KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Minggu, 18 Juni 2023

MENJADI MURID KRISTUS

 Ayat Pokok:
Lukas 9:23; Filipi 1:9


Pendahuluan
Salah satu tujuan Tuhan memanggil; kita adalah menjadikan kita sebagai murid-murid-Nya
Secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Apabila orang tua menyekolahkan anaknya dalam pembelajaran atau pendidikan yang berkualitas, tentu bukan bertujuan untuk menyombongkan kemampuan materi atau kehebatan anaknya, tapi bertujuan mencerdaskan anaknya dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada guru/pembimbingnya. Dalam Perjanjian Lama kita dapat melihat contoh pemuridan, seperti: Yosua menjadi pengikut dan penerus Musa, Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam Perjanjian Baru: Yohanes dengan murid-muridnya, Yesus Kristus dengan ke-12 murid-Nya, serta Paulus dengan Timotius, Titus, dan lain sebagainya. Dengan demikian pengertian murid Kristus adalah orang-orang percaya yang mau belajar tentang segala ajaran Kristus dan mengabdikan dirinya hidup mengikuti Kristus.

Namun tidak semua orang percaya bersedia menjadi murid Kristus. Mengapa? Karena mereka enggan untuk mempelajari dan melaksanakan setiap ajaran Kristus dalam hidup mereka. Bila kita telah mengaku diri sebagai murid Kristus, apakah kita sudah benar-benar mempelajari dan melaksanakan ajaran Kristus dalam hidup kita sehari-hari? Kiranya pertanyaan ini menjadi intropeksi diri kita masing-masing. Lalu pertanyaan selanjutnya muncul: Apakah tujuan kita belajar menjadi murid Kristus? Dan bagaimana menjadi murid Kristus? Mari kita renungkan bersama

3  Langkah menjadi murid Kristus
Lukas 9:23 menjelaskan 3 langkah kepada kita, yaitu: “menyangkal diri”, “memikul salib” dan “mengikut Kristus”.

a. Menyangkal diri
Menyangkal diri artinya, kita mau melepaskan atau tidak mempergunakan hak kita karena kita memilih untuk mengedepankan Kehendak Tuhan. 

Menyangkal diri adalah tidak menempatkan diri sebagai pusat hidupnya, tapi menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya. Orang yang menyangkal diri memahami hidup sebagai kasih karunia Kristus yang patut disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab di hadapan-Nya. Orang yang menyangkal diri akan berkata: “Bukan kehendakku, ya Bapa, melainkan kehendak-Mulah yang jadi.” Contoh penyangkalan diri dapat kita lihat dari hidup rasul Paulus, yang dalam surat-suratnya menyatakan bahwa apa yang dia pikirkan, apa yang dia lakukan, semata-mata bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk Tuhan. Dalam Roma 14:8, Paulus berkata:” Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup dan mati, kita adalah milik Tuhan.”

Apabila kita senantiasa belajar menyangkal diri, kita akan dapat menjadi murid Kristus yang menempatkan kehendak Kristus sebagai dasar dan pedoman setiap rencana dan langkah hidup kita. Orang yang dapat menyangkal diri juga tidak menganggap diri dan kepentingannya sebagai yang utama, tetapi ia dapat bersikap rendah hati dan memperhatikan kepentingan orang lain. Ini yang dimaksudkan Paulus dalam Filipi 2:3. Dengan demikian sebagai murid Kristus, kita tidak hanya menempatkan Kristus sebagai pusat dan tujuan hidupnya, tapi juga senantiasa rendah hati dan peduli pada kepentingan orang lain. Inilah eksistensi dan makna hidup seorang murid Kristus di tengah kehidupan ini

b. Memikul salib
Langkah berikutnya menjadi murid Kristus adalah bersedia memikul salib. Pada masa Yesus, salib merupakan hukuman yang paling hina dan menderita diberikan pengadilan Romawi kepada orang yang terbukti melakukan pelanggaran dan dosa besar. Sebenarnya Yesus tidak pernah melakukan pelanggaran dan dosa apa pun, tetapi Ia memberi diri disalibkan untuk menggenapi misi Allah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan maut. Karena itu makna salib adalah ketaatan Kristus pada Allah dan wujud nyata kasih-Nya pada umat manusia. Hal ini ditegaskan Paulus dalam Filipi 2:6-8: “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”.

