KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH KITAB YOSUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH KITAB YOSUA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2025

HIKMAT UNTUK BERTINDAK TEPAT

 Ayat Pokok:
"Tetapi menjelang matahari terbenam, atas perintah Yosua mayat mereka diturunkan dari tiang-tiang itu, dan dilemparkan ke dalam gua, tempat mereka bersembunyi. Lalu mulut gua itu ditutupi orang dengan batu-batu besar, yang masih ada sampai sekarang."
(Yosua 10:27)

Pendahuluan
Banyak orang gagal bukan karena tidak kuat atau tidak punya kesempatan, tetapi karena salah mengambil tindakan.

Dalam kisah Yosua 10, Yosua menghadapi aliansi lima raja yang menyerang Gibeon. Dalam tekanan besar, Yosua tetap tenang dan bertindak bijaksana.

Ayat kunci (Yosua 10:27) menunjukkan bahwa bahkan dalam mengurus hal yang tampaknya sepele (penguburan raja-raja musuh), Yosua melakukannya dengan hikmat dan kehormatan sesuai waktu Tuhan.

POKOK-POKOK KHOTBAH
1. Hikmat Muncul dari Ketundukan pada Firman (Yosua 1:8; 10:8)
Yosua dikenal sebagai pribadi yang taat dan terus berpegang pada firman Allah.
Sebelum bertindak dalam peperangan, ia menerima perintah Tuhan (10:8) dan mengikuti arahan-Nya.
Aplikasi: Untuk bertindak tepat, kita harus hidup dalam firman setiap hari.

2. Hikmat Membuat Kita Tahu Kapan Harus Bertindak dan Berhenti (Yosua 10:12–14, 27)
Yosua meminta matahari berhenti (tindakan berani dalam iman).
Tetapi ketika raja-raja dikalahkan, ia tidak langsung menguburkan mereka, melainkan menunggu waktu yang tepat (10:27).
Ini menunjukkan hikmat: tahu kapan harus bertindak cepat, dan kapan harus menunggu.
Aplikasi: Jangan tergesa-gesa, mintalah tuntunan Tuhan dalam setiap keputusan.

3. Hikmat Memuliakan Allah, Bukan Diri Sendiri (Yosua 10:42)
Yosua tidak mencari nama atau hormat pribadi.
Ia tahu kemenangan datang karena Tuhan berperang bagi Israel (Yosua 10:14).
Hikmat membuat kita fokus pada kemuliaan Tuhan, bukan pada ego atau ambisi pribadi.
Aplikasi: Dalam setiap keberhasilan, jangan lupa menyatakan kemuliaan Tuhan.

Penutup
Di tengah dunia yang penuh tekanan dan keputusan cepat, kita membutuhkan hikmat surgawi agar bisa bertindak tepat.
Mintalah seperti Salomo: "Berilah hambamu hikmat untuk dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat" (1 Raja-raja 3:9).
Mari kita, seperti Yosua, hidup dalam firman dan berjalan bersama Tuhan supaya langkah-langkah kita dituntun dengan hikmat ilahi.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

Rabu, 13 Juni 2018

PELAJARAN DARI KISAH AKHAN

Bacaan : 
Yosua 7:1-26
Nats: 
"Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka Tuhanpun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melempari dia dengan batu,semuanya dibakar dengan api dan dilempari dengan batu."
(Yosua 7:25)
Pendahuluan
Baru saja orang Israel  memperoleh kemenangan yang gilang-gemilang dengan didudukinya kota Yerikho yang merupakan kota yang memiliki tembok yang super kokoh, tetapi kemudian dapat roboh dan hancur karena pertolongan Tuhan. Kota selanjutnya yang ada di depan mereka dan harus ditaklukan adalah kota Ai. Kota ini adalah kota yang lebih kecil dari Yerikho. Jumlah penduduknya pun sedikit.
Menurut para pengintainya; tidak usah terlalu banyak mengirimkan orang untuk menaklukkan kota Ai yang kecil ini. Cukup 2 atau 3 ribu pasukan saja menurut mereka. Rupaya merek sudah sangat yakin bahwa mereka pasti akan sukses melawan kota Ai ini.
Tetapi apa yang kemudan terjadi? Orang Ai justru dapat menewaskan 36 orang Israel dan yang lainya berlari meninggalkan kota Ai. Apakah ini karena orang-orang Ai lebih kuat dari pada orang Yerikho sehingga mereka  mengalahkan orang Israel?. Kekalahan itu dari Tuhan, karena Tuhan tidak mau memberikan kemenangan kepada orang Israel. Mengapa demikian? Karena orang Israel berubah setia kepada Tuhan. Orang Israel tidak taat sepenuhnya kepada Tuhan. Apakah semua orang Israel yang tidak setia kepada Tuha? Tidak !.  Hanya satu orang saja yang melakukannya yaitu Akhan dari suku Yehuda.
Ia telah mengambil jarahan yang sudah dikhususkan bagi Tuhan dari orang Yerikho berupa:
- Jubah yang indah buatan Sinear 
- 200 Syikal perak
- 1 batang emas yang beratnya 50 syikal

