KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG DOSA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG DOSA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2025

KESEDIHAN ALLAH MELIHAT KEJAHATAN MANUSIA

Ayat Pokok:
"maka menyesallah Tuhan , bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya."
(Kejadian 6:6)

Pendahuluan
Banyak orang berpikir bahwa Allah itu jauh dan tidak peduli. Tapi ayat ini memperlihatkan sisi Allah yang berduka dan tersentuh oleh dosa manusia.

Saat seseorang yang kita kasihi mengecewakan kita, kita merasa sangat sedih. Demikian juga Tuhan sedih melihat manusia jatuh dalam kejahatan.

Pokok Pembahasan
1. Allah yang Berduka, Bukan Allah yang Tak Peduli
Kata “menyesal” bukan berarti Tuhan melakukan kesalahan, tetapi menunjukkan perasaan duka dan kesedihan Allah terhadap manusia yang terus-menerus berbuat dosa.

Allah bukan pribadi yang dingin—Dia memiliki hati yang peduli dan tersentuh.

2. Kejahatan Manusia Melukai Hati Allah
Latar belakang pasal ini menjelaskan kondisi manusia yang sangat jahat: pikiran mereka selalu membuahkan kejahatan (Kej. 6:5).

Ini menunjukkan bahwa dosa tidak hanya berdampak horizontal (antar manusia), tetapi juga melukai hubungan vertikal (dengan Tuhan).

3. Hati Tuhan yang Rindu Pertobatan
Meskipun Allah sedih, Dia tetap menyediakan jalan keselamatan melalui Nuh.

Ini menunjukkan kasih karunia Allah yang tetap bekerja di tengah-tengah penghakiman.

Aplikasi untuk Kita Sekarang
Introspeksi diri: Apakah hidup kita membuat Tuhan bersukacita atau berduka?
Hidup dalam pertobatan: Tuhan merindukan pertobatan sejati, bukan sekadar ritual rohani.
Menjadi pembawa penghiburan bagi hati Tuhan: Dengan hidup benar, kita “menyenangkan” hati-Nya seperti Nuh (Kej. 6:8).

Ilustrasi:Anak yang Terjatuh dalam Kenakalan
Seorang ayah mendidik anaknya dengan baik. Tapi saat anak itu remaja, ia terjerumus dalam narkoba dan pergaulan buruk. Bukan kemarahan yang pertama-tama muncul di hati sang ayah, melainkan kesedihan mendalam.

Sang ayah berkata, “Bukan karena kamu gagal jadi anak yang baik, tapi karena kamu lupa betapa kamu dikasihi.”

Demikian pula Tuhan—kesedihan-Nya lahir dari kasih-Nya.

Penutup
Kejadian 6:6 bukan hanya tentang murka Tuhan, tetapi tentang kesedihan-Nya karena kasih-Nya yang ditolak. Mari kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa menghargai anugerah Tuhan dengan senantisa hidup dalam kebenaran agar hati Tuhan senantisa disenangkan melalui sikap hidup kita dari sehari-kesehari.'

TUHAN YESUS MEMBERKATI !


Jangan membuat hati Tuhan berduka dengan hidup dalam dosa. Sebaliknya, mari kita hidup seperti Nuh yang berkenan kepada Tuhan.


“Mari hidup dengan kesadaran bahwa setiap perbuatan kita bisa menyenangkan atau melukai hati Tuhan.”

Jumat, 28 Desember 2018

YANG TIDAK DAPAT DIKERJAKAN OLEH ORANG BERDOSA


Ayat Pokok:
Roma 3:21

Pendahuluan
Banyak orang berpikir bahwa menjadi orang Kristen adalah orang yang paling malang. Mengapa demikian? Karena mereka berpendapat bahwa orang Kristen adalah orang yang terikat. Jadi Kristen itu artinya siap untuk terikat dan tidak bisa berbuat apa-apa. Beda dengan orang berdosa yang bisa berbuat apa saja. Tetapi sebenarnya orang berdosa justru adalah orang yang terikat, karena mereka hanya berjalan sesuai dengan apa yang setan mau. Itu artinya mareka bukan orang yang bebas, tetapi justru orang yang terikat oleh setan dan mereka hanya mengikuti cara hidup setan yang menuju kepada neraka dan kebinasaan.