Seorang teolog Jepang, Kosuke Koyama pernah bertanya: “Kenapa orang Kristen harus memikul salib? Mengapa lambang orang Kristen adalah salib? Mengapa bukan rantang yang berisi makanan bergizi dan memiliki gagang sehingga mudah menentengnya?” Pertanyaan Kosuke Koyama ini membantu kita memahami salib bukan sebagai hal yang menyenangkan atau membanggakan, tetapi salib adalah harga yang harus kita bayar sebagai murid Kristus. Setiap orang pada dasarnya memiliki salibnya masing-masing, yang harus dipikul dengan sabar dan taat kepada Kristus. Dalam memikul salib sebenarnya kita tidak perlu menggembar-gemborkan kesulitan yang kita alami, tetapi justru kita perlu belajar tetap bersukacita dalam Kristus (1 Petrus 4:12-14).

Memikul salib artinya, mulai mengambil atau menanggung satu beban yang tidak enak arena kita melepaskan hak kita. Filipi 3:7-8

c. Mengikut Kristus
Mengikut Yesus artinya, kita mulai bertindak dan mengiringi Yesus sesuai dengan kehendakNya, Seperti yang dilakukan Matius si Pemukut Cukai. Matius 9:9

Mengikut Kristus artinya setia mengikuti Kristus dan taat melaksanakan segala firman-Nya. Ketika Yesus mengajak murid-murid yang pertama (Simon Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes) untuk menjadi murid Kristus, mereka meninggalkan jala, perahu, dan ayah mereka, dan mengikut Yesus (Matius 4:18-22). Dari peristiwa ini kita belajar komitmen mengikuti panggilan Kristus, dan taat melaksanakan segala firman-Nya dalam hidup kita.

Ketika berada di antara kerumunan orang-orang, seorang ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus menjawab: ”Serigala mempunyai liang dan burung memiliki sarang, tetapi Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8:19-20). Jawaban Yesus ini menjadi suatu pernyataan bahwa sebenarnya Yesus tidak mendapat tempat di hati orang Farisi itu. Walaupun dia berkata akan mengikut Yesus, tetapi Yesus tahu keberatan hatinya. Mengapa? Karena ia adalah seorang Farisi yang sulit meninggalkan segala reputasi dan otoritasnya yang besar dalam sistem agama Yahudi. Saat ini pergumulan seperti orang Farisi itu cenderung dialami orang Kristen.

Mengikut Kristus adalah mengutamakan Kristus di atas segalanya, bukan menempatkan Kristus di bawah kepentingan yang lain. Bila kita mau mengikut Kristus, kita perlu taat melaksanakan ajaran Kristus dan mempersaksikan kebenaran Kristus kepada sesama melalui setiap perkataan, sikap dan perbuatan kita sehari-hari. Hal utama yang perlu kita laksanakan sebagai murid Kristus adalah meneladani gaya hidup Kristus untuk hidup saling mengasihi dengan sesama (Yoh. 13:34-35). Dengan kita hidup saling mengasihi, kita turut mewujudnyatakan misi Kristus dalam menghadirkan kasih dan damai sejahtera bagi dunia.

Penutup
Tuhan merindukan kita menjadi murid-murid Krstus yang sejati. Menjadi murid Kristus adalah suatu pembelajaran kita untuk terus mengenal Kristus, memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, serta taat melaksanakan setiap ajaran-Nya.

Lukas 9:23 menjelaskan secara sederhana bagaimana kita dapat terus diproses dan diperlengkapi menjadi murid Kristus, yaitu :(menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus)  Bila kita senantiasa berusaha menjadi murid Kristus, maka sebenarnya kita turut mewujudkan kehendak Allah agar kita hidup serupa dengan Kristus (Roma 8:29).
Semoga Kristus senantiasa menyertai langkah hidup kita.

LINK INFORMASI PENTING
29 BAHAN KHOTBAH KEDUKAAN DAN PENGHIBURAN
29 BAHAN KHOTBAH UCAPAN SYUKUR




Sabtu, 17 Juni 2023

ITU JAHAT DIMATA TUHAN

 Ayat Pokok:
2 Samuel 11:1-27


Pendahuluan
Alkitab adalah buku yang jujur yang menceritakan semuanya apa adanya.
Daud pernah disebut sebagai orang yang berkenan kepada Tuhan, tetapi dalam bagian ini Daud disebut sebagai orang yang jahat dimana Tuhan.
Mari kita lihat hal-hal yang membuat Tuhan menyebut Daud dengan kalimat, " itu jahat dimata Tuhan."

