KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG IBADAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG IBADAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2021

29 AYAT FIRMAN TUHAN SEPUTAR IBADAH


 
PENDAHULUAN
Ayat Alkitab Tentang IBADAH ini akan membantu Anda ketika  ingin mencari ayat-ayat Alkitab seputar ibadah. Kiranya daftar ayat ini dapat membantu memperlancar tugas-tugas pelayanan ketika mempersiapkan khotbah dengan tema-tema seputar ibadah.

1.
Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

2.
1 Timotius 6:6
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

3
Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

4.
1 Timotius 4:7
Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng-dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

5.
1 Timotius 4:8
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu. berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang 

6.
1 Timotius 6:6
Memang
ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

7.
Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan
ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat.

8.
Ibrani 10:25
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

9.
Ibrani 10:25
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan  menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.

10.
Ulangan 10:12
Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang diminta dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

11
Ulangan 10:20
Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah  engkau bersumpah.

12.
Ulangan 10:13-15
Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

13.
Ulangan 10:16
Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya.

14.
Ulangan 28:13-14
TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.

15.
Ulangan 30:17
Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

16.
Yosua 24:14
Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

17.
Yosua 24:15
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.  Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN !

18.
Yosua 24:21
Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja  kami akan beribadah.

19.
Yosua 24:22
Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja  kami akan beribadah.

20.
Yosua 24:24
Lalu jawab  bangsa aitu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan,

21.
Yosua 24:31
Orang  Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

22.
Hakim-hakim 2:7
Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

23.
Hakim-hakim 2:11
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

24.
Hakim-hakim 2:13
Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

25.
1 Samuel 12:24
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.

26.
Maleakhi 3:14
Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?

27.
Maleakhi 3:18
Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

28.
Matius 15:9
Percuma  mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

29.
1 Samuel 12:24
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.


LINK INFORMASI PENTING
BUKU 29 BAHAN KHOTBAH KEDUKAAN DAN PENGHIBURAN
BUKU 29 BAHAN KHOTBAH UCAPAN SYUKUR
KUMPULAN KERANGKA KHOTBAH PILIHAN JILID 1

Selasa, 17 Maret 2020

PAK, APA TETAP ADA IBADAH?

Seorang Gembala Jemaat mendapatkan pesan via WA.
"Selamat pagi Bapak. Menyikapi mewabahnya virus Corona, apa gereja kita mau tetap ada Ibadah atau diliburkan sementara Bapak?
Pak Pendeta kemudian menjawab
"Selamat pagi Bapak.  Di gereja tetap ada ibadah, bagi jemaat yang masih hidup silakan datang !

"Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu."
(Keluaran 23:25)
 

Rabu, 08 November 2017

SIKAP DALAM BERIBADAH

Ayat Pokok:
1 Timotius 2:8-15

Pendahuluan
Sebagai orang-orang percaya kepada Tuhan, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah ibadah. Bahkan bagi semua umat beragama dan yang memiliki kepercayaan kepada Tuhan,istilah ibadah adalah istilah yang tidak asing lagi bagi mereka. 
Sesungguhnya apakah arti ibadah itu?
Kata ibadah, adalah terjemahan dari kata dalam bahasa Ibrani dalam Perjanjian Lama yaitu " avodah" atau "abodah". Dalam bahasa Indonesia, kata itu menjadi "ibadah" atau "ibadat". Kedua kata ini memiliki arti yang sama. Bandingkan dengan kata yang lain seperti "amanah" dan "amanat".

Dalam bahasa Indonesia, kata ibadah diartikan sebagai :"perbuatan untuk menyatakan bhakti kepada Allah,yang didasari ketaatan  mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya." Dalam PL kata ibadah lebih menekankan pada upacara-upacara keagamaan yang dilakukan sebagai bentuk penyembahan dan wujud bakti manusia kepada Allah pencipta.

