KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label D. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT


Nats :
"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram:"Pergilah dari negerimu dan dari sanak  saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan  kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang  memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutu engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
(Kejadian 12:1-3)  

Pendahuluan.
Kebanyakan diantara kita, ketika hendak melakuka sesuatu tentu memiliki suatu tujuan. Demikian juga ketika Tuhan menciptakan kita, dan ketika Tuhan memanggil kita, sesungguhnya karena Tuhan memiliki rencana. Dan rencana itu adalah supaya kita diberkati dan kemudian menjadi berkat.

Memahami bahwa kita adalah orang yang diberkati dan harus menjadi berkat.

Bagaimana kita sungguh-sungguh memahami bahwa kita adalah orang yang diberkati?

Untuk dapat sungguh-sungguh memahami bahwa kita adalah orang yang diberkati, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Pertama, Tahu mengenai pengertian "Berkat.
Ketika kita mendengar kata berkat, maka biasanya yang terbayang adalah berkat-berkat secara materi. Tetapi sesungguhnya, erkat itu dapat diartikan secara lebih luas, baik itu kesehatan, rumah tangga, istri, suami, anak- anak, kekuatan dalam hidup, penjagaan dan perlindungan Tuhan !
Bahkan kita juga perlu mengingat bahwa  bahwa masalah-masalah dalam hidup kitapun adalah berkat. Karena melalui setiap masalah kita diproses, didewasakan, dibentuk oleh Tuhan. Meski kita menghadapi masalah-masalah yang nampaknya buruk, tetapi rencana Allah senantiasa baik.

Kedua,Allah memiliki rencana dala hidup kita.
Dalam ayat 1 dikatakan,"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu."

Jelas disini bahwa ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan memiliki sebuah rencana dalam hidup Abraham dan rencana tersebut pasti indah di mata Tuhan. 

Begitu pula dalam kehidupan kita ke depan, meski kita tidak dapat memahami sepenuhnya, kita perlu menanamkan dalam pikiran dan hati kita bahwa Allah memiliki rencana yang indah dalam kehidupan kita.

Ketiga;Allah memanggil untuk memberkati hidup kita.
Allah memanggil kita bukan hanya untuk mengampuni dan memberi keselamatan, tetapi juga memberkati hidup kita ( 1 Petrus 3:9)
Dalam ayat 2 dikatakan," Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat."
Pernahkah kita renungkan, untuk memberkati hidup Abraham, mengapa Allah memerintahkannya untuk keluar dari negerinya, sanak saudaranya, dan rumah bapanya? Jawabanya sederhana: Karena Tuhan mau memurnikan iman Abraham. Dengan Abraham keluar dari lingkungan keluarganya, maka Tuhan dapat dengan mudah membentuk Abraham, dan ia tidak dapat bergantung pada siapapun, kecuali kepada Allah sendiri.
 

Keempat;Tujuan Allah memberkati agar kita menjadi saluran berkat
Dalam ayat 2-3 dikatakan " Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum di muka bumi ini akan mendapat berkat."
Dalam dua ayat diatas jelas dinyatakan bahwa tujuan Allah memberkati Abraham adalah menjadkan Abraham saluran berkat bagi banyak orang. Demikian juga ketika Allah memberkati hidup kita, Allah ingin agar melalui kita banyak orang menerima berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.
Penutup
Dalam bagian ini kita telah belajar tentang panggilan Abraham, yaitu menjadi "berkat bagi banyak orang'. Agar menjadi berkat bagi banyak orang, maka ada beberapa hal yang perlu kita renungkan: 1) Tahu mengenai pengertian "Berkat". 2) Allah memiliki rencana dalam hidup kita. 3) Allah memanggil untuk memberkati hidup kita. 4) Tujuan Allah memberkati agar kita menjadi saluran berkat. Biarlah hal ini dapat kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari.

Sumber:
50 Outline Khotbah Iman Yang Membawa Kemenanga, Samuel Pristiwantoro, GL Publishing, Jakarta

LINK INFORMASI PENTING
KUMPULAN EBOOK ROHANI 

Rabu, 27 Desember 2017

DAMAI DI MASA TUA


 Ayat Pokok:
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu..."
(Kolose 3:15)

Pendahuluan
Tema Natal Nasional dalam tahun 2017 ini adalah :" Hendaklah damai sejahtera Kristus, memerintah dalam hatimu ...". Tema ini diangkat dari Kolose 3:15 a. Mengapa PGI dan KWI sepakat mengangkat tema ini sebagai tema natal nasional? Bisa jadi hal ini termotivasi atau terinpirasi dari kondisi negeri ini yang karena keadaan, membuat seolah-olah damai sejahtera menjadi sesuatu yang sulit untuk dicari hari-hari ini.