Apa yang jahat dimata Tuhan yang Daud lakukan?
Mari kita perhatikan perbuatan-perbuatan yang dipandang jahat di mata Tuhan yang Daud lakukan.

1. Bersantai-santai di istana, saat umat Tuhan sedang giat berperang melawan musuh-musuhnya.
2 Samuel 11:1, "Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem."

Tuhan sangat membenci kemalasan
Jangan malas dalam  berdoa, beribadah, bekerja dan melaayani Tuhan
Kemalasan adalah hal yang jahat dimata Tuhan dan Tuhan membencinya

2. Menonton /melihat wanita tanpa busana yang sedang mandi
2 Samuel 11:2, "Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya."

Jagalah mata kita dari hal-hal yang mencemari pikiran

3. Tidur dengan wanita yang bukan isterinya.
2 Samuel 11:4, “Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.”

Ditengah maraknya kejahatan dan pornografi, perselingkuhan yang seolah-olah biasa, mari kita memiliki komitmen untuk terus menjaga kekudusan dan hidup takut akan Tuhan.

4. Terus menutup-nutupi dosa dan tidak mau membereskan
- Memanggil Uria isteri Betsyeba pulang (Ay. 5-12)
- Membuat uria mabuk (ay.13)
- Membunuh Uria dengan cara licik (ay.27)
- Perbuatan dosa yang tidak segera diberesi akan membuahkan dosa-dosa lainnya yang lebih jahat.

Penutup
Mari kita awasi kelakuan kita sebagai tokoh-tokoh iman:
Apakah kita malas memberitakan injil  sementara orang lain sedang giat memberitakan Injil dan mendukung kegiatan penginjilan?
Apakah kita orang yang suka menonton pornografi di internet?
Apakah kita suka melakukan dosa perzinahan 
Apakah kita orang yang suka menutup-nutupi dosa?
Mari bersama-sama kita bertekad untuk meninggalkan segala hal yang jahat dimata Tuhan.

KARAKTERISTIK PRIA YANG BAIK

 Ayat Pokok:
Yehezkiel 22:30


Pendahuluan
Yehezkiel 22:30, "Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya."

Tuhan merindukan orang-orang (para pria) yang berkarakteristik yang baik.
Begitu sulitnya mencari orang-orang yang berkarakteristik yang baik, sampai-sampai Tuhan berkata, "..tetapi Aku tidak menemuinya. "

Adakah pria yang berkarakteristik yang baik ada diantara para pria yang ada di tempat ini?

Karakteristik pria yang baik
Bagaimana karakteristik yang baik menurut cara pandang Tuhan?

1. Pria yang mampu memberikan pengharapan
Keselamatan (Efesus 2:8)
Kekuatan ( Yesaya 40:30-31)
Kecukupan ( Filipi 4:19)

2. Pria yang mampu memimpin 
Dirinya (Galatia 2:20)
Keluarganya ( 1 Timotius 3:4-5)

3. Pria yang mampu mencintai
Tuhan (Matius 22:37-40)
Keluarganya (Efesus 5:25)
Pelayanannnya (Kolose 3:17)

Penutup
Tuhan mencari pria yang berkarakteristik yang baik yang mampu memberikan pengharapan, mampu memimpin dan mampu mencintai. 
Kiranya hal ini ada pada kita.

Tuhan Yesus Memberkati !


Jumat, 16 Juni 2023

PRIA YANG SETIA KEPADA TUHAN

null


 Ayat Pokok:
Lukas 1:5-25

Pendahuluan
Hari ini kita akan akan belajar menjadi pria yang setia kepada Tuhan.
Dan kita akan belajar dari seorang tokoh Alkitab yang bernama Zakharia.
Zakharia adalah seorang imam. Elisabet isterinya adalah keturunan imam.
Alkitab mencatat keduanya adalah benaar dihadapan Allah, hidup menurut segala ketetapan dan perintah Allah dengan tidak bercacat. 
Namun demikian, sampai dengan usia lanjut, mereka belum juga dikaruniakan anak. Tetapi Zakahria dan Elisabet tetap setia kepada Tuhan.

Bukti Kesetiaan Zakharia
Mari kita perhatikan  bersama-sama bukti  Alkitab bahwa Zakharia adalah seorang pria yang setia kepada Tuhan.