Pada awalnya manusia hidup dalam kemuliaan. Artinya dimana Tuhan berada, disitupun manusia berada. Apa yang Allah bisa kerjakan disitu manusia bisa kerjakan. Karena manusia pada saat itu tinggal di taman Eden. Tetapi ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak tinggal lagi di taman Eden, manusia di buang ke dunia yang orang menyebutnnya  menjadi taman edan.

Apa yang tidak bisa dikerjakan oleh orang yang berdosa?
1. Orang berdosa tidak dapat berjumpa dengan Allah ( Ayub 23:8)
2. Orang berdosa tidak akan mendapat berkat Tuhan (Roma 8;8)
3. Orang berdosa tidak akan melihat kerajaan Allah (Yohanes 3:3,5)
4. Orang berdosa tidak akan mendapatkan ketenangan (Mazmur 107:17)

Penutup
Hari ini kita sudah belajar bahwa orang berdosa tidak dapat berjumpa dengan Allah, Orang berdosa tidak akan mendapat berkat dari Tuhan, Orang berdosa tidak akan dapat  melihat kerajaan Allah dan orang berdosa tidak akan mendapatkan ketenangan.  Sebaliknya ketika kita berani meninggalkan dosa, maka hari-hari kehidupan kita akan berjumpa denganTuhan, mendapatkan berkat dari Tuhan , dapat  melihat kerajaan Allah dan hidup dalam ketenangan.

Kamis, 07 Juni 2018

KEJATUHAN MANUSIA DAN PENYELEMATANNYA



Ayat Pokok:
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
(Yohanes  3:16)


Pendahuluan
Ayat ini adalah ayat yang paling terkenal dalam Alkitab dan yang paling disukai. Ayat ini adalah inti dari Injil Yesus Kristus. Ayat ini adalah  kunci kekristenan. Oleh sebab itu kita harus mengerti dan memahami benar makna dari ayat ini.

Mari kita simak dan perhatikan dengan baik ayat ini. Setidaknya da 4 hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan ayat ini. Empat point penting dari ayat ini adalah: (1) Kasih Allah; (2) Pemberian Allah; (3) Cara menerima pemberian Allah; dan (4) Berkat dari penerimaan atas anugerah Allah.
Mari kita perhatikan dengan baik  empat point ini.

Pertama, ayat ini menjelaskan tentang kasih Allah.
"Karena begitu besar kasih Allah..." Ini adalah sebuah kabar yang luar biasa. Allah begitu mengasihi akan dunia ini. Dunia yang dimaksud dalam ayat ini adalah manusia-manusia yang ada di dunia ini, bukan dunia dalam arti bumi, tempat dimana kita sekarang ada untuk sementara.  Alah begitu mengasihi manusia, bahkan Alkitab katakan kasih-Nya begitu besar. Mengapa besar? Mengapa tidak tinggi, atau  luas? Karena kalau tinggi dan luas ada ukuran yang bisa dipakai sebagai satuan ukur. Misalnya meter, kilo meter. Tetapi kalau besar, tidak ada satuan ukurnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kasih Allah itu tidak terukur. Mengapa Allah mengasihi manusia? Apa buktinya Allah mengasihi manusia?
Sejak manusia diciptakan Tuhan, manusia dalam keadaan yang suci dan mulia. Tidak ada tabiat dosa dalam diri manusia pertama. Kejadian 1:27 menulis," Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia,laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Artinya bahwa Allah menciptakan manusia begitu sempurna bahkan serupa dan segambar dengan diri-Nya. Tetapi kemuliaan Tuhan dalam diri manusia itu menjadi sirna, tatkala manusia memberontak kepada Tuhan dan lebih menuruti bujukan iblis. Sejak itu manusia menjadi makluk yang berdosa.

Roma 3:23 "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Roma 3:11,"Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah."

Dan manusia yang berdosa, tidak mungkin berkenan kepada Tuhan, kalau tidak disucikan kembali dari dosa-dosa akibat pelanggarannya.
Roma 6:23 a " Sebab upah dosa ialah maut.."
Tetapi kabar baiknya, ayat dalam bagian selanjutnya dari ayat ini menyatakan "... tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." inilah point penting selanjutnya dari ayat ini yaitu:  tentang pemberian Allah yang Agung.

 Kedua, ayat ini menjelaskan tentang pemberian Allah yang Agung.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang  tunggal...."

