Seorang pembeli di pasar Tanah Abang sedang menawar kain yang dijual oleh seorang penjual.
Pembeli : Ko... berapa yang ini satu meter?
Penjual : Lima puluh"
Pembeli : Mahal amat.... lima belas kali
Penjual : Lima belas? Lu gila?
Pembeli : Apa Ko ( Sambil nada tinggi dan muka merah
Penjual : Lu Gila?
Pembeli: Eng Koh yang gila?
Tiba-tiba datang anak menantu si penjual
Menantu Penjual: Ada apa ini?
Pembeli: Ini si Eng Koh... ditawar malah bilah lu gila
Menantu
Penjual: Maaf Pak, Bapak saya bukan mengata-ngatai Bapak... Dia cuma
mau bilang " Rugilah " tapi karena belum bisa menguacap huruf "r" jadi
kedengarannya ia berkata " lu gila" padahl aslinya " rugilah"
Pembeli: Oh..maaf kalau begitu
Amsal 18:21
" Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan menanggung akibatnya"
BAGUS DIBACA PAGI HARI BAGI ORANG YANG MENGGUNAKAN LIDAH (MULUT) SEBAGAI SARANA MENCARI NAFKAH.
BalasHapusTERIMA KASIH.