1. Tetap menjadi imam, wallaupun banyak  masalah yang dihadapi.
Pada masa itu, tidak mempunyai anak merupakan sebuah masalah yang besar.
Orang-orang pada masa itu berpikiran bahwa orang yang tidak mempunyai anak berarti Tuhan tidak berkenan.
Sebagai seorang imam, tetapi tidak memiliki anak, bagaimana kata orang?
Namun demikian, Zakharia tetap menjalankan tugasnya dengan setia. 
Aplikasi: Mari belajar daari Zakharia, tidak berputus asa, tidak lari dari masalah, tetapi tetap menjadi imam, tetap setia melayani Tuhan dan tetap setia menantikan pertolongan dan rencana Tuhan.

2. Tetap menjadi pendamping yang setia.
Sekalipun Elisabet isterinya mandul, Zakharia tetap menjadi pendamping yang setia. 
Zakharia tetap tidak meninggalkan Elisabet isterinya, sampai usia senja.
Zakhatiaa tidak mencari issteri lain seperti yang dilakukan oleh Elkana, menikahi Penina dan akhirnya justru menambah masalah baru dalam keluarga.
Aplikasi : Para pria, mari bersama belajar dari Zakharia  untuk setia kepada pasangan kita.
Ada banyak suami-suami yang mengungkit kekurangan isteri, tidak puas dengan isterinya, berlaku kasar dan semena-mena. 
Pria yang setia kepada Tuhan adalah seorang pendamping yang setia,mengasihi isterinya dengan segala kekurangannya.

3. Peregenerasi yang sukses
Yohanes adalah anak dari Zakharia dan Elisabet. yang dapat disebut sebagai generasi yang sukses. Banyak orang bertobat melalui pelayanan Yohanes. 

Mengapaa bisa?
Karena ada rencana Tuhan yang khusus untuk Yohanes.
Karena ada peran yang luar biasa dari kedua orang tua, terutama Zakharia sebagai imam.
Zakharia dan Elisabet berhasil mendidik Yohanes menurut rencana Tuhan dalam hidupnya. Betapa besar peran bapak dan mamanya

Aplikasi: Tuhan mau memakai anak kita, sebagaimana Tuhan memakai Yohanes. Oleh karena itu peran kita sebagai orang tua amatlah penting, terlebih peran seorang pria sebagai imam dalam keluarga. Aoakah ayah telah menjadi figur imam yang dekat dengan Allah, yang memperkenalkan Allah dan  yang menyampaikan pesan Allah?

Penutup
Sudahkah para pria/bapak seperti Zakharia?
Pria yang setia kepada Tuhan, yang tetap menjadi imam di tengah tantangan, tetap setia kepada pasangan, dan menghasilkan generasi yang takut akan Tuhan?

Tuhan Yesus Memberkati !



Selasa, 13 Juni 2023

BUKU BETWEEN VAL'DAY AND MY B'DAY

INFO BUKU BARU 


Shalom, 
Dapatkan buku Between Val'day and May B'day.
Buku ini merupakan kisah nyata perjalanan seorang Penyinta Kanker Stadium 4. Almarhumah  adalah seorang gembala jemaat disebuah gereja di  Saparu.

Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Kirimkan donasi Anda sebesar Rp.40.000,- ( Empat Puluh  Ribu Rupiah) + Ongkos kirim sesuai alamat, ke salah satu rekening kami yaitu:
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470
Go Pay 0852-2808-5470

Setelah transfer donasi, kirimkan konfirmasi via SMS/WA ke.0852-2808-5470. Paket segera kami kirim.

LINK INFORMASI PENTING
FLASHDISK KUMPULAN KHOTBAH POWERPOINT
29 BAHAN KHOTBAH IBADAH KEDUKAAN DAN PENGHIBURAN

BUKU KUMPULAN KHOTBAH EKSPOSITORI BERDIRI TEGUH DI ERA PERUBAHAN ZAMAN

 INFO BUKU BARU


Shalom
Kini sudah teredia buku Kumpulan Khotbah Ekspositori "Berdiri Teguh di Era Perubahan Jaman. 
Buku ini dapat menjadi bahan referensi bagi para Gembala, hamba Tuhan, Penginjil, majelis jemaat, dan pelayan Tuhan lainnya dalam menyampaikan firman Tuhan, baik dalam bentuk khotbah, renungan maupun pendalaman Alkitab.