Dalam PB, kata ibadah memakai kata"latreia" yang berarti pelayanan. Jadi dalam PB, makna ibadah semakin meluas, bukan saja merujuk pada perbuatan-perbuatan keagamaan ( yang dalam bahasa sekarang lebih dikenal sebagai kebaktian dan sejenisnya), tetapi ibadah dalam PB juga menunjuk kepada segala bentuk pelayanan, dan usaha-usaha yang kita lakukan sebagai wujud pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
Ibadah, baik dipahami dalam konsep PL maupun PB harus dilakukan dengan sikap yang benar.

Sikap yang benar dalam beribadah.
Ada beberapa siap yang harus dimiliki  dalam beribadah kepada Allah. Dalam bacaan kita dari 1 Timotius 2:8-15, sikap-sikap itu adalah :

Pertama, Beribadah dengan ketulusan dan tidak dengan kebencian ( ayat 8)
1 Timotius 2:8"Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan."

Perhatikan juga 
Yosua 24:14
" oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN  dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

Ibrani 10:22
"Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hatiyang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

Hampirilah Allah dengan ketulusan, bukan dengan kepura-puraan apalagi kebencian terhadap orang lain.

Kedua: Berpenampilan sopan dan sederhana ( ayat 9-10)
1 Timotius 2:9-10" Demikianlah juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan yang baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

Paulus menekankan agar para wanita menjaga kesopanan dan kesederhanaan.
Pakaian kita akan menyatakan siapa kita.
Mari kita jaga agar penampilan kita dapat menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita, terutama yang belum percaya.

Ketiga: Berdiam diri dan patuh menerima ajaran ( ayat 11)
1 Timotius 2:11;"Seharusnya perempuan perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh."

Pada masa itu, kebanyakan kaum perempuan tidak mendapatkan pengajaran yang cukup dalam bidang keilmuan termasuk pengetahuan akan firman TUHAN. Sementara pengajaran sesat telah berkembang dan memanfaatkan kekurangpemahaman kaum perempuan ini untuk menyebarkan beritanya. Akibatnya, tidak sedikit perempuan yang tidak bertindak dan berbicara benar, sesukanya tanpa penghargaan dan ketundukan termasuk kepada laki-laki . Berdiam diri dan patuh dalam hal ini bukan larangan total bagi perempuan untuk hadir dalam pertemuan jemaat atau mengajar (12). Perempuan pada masa itu disarankan untuk berdiam diri dalam pertemuan jemaat dan menanyakan sesuatu hal tentang pengajaran kepada suaminya di rumah, sebagai kepala keluarga (1Tim. 3:4; 1Kor. 14: 34-35). Bagaimanapun, laki-laki memegang otoritas yang lebih tinggi sebagai manusia yang pertama diciptakan dan mendengarkan penugasan dari Allah (13-15). Di kemudian hari, setelah perempuan lebih terpelajar, beberapa wanita ikut memberitakan Injil (Fil. 4:2-3).

Penutup
TUHAN mengingatkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan ketulusan, tanpa keinginan jahat; berpenampilan yang sopan, tetapi sederhana. Orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah harus memiliki pemahaman yang benar dan menghormati ordinasi yang telah TUHAN tetapkan sejak awalnya. Lakukanlah ibadah seturut kehendak TUHAN, bukan kehendak atau motivasi pribadi.


SEKILAS INFO
Ingin mendapatkan materi ini dalam format powerpoint?
Silakan ajukan permintaan via SMS atau WA ke.0897 3527 437
Materi kami kirim secara CUMA-CUMA via WA atau email.
Salam saya 
Pdt. Hosea Agus Susanto
( Alumni Sekolah Alkitab Batu Angkatan 47, STT Doulos Jakarta, STT SALATIGA, STMiss YOGYAKARTA )

LINK INFORMASI PENTING


Selasa, 20 Oktober 2015

KEUNTUNGAN IBADAH

Pendahuluan
Dalam Maleakhi 3:14, umat Tuhan bertanya," apakah untungnya beribadah kepada Allah?" Namun Maleakhi menjawab  bahwa " ada keuntungan yang disiapkan Allah bagi mereka yang menghormati nama Tuhan.