Ini adalah pemberian terbesar. Kasih Allah yang mulia.  Ia begitu mengasihi manusia yang telah jatuh dalam dosa sehingga ," Ia memberikan anak-Nya yang tunggal.."
Kapan Allah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal?
Pertama pada saat  Natal, saat kelahiran-Nya dalam tubuh kemanusiaan. Allah memberikan Yesus pada saat berinkarnasi sebagai manusia.
Galatia 4:4" Tetapi setelah genap waktinya, maka Allah mengutus anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan..."
Allah mengirim mengambil rupa  manusia dengan masuk melalui rahim Maria. sehingga teks Alkitab kita berbunyi, " Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.."

Tetapi ternyata tidak sampai disitu saja. Kasih Allah berlanjut dengan "memberikan "Yesus untuk mati di kayu salib demi membayar dosa-dosa kita. Ia rela menggantikan hukuman yang seharusnya kita tanggung.

Roma 5:8, " Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Kata mengaruniakan bermakna bahwa itu adalah sesuatu yang benar-benar pemberian Allah bagi kita yang seharusnya tidak layak untuk memperolehnya, tidak layak untuk menerimanya, tetpai itu yang sediakan Tuan bagi orang yang percaya dan menerima Kristus.
Ini yang menjadi point penting ketiga dari ayat ini.

Ketiga, ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana cara menerima pemberian itu.
Bagaimana cara menerima dan merespon pemberian itu?
Yohanes 3:16 menulis. " Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa..."
Satu-satunya cara untuk kita dapat menikmati anugeerah dan pemberian Agung Allah adalah dengan kita percaya kepada  Tuhan Yesus Kristus.  Kata "kepada" dalam ayat ini diterjemahkan dari kata "eis" dalam bahasa Yunani, yang artinya bukan saja sekedar percaya kepada Dia, tetapi percaya : di dalam, atau ke dalam Dia. Kalau sekedar percaya kepada Dia, Iblis juga percaya Yesus,  tapi tidak mempercayakan dirinya kepada Yesus, Tidak menaruh percayanya didalam atau ke dalam Yesus. Kita harus menaruh percaya kita ke dalam atau di dalam Yesus,

Letakkanlah seluruh iman percaya kita kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita, tidak akan binasa. Ini adalah point keempat yang akan kita pelajari dari ayat ini.

Keempat, ayat ini menjelaskan kepada kita berkat-berkat yang akan kita peroleh dari menerima pemberian Kristus itu.
Perhatikan kembali Yohanes 3: 16 dan mari kita ucapkan bersuama dengan suara yang keras dan jelas.
" Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Dari ayat ini, kita dapat melihat ada dua hal yang akan didapat oleh orang-orang yan percaya ke dalam atau didalam Dia.
Pertama, " tidak binasa"
Ini artinya, kita yang percaya kepada dan didalam Yesus tidak akan masuk neraka.  Tak seorangpun yang teah percaya "didalam " Yesus  akan binasa dalam nyala api neraka. Mengapa demikian?
Yohanes 10:28 menulis," Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya."

Jadi, hasil pertama dari percaya di dalam Yesus melalui iman adalah bahwa Anda tidak akan pernah binasa. Anda akan terhindar dari kematian ke dalam hidup seketika itu juga pada saat percaya kepada Dia, datang kepada Dia dalam iman.

Hasil yang kedua, ketika Anda datang kepada Yesus dan percaya di dalam Dia, adalah bahwa seketika itu juga Anda akan menerima hidup kekal. Anda dilahirkan kembali ke dalam kehidupan kekal, dan itu tidak dapat dibatalkan dari Anda untuk selama-lamanya. “Mereka tidak akan pernah binasa” (Yohanes 10:28).

Betapa ini adalah janji yang ajaib! Betapa ini adalah pengharapan yang begitu mulia! Mari kita berdiri sekali lagi dan membaca Yohanes 3:16 dengan suara keras.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)

Penutup.
Apakah Anda mau percaya di dalam Yesus, percaya di dalam Dia, “meletakkan” di atas Dia segala-galanya? Mari kita menaruh percaya kita di dalam Dia. Karena hanya ini satu-satunya cara untuk kita menikmati keselamatan dan kehidupan kekal.

LINK INFORMASI PENTING
MATERI-MATERI KHOTBAH POWERPOINT ANEKA TEMA
DIREKTORI SITUS ROHANI KRISTIANI
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Paskah
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Natal