Judul-judul khotbah dalam buku ini antara lain:
1. Berdiri Teguh di dalam Tuhan
2. Jadilah Kepadamu Menurut Imanmu
3. Hidup Bagi Kristus
4. Orang Yang Layak Dipercayai
5. Kenaikan Kristus ke Sorga Memberikan Pengharapan
6. Jangan Berbuat Dosa Lagi
7. Yesus Kristus Adalah Pintu
8. Dukacita Diganti Menjadi Sukacita
9. Hidup Dalam Janji-janji Tuhan
10. Menjadi Pribadi Yang Mempunyai Mimpi

Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Kirimkan donasi Anda sebesar Rp.45.000,- ( Empat Puluh  Lima Ribu Rupiah) + Ongkos kirim sesuai alamat, ke salah satu rekening kami yaitu:
BCA 1540241577 a.n Agus Susanto
Bank Mandiri No.rek 1360007334334 atas nama Agus Susanto.
Bank BRI no.rek 6917-0101-7761-533 A.n Agus Susanto.
BNI No.Rek 7778987658 a.n YAYASAN BINA SEJAHTERA.
DANA 0852-2808-5470 A.n Agus Susanto
OVO No.Rek 0852-2808-5470
Go Pay 0852-2808-5470

Setelah transfer donasi, kirim konfirmasi via WA, SMS atau Telegram ke 0852-2808-5470 Atau Email:solusisukses2008@gmail.com

Terimakasih
Tuhan Yesus Memberkati

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH UCAPAN SYUKUR

Kamis, 01 Juni 2023

KOMITMEN KEPADA TUHAN

 Ayat Pokok:
"Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada Tuhan, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya."
(Bilangan 30:2)


Pendahuluan
Banyak orang mudah dalam berjanji, tetapi tidak mudah untuk menepati panji. Itu sebanya ada istilah "Lidah tidak bertulang." Bahkan dalam hubungannya dengan Tuhan, banyak orang yang mudah berjanji, bahkan bernazar, tetapi  sering kali lupa dan tidak menepati janji, 
Oleh sebab itu, firman Tuhan kali ini mengingatkan supaya kita melakukan apa yang kita janjikan. Inilah yang disebut dengan komitmen.
Komitmen adalah kesediaan untuk melakukan sesuai dengan apa yang ia ucapkan atau janjikan.

Untuk kita intim dengan Tuhan, diperlukan suatu komitmen sehingga kita mengenal hati Tuhan. Harusnya semakin maju, jangan stagnan atau malah mundur. Ada target yang makin meningkat untuk beribadah.

Mengapa kita harus berkomitmen kepada Tuhan?
a. Karena Tuhan lebih dahulu berkomitmen untuk mengasihi kita
Yeremia 31:3, "Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu."

Allah telah berkomitmen untuk senantiasa menyertai hidup kita. Untuk itulah, kita diminta untuk juga berkomitmen penuh untuk menjalani hidup kita senantiasa di dalam Allah. Karena melalui komitmen-Nya, maka kita dapat mencapai keberhasilan.

b. Agar dunia tahu, betapa pentingnya Tuhan bagi kita
Jika ada sesuatu yang penting dalam hidup kita, kita akan berkomitmen untuk itu.
Contoh, jika kesehatan itu begitu penting bagi kita, kita akan berkomitmen menjaga kesehatan, berolahraga dan sebagainya.

Mazmur 84:11-12, "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; "  

Tuhan semesta alam akan memberikan banyak hal yang diperlukan. Tuhan menjadi matahari yang artinya sumber kehidupan manusia. Dia juga menjadi perisai bagi orang yang berkomitmen.

Mazmur 27:4 "Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan  dan menikmati bait-Nya.

Daud berkomitmen untuk selalu dekat dengan Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai fokus utamaa dalam hidupnya.

c. Agar kita senantiasa kuat menghadapi segala apapun yang terjadi
Komitmen akan menjadikan kita kuat menghadapi segala yang terjadi
Contoh: Yusuf. Cara kerja Tuhan seringkali beda dengan rencana kita. Kita ada seperti sekarang karena komitmen kita di masa lalu. Keadaan kita di esok hari juga tergantung bagaimana komitmen kita saat ini.