Keuntungan ibadah
Keuntungan apa saja ketika kita beribadah kepada Tuhan?

1. Ibadah memberi keuntungan dalam mengikat tali persaudaraan (ayat 3-4)
Tali persaudaraan harus dibina dalam ibadah. Hindarilah percekcokan, soal yang dicari-cari. Ikat tali persaudaraan dengan sesama. Jangan bersilat kata, berlagak tahu, apalagi dengki dengan saudara seiman. Saat ibadah ikatlah tali persaudaraan dengan sesama. Kerukunan adalah kunci berkat bagi orang percaya.

2. Ibadah memberi keuntungan yaitu memperbaiki motivasi yang salah (ayat5)
Ada banyak orang beribadah dengan motivasi mencari keuntungan(uang). Orang yang demikian adalah orang yang serakah  bahkan orang yang cinta uang, bukan cinta Tuhan. Motivasi kita yang demikian akan diperbaiki saat kita mendengarkan firman Tuhan ketika beribadah.

3. Ibadah memberi keuntungan karena menciptakan kepuasan (ayat 7-8)
Ayat 7- berkata kita tidak membawa apa-apa kedalam dunia ini, ternyata kebutuhan kita asal ada makanan, pakaian cukuplah. Seseorang jatuh kedalam berbagai pencobaan karena ketidakpuasan.

4. Ibadah memberi keuntungan, karena Allah sendiri akan menjamin kebutuhan manusia (Ayat 8).
Selama 40 tahun bangsa Israel hidup dan beribadah di padang gurun, tetapi Allah memelihara kebutuhan mereka. Jika kita persoalkan makanan dan minuman, itu berarti kita tidak percaya kepada Allah kita sama dengan orang kafir. Tuhan Yesus menyediakan berkat untuk 5000 orang laki-laki setelah mereka ibadah (mendengarkan firman Allah).

Penutup
Begitu luar biasanya keuntungan ibadah. Masihkah kita mengabaikannya?

Sabtu, 26 September 2015

BERIBADAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH

Ayat Pokok: 
" Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku" Mari kita pergi ke rumah TUHAN"
Mazm 122:1

Pendahuluan
Daud ada salah satu orang ynng dicatat dalam Alkitab sebagai seorang yang berkenan di hati Tuhan. Daud adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang memiliki kehidupan yang luar biasa. Mengapa demikian? Apa rahasianya? Jawabannya karena Daud memiliki keintiman dengan Tuhan. Ia selalu memiliki kerinduan untuk dekat dengan Tuhan ( Mazm 34:2, Mazm 84:11).
Daud juga adalah seorang yang cepat menyadari kesalahannya dan meminta ampunan Tuhan. ( 2 Sam 12:13-16

Apa kata Alkitab tentang ibadah?
* Kita harus giat dalam ibadah (Ibrani 10:25)
* Kita harus sungguh-sungguh dalam beribadah (Mazm 2:11-12)

Bagaimana ketika beribadah dengan sungguh-sungguh?
* Tuhan akan memberkati kehidupan kita ( Kel 23:25)
   - Berkat jasmani
   - Berkat rohani 

Penutup
* Mari jadikan ibadah kita sebagai saat-saat yang terindah untuk kita menikmati hadirat Allah
* Hampiri Tuhan dengan kesungguhan dan bukan sekedar kebiasaan

DAPATKAN POWERPINT KHOTBAH INI KLIK DISINI

LINK PENTING


Rabu, 15 April 2015

IBADAH YANG MENYENTUH SORGA

Oleh: Pdt. James Alfin Muaya
Nats Akitab:

Pendahuluan
Seringkali kita menemui kelompok orang-orang Kristen yang memiliki dua sisi (dualisme) kehidupan. Ketika mereka ada di gereja atau mengikuti kegiatan-kegiatan kebaktian, mereka menampilkan kehidupan rohani yang luar biasa. Namun begitu keluar dari gereja, mereka menampilkan gaya hidup yang tidak jauh beda dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dangkalnya pemahaman orang Kristen tentang konsep atau arti ibadah yang sejati.

