Rabu, 04 Maret 2015

BAGAIMANA KITA MELAKUKAN IBADAH KITA?

Catatan Khotbah
Ibadah Kamis, 5 Maret 2015
Tempat : GPdI Gesing

Ayat Pokok: Matius 15:7-9

Pendahuluan
Isitilah ibadah adalah istilah yang tidak asing lagi bagi banyak umat beragama manapun. Kata ibadah berasal dari bahasa Ibrani " ABODA" artinya : Menyembah. Bahasa Yunani yang sama dengan kata ini adalah " LATREIA" artinya: Pelayanan

Kamus Besar Bahasa Indonesia menulis definisi ibadah adalah "perbuatan  untuk menyatakan bakti kepada Allah yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjuhi larangan-Nya.

Dari definisi diatas, ibadah tidak hanya sebatas acara kebaktian di gereja saja, tetapi setiap perbuatan yang kita lakukan untuk menyatakan bakti  kepada Allah yang didasari ketaatan mengerjakan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya, itulah ibadah. Jadi ibadah bida dilakukan kapan saja dan dimana saja. Kebaktian di gereja hanyalah salah satu bentuk ibadah.

Tentu setiap kita menginginkan ibadah kita berkenan kepada Tuhan. Ada satu teguran yang keras dalam injil Matius tentang orang-orang Israel yang ternyata ibadah mereka tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Matius 15-7-9 mencatat :
Hai orang-orang munafik! Benarlah  nubuat Yesaya tentang kamu:
Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku, percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

750 tahun sebelumnya, Yesaya juga pernah menyampaikan hal yang sama.
Yesaya 29:13" Dan Tuhan telah berfirman;" Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan."

Orang-orang Israel disebut orang-orang munafik.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata munafik diartikan" berpura-pura percaya, atau setia kepada agama, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak". Juga diartikan" bermuka dua".
Orang-orang munafik juga seringkali disebut dengan isitilah" lain di bibir, lain di hati".

Bagaimana seharusnya kita melakukan ibadah kita?
A. Kita melakukan ibadah dengan ketulusan ( 1 Taw 28:9;Ibr 10:22)
  • Tulus artinya " sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci) jujur, tidak pura-pura.
  • Ibadah kita tidak sekerdar formalitas atau rutinitas
  • Alkitab mengajarkan kita untuk beribadah dengan ketulusan hati ( 1 Taw 28:9, Ibr 10:22)
B. Kita melakukan ibadah dengan kesungguhan (Ul 10:12, 1 Sam 12:20)
  • Alkitab mengajar kita untuk beribadah dengan sungguh-sungguh ( Yes 1:13 a)
  • Bagaimana ibadah dengan sungguh-sungguh?: Datang dan pulang ibadah tepat waktu, memuji Tuhan dengan semangat, menerima firman Tuhan dengan sukacita, siapapun yang menyampaikannya, melakukan firman Tuhan.
  • Perhatikan ayat-ayat Dalam Yesaya 1:2-20.: 
          Ayat 2: Orang Israel memberontak kepada Tuhan
          Ayat 4: Mereka meningalkan Tuhan dan menista yang Maha Kudus.
          Ayat 11: Padahal mereka mempersembahkan korban yang banyak.
          Ayat 13: mereka tidak beribadah dengan suggguh-sungguh
          Ayat 19-20: mereka tidak menuruti firman Tuhan

          Akibatnya
          Ayat 14: Ibadah mereka menjadi beban bagi Tuhan
          Ayat 15: Tuhan tidak mau mendengar doa-doa mereka.

C. Kita melakukan ibadah kita dengan motivasi yang benar ( Yosua 24:14-15, Roma 12:1)
  • Alasan yang salah dalam beribadah: ingin bertemu manusia ( cari koneksi, cari utangan, dll), ingin dapat sanjungan
  • Motivasi yang benar: Ingin bertemu Tuhan, ingin membalas kasih Tuhan
  • Ada keuntungan ketika kita melakukan ibadah dengan motivasi yang benar (1 Tim 6:6), Keuntungan ibadah ( Kel 23:25)
Penutup
Biarlah firman Tuhan hari ini akan menjadi peringatan buat kita untuk beribadah kepada Tuhan dengan ketulusn, kesungguhan dan dengan motivasi yang benar. Dengan demikian ibadah kita akan menjadi ibadah yang berkenan kepapda Tuhan.

LINK PENTING

0 komentar:

Posting Komentar