Belajar dari komitmen Rut
Rut 1:16-17, "Tetapi kata Rut: ”Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; 17di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”

Mari kita perhatikan komitmen Rut yang luar biasa ini.
a. Komitmen untuk mengasihi Tuhan secara sungguh-sungguh
Rut tidak mau pulang ke  negerinya, karena ia telah menemukan Tuhan yang hidup
Rut


Jumat, 05 Mei 2023

29 AYAT-AYAT PENGUATAN SAAT MENGHADAPI PERGUMULAN

1.
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

2.
"Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
(Amsal 3:5-6)

3.
"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”
(Yesaya 26:3 )

4.
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.'
(Matius 6:34)

5.
"Nantikanlah Tuhan ! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu ! Ya, Nantikankah Tuhan !
(Mazmur 27:14)

6.
"Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”

(Ulangan 31:8)

7.
"Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN."
(Mazmur 9:11)

8.
“Biarlah kekasih TUHAN berada dengan aman oleh-Nya, yang melindunginya sepanjang hari dan tinggallah ia di antara bahu-Nya.”
(Ulangan 33:12)

9.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
(Filipi 4:6-7)

10.
“Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”
(Mazmur 62:8)

11.
"Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu;engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”
(Yesaya 58:11)

12.
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
(Roma 8:28)

13.
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” 
(Mazmur 34:19)

14.
"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
(Yesaya 40:31)

15.
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
(Yohanes 14:27)

16.
"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak."
(Mazmur 32:7)

17.
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
(Filipi 4:19)

18.
"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” 
(Filipi 1:6)

19.
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
(Yeremia 29:11)

20.
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” 
(Yosua 1:9)

21.
"Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” 
(Mazmur 4:8)

22.
"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” 
(Roma 8:38-39)

23.
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
(Mazmur 34:18)

24
Aku mencari TUHAN, lalu Dia menjawabku, dan melepaskan aku dari semua ketakutanku."
(Mazmur 34:4)

25.
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
(Roma 8:1)

26.
"Dari Daud. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"
(Mazmur 27:1)

27.
"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu."
(Yesaya 43:1-3)

28.
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 
(1 Petrus 5:7)

29.
"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
(Matius 19:26)

LINK INFORMASI PENTING
Buku 29 Bahan Khotbah Pilihan Jilid 1
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Wanita
Buku 29 Bahan Khotbah Ibadah Kedukaan dan Penghiburan

Kamis, 13 April 2023

ADA KUASA KEBANGKITAN

 Ayat Pokok:
"
Jawab Yesus: "Akulah Kebangkitan Dan Hidup; Barangsiapa Percaya Kepada-Ku, Ia Akan Hidup Walaupun Ia Sudah Mati Dan Setiap Orang Yang Hidup Dan Yang Percaya Kepada-Ku, Tidak Akan Mati Selama-Lamanya. Percayakah Engkau Akan Hal Ini?"
(Yohanes 11:25-26)

Dalam Kitab Yohanes, Lazarus Adalah Seorang Yang Disebut Telah Mati Secara Jasmani Selama Empat Hari Lamanya. Yesus Adalah Tuhan Yang Ajaib, Ia Adalah Kebangkitan Dan Hidup. Sekalipun Lazarus Telah Meninggal Secara Jasmani Dan Telah Dikuburkan, Tuhan Yesus Sanggup Membangkitkan Tubuhnya Dan Memberikan Kehidupan Kembali Kepada Lazarus.

Kuasa Kebangkitan Yesus Akan Memberikan Dampak Yang Sangat Besar Bagi Seluruh Aspek Hidup Kita. Kebangkitan Yesus Memberikan Kita Pengharapan Bahwa Ada Kehidupan Yang Lebih Baik Di Masa Depan. Meskipun Kita Menghadapi Kesulitan, Ketidakpastian, Dan Penderitaan Dalam Hidup Ini, Kebangkitan Yesus Mengajarkan Bahwa Ada Kehidupan Yang Lebih Baik Yang Menanti Kita Di Depan. Kebangkitan Tuhan Yesus Juga Membebaskan Kita Dari Dosa Dan Kematian. Kristus Telah Memberikan Kemenangan Bagi Kita, Sehingga Kita Tidak Perlu Lagi Hidup Dalam Kegelapan Dosa Dan Takut Akan Kematian. Kebangkitan Tuhan Yesus Memberikan Kita Kekuatan Rohani Untuk Mengatasi Tantangan Dan Cobaan Dalam Hidup. Roh Kudus Yang Ada Di Dalam Kita Dapat Membantu Kita Untuk Hidup Sesuai Dengan Kehendak Tuhan Dan Menunjukkan Kasih Kristus Kepada Orang Lain. Kebangkitan Tuhan Yesus Juga Memberikan Kepada Kita Harapan Dalam Penderitaan. Meskipun Kita Mengalami Penderitaan, Kita Tahu Bahwa Allah Akan Menggunakannya Untuk Tujuan Yang Baik Dan Mampu Membawa Kebaikan Dari Segala Sesuatu.