Dan kita bersyukur bahwa Natal adalah perayaan kelahiran Kristus Sang Raja Damai. Inilah esensi natal yang sejati.  Sesungguhnya Natal sejati, bukanlah sekedar perayaan agamawi. Natal sejati bukan sekedar tradisi. Tapi  Natal memiliki makna yang hakiki.  Kisah tentang kasih yang sejati. Sang Raja yang Maha Tinggi, rela mengosongkan diri. Menghadapi penolakan disana-sini. Sebuah teladan tentang kerendahan hati. Kesederhanaan nilai diri, yang jauh dari ambisi. Sebagai bukti kasih sejati pada manusia yang hina ini.
Sayang sekali, makna natal sejati, seolah-olah bergeser pada hari-hari ini. Natal seolah sudah identik dengan indahya dekorasi, dan kemeriahan acara serta atraksi.Itu sebabnya kita perlu berkaca diri. Sudahkan kita memahami makna natal yang sejati?

Kristus Sumber Damai Sejahtera.
Semua manusia mendambakan suasana yang damai sejahtera. Dan kita bersyukur bahwa oleh anugerah Allah , kita sudah menemukan Kristus Sumber Damai sejati. Efesus 2:14 menuliskan:" Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah yaitu, perseteruan ." Hanya Kristus satu-satunya sumber damai sejahtera bagi manusia. Kedamaian sejati bukan dari harta yang berlimpah, bukan dari uang yang segudang, bukan dari hal-hal materi. Kedamaian sejati hanya ketika kita mempersilahkan Kristus masuk dalam hati kita. 

Persoalanya, mengapa tidak banyak orang yang merasakan damai sejahtera? Karena mereka tidak mau mengambil langkah, menerima dan mempersilahkan Kristus masuk dan bertahta dalam hatinya. Ilustrasi sederhananya adalah.: PLN dalah perusahaan listrik yang menyediakan tenaga listrik sehingga dapat kita pakai untuk memberi terang dan memperlancar segala urusan.  Namun demikian, tidak semua orang dapat memanfaatkan listrik PLN. Hanya bagi mereka yang mau rumahnya dialiri listrik dan menjadi pelanggan PLN. Bagi yang tidak mau, tentu mereka tidak dapat menikmati manfaat dari PLN ini. Demikian juga , damai sejati, tidak akan diterima oleh orang yang menolak untuk diatur oleh Kristus.

Yesaya 9:5-6 juga menulis;"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan kepada kita; lambang pemeritahan ada diatas bahunya, dan nama-Nya disebutkan orang: Penasehat  Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Besar kekuasaan-Nya,  dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud, dan di dalam kerajaan-Nya, karena Ia mendasarkan dan  mengokohkannya dengan keadilan, dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya".

Damai di Masa Tua.
Tema Natal Adiyuswa untuk tahun ini juga berangkat dari tema besar natal nasional. Tema natal kita kali ini adalah " Damai di Masa Tua". Berapa usia yang disebut usia lanjut? Dalam sebuah buku menulis bahwa yang dikategorikan usia lanjut adalah usia diatas 60 tahun. Beberapa rumusan undang-undang juga menyebut usia lanjut itu dimulai ketika umur 55 tahun. Selain dari usia, seseorang yang memasuki usia lanjut juga ditandai dengan menurun atau berkurannya fungsi organ tubuh. 

Orang tua identik dengan masa-masa yang tidak menyenangkan. Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa orang tua mungkin merepotkan. Tapi tidak demikian bagi orang-orang yang ada di dalam Tuhan. Mazmur 92;13-15 menulis:"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di Bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tuapun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar". Ini adalah janji Tuhan terhadap orang-orang benar. Mereka yang tertanam dan berakar di dalam Tuhan, akan tetap bertunas dan tumbuh subur. Sampai kapan? Adakah batas usia untuk kita bertunas dan bertumbuh? Alkitab berkata tidak ada. Lihat dan perhatikan kembali ayat yang ke 15,hingga masa tua sekalipun, kata firman Tuhan orang-orang benar ini akan terus bertumbuh subur, malah dikatakan masih berbuah, bertambah gemuk dan segar. Benarkah demikian? Masuk akalkah hal ini?

Tenaga manusia memang akan menurun.Kemampuan secara umum akan menurun.  Kita memang tidak bisa melawan hukum alam mengenai kondisi fisik manusia sejalan dengan usia. Namun itu bukan pula berarti bahwa kita harus berhenti berbuah. Bagaimana bisa? Yesaya  46:4 memuat janji Tuhan yang memungkinkan semuanya itu menjadi nyata.

Bagaimana menikmati masa tua yang damai?
Mari kita lihat menurut nasihat Alkitab, bagaimana supaya kita dapat menikmati masa tua yang damai.
Pertama:  Mempersilahkan Kristus memimpin kehidupan kita  ( Kolose3:51 a, Kolose 3:3:1)
Kolose 3:15 a "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam batinmu..."
Bagaimana makna ayat ini? Mari kita menyediaka diri untuk selalu dipimpin oleh Tuhan. Mari kita isi juga hari-hari kehidupan kita dengan mencari dan mengutamakan Tuhan.

