KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN HARIAN KELUARGA ALLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN HARIAN KELUARGA ALLAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2018

MENGHARGAI MOMEN DOA BERKAT

BACAAN HARI INI
Kejadian 27:1-40

RHEMA HARI INI
Kejadian 27:27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. 

Kita cenderung mengabaikan hal yang sudah biasa bagi kita, sesuatu yang kita anggap tidak begitu penting, atau apa yang kita pikir sudah pasti akan kita dapatkan. Demikian jugalah Esau memandang hak kesulungannya. Ia pikir karena ia adalah anak pertama dan Ishak sangat mengasihinya, maka semua berkat itu pasti jatuh ke pangkuannya. Itu sebabnya, dengan ringan ia menukarkan haknya dengan semangkuk sup kacang merah yang mengenyangkan perutnya untuk sementara waktu (Kej. 25:29-34). Berbeda dengan Yakub. Ia menyadari pentingnya hak kesulungan yang akan diperolehnya melalui doa berkat yang diucapkan ayahnya. Setelah berhasil membeli hak kesulungan kakaknya, ia berupaya keras untuk menyamar sebagai Esau. Akhirnya, Yakub berhasil memperoleh doa berkat Ishak dan hidupnya pun penuh dengan penyertaan Tuhan.

Seberapa banyak dari kita yang berlaku seperti Esau? Kita memandang momen doa berkat di akhir ibadah sebagai hal yang biasa-biasa saja. Dibandingkan doa berkat, kita lebih peduli pada urusan perut kita, lebih kuatir pulang berdesak-desakan dengan jemaat lainnya, atau lebih cemas terhadap parkiran yang macet. Akhirnya kita menukarkan momen doa berkat demi semangkuk sup kacang merah. Tanpa kita sadari, kita pun melewatkan kuasa Tuhan yang sangat besar yang bisa membawa perbedaan besar dalam hidup kita dan keturunan kita.

Benar, kuasa Tuhan bukan hanya dilepaskan ketika kita didoakan pendeta pribadi per pribadi. Saat doa berkat di akhir ibadah diucapkan untuk seluruh jemaat, kuasa Tuhan pun tetap bekerja. Jika kita sungguh-sungguh membuka hati kita untuk menerima setiap berkat yang diucapkan, hidup kita pun tidak akan sama lagi. Tingkap-tingkap langit Tuhan bukakan dan berkat dicurahkan-Nya atas hidup kita sampai berkelimpahan. Cepat atau lambat, kita akan mulai melihat bagaimana Tuhan menyertai setiap langkah kita sedemikian rupa dan membuat perbedaan nyata dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
AGUS SUSANTO, Hargailah MOMEN DOA BERKAT, sebab berkat adalah KEKUATAN SORGA untuk membuat kita berhasil

APLIKASI
1. Apakah selama ini Anda lebih sering bersikap seperti Esau atau Yakub? 
2. Mengapa momen doa berkat sangatlah penting bagi Anda dan hidup Anda?
3. Bagaimana Anda seharusnya menyikapi momen doa berkat setelah ini dan seterusnya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih telah mengingatkan kami betapa pentingnya momen doa berkat. Berikanlah kami hati yang merindukan dan mengharapkan doa berkat yang dilepaskan atas kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

MELAKUKAN YANG TERBAIK

BACAAN HARI INI
Kolose 3:18-25

RHEMA HARI INI
Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Tuhan menciptakan manusia dengan jalan hidupnya masing-masing. Ada yang terlahir dari keluarga kaya raya dan ada pula yang lahir di tengah keluarga miskin. Ada yang tinggal di desa, ada pula yang tinggal di kota. Setiap kita memiliki bagian dan peran yang berbeda-beda. Yang menjadi pertanyaan untuk kita adalah, “Apakah kita sudah bisa melakukan yang terbaik dari apa yang saat ini Tuhan percayakan kepada kita?” Di dalam pekerjaan, apakah kita sudah bisa bekerja dengan jujur dan bersungguh-sungguh, meskipun atasan tidak melihat kita? Di sekolah, apakah kita sudah belajar serius dan berperilaku baik, tidak hanya di hadapan guru dan teman-teman kita? Di rumah, sudahkah kita menjalankan peran kita sebagai ayah, ibu, atau anak yang baik? Ataukah selama ini kita hanya melakukan hal-hal dengan baik ketika ada orang yang melihat kita saja?