Supaya Kita Bisa Mengalami Kuasa Kebangkitan Yesus Dalam Hidup Kita, Penting Bagi Kita Untuk Mengembangkan Hubungan Yang Erat Dengan Dia Dan Memperkuat Iman Kita Melalui Doa, Membaca Alkitab, Serta Bersekutu Dengan Orang-Orang Percaya Lainnya. Itu Sebabnya, Bergabunglah Dalam Kelompok Sel, Bangunlah Kehidupan Pujian Penyembahan Kepada Tuhan Melalui Pondok Daud, Masuklah Dalam Pengenalan Yang Lebih Dalam Lagi Akan Firman Tuhan Melalui Sekolah Orientasi Melayani (Som). Maka Hidup Kita Akan Menjadi Semakin Kokoh Setiap Hari, Dan Kita Bisa Dipakai Tuhan Untuk Bangkit Dan Menjadi Terang Bagi Sekeliling Kita. 

Percayalah Bahwa Ada Kuasa Kebangkitan Di Dalam Yesus Tuhan Kita.

LINK INFORMASI PENTING
FORMULIR PEMESANAN EBOOK 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH PASKAH


Rabu, 12 April 2023

PENYEMBAH YANG BENAR

 
Ayat Pokok:
"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebanaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (24) Allah itu roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
(Yohanes 4:23-24)

Hari-hari ini orang lebih suka berbicara tentang Tuhan, daripada bicara dengan Tuhan. Kita sibuk melayani pekerjaan Tuhan seperti Marta (Luk 10:40), daripada melayani Tuhan (duduk dikaki TUHAN) seperti Maria (Luk 10:41,42).

Penyembah yang benar itu lahir dari tempat yang tersembunyi yaitu RUANG DOA (Mat 6:6) dan dampaknya itu bisa dirasakan ditempat yang terlihat.

DAUD tidak ada yang lihat cuma mengembalakan 2, 3 ekor domba (1 Sam 17:28), cuma seorang pengantar makanan, tetapi Dia setia pada perkara kecil (Mat 25:21), tiap hari menyembah TUHAN yang hanya ditemani domba-dombanya, Ayah ibunya menolak Dia (Maz 27:10), saudara-saudaranya menolak dia karena penampilannya tidak meyakinkan  (1 Sam 16:7), tapi Dia tetap melekat pada TUHAN sebagai Kota Bentengnya (Maz 18:2).

Tetapi lihat, Orang yang MENCINTAI HADIRATNYA (Maz 84:10), diperhatikan, dibela TUHAN, mata TUHAN terarah kepada orang-orang yang mencintai Hadirat-Nya.

Sahabatku, kalau kita tidak mencintai hadirat-Nya, sebenarnya kita sedang keluar dari rencana agung Tuhan.

Ketika kita melekat dengan Tuhan, sifat-sifat-Nya menempel dalam kehidupan kita, tidak perlu kejar polularitas, tidak perlu kejar urapan diatas Mimbar kotbah, Semua itu akan datang kepada orang yang melekat pada Sumbernya (TUHAN).

Rahasia-rahasia Ilahi hanya ditemukan dalam bergaul karib dengan sumbernya (TUHAN) (Maz 25:14).

Jadilah Penyembah Yang Benar di Panggung.
Jadilah Pengkhotbah yang diurapi di Mimbar.

KESAKSIAN hidup kita dibawah panggung/mimbar lebih kuat Berbicara daripada perkataan kita diatas panggung/mimbar, sebab hadirat Tuhan akan memancar dengan sendirinya melalui perkataan & perbuatanmu yang dapat didengar dan disaksikan orang (Garam &Terang- Mat 5:13-16)

Tuhan Yesus Memberkati.

LINK INFORMASI PENTING
FORMULIR PEMESANAN EBOOK BAHAN KHOTBAH