-beda dan tidak sama, supaya kita saling melengkapi
Ilustrasi
" Pemimpin atau Pemimpi?" 

Mengapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda?
  • Supaya kita saling melengkapi ( Roma 12:6-8)
  • Supaya menyadari kita sangat membutuhkan orang lain ( 1 Kor 12:21-22)
  • Suapaya kita dapat bekerjasama ( 1 Kor 12:23-26)
Bagaimana mengatasi perbedaan?
  • Mensyukuri perbedaan yang ada
  • Jangan minder
  • Bekerja sama saling melengkapi
Apa berkat ketika kita ada dalam kesatuan?
  • Nama Tuhan dipermuliakan
  • Pekerjaan besar dapat cepat terselesaikan
  • Berkat-berkat jasmani-rohani dicurahkan
Penutup
Tuhan sangat merindukan agar umat Tuhan senantiasa memelihara kesatuan. Jangan biarkan iblis menghancurkan kesatuan dan persatuan diantara kita. Mari kita upayakan untuk terus memelihara kesatuan diantara umat percaya

LINK PENTING



Minggu, 05 Juli 2015

MENJADI SEPERTI YESUS ADALAH SEBUAH PROSES

Bacaan Hari ini :
Efesus 4:13 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Menjadi seperti Kristus adalah proses pertumbuhan yang panjang dan lambat.
Kedewasaan rohani bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan instan atau otomatis,
ini adalah perkembangan yang bertahap dan progresif yang akan berlangsung selama sisa hidup Anda.

Perubahan karakter Anda adalah sebuah pekerjaan dalam proses.
Transformasi rohani Anda dalam mengembangkan karakter Yesus akan membutuhkan waktu selama sisa hidup Anda, dan itu pun tidak akan selesai di bumi ini.
Ini hanya akan selesai ketika Anda sampai ke surga atau ketika Yesus datang kembali.
Pada saat itu, apa pun pekerjaan yang belum selesai pada karakter Anda yang masih tersisa akan disempurnakan.
Alkitab mengatakan bahwa ketika kita akhirnya bisa melihat Yesus dengan sempurna, kita
akan menjadi sempurna seperti Dia: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita
adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita
tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” (1 Yohanes 3:2)

Banyak kebingungan dalam kehidupan orang Kristen terjadi karena mereka mengabaikan
kebenaran yang sederhana bahwa Tuhan jauh lebih tertarik dalam membangun karakter Anda daripada hal lain.
Kita khawatir ketika Tuhan tampaknya diam pada permasalahan tertentu seperti “Apa jenis karier yang harus saya pilih?”

Tuhan jauh lebih tertarik pada siapa Anda daripada apa yang Anda lakukan. Kita adalah manusia, bukan apa yang diperbuat oleh manusia.
Tuhan jauh lebih peduli tentang karakter Anda daripada karier Anda, karena Anda akan membawa karakter Anda, bukan karier Anda, ke dalam kekekalan.

Alkitab memperingatkan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi
berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Anda harus membuat keputusan yang berbeda dengan kebanyakan orang di dunia ini untuk fokus pada menjadi lebih seperti Yesus.
Jika tidak, kekuatan lain seperti teman-teman, orang tua, rekan kerja, dan budaya akan berusaha membentuk Anda untuk menjadi seperti rupa mereka.

Sayangnya, tinjauan singkat dari banyak buku-buku Kristen populer mengungkapkan bahwa banyak orang percaya telah meninggalkan hidup untuk tujuan Tuhan yang besar dan menetapkan hidup untuk mengejar pemenuhan pribadi dan stabilitas emosional. Itu adalah narsisme, bukan pemuridan.

Yesus tidak mati di kayu salib supaya kita bisa sekedar hidup dengan nyaman dan terpenuhi seperti standard budaya modern.
Tujuan-Nya adalah jauh lebih dalam: Dia ingin membuat kita seperti diri-Nya sebelum Dia membawa kita ke Surga.
Inilah hak istimewa terbesar kita, tanggung jawab kita, dan tujuan akhir kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75

Hal yang paling Tuhan pedulikan adalah siapa Anda dan karakter Anda, karena itulah yang akan Anda bawa sampai kekekalan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Sumber:https://renunganhariankita.wordpress.com/2012/02/19/menjadi-seperti-yesus-adalah-sebuah-proses/

LINK PENTING

Rabu, 15 April 2015

IBADAH YANG MENYENTUH SORGA

Oleh: Pdt. James Alfin Muaya
Nats Akitab:

Pendahuluan
Seringkali kita menemui kelompok orang-orang Kristen yang memiliki dua sisi (dualisme) kehidupan. Ketika mereka ada di gereja atau mengikuti kegiatan-kegiatan kebaktian, mereka menampilkan kehidupan rohani yang luar biasa. Namun begitu keluar dari gereja, mereka menampilkan gaya hidup yang tidak jauh beda dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dangkalnya pemahaman orang Kristen tentang konsep atau arti ibadah yang sejati.