Mungkin kita tidak menyadari bahwa selama ini kita hanya menginginkan pujian dari orang-orang di sekeliling kita. Kita memiliki motivasi yang salah, baik ketika kita melayani Tuhan, ketika kita bekerja, di rumah, maupun di sekolah. Saat ini Tuhan mengingatkan kembali, supaya di mana pun dan bagian apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita, Dia ingin kita melakukan segala sesuatunya dengan kualitas yang terbaik. Dia ingin kita mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Bukan untuk atasan kita, teman-teman kita, orangtua kita, ataupun nama baik kita sendiri. 

Ingatlah untuk selalu mengandalkan dan mengutamakan Tuhan, serta taat kepada-Nya, maka Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit atas hidup kita. Ketika kita terus-menerus melakukan yang terbaik dan mau belajar mengelola keuangan dengan baik, maka Tuhan pun akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar. (LEW)

RENUNGAN
AGUS SUSANTO, LAKUKANLAH YANG TERBAIK dalam segala pekerjaan kita, maka TUHAN AKAN MENYERTAI KITA sehingga TEROBOSAN PASTI TERJADI

APLIKASI
1. Sudahkah Anda melakukan pekerjaan atau bagian Anda dengan kualitas terbaik? Jika belum, mengapa?
2. Adakah penghalang bagi Anda untuk bisa melakukan pekerjaan Anda yang terbaik? Sebutkan!
3. Apa komitmen Anda supaya Tuhan menyertai setiap pekerjaan dan langkah-langkah hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah mengingatkan kami supaya melakukan pekerjaan kami dengan terbaik. Ampuni kami, jika kami memiliki motivasi yang salah selama ini. Kami percaya Engkau selalu menyertai kami dan Engkau akan membuat terobosan yang besar dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

MEMBUAT PERENCANAAN KEUANGAN YANG BAIK

BACAAN HARI INI
Amsal 24:3-14

RHEMA HARI INI
Amsal 24:6a Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang

“Rencanaku adalah go with the flow, ikuti saja arus hidup. Tuhan tidak akan salah menuntun kita, kok,” kata seorang pemuda ketika komselnya sedang sharing tentang perencanaan keuangan dan masa depan. Konsep “go with the flow” atau “mengikuti arus” ini sudah cukup lama beredar di sekeliling kita. Untuk sekilas, pemikiran ini tampak baik, karena mengajarkan kita untuk tidak terlalu tegang menghadapi situasi hidup dan agar kita tidak terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Hanya saja, kita tidak dapat menerapkan konsep ini untuk hal-hal besar. Kehidupan orang Kristen bukanlah kehidupan acak tanpa tujuan. Pun berjalan dalam tuntunan Tuhan bukanlah serangkaian tindakan atau keputusan spontan yang kita buat dari waktu ke waktu. 

Hidup tanpa perencanaan tidak ubahnya seperti pergi ke tempat yang jauh tanpa bantuan peta, sehingga besar kemungkinan kita akan tersesat. Dalam Alkitab, kita pun jelas-jelas diperingatkan bahayanya hidup "mengikuti arus". Tanpa pemikiran matang, hidup maupun keuangan kita bagaikan mendirikan bangunan tanpa merencanakan anggaran biayanya, atau maju ke medan peperangan tanpa strategi. Pada akhirnya, pembangunan kita bisa berhenti di tengah jalan, dan kita pun mengalami kekalahan besar (Luk 14:28-32).

