Sabtu, 27 Agustus 2016

TANGGUNG JAWAB GEREJA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA


Disampaikan dalam ibadah Minggu Pagi
di GPdI Batu Penjuru - Geblok - Kaloran - Temanggung
Minggu, 28 Agustus 2016

Pendahuluan
Allah memanggil kita menjadi orang percaya, bukan hanya sebatas untuk melepaskan kita dari siksa neraka dan masuk Sorga. Tetapi ketika Allah memanggil kita karena ada suatu rencana yang luar biasa.  Allah memanggil kita untuk melakukan tugas yang akan diberikan-Nya kepada kita. Panggilan Allah atas orang percaya adalah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan di bumi atau ditempat dimana kita berada. Ini merupakan maksud dari soteria  atau keselamatan Kristen, yaitu Soteria Solideo Glori, yang bermakna keselamatan hanya untuk kemuliaan Allah.

Sebagai orang percaya kita memiliki status kewarganegaraan ganda. Disatu sisi kita adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di sisi lain kita adalah juga warga kerajaan Sorga, sebagaimana diamanatkan dalam Filipi 3:20," Karena kewargaan kita adalah di dalam Sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat."

Dengan demikian, kita sebagai orang percaya yang tinggal di Indonesia, harus bertanggung jawab terhadap negaranya. Ini adalah panggilan Tuhan atas kita. Maka kita tidak boleh masa bodoh dan berpangku tangan terhadap apa yang terjadi di bangsa ini. Kita dituntut untuk bertanggung jawab terhadap bangsa ini. Bagaimana caranya? mari kita perhatikan bersama-sama.

Gambar dan tulisan siapakah ini?
Suatu ketika datanglah beberapa orang Farisi untuk menemui Yesus. Kedatangan mereka juga disertai dengan orang-orang Herodian. Siapakah orang-orang Herodian ini? orang-orang Herodian adalah nama kelompok pendukung setia Dinasti Herodes yang  menginginkan bahwa yan menjadi wali negeri di Palestina adalah keturunan Herodes, seperti Herodes Agung yang pada waktu itu sedang berkuasa di Palestina, dibawah kekuasaan pemerintahan  Romawi. Seperti kelompok Saduki, golongan Herodian adalah sebuah kekuatan partai politik yang berorientasi pada kepentingan politik. Perbedaan diantara keduanya adalah kalau kelompok Saduki, masih memiliki landasan religius, sedangkan kelompok Herodian hanya berorientasi pada motif kekuasaan.

Kedatangan orang-orang Farisi dan kelompok Herodian menemui Tuhan Yesus, tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mencari celah atau kesempatan menghancurkan Yesus. Hal ini dengan jelas ditulis dalam Matius 22:15-22.

Pertanyaan yang dilematis.
Pertanyaan orang-orang Farisi dan kelompok Herodian dalam kisah diatas sesungguhnya adalah pertanyaan yang dilematis yang tidak hanya cukup dibalas dengan jawaban " boleh" atau"tidak boleh". kalau Yesus menjawab dengan boleh atau tidak boleh, hal ini sama-sama mengandung resiko. Kalau Yesus menjawab "boleh", maka Ia akan dipersalahkan oleh orang-orang Farisi dan sebagian besar orang Yahudi yang sangat fanatik dan hanya mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya raja mereka dunia, dan hanya kepada Allah saja mereka boleh tunduk dan taat.  Sebaliknya, jika Tuhan Yesus menjawab "tidak boleh", maka Yesus akan dituduh sebagai seorang profokator oleh orang-orang Herodian dan Yesus akan dilaporkan sebagai pemberontak.

Namun jawaban Tuhan Yesus atas hal ini adalah jawaban yang sangat briliant sehingga tidak ada celah sama sekali baik oleh orang-orang Farisi maupun oleh kelompok Herodian. Yesus justru menjawab mereka dengan balik bertanya setelah Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk menunjukkan sekeping uang dinar. "Lalu kata Yesus kepada mereka," Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berika kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. Tuhan Yesus sedang mengingatkan para murid akan ketatatan terhadap Tuhan dan pemerintah.

Dwi kewarganegaraan.
Setiap orang percaya memang memiliki status ganda. Disatu sisi mereka adalah warga negara dimana kita ada. disisi lain kita adalah warga Negara Kesatuan Republik Indnesia.Sebagai warga negara Sorga kewajiban kita adalah menjunjung tinggi dan menaati aturan-aturan Sorga. Sedangkan sebagai warga negara Indonesia, kita juga harus menjalankan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik.

Tanggung Jawab Gereja Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Apa saja tanggung jawab kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
Pertama: Taat dan tunduk kepada pemerintah (Ibrani 13:17;1 Petrus 2:13, 16-17; Roma 13:1-7;Titus 3:1-2).
Kedua : Menjadi garam dan terang bagi negara (Matius 5:13-14)
Ketiga: Mengusahakan kesejahteraan negara atau berparisipasi dalam pembangunan (Yeremia 29:7)
Keempat: Bersyafaat dan berdoa bagi negara (1 Timotius 2:1-4)

Kesimpulan
  •  Allah memanggil dan memilih orang percaya serta menempatkannya di Indonesia, bukan kebetulan, tetapi ada maksud dan tujuan Tuhan yang heran.
  • Allah memberi tugas kepada kita untuk menjadi garam bagi dunia, mengusahakan kesejahteraan bagi bangsa ini serta mendoakan bangsa negara kita.
LINK INFORMASI PENTING

0 komentar:

Posting Komentar