Kamis, 21 Maret 2024

ORANG BENAR PASTI DIBEDAKAN TUHAN

 ORANG BENAR PASTI DIBEDAKAN TUHAN
Ayat Pokok : Maleakhi 3:18

Pendahuluan
Terkadang ketika kita membaca ayat ini, timbul pemikiran dalam hati kita, mengapa  kita sudah berusaha berjuang untuk hidup benar, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, tetapi pergumulan hidup terus saja kita alami, dan permasalahan datang silih berganti?

Ternyata, pertanyaan senada sempat juga terlintas dalam pikiran Pemazmur. Dalam Mazmur 73:13-14, Pemazmur menulis, "sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi."
Dalam ayat sebelumnya bahkan dia menulis, "Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain." (Mazmur 73:2-5)

Benarkah pikiran yang demikian?
Tentu pikiran seperti ini adalah pemikiran yang salah. Sebagai orang-orang beriman kita harus memiliki iman bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih. KIta harus percaya bahwa sebagai anak-anak-Nya, kita tidak akan pernah ditinggalkan. Kita harus percaya, bahwa ketika Tuhan mengijinkan masalah datang menimpa kita, itu karena ada maksud yang indah dari Allah untuk kebaikan kita.

Roma 8:28 menulis, "Kita tahu sekarang,bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."  Berbagai macam hal bisa terjadi dalam hidup kita, baik hal yang menyenangkan maupun hal yang mengecewakan. Namun dibalik semuanya itu, percayalah ada rencana Allah yang indah.

Imani bahwa janji Tuhan itu pasti, ya dan Amin. Tuhan tidak pernah salah. Janji Tuhan itu pasti digenapi. Alkitab berkata, " Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia, sehingga ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" ( Bilangan 23:19).

Pada dasarnya dan pada saatnya, Tuhan menyatakan kuasa-Nya membuat perbedaan antara orang benar dan orang fasik. Tak perlu iri hati dengan kehidupan orang-orang di luar Tuhan. Kebahagiaan orang fasik tidaklah abadi, tetapi kebahagiaan orang benar, tetap untuk selama-lamanya.

Apa berbedaan orang benar dan orang fasik?
Ada beberapa perbedaan antara orang benar dan orang fasik.

Pertama, orang benar senantiasa dibela dan disertai oleh Tuhan.
Apapun bisa saja terjadi dalam kehidupan kita. Selama ada di dunia, kita pasti akan mengalami banyak permasalahan, tantangan dan ujian. Dan ini akan dialami oleh siapa saja,orang-orang yang masih ada di dalam dunia, tidak terkecuali kita sebagai orang-orang percaya. Tetapi yang membedakan adalah bahwa Tuhan, tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan pasti akan senantiasa membela, dan memberi kita kekuatan.

1 Korintus 10:13 menulis, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." 

Kedua. Ada berkat yang Tuhan sedikan bagi orang benar.
Ketika kita tetap setia hidup benar, setia beribadah dan melakukan firman Allah, percayalah bahwa hidup kita pasti akan diberkati. Tentu saja, berkat tidak hanya diukur dari hal-hal materi, tetapi berkat sukacita, kedamaian dan kebahagiaan.

Mazmu 37:23-25, "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Ornag yang setia hidup dalam kebenaran, hidupnya akan senantiasa ada dalam berkat dan perlindungan Tuhan. Bahkan bukan hanya bagi dirinya sendiri, berkat itu juga berlaku bagi anak cucu dan semua keturunannya.
Mazmur 37:25-26, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat."

Penutup
Tidak ada kata sia-sia hidup dalam kebenaran, karena pada saatnya, berkat Tuhan pasti mengikuti hidup kita.
Amin

LINK INFORMASI PENTING
HANYA Rp.99.000 - 100 EBOOK ROHANI KRISTIANI -PEMESANAN KLIK DISINI


0 komentar:

Posting Komentar