Kolose 3:1 "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah." Mencari Tuhan dan mengutamakan Tuhan diatas segala-galanya adalah sumber sukacita yang sejati. Tidak ada sukacita yang sejati, jika dibandingkan dengan perjumpaan kita dengan Tuhan. Dalam kisah natal, Kita dapat belajar dari salah seorang tokoh yang bernama Simeon. Ia seorang yang sangat merindukan kedatangan Mesias. Dan Ketika dalam masa hidupnya ia berkesempatan untuk melihat bayi Yesus maka ia berkata" Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu"(Luk 2:29).

Untuk memiliki hari Tua yang damai sejahtera, maka kita harus senantiasa memiliki kerinduan untuk selalu dekat dengan Tuhan, menantikan Tuhan. Wujud nyata dari kehidupan yang menanti-nantikan Tuhan adalah dengan memiliki kerinduan untuk datang beribadah, juga melakukan doa-doa pribadi kepada Tuhan. Hanya Tuhan sumber damai sejahtera yang sebenarnya.

Kedua: Hidup damai dengan semua orang ( Kolose 3:15 b)
Kolose 3:15 b "..karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.."
Alkitab mengajarkan bahwa sebagai anak-anak Allah, kita harus membawa damai dimananpun kita ada. Tentu itu harus dimulai di lingkungan terdekat dimana kita berada yaitu keluarga. Setelah itu kemudian kita meningkat ditengah-tengah gereja dan jemaat, juga di tengah masyarakat.

Ketiga: Selalu penuh dengan syukur ( Kolose 3:15 c)
Kolose 3:15 c "... dan bersyukurlah ."
Kalau kita ingin memiliki kehidupan yang penuh damai sejahtera, kita harus memiliki semangat . untuk senantiasa bersukacita.
Damai sejahtera, itu berhubungan dengan hati dan pikiran. Ada orang yang memiliki banyak harta, tetapi hidupya tidak memiliki kedamaian. Yang ada justru, ketakutan, kekuatiran dan kecemasan.
Bagaimanapun kondisi kehidupan kita, mari kita bersyukur senantiasa. Karena itulah kehendak-Nya bagi kita kita umat-Nya ( 1 Tes 5:18).

Penutup
Mari kita minta supaya Roh Kudus memberikan kita sukacita dan memberikan kita kemampuan untuk hidup damai dengan sesama, serta memampukan kita untuk dapat tetap bersyukur dalam segala perkara.

Disampaikan dalam Ibadah Natal Adiyuswa
Hari Sabtu, 13 Januari 2018
di GKJ Jumo.

Rabu, 17 Mei 2017

DOA MEMBAWA KEMENANGAN

 
Ayat Pokok:
Daniel 6:4-6, 11-12

Pendahuluan
Daniel seorang tawanan tapi berprestasi.
Dicari kesalahannya dalam bidang pekerjaan, atau pemerintahan tidak ditemukan
Kemudian dicari alasan soal ibadahnya kepada Tuhan.
Daniel menghadapinya dengan doa (Ayat 11)

Ciri Doa yang membawa kemenangan.
1. Doa Dengan Tekun (ayat 11)
    Doa menjadi habbit, kesukaan
    Wujud komitmen:kesetiaan
   Sikap sujud, merendahkan diri dan memuji Dia

2. Doa dengan iman (Dan 6:23-24, Ibrani 11:33)
   Percaya bagi Tuhan  tidak ada yang mustahil

3. Doa dalam kebenaran (Daniel 6:23, Mazm 66:18
    Doa orang yang benar ....
    Amsal 15:29

Hasil Doa
1. Pembalikan keadaan
    Dan 6:23, Ester 7:9-10, Kejahatan ditelanjangi
    Orang benar dibela Tuhan

2. Pertobatan Massal
    Orang akan sujud menyembah Tuhan
    Daniel 6:26-28, Mazm 2:1-4
   Allah berdaulat

Penutup
Tidak sedikit orang percaya yang mengganggap remeh kekuatan doa.Alkitab menyatakan,"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa, sama seperti kita, dan ia telah sungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan, dan bumipun mengeluarkan buahnya ." ( Yakobus 5:16-17).

Supaya doa kita berkuasa dan mendatangkan kekuatan, maka kita harus berdoa dengan tekun, dengan iman dan dalam kebenaran.


Minggu, 16 Oktober 2016

DATANG KE RUMAH ORANG

Ayat Pokok:
Amsal 27:7-10

Kapan kita tidak boleh datang ke rumah orang?
a. Jangan datang ke rumah orang jika kita  ada dalam kesesusahan.
b. Jangan datang ke rumah orang jika kita tahu kehadiran kita tidak  diharapkan
c. Jangan datang ke rumah orang jika kita hanya membicarakan orang lain
d. Jangan datang ke rumah orang jika kita tidak membawa sesuatu
    Misalnya : berkat, penghiburan, penyelesaian persoalan.