Banyak orang Kristen berpikir

Sumber:
https://jmministry.wordpress.com/2010/05/13/ibadah-yang-menyentuh-surga-membangun-keintiman-dengan-tuhan/

Jumat, 03 April 2015

BELAJAR DARI PEREMPUAN KANAAN

Oleh: Pdt. Darius T. Kurniawan, B.Th
Ayat Pokok: Matius 15:21-28

Pendahuluan
Hidup yang kita jalani hari-hari ini adalah hidup yang berat dan penuh dengan berbagai tantangan. Banyak persoalan yang harus kita hadapi. Mulai dari persoalan ekonomi, keluarga, sakit penyakit dan lain sebagainya.
Kondisi ini seharusnya menyadarkan setiap kita, bahwa sesungguhnya kita perlu menyertakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Kita harus datang kepada Tuhan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi hari demi hari.

Ayat-ayat bacaan kita menceritakan bagaimana seorang perempuan Kanaan yang termasuk golongan orang kafir saja menyadari bahwa dia perlu Tuhan untuk menghadapi permasalahan hidupnya. Itulah sebabnya ia datang dan meminta pertolongan kepada Tuhan ( Matius 15:22)

Tetapi ternyata.walaupun ia datang kepada Tuhan, ia malahan mendapatkan  respon yang tidak menyenangkan, bukan saja dari para murid (Matius 15:23), bahkan dari Tuhan Yesus sendiri (Matius 15:24). Namun luar biasanya perempuan Kanaan ini, ia tetap merespon dengan baik sehingga pada akhirnya,  ia beroleh kasih dan pertolongan dari Tuhan.

Beberapa sikap yang bisa kita pelajari dari perempuan kanaan ini:
1. Menghadap Tuhan dengan rendah hari ( Matius 15:25).
  • Tetap mendekat meskipun murid-murid-Nya mengusir dia
  • Tetap menyembah Tuhan, meskipun tidak dianggap oleh Tuhan
  • Ketika ada masalah, kita harus datang kepada Tuhan dengan sikap rendah hati (bersedia diibaratkan seperti anjing)
2. Tidak dendam ( Matius 15:26-27)
  • Tidak tersinggug, meskipun Yesus menyamakan dia seperti anjingm malah ia berkata, " benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya".
  • Sebagai jemaat, seharusnya kita tidak mudah tersingggug ketika hamba Tuhan menyampaikan teguran lewat firman Tuhan yang ia sampaikan, justru harus besyukur dan menerima dengan sukacita.
3. Tetap setia 
  • Terus bertahan dan menanti pertolongan Tuhan sampai ia memperolehnya
  •  Kta harus tetap setia kepada Tuhan, tidak hanya saat kita sedang kesusahan, tetapi dalam keadaan apapun, kita harus tetap setia beribadah kepada Tuhan.
4. Memiliki pendengaran yang tajam
  • Ketika ada masalah datang dan dengar firman Tuhan,bukan mendengar apa kata orang atau dunia.
  • Suka dengar firman, maka akan seperti pohon, yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya,  apa saja yang diperbuatnya berhasil ( Mzm 1:3)
Penutup
Kita dapat melihat hasil dari keempat sikap yang ditunjukkan perempuan Kanaan tersebut adalah MUJIZAT terjadi ( Mat 15:28). Karena itu, sebagai anak-anak Tuhan, mari kita mau seperti perempuan Kanaan, agar mujizat terjadi dalam kehidupan kita, keluarga, pekerjaan, usaha dan pelayanan kita.

Respon dan sikap yang benar dalam kita datang kepada Tuhan, akan menghasilkan mujizat yang besar dalam kehidupan kita


Sumber: http://www.misikasih.org/belajar-dari-perempuan-kanaan.html



LINK PENTING