Fiman Tuhan juga mengatakan, "Rencana orang rajin membawa kelimpahan; tindakan tergesa-gesa mengakibatkan kekurangan" (Ams. 21:5 BIS). Hal ini berarti kita perlu membuat perencanaan keuangan yang baik. Kemudian yang terpenting, supaya rencana kita berhasil, kita perlu meminta petunjuk Tuhan (Ams. 15:22). Sebab tidak ada Konsultan Keuangan yang lebih baik daripada Tuhan Yesus sendiri. Mintalah hikmat untuk dapat menganggarkan, berapa banyak yang harus kita kembalikan kepada-Nya, berapa yang bisa kita pakai untuk kebutuhan kita, untuk ditabung dan diinvestasikan, juga untuk ditaburkan sebagai berkat. Inilah satu-satunya “arus” yang boleh kita ikuti. Prinsip hidup yang Tuhan tentukan, agar kita dapat menikmati hidup di bawah Sorga Terbuka.

RENUNGAN
AGUS SUSANTO, Mintalah PETUNJUK TUHAN dan buatlah PERENCANAAN KEUANGAN YANG BAIK, sebab hanya RENCANA YANG DIBERKATI TUHAN yang akan berhasil

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda mengelola atau merencanakan keuangan Anda selama ini? 
2. Mengapa Anda perlu membuat perencanaan keuangan dan terlebih lagi meminta petunjuk Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat membuat perencanaan keuangan yang baik seturut kehendak Tuhan? Mulailah menuliskan langkah-langkahnya!

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami menyadari selama ini kami masih belum merencanakan keuangan kami dengan baik. Berikan kami hikmat dan bimbing kami, agar kami dapat mengelola setiap berkat yang Engkau percayakan, sehingga kehidupan kami pun boleh menjadi kesaksian hidup bagi kemuliaan-Mu dan menjadi berkat bagi banyak orang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

MENGERJAKAN RENCANA KEUANGAN BERSAMA TUHAN

BACAAN HARI INI
Filipi 3:7-16

RHEMA HARI INI
Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Saat kita hendak memilih seorang kepala, baik itu dalam dunia politik, dalam suatu organisasi, maupun lingkungan tempat tinggal, atau lingkungan pendidikan seperti ketua OSIS, biasanya akan diadakan kampanye terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar mereka dapat memperoleh dukungan terbanyak dalam pemungutan suara. Kegiatan yang digelar sebelum pemungutan suara ini berisi rencana-rencana dari calon kepala atau ketua yang berjanji akan merealisasikannya bila mereka terpilih. Visi-visi dan rencana yang terdengar luar biasa dan membawa kebaikan bagi banyak orang pun digaungkan. Namun, setelah mereka meraih kedudukan, seberapa banyak rencana dan janji yang menjadi kenyataan?

Sebelum Yusuf diangkat menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:41), ia pun menuturkan rencana-rencana yang harus dilakukan dalam menghadapi tujuh tahun masa kelimpahan dan tujuh tahun masa kelaparan yang akan dialami tanah Mesir (Kejadian 41: 25-36). Setelah dilantik oleh Firaun, bisa saja Yusuf tidak mewujudkan apa yang dikatakannya. Namun, ia menyadari bahwa semua itu berasal dari Tuhan, maka ia berkomitmen mengerjakannya. Akhirnya, Yusuf menjadi orang yang sukses mengelola kekayaan Mesir. Ia berhasil menyelamatkan Mesir, bahkan daerah-daerah lain di luar Mesir, dari kebinasaan akibat bencana kelaparan yang melanda seluruh bumi. 

Apa yang membuat Yusuf berhasil melebihi semua orang yang ada di sekitarnya? Jawabannya sederhana, Yusuf mengerjakan rencana-rencananya. Ia tidak terlena dengan masa kelimpahan yang sudah tidak terhitung jumlahnya. Ia terus berjuang memastikan semua rencananya berhasil. Bagaimana dengan kita, apakah kita juga memiliki rencana-rencana yang sudah kita bawa kepada Tuhan, tetapi belum ada hasilnya? Mari kita memperbarui komitmen kita untuk lebih sungguh-sungguh lagi mengerjakan rencana-rencana keuangan yang sudah kita buat bersama Tuhan. Besar kecilnya komitmen kita akan menentukan penyertaan Tuhan, berkat Tuhan, dan pengurapan Tuhan kepada kita selama berada di bawah sorga yang terbuka, sehingga rencana kita berhasil. 

RENUNGAN
AGUS SUSANTO, Kita perlu memiliki KOMITMEN BESAR untuk mengerjakan RENCANA YANG TELAH KITA BUAT BERSAMA TUHAN

APLIKASI
1. Sudah Anda memiliki rencana keuangan bersama Tuhan?
2. Menurut Anda, apa yang Anda dapatkan ketika Anda berkomitmen mengerjakan rencana keuangan Anda bersama Tuhan?
3. Komitmen apa yang dapat Anda ambil untuk mengerjakan rencana-rencana tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk setiap berkat yang Engkau percayakan kepada kami. Ampuni kami, jika kami belum mengerjakan rencana keuangan kami dengan baik. Mulai saat ini, kami berkomitmen untuk mengerjakan rencana keuangan yang telah kami buat bersama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

PERNIKAHAN YANG BAHAGIA

BACAAN HARI INI
Kolose 3:12-25

RHEMA HARI INI
Kolose 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Dari mata turun ke hati. Tidak ada yang dapat menyangkali indahnya jatuh cinta. Namun, pernikahan bukanlah cerita dongeng atau film romantis, di mana pria dan wanita bertemu dan saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Mungkin kita berpikir, semua kebahagiaan itu cukup untuk menjadi bekal menjalani pernikahan seumur hidup. Namun, selayaknya bekal, sebanyak apa pun yang kita miliki, suatu saat akan habis juga. Di satu titik, apa yang dinamakan “masa bulan madu” berakhir. Kedua mata pun terbuka lebar. Kita seolah hidup seatap dengan orang asing. Konflik yang tak kunjung usai bukan hanya merusak hubungan dengan pasangan, anak-anak pun menjadi korban. Meski ada upaya untuk memperbaiki keadaan, tetapi semua terasa semakin mustahil.

Keluarga Kristen pun tak terluput dari pola pernikahan yang satu ini. Namun, kabar baiknya, kita hidup dengan iman, bukan kenyataan yang tengah terjadi, apalagi perasaan (2 Kor. 5:7). Perasaan maupun emosi tidak seharusnya mendikte bagaimana kita menjalani pernikahan. Hanya firman Tuhanlah yang seharusnya kita jadikan pedoman untuk menerangi langkah-langkah kita (Mzm. 119:105). 

Ayat rhema hari ini pun mengingatkan agar kita mengenakan kasih. “Kenakanlah”, bukan “rasakanlah”. Hal ini mengisyaratkan upaya untuk mengusahakan kasih. Sebab, kasih sejatinya bukan semata soal perasaan, tetapi perbuatan. Bagaimanapun, Tuhan telah menciptakan kita dengan kapasitas untuk mencintai. Tidak ada yang perlu mengajari kita caranya jatuh cinta. Yang perlu kita latih adalah bagaimana jatuh cinta lagi pada orang yang sama, setiap harinya. Percayalah, saat kita mentaati firman-Nya, Tuhan sendiri yang akan bekerja. Pertama di dalam diri kita, Dia akan memberikan penghiburan, pemulihan, dan kekuatan. Kemudian melalui kasih yang kita praktikkan, Dia akan melembutkan hati pasangan dan mengubahkannya. Apa yang semula tampak mustahil pun terjadi. Cinta yang padam kembali menyala-nyala dan kebahagiaan dalam keluarga pun disegarkan kembali. (MV.L)

RENUNGAN

AGUS SUSANTO, Pernikahan yang bahagia bukanlah soal JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, tetapi tentang JATUH CINTA TERUS-MENERUS SETIAP HARI PADA ORANG YANG SAMA

APLIKASI
1. Bagaimanakah hubungan Anda dengan pasangan saat ini? 
2. Mengapa Anda perlu jatuh cinta terus-menerus dengan pasangan Anda?
3. Bagaimana Anda dapat jatuh cinta terus-menerus dengan pasangan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, penuhilah hati kami dengan kasih-Mu. Mampukan kami, agar kami dapat mengenakan kasih dan jatuh cinta terus-menerus pada pasangan kami. Kami rindu kehidupan yang baru, yang segar dan indah, dianugerahkan dalam keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Sumber: Renungan Harian Keluarga Allah