Banyak orang Kristen berpikir

Sumber:
https://jmministry.wordpress.com/2010/05/13/ibadah-yang-menyentuh-surga-membangun-keintiman-dengan-tuhan/

Jumat, 03 April 2015

BELAJAR DARI PEREMPUAN KANAAN

Oleh: Pdt. Darius T. Kurniawan, B.Th
Ayat Pokok: Matius 15:21-28

Pendahuluan
Hidup yang kita jalani hari-hari ini adalah hidup yang berat dan penuh dengan berbagai tantangan. Banyak persoalan yang harus kita hadapi. Mulai dari persoalan ekonomi, keluarga, sakit penyakit dan lain sebagainya.
Kondisi ini seharusnya menyadarkan setiap kita, bahwa sesungguhnya kita perlu menyertakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Kita harus datang kepada Tuhan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi hari demi hari.

Ayat-ayat bacaan kita menceritakan bagaimana seorang perempuan Kanaan yang termasuk golongan orang kafir saja menyadari bahwa dia perlu Tuhan untuk menghadapi permasalahan hidupnya. Itulah sebabnya ia datang dan meminta pertolongan kepada Tuhan ( Matius 15:22)

Tetapi ternyata.walaupun ia datang kepada Tuhan, ia malahan mendapatkan  respon yang tidak menyenangkan, bukan saja dari para murid (Matius 15:23), bahkan dari Tuhan Yesus sendiri (Matius 15:24). Namun luar biasanya perempuan Kanaan ini, ia tetap merespon dengan baik sehingga pada akhirnya,  ia beroleh kasih dan pertolongan dari Tuhan.

Beberapa sikap yang bisa kita pelajari dari perempuan kanaan ini:
1. Menghadap Tuhan dengan rendah hari ( Matius 15:25).
  • Tetap mendekat meskipun murid-murid-Nya mengusir dia
  • Tetap menyembah Tuhan, meskipun tidak dianggap oleh Tuhan
  • Ketika ada masalah, kita harus datang kepada Tuhan dengan sikap rendah hati (bersedia diibaratkan seperti anjing)
2. Tidak dendam ( Matius 15:26-27)
  • Tidak tersinggug, meskipun Yesus menyamakan dia seperti anjingm malah ia berkata, " benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya".
  • Sebagai jemaat, seharusnya kita tidak mudah tersingggug ketika hamba Tuhan menyampaikan teguran lewat firman Tuhan yang ia sampaikan, justru harus besyukur dan menerima dengan sukacita.
3. Tetap setia 
  • Terus bertahan dan menanti pertolongan Tuhan sampai ia memperolehnya
  •  Kta harus tetap setia kepada Tuhan, tidak hanya saat kita sedang kesusahan, tetapi dalam keadaan apapun, kita harus tetap setia beribadah kepada Tuhan.
4. Memiliki pendengaran yang tajam
  • Ketika ada masalah datang dan dengar firman Tuhan,bukan mendengar apa kata orang atau dunia.
  • Suka dengar firman, maka akan seperti pohon, yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya,  apa saja yang diperbuatnya berhasil ( Mzm 1:3)
Penutup
Kita dapat melihat hasil dari keempat sikap yang ditunjukkan perempuan Kanaan tersebut adalah MUJIZAT terjadi ( Mat 15:28). Karena itu, sebagai anak-anak Tuhan, mari kita mau seperti perempuan Kanaan, agar mujizat terjadi dalam kehidupan kita, keluarga, pekerjaan, usaha dan pelayanan kita.

Respon dan sikap yang benar dalam kita datang kepada Tuhan, akan menghasilkan mujizat yang besar dalam kehidupan kita


Sumber: http://www.misikasih.org/belajar-dari-perempuan-kanaan.html



LINK PENTING

Rabu, 25 Maret 2015

TETAP SETIA BERIBADAH KEPADA TUHAN ALLAH

Ayat Pokok: 2 Raja-raja 23:19-20

Pendahuluan
Yosua mengawali pemerintahanya dengan melakukan pembaharuan yaitu merobohkan kuil-kuil penyembahan berhala di Betel dan bukit-bukit pengorbanan di Samaria. Bangunan-bangunan penyembahan berhala ini dibangun oleh raja-raja sebelumnya. Semua disingkirkan oleh Yosia. Yosia sungguh menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh raja-raja sebelumnya dengan mendirikan kuil-kuil penyembahan berhala merupakan kekejian di hadapan Tuhan. Perbuatan mereka ini juga mendatangkan murka Tuhan dan hukuman bagi mereka.

Raja Yosia menyadari bahwa Tuhan Allah murka atas pemimpin dan umat yang menyembah ilah-ilah lain. Tuhan dengan tegas melarang menyembah ilah-ilah lain. Firman-Nya jelas dan tegas;" Jangan  ada padamu allah lain dihadapanKu... ( Kel 20:3-5). Begitu menakutkan murka Tuhan, terhadap umat, bila mereka, khusunya raja-raja Israel waktu itu, sengaja menyakiti hati Tuhan dengan mendirikan tempat-tempat beribadah bagi allah lain.

Satu perkara yang sangat menakutkan bagi kita umat beriman apabila Tuhan Allah cemburu dan murka. Kemungkinan ini bisa terjadi kalau tingkah polah umat-umat Allah gegabah dan "berselingkuh" dengan menyembah ilah-ilah lain. Penyangkalan atau penolakan terhadap Tuhan bisa juga terjadi bagi umat yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai juruselamatnya.

Mengapa seringkali orang meninggalkan Tuhan?
a. Karena pemahaman imannya yang dangkal
b. Karena daya tarik materi
c. Karena tergoda penawaran posisi dan kedudukan dalam masyarakat.

Akibat meninggalkan Tuhan
Banyak hal yang terjadi dan menimpa kita, kalau kita meninggalkan Tuhan
a. Hidup kita tidak akan diberkati.
    Hidup kita bahkan akan penuh dengan penderitaan ( Ulangan 28:20" terkutuklah...)

b. Tidak akan menerima keselamatan
    Kita akan alami maut atau kebinasaan ( Hak 10:13)
    Ibarat tanaman yang jauh dari sumber air, tidak akan bertumbuh baik, dan bahkan bisa mengalami 
    kematian.
   Namun saat kita bertobat dan kembali kepada Tuhan, Allah mau kembali mengasihi kita ( Hak 10:15-16)
   Ingat nasib anak yang hilang ( Luk 15:11-32)

c. Kalau kita ditinggalkan Tuhan, kita akan lemah dan tidak punya kekuatan
    Ingat kisah hidup raja Asa ( 2 Taw 14:2).. Ia mengalami kehancuran saat mulai sombong dan
    meninggalkan Tuhan ( 2 Taw 16:11-12)

Penutup
Kalau kita ingin melihat campur tangan dan pertolongan Tuhan, mari kita senantiasa setia beribadah kepada Tuhan dan jangan pernah sekali-kali kita meninggalkan-Nya.

CATATAN
Ingin mendapatkan powerpoint dari khotbah ini? Silakan SMS Ke.085228085470.



LINK PENTING



KELUARGA YANG BERIBADAH KEPADA TUHAN

Ayat Pokok: Yosua 24:14-15

Pendahuluan
Ibadah kepada Tuhan yang dimaksudkan adalah:" melayani,berbakti dan mengabdi kepada Tuhan". Ibadah dalam konsep Perjanjian Lama maupun Baru mempunyai arti "pelayanan". Kata Ibrani untuk ibadah adalah " Avoda", sedangkan kata Yunani yang dipakai adalah " Latreia". Kata " Avoda " dan "Latreia" pada mulanya menyatakan pekerjaan budak atau hamba upahan. Dan dalam rangka mempersembahkan ibadat ini kepada Allah, maka para hamba-Nya harus meniarap ( Ibrani: hisytakhawa, atau Yunani: proskuneo), dan dengan demikian mengungkapkan rasa takut, dan penuh hormat, serta kekaguman kepada Tuhan.

Konteks Yosua pasal 24 ini adalah perpisahan Yosua kepada orang Israel, sebelum ia purna tugas sebagai pemimpin Israel. Yosua memberikan nasehat-nasehat dan peringatan kepada orang Israel agar setia kepada Tuhan, tidak berpaling kepada berhala-berhala atau ilah-ilah lainnya. Nasehat-nasehat ini penting, mengingat orang Israel yang telah berhasil memasuki tanah Kanaan, pernah melupakan Tuhan yang telah memberi keberhasilan kepada mereka. Dalam prakteknya, Israel terjatuh dalam godaan untuk menyembah kepada " allah orang Mesir", kepada " allah orang Amori" yang disembah oleh masyarakat lokal. Dalam persimpangan iman itulah Yosua mengingatkan mereka untuk kembali beribadah kepada Tuhan. Yosua juga memberikan tantangan agar orang Israel mengambil keputusan tegas( komitmen) untuk tetap beribadah kepada Tuhan. Ini bukan sekedar tantangan kepada orang Israel, tetapi juga kepada dirinya sendiri dan keluarga. Yosua memberikan teladan dan memutuskan bahwa ia dan seiei rumahnya telah membuat keputusan untuk tetap setia beribadah kepada Tuhan, Allah Israel. Itu berarti istri, anak-anaknya, bahkan semua kaum keluarganya beribadah hanya kepada Tuhan.

Empat Poin Penting Dalam Beribadah
Berdasarkan 2 ( dua) ayat dalam Yosua 24:14-15 ini, kita akan melihat empat hal penting tentang ibadah bagi orang-orang percaya.
Pertama: Ibadah harus didasarkan pada takut akan Tuhan
Orang yang beribadah, belum tentu takut akan Tuhan. Tetapi orang yang takut akan Tuhan, pasti beribadah kepada Tuhan, bagaimanapun kondisi atau situasinya.
Contoh: Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah orang-orang yang takut akan Tuhan dan tetap ibadah kepada Tuhan walaupun bahaya menanti dan rintangan menghadang mereka.

Takut akan Tuhan ini selalu ditempatkan pada urutan pertama dalam Alkitab. Sebetulnya ada ada lebih dari 300 contoh penggunaan kata takut akan Tuhan dalam Alkitab. Berikut ini dua diantaranya: 1 Samuel 12:24; Mazm 34:10. Takut akan Tuhan ini berasal dari bahasa Ibrani "Yirah" dan "Pakhad", yang berarti hormat, gentar, kagum kepada Allah yang membawa kepada ketaatan dan pengabdian kepada Tuhan.

Kedua, ibadah kepada Allah harus berasal dari hati yang tulus ikhlas.
Tulus artinya: rela, sungguh-sungguh dan penuh penyerahan. Ketulusan kita berbakti kepada Tuhan terlihat dari sikap dan tindakan-tindakan kita

Ketiga, ibadah kepada Allah harus dilakukan dengan setia.

Keempat: Ayah, sebagai imam dalam keluarga mempunyai peran yang penting dalam membawa seluruh anggota keluarga setia beribadah kepada Allah

Penutup
Betapa pentingnya kita dan seluruh anggota keluarga kita setia kepada Allah. Oleh sebab itu biarlah kita senantiasa berusaha agar seluruh anggota keluarga kita senantiasa setia beribadah kepada Allah.



LINK PENTING