Mengapa Akhan melakukan?
Semua itu diakui oleh Akhan. Ketika ditanya oleh Yosua dan alasannya adalah, karena aku menginginkannya.  Perbuatan Akhan ini sudah menyakiti hati Tuhan.
Dua kesalahan yang dilakukan oleh Akhan yaitu:
- Akhan tidak setia atau tidak taat kepada Tuhan
- Akhan mencuri kemuliaan Tuhan, sebab barang-barang emas yang merupakan barang jarahan harus dipersembahkan ke rumah Tuhan ( Imamat 27:28-29).

Akhan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia dan seisi keluarganya serta semua miliknya dibakar dengan api dan dilempari dengan batu sampai mati dilembah Akhor.
Nama Akhan berati  persoalan atau masalah.

Pelajaran Dari Kisah Akhan ini.
Dari kisah Akhan ini kita mendapat pelajaran.
a. Ada pepatah; "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga,". Yang melakukan ketidak setiaan hanya satu orang saja yaitu Akhan, namun yang menanggung akibatnya seluruh orang Israel dan bahkan ada juga korban jiwa 36 orang. Mungkin Akhan menyangka perbuatannya tidak akan diketahui siapapun dan tidak akan berakibat apapun. Seperti  Tuhan yang melihat hati Rahab diantara orang-orang Jerikho, Tuhan menyelamatkan Rahab dan keluarganya  dan Tuhan juga melihat semua orang Israel termasuk Akhan, maka dosa Akhan harus ditanggung oleh seluruh orang Israel. Hal ini Tuhan lakukan agar orang Israel sungguh-sungguh berpaut kepada Tuhan, sebab kesalahan satu orang  akan berakibat fatal bagi seluruh bangsa.

b. Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah..
Meskipun Akhan sudah menyembunyikan hasil curiannya dengan memendam ke dalam tanah di dalam kemahnya, namun Tuhan tetap mengetahuinya. Hati-hati juga jika ada orang yang mau korupsi dengan berbagai cara yang tujuannya,"mengambil yang bukan miliknya", maka akan ada akibat yang harus ditanggungnya bahkan keluarganya. Lihat saja para koruptor yang sudah tertangkap dan menerima hukumannya, dia menderita dan keluarganya juga menderita. Disamping terpisah sesama keluarga, nama baik juga sudah tercemar.
"Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas." (Amsal 22:1)

c. Keinginan duniawi senatiasa bertentangan dengan kehendak Tuhan. Keinginan duniawi hanya memberikan "kebahagiaan semu, sementara, sedangkan kebahagiaan yang datang dari Tuhan adalah kebahagiaan sejati dan kekal. Tuhan tidak melarag manusia kaya dan banyak hartanya, namun harus ingat, bagaimana cara mendapatkannya, dengan jujur atau mencari hak orang lain.
Tuhan juga tidak ingin manusia mengumpulkan hartanya di bumi, tetapi harta di sorga. "Sebab dimana hartamu berada, disitu hatimu berada. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga, di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dengan pencurinnya. Karena dimana harta hartamu berada, disitu juga hatimu berada." (Matius 6:20-21).

Penutup
Sepandai apapun cara yang digunakan untuk mengambil hak orang lain, pencuri akan mendapatkan ganjarannya.

LINK INFORMASI PENTING
DIREKTORI SITUS ROHANI KRISTIANI


Senin, 01 Agustus 2016

KEMENANGAN BAGI ORANG PERCAYA


Ayat Pokok:
"Bukan, tetapi Akulah panglima Balatentara Tuhan. Sekarang Aku datang."
(Yosua 5:14)

Pendahuluan
Bagi bangsa Israel, kota Yerikho adalah salah satu penghalang untuk mencapai tanah perjanjian. Tembok kota Yerikho demikian kokoh. Kota Yerikho didirikan pada tahun 9600 SM dan berada di dekat sungai Yordan di Israel. Kota Yerikho merupakan distrik militer Paletina pada waktu itu sehingga sudah pasti diperlengkapi dengan prajurit-prajurit pilihan dan benteng yang kuat sebagai pertahanan. John Garstang , seorang ahli dalam ilmu purbakala (arkeolog) Inggris (1876-1956), menemukan reruntuhan tembok Yerikho yang dalam penelitian yang ia lakukan pada selang waktu 1930-1936. Kemudian antara tahun 1952 - 1958, Kathleen Kanyon ( arkeolog Inggris),  juga menemukan kembali tembok bagian dalam kota Yerikho. Dari penelitian ini ditemukan bahwa tembok kota Yerikho terdapat dua lapis yaitu lapis dalam dan luar. Hal ini membuktikan betapa kuatnya pertahanan kota Yerikho.

Dalam penelitian juga ditemukan bahwa konstruksi tower pada tembok itu terdiri atas 22 anak tangga yang diameter dasarnya sekitar 9 meter, dan diameter bagian atasnya sekitar 7 meter, dengan dinding sekitar 1, 5 meter tebalnya. Dari sini kita bisa membayangkan bagaimana kuat dan kokohnya tembok kota Yerikho.

Tembok Yerikho adalah gambaran masalah yang besar yang sedang dihadapi oleh  Yosua dan orangporang Israel pada waktu itu. Namun kita tahu bahwa akhirnya oleh pertolongan Tuhan, Yosua dan seluruh bangsa Israel pada waktu itu dapat meruntuhkan tembok Yerikho dan mengalahkan penduduk Yerikho.


Kunci Kemenangan Orang Percaya
Apa yang menjadi kunci kemengan Yosua dan orang Israel pada waktu itu?


1. Yosua melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan.
Tuhan memerintahkan kepada Yosua dan bangsa Israel untuk mengelilingi tembok Yerikho 1 kali sehari selama 6 hari. Tetapi pada hari yang ke 7, kelilingi sebanyak 7 kali. Tuhan juga memerintahkan kepada para imam untuk ada dibarisan terdepan dan  membawa sangkakala serta tabut perjanjian. Selama berjalan 6 hari, tidak ada seorangpun yan boleh berkata sepatah katapun, tetapi pada hari yang ketujuh nanti bersorak-sorailah. Dan Yosua beserta seluruh orang Israel melakukan tepat seperti yang Tuhan perintahkan. Ketaatan mereka membuahkan mujizat yang dahsyat dan kemenangan yang hebat.

2. Sedikit bicara, banyak berdoa ( puasa perkataan).
Israel terkenal sebagai bangsa yang suka bersungut-sungut. Tetapi ketika mereka menghadapi tembok Yerikho mereka mentatati perintah Tuhan untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun saat mengelilingi tembok Yerikho pada hari yang pertama sampai ke enam. Baru nanti pada hari yang ketujuh, mereka diperintahkan untuk bersorak-sorai. Dari sini kita lihat betapa perkataan itu sangat menentukan keberhasilan atau kesuksesan yang akan kita dapatkan.

Zig Ziglar pernah berkata," Saya belum pernah bertemu dengan orang sukses yang tidak menjaga perkataan-Nya.

"Bibir yang benar, dikenan raja dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya." ( Amsal 16:13)

"Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang." ( Amsal 16:24).

3. Utamakan Tuhan
Orang-orang Israel mengutamakan Tuhan dan taat kepada firman-Nya, walaupun apa yang Tuhan perintahkan seolah-olah tidak masuk akal. Tapi mereka belajar untuk mengutamakan Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Hasilnya kemenangan mereka dapatkan.

4. Gaya hidup bersorak memuji Tuhan
Gaya hidup memuji Tuhan perlu terus kita lakukan dalam segala keadaan untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Apapun keadaan kita, seberat apapun masalah yang sedang kita hadapi. Bersoraklah !, Besryukurlah ! karena tembok besar yang kuat dan megah, sudah diserahkan Tuhan kepada kita, dibawah kaki kita. Kita sudah menang, karena Tuhan yang memberi kepada kita kemenangan.

Penutup
Ketika dalam permasalahan yang berat, mari kita mau tetap melakukan kebenaran firman Tuhan, banyak berdoa dan mengandalkan Tuhan, selalu mengutamakan Tuhan serta terus memuji Tuhan. Percayalah, kemenangan sudah Tuhan berikan.

LINK INFORMASI PENTING