KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH ANEKA TEMA

Disarikan dari berbagai sumber

TERSEDIA JUGA MATERI-MATERI KHOTBAH DALAM FORMAT POWERPOINT

Dipersembahkan khusus untuk para pendeta dan pelayan Tuhan

TERSEDIA JUGA REKAMAN KHOTBAH DALAM FORMAT MP3

Dari para Hamba Tuhan yang Indonesia dan manca negara

MAU DAPAT SMS SENNTUHAN FIRMAN SETIAP HARI SECARA CUMA-CUMA?

Ketik DAFTAR SENTUHAN FIRMAN kirim ke.085228085470

PELAYANAN KONSELING DAN BANTUAN DOA

Silakan sms/telp ke.085228085470

Rabu, 02 Juli 2025

MERPATI HARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

Ayat Pokok:
"Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi."
(Kejadian 8:8)

Pendahuluan
Setelah sekian lama berada dalam bahtera, Nuh dan keluarganya hidup dalam ketidakpastian. Mereka tidak tahu sampai kapan harus menunggu.
Dalam situasi seperti itu, Nuh bertindak dengan iman — ia melepaskan seekor merpati.
Merpati itu menjadi simbol harapan, upaya manusia yang bersandar pada penyertaan Allah untuk melihat tanda-tanda pemulihan.

Isi Khotbah
1. Tindakan iman di tengah ketidakpastian
Nuh tidak hanya duduk diam; ia bertindak.
Merpati dilepaskan bukan sebagai hiburan, tetapi sebagai bentuk ikhtiar berdasarkan iman.
Dalam masa penantian, iman membutuhkan aksi, tidak hanya berdiam diri.
Iman harus diwujudnyatakan dalam tindakan dan perbuatan.

2. Merpati sebagai simbol pengharapan
Merpati tidak kembali dengan hasil pada kali pertama (ayat 9), namun Nuh tetap mencoba.
Dalam hidup, tidak semua usaha langsung membuahkan hasil, tetapi kita tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan.

3. Kesabaran menanti waktu Tuhan
Setelah merpati pertama, Nuh menunggu tujuh hari sebelum melepaskan lagi.
Kesabaran dalam proses adalah bagian dari ketaatan kepada Tuhan.
Tuhan punya waktu-Nya sendiri untuk memulihkan dan membuka jalan.

Ilustrasi:
Seorang petani menabur benih pada awal musim hujan. Ia tahu bahwa tidak semua benih langsung tumbuh. Namun dengan tekun ia menyiram dan merawat tanahnya. Setelah waktu berjalan, benih yang disemai mulai tumbuh. Demikian pula dengan iman kita — terkadang tindakan kecil seperti “melepaskan merpati” adalah awal dari hasil besar yang dijanjikan Tuhan.

Aplikasi
Saat menghadapi ketidakpastian hidup (masalah keluarga, kesehatan, ekonomi), jangan hanya pasrah — bertindaklah dengan iman.
Melepaskan “merpati harapan” bisa berarti: mulai berdoa, memulai langkah baru, mempercayai Tuhan sepenuhnya.
Jangan kecewa jika hasil belum terlihat, terus setia menunggu waktu Tuhan.

Penutup
Nuh tidak tahu bagaimana akhir dari cerita air bah itu, tetapi ia percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkannya. Ia melepaskan merpati — sebuah tindakan kecil yang berakar dari iman besar. Hari ini, marilah kita juga melepaskan “merpati harapan” kita kepada Tuhan. Mungkin belum ada jawaban hari ini, tetapi tetaplah percaya, sebab Allah setia memimpin setiap langkah kita sampai pada daratan pemulihan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

KESELAMATAN ADA DALAM KETATAAN

Ayat Pokok:
"Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu."
(Kejadian 7:7)

Pendahuluan
Manusia modern sering merasa aman karena teknologi dan kemajuan zaman, namun melupakan bahwa perlindungan sejati berasal dari Tuhan.
Pada zaman Nuh, dunia mengalami kehancuran karena dosa, tetapi ada satu keluarga yang selamat — bukan karena kekuatan mereka, tetapi karena ketaatan mereka kepada Allah.

Ilustrasi:
Payung di Tengah Hujan
Bayangkan seseorang berjalan tanpa payung di tengah hujan lebat. Ada orang yang sudah diberi tahu akan hujan dan membawa payung — ia tetap kering. Bukan karena hujannya berhenti, tapi karena ia siap dan taat pada peringatan.
Demikian pula, ketaatan kepada Tuhan bukan menghentikan badai, tetapi melindungi kita di tengah badai.

Mari kita pelajari bagaimana keselamatan diperoleh melalui ketaatan kepada perintah Tuhan. Kita akan renungkan bersama-sama berdasarkan kisah Nuh dan keluarga yang tercatat dalam Kitab Kejadian.

ISI KHOTBAH
1. Nuh taat, saat dunia tidak peduli (Kejadian 6:22; 7:1)
Nuh hidup benar dan taat di tengah dunia yang rusak moral.
Ia tidak hanya mendengar, tetapi melaksanakan firman Tuhan dengan setia.
Taatlah kepada firman Tuhan meskipun tidak populer atau tidak masuk akal.
Memang bukan hal yang mudah untuk setia kepada Tuhan di tengah dunia yang penuh dengan godaan. Tapi percayalah Roh Kudus akan memberi kita kemampuan

2. Keselamatan hanya ada dalam bahtera (Kejadian 7:7)
Tuhan tidak menyediakan banyak pilihan keselamatan—hanya bahtera.
Bahtera adalah gambaran dari Kristus: satu-satunya jalan keselamatan (Yoh. 14:6)
Keselamatan kita hanya karena anugerah  Tuhan, lewat kita percaya dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dalam kehidupan kita.
Bangunlah “bahtera” dalam hidup kita: kehidupan rohani, disiplin rohani, komunitas yang sehat.

3. Keluarga Nuh diselamatkan karena ketaatan dalam keluarga
Keteladanan Nuh menarik keluarganya untuk masuk bahtera.
Peran rohani seorang ayah/pemimpin sangat menentukan arah hidup keluarga.
Jadilah teladan dalam keluarga agar mereka juga tertarik hidup dalam kebenaran.

Penutup
Air bah akan datang — dalam bentuk tantangan, penghakiman, atau penderitaan. Namun siapa yang taat, akan diselamatkan.
Hari ini, Tuhan juga memanggil kita untuk masuk ke dalam “bahtera” keselamatan, yaitu Yesus Kristus.
Apakah Anda sudah di dalam-Nya? Apakah keluarga Anda juga telah masuk?

Ajakan:
Mari hidup dalam ketaatan penuh, sebab hanya di dalam kehendak Tuhan ada keselamatan yang sejati.

TUHAN YESUS MEMBERKATI !

Dapatkan materi powerpoint khobah ini dengan mengirim permintaan melalui
WA.